Gejala diabetes pada wanita penting untuk dikenali. Sebab, penyakit diabetes sudah menduduki peringkat ketiga tertinggi dari penyakit-penyakit yang menjadi penyebab kematian di Indonesia. Diantara 10 negara dengan penderita diabetes tertinggi, Indonesia menempati urutan ketujuh. Sungguh mengkhawatirkan!
Diabetes menyerang pria maupun wanita. Penyakit gula ini dapat disebabkan oleh faktor genetikal. Namun juga dapat disebabkan oleh faktor pola hidup yang tidak sehat. Misalnya karena pola makan, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, dan lain sebagainya. Tak heran jika diabetes sudah menyerang kalangan usia muda, baik pria maupun wanita.
Gejala diabetes pada wanita pada umumnya dapat ditandai dengan sebagai berikut.
1. Perubahan siklus menstruasi
Studi yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat menyebutkan bahwa siklus menstruasi yang lebih panjang dan berat dapat menjadi gejala diabetes pada wanita. Tingginya kadar gula darah juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi siklus mentruasi.
Pada saat menstruasi, pada umumnya wanita sulit untuk mengendalikan keinginan makan. Hal itu mengakibatkan kadar gula darah dapat meningkat drastis. Jadi, perubahan siklus mentruasi menjadi lebih panjang dan berat pada wanita perlu diwaspadai. Sebab hal itu akan mendorong peningkatan kadar gula darah, apabila nafsu makan tidak bisa dikendalikan.
Baca Juga: Kenali Penyebab Diabetes Yang Paling Sering dijumpai
2. Gangguan seksual
Tingginya kadar gula darah dapat menyebabkan area vagina wanita menjadi lebih kering. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada saat melakukan hubungan seksual dengan suami. Jadi wanita yang memiliki penyakit diabetes akan mengalami gejala penurunan ketertarikan terhadap hubungan intim. Disfungsi seksual tersebut bisa disebabkan oleh neuropati diabetik atau kerusakan serabut saraf karena tingginya kadar gula dalam darah.
3. Vagina mengalami infeksi jamur
Kadar gula darah tinggi dan tidak terkontrol akibat penyakit diabetes bisa mengakibatkan tumbuhnya jamur Candida di sekitar vagina. Infeksi jamur tersebut akan menimbulkan gejala berupa vagina terasa gatal, nyeri, keputihan, dan perih atau tidak nyaman saat berhubungan intim. Infeksi jamur yang berulang pada vagina bisa mengindikasikan gejala diabetes pada wanita.
4. Infeksi saluran kemih
Kadar gula yang tinggi pada urine penderita diabetes memudahkan bakteri untuk berkembang biak di saluran kemih. Kondisi tersebut membuat wanita yang menderita penyakit diabetes juga berisiko lebih tinggi terkena infeksi saluran kemih. Maka infeksi saluran kemih itu merupakan salah satu gejala diabetes pada wanita.
Tanda-tanda gejala infeksi saluran kemih, diantaranya, adalah nyeri saat buang air kecil, demam, anyang-anyangan, dan kencing berdarah. Periksalah segera ke dokter apabila gejala tersebut timbul dan anda rasakan. Anda dapat berkonsultasi secara online dengan dokter spesialis melalui aplikasi farmamedisk. Dokter akan menjawab pertanyaan dan keluhan serta memberikan nasihat medis yang diperlukan untuk mengatasi masalah anda.
Gejala lain yang timbul saat terjadi infeksi saluran kemih adalah timbulnya infeksi yang disebabkan jamur. Kadar gula yang tinggi dalam darah akan membuat jamur lebih mudah berkembang biak.
5. Frekuensi buang air kecil meningkat
Penelitian yang dilakukan oleh Mayo Clinic menyebutkan bahwa gejala diabetes pada wanita dapat terlihat dari frekuensi buang air kecil. Apabila terjadi peningkatan dari sebelumnya, maka kemungkinan besar hal itu mengindikasikan adanya gejala diabetes pada wanita. Selain itu, gejala yang berkaitan dengan meningkatknya frekuensi buang air kecil adalah keringnya tenggorokan dan rasa haus meningkat.
Baca Juga: Cara Memasak Bahan Makanan Untuk Penderita Diabetes
6. Sering merasa haus
Rasa haus yang berlebihan disebabkan oleh tenggorokan yang kering, kurang minum, banyak mengeluarkan keringat, atau mengonsumsi makanan pedas atau asin. Namun, apabila peningkatan rasa haus itu terjadi seiring dengan peningkatan frekuensi buang air kecil, maka kemungkinan hal ini merupakan gejala diabetes pada wanita.
