Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

10 Cara Alami Turunkan Kadar Gula Darah

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

10 Cara Alami Turunkan Kadar Gula Darah Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Kadar gula dalam darah penting dijaga agar tetap normal, tidak terlalu tinggi atau rendah, sebab gula darah berfungsi untuk memberi energi pada sel dan organ tubuh, namun dapat berbahaya pada kesehatan jika kadar gula dalam darah terlalu banyak di atas batas kadar normal. Kadar gula darah yang dapat berubah-ubah disebabkan oleh beberapa faktor seperti pola makan, metabolisme tubuh, dan efek samping jenis obat-obatan tertentu.

Kadar gula dalam darah yang normal tidak berpatokan pada satu angka baku tertentu, karena kadar gula dalam darah dapat berubah-ubah seperti sebelum dan setelah makan, atau saat sebelum tidur. Namun berikut adalah kisaran kadar gula dalam darah normal, yang penting untuk diketahui:

  • Sebelum makan atau setelah puasa 8 jam, yaitu 70-100 mg/dL

  • Sebelum tidur atau 2 jam setelah makan, yaitu kurang dari 140 mg/dL

  • Pemeriksan gula darah sewaktu, yaitu kurang dari 200 mg/dL

Nilai kadar gula dalam darah di atas normal dapat membahayakan kesehatan tubuh karena mampu merusak pembuluh darah dan memicu komplikasi seperti serangan jantung atau stroke, kerusakan mata hingga kehilangan penglihatan atau buta, meningkatkan risiko penyakit ginjal, menimbulkan masalah saraf, dan menimbulkan masalah penyembukan luka. 

Baca Juga: Kenali Diabetes Melitus: Gejala, Penyebab, Hingga Komplikasinya

Kadar gula yang terlalu tinggi dapat diturunkan dengan beberapa cara alami seperti:

  1. Olahraga teratur

Melakukan olahraga secara rutin dan teratur dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga sel-sel tubuh dapat menggunakan gula darah sebagai sumber energi dengan lebih efisien. Olahraga yang disarankan untum menurunkan kadar gula dalam darah antara lain adalah jalan santai, jogging, bersepeda, berenang, menari, dan angkat beban.

  1. Diet karbohidrat

Tubuh akan memecah karbohidrat menjadi gula dan kemudian insulin akan memindahkan gula ke dalam sel. Saat mengonsumsi karbohidrat terlalu banyak atau terjadi masalah pada fungsi insulin, maka proses ini dapat gagal dan meningkatkan kadar glukosa darah. 

Asupan karbohidrat dapat dikontrol dengan menghitung jumlah karbohidrat atau menggunakan sistem pertukaran makanan. beberapa penelitian menemukan bahwa cara ini dapat membantu dalam perencanaan makanan dengan tepat, yang selanjutkan mampu meningkatkan kontrol gula darah. Pada banyak penelitian juga menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat membantu menurunkan kadar gula darah dan mencegah lonjakan gula darah. Selain itu diet rendah karbohidrat mampu mengontrol kadar dula darah dalam jangka waktu yang panjang.

  1. Banyak mengonsumsi serat

Serat dalam tubuh dapat memperlambat pencernaan karbohidrat dan penyerapan gula. Dalam gal ini serat akan mempromosikan peningkatan kadar gula yang lebih bertahap. Ada dua jenis serat yang dapat dikonsumsi yaitu serat tidak larut dan serat larut. Meski keduanya sama-sama penting namun jenis serat larut telah terbukti mampu menurunkan kadar dula darah.

Melakukan diet tinggi serat juga dapat membantu mengelola diabetes tipe 1 dengan cara meningkatkan kontrol gula darah dan mengurangi penurunan gula darah. Jenis makanan tinggi serat yang baik untuk dikonsumsi antara lain adalah sayuran, buah-buahan, polong-polongan, dan biji-bijian. 

  1. Jaga tubuh tetap terhidrasi

Menjaga tubuh untuk tetap tercukupi kebutuhan cairan dapat berperan membantu menjaga kadar gula dalam batas yang sehat. Bukan hanya bermanfaat mencegah dehidrasi namun mencukupi asupan cairan tubuh juga membantu ginjal untuk membuang kelebihan gula darah melalui urin. 