7. Penglihatan menurun
Kadar glukosa tinggi dalam darah dapat menarik cairan dari jaringan, termasuk pada lensa mata. Kondisi ini memengaruhi kemampuan pengidap diabetes untuk melihat. Jadi salah satu gejala diabetes pada wanita adalah penurunan fungsi penglihatan.
8. Infeksi jamur mulut (kandidiasis oral)
Jamu candida selain tumbuh di vagina juga dapat tumbuh pada lapisan dalam mulut. Tingginya glukosa dalam darah akan memberikan nutrisi kepada jamur tersbut untuk dapat tumbuh subur di dalam mulut. Kondisi ini kemudian menyebabkan gejala kandidiasis oral.
Gejala kandidiasis oral pada wanita yang menderita diabetes adalah berupa kemunculan bercak putih pada pipi bagian dalam atau lidah. Bercak putih ini bisa menyebar ke gusi, langit-langit mulut, amandel, atau belakang kerongkongan.
9. Sindrom ovarium polikistik
Gejala pra diabetes pada wanita juga dapat disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik atau PCOS. Yaitu kondisi dimana terdapat banyak kista di sekeliling ovarium atau indung telur. Tingginya level hormon tertentu dalam tubuh dapat menjadi faktor yang meningkatkan risiko PCOS. Jumlah hormon androgen yang berlebih atau resistensi insulin menjadi awal dari diabetes tipe 2 pada wanita. Meski begitu, PCOS tidak selalu menjadi gejala umum diabetes pada wanita. Pada beberapa kasus, PCOS menandakan kondisi prediabetes. Kondisi ini mengindikasikan terkena penyakit gula darah tinggi, tapi belum mengalami diabetes.
10. Tingginya kadar gula darah saat hamil
Saat hamil apabila kadar gula darah terus melonjak naik maka ini pertanda gejala diabetes gestasional pada wanita. Diabetes gestasional adalah diabetes yang muncul pada masa kehamilan, dan hanya berlangsung hingga proses melahirkan. Kondisi ini bisa terjadi secara random pada usia kehamilan berapa pun. Namun lazimnya berlangsung pada usia kehamilan memasuki minggu ke-24 sampai ke-28.
Tak berbeda dengan diabetes yang biasa, diabetes gestasional terjadi ketika tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk mengontrol kadar glukosa (gula) dalam darah pada masa kehamilan. Kondisi tersebut dapat membahayakan ibu dan anak. Tapi jangan kuatir, kondisi ini dapat ditekan bila ditangani dengan cepat dan tepat.
Penelitian dari American Diabetes Association menyebutkan bahwa wanita yang mengalami diabetes gestasional biasanya tidak mengalami keluhan fisik apa pun, meskipun kadar gula darahnya sudah tinggi.
Gejala diabetes pada wanita hamil ini perlu dikenali sejak dini. Caranya adalah dengan melakukan cek gula darah ini secara berkala, pada saat menjelang kehamilan dan selama masa kehamilan.
Pemeriksaan gula darah untuk wanita hamil dilakukan dengan cara berikut:
-
Tes toleransi glukosa oral (TTGO) awal.
Dalam TTGO awal, dokter akan memeriksa kadar gula darah pasien, satu jam sebelum dan sesudah diberikan cairan gula. TTGO awal yang menunjukkan kadar gula darah di atas 130–140 mg/dL akan dilakukan tes toleransi glukosa oral lanjutan.
-
Tes toleransi glukosa oral (TTGO) lanjutan.
Pada tes ini, pasien harus berpuasa semalaman, sebelum menjalani tes darah di pagi hari. Setelah darah pertama diambil, dokter akan memberikan air gula dengan kadar gula yang lebih tinggi dibanding TTGO awal. Kemudian, kadar gula darah akan diperiksa 3 kali setiap jam. Apabila 2 dari 3 pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah tinggi, pasien akan didiagnosis menderita diabetes gestasional.
Baca Juga: Referensi Obat Luka Diabetes Resep Dokter
Jangan sampai diabaikan pengecekan kadar gula darah ini. Sebab bila anda terlambat mendeteksi adanya gejala penyakit diabetes pada wanita ini maka bisa memperbesar peluang terjadinya komplikasi. Perlu diketahui bahwa wanita lebih berisiko mengalami komplikasi diabetes dibandingkan pria. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon saat menstruasi, melahirkan, dan menopause yang membuat pasien sulit mengontrol kadar gula darah