Berdasarkan hasil sebuah studio observasional, didapati hasil bahwa orang yang lebih banyak minum air memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengembangkan kadar gula darah tinggi. Minum air secara teratur dapat menghidrasi kembali darah, menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi risiko diabetes. Namun pastikan kecukupan cairan dalam tubuh dipenuhi dari air putih dan minuman non kalori, bukan minuman yang dimaniskan dengan gula karena dapat meningkatkan glukosa darah, mendorong penambahan berat badan, dan meningkatkan risiko diabetes.

Baca Juga: Inilah Pantangan Makanan dan Minuman Untuk Diabetes

  1. Menjaga porsi makan

Mengontrol porsi makan dapat membantu pengaturan asupan kalori yang mampu menyebabkan penurunan berat badan. Akibatnya, hal ini akan meningkatkan kadar gula darah yang sehat dan terbukti mampu mengurangi risiko diabetes tipe 2. Selain itu memantau porsi makan juga dapat membantu mengurangi asupan kalori dan lonjakan gula darah berikutnya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol porsi makan adalah dengan mengukur dan menimbang porsi, memakai piring yang lebih kecil, menghindari makan di restoran dan makan sepuasnya, pelajari label pada makanan dan periksa ukuran porsi, membuat jurnal makanan, serta makan secara perlahan dan tidak terburu-buru.

  1. Memilih makanan dengan indeks glikemik rendah

Indeks glikemik dikembangkan untuk menilai respn gula darah tubuh terhadap makanan yang mengandung karbohidrat. Jumlah dan jenis karbohidrat menentukan bagaimana makanan memengaruhi kadar dula darah. Mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah telah terbukti mampu mengurangi kadar gula jangka panjang pada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2. Beberapa jenis makanan dengan indeks glikemik rendak antara lain adalah makanan laut, daging, telur, oat, kacang-kacangan, lentil, polong-polongan, ubi jalar, jagung, dan sayuran.

  1. Mengontrol tingkat stres

Stres juga berperan pada kadar gula darah sebab hormon seperti glucagon dan kortisol akan disekresikan selama stres. Hasil sebuah studi menunjukkan bahwa olahraga, relaksasi, dan meditasi secara signifikan dapat mengurangi stres sehingga mampu menurunkan kadar gula darah. 

  1. Memeriksa kadar gula darah

Melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin dapat menjadi patokan untuk mengukur dan memantau kadar glukosa darah. Hal ini akan berpengaruh pada penentuan jenis makanan atau obat-obatan yang perlu dikonsumsi. Selain itu hal ini juga mampu membantu untuk mengetahiu reaksi tubuh terhadap jenis makanan tertentu. 

  1. Istirahat cukup

Pola tidur yang kurang baik dapat memengaruhi kadar gula darah dan sensitivitas insulin. Hal ini akan berakibat pada peningkatan nafsu makan sehingga menaikkan berat badan. Selain itu kurang tidur juga dapat menurunkan pelepasan hormone pertumbuhan dan meningkatkan kadar kortisol, dimana keduanya berperan penting dalam pengendalian gula darah.

  1. Perbanyak makanan mengandung kromium dan magnesium

Kadar gula darah yang tinggi dan penyakit diabetes berkaitan dengan defisiensi mikronnutrien seperti kekurangan mineral kromium dan magnesium. Kromium berperan dalam metabolisme karbohidrat dan lemak, yang juga dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Beberapa jenis makanan yang mengandung kromium antara lain adalah kuning telur, biji-bijian, kopi, kacang-kacangan, brokoli, dan daging. 

Sedangkan kekurangan magnesium dapat meningkatkan risiko diabetes yang lebih tinggi. Menurut hasil penelitian, orang dengan asupan magnesium tertinggi memiliki risiko 47 persen lebih rendah mengalami diabetes.

Baca Juga: 10 Penyebab Gula Darah Tinggi, Selain Konsumsi Makanan Manis

Lakukan pemeriksaan medis secara berkala untuk mengetahui kondisi kesehataan tubuh agar terhindar dari kadar gula darah yang terlalu tinggi. Anda dapat melakukan telekonsultasi melalui website atau aplikasi android farmamedisk, yang menghubungkan pasien dengan mitra atau rekanan penyedia jasa layanan kesehatan, yang telah terlisensi medis di masing-masing bidangnya.

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?