Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

10 Penyakit yang Paling Bikin Takut di Indonesia

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

10 Penyakit yang Paling Bikin Takut di Indonesia Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Foto : Freepik

Kematian yang disebabkan oleh penyakit membuat orang kemudian menjadi khawatir, bahkan takut, mengalami penyakit tersebut. Berikut ini 10 penyakit yang paling bikin takut di Indonesia.

Apa saja 10 penyakit yang paling bikin takut di Indonesia ? Untuk menjawab pertanyaan ini maka Anda harus tahu mengenai penyakit-penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada 10 penyakit yang merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia.     

Stroke menempati urutan pertama penyebab kematian di Indonesia dengan 131,8 kasus kematian per 100 ribu penduduk. Jantung iskemik atau penyebab serangan jantung berada di urutan kedua dengan 95,68 kasus. Pada urutan ketiga, adalah diabetes mellitus dengan 40,78 kasus. Disusul pada urutan keempat adalah tuberkulosis (TBC) sebesar 33,24 kasus. Di urutan kelima adalah sirosis hati dengan persentase 33,06 kasus.

Selengkapnya, daftar lengkap 10 penyakit penyebab kematian dengan jumlah tertinggi di Indonesia adalah :

  1. Stroke 131,8 kasus kematian per 100 ribu penduduk

  2. Serangan jantung 95,68 kasus

  3. Diabetes melitus 40,78 kasus

  4. TBC 33,24 kasus

  5. Sirosis hati 33,06 kasus

  6. Paru-paru kronis 28,89 kasus

  7. Diare 23,6 kasus

  8. Hipertensi 20,26 kasus

  9. Infeksi saluran pernapasan bawah 19,39 kasus

  10. Neonatal atau kematian bayi baru lahir 16,77 kasus

WHO menyatakan bahwa dengan memantau jumlah kematian tahunan akan membantu mengatasi penyebabnya dan mengadaptasi sistem kesehatan agar bereaksi secara efektif.

Memahami alasan mengapa orang meninggal, kata WHO, maka dapat membantu kita untuk  memahami cara orang hidup untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan mengurangi kematian yang dapat dicegah di setiap negara, merespons perubahan keadaan epidemiologis secara efektif.

10 penyakit yang paling mematikan di Indonesia

Berikut ini yang perlu Anda ketahui tentang 10 penyakit yang paling mematikan di Indonesia. 

  1. Stroke 

Stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Kondisi ini membuat otak tidak memperoleh asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati dan menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik. 

Tanda dan gejala stroke pada pria dan wanita meliputi:

  • Tiba-tiba mati rasa di satu sisi wajah Anda atau di satu lengan atau kaki.

  • Kehilangan penglihatan, kekuatan, koordinasi, sensasi, atau ucapan, atau kesulitan memahami ucapan. 

  • Penglihatan tiba-tiba redup, terutama pada satu mata

  • Tiba-tiba kehilangan keseimbangan, terkadang disertai muntah, mual, demam, cegukan, atau kesulitan menelan

  • Sakit kepala yang tiba-tiba dan parah tanpa penyebab lain, diikuti dengan cepat pingsan

  • Pingsan sebentar

  • Pusing atau tiba-tiba jatuh tanpa penyebab yang jelas

Stroke adalah kondisi gawat darurat yang perlu segera ditangani, karena sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit. Tindakan penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalkan tingkat kerusakan otak dan mencegah kemungkinan munculnya komplikasi.

  1. Serangan jantung

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung sangat berkurang atau tersumbat. Penyumbatan biasanya terjadi karena penumpukan lemak, kolesterol dan zat lain di dalam arteri jantung (koroner). 

Endapan berlemak dan mengandung kolesterol disebut plak. Proses penumpukan plak disebut aterosklerosis. Terkadang, plak bisa pecah dan membentuk gumpalan yang menghalangi aliran darah. Kurangnya aliran darah dapat merusak atau menghancurkan bagian dari otot jantung.

  1. Diabetes mellitus 

Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin. 

  1. TBC 

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang berpotensi serius, terutama menyerang paru-paru. Bakteri penyebab TBC menyebar dari orang ke orang melalui droplet yang dilepaskan ke udara melalui batuk dan bersin.

Tanda dan gejala TB aktif meliputi:

  • Batuk selama tiga minggu atau lebih

  • Batuk darah atau lendir

  • Nyeri dada, atau nyeri saat bernapas atau batuk

  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja

  • Kelelahan

  • Demam

  • Keringat malam

  • Panas dingin

  • Kehilangan selera makan

Tuberkulosis juga dapat mempengaruhi bagian lain dari tubuh Anda, termasuk ginjal, tulang belakang, atau otak. Ketika TBC terjadi di luar paru-paru Anda, tanda dan gejala bervariasi sesuai dengan organ yang terlibat. Misalnya, tuberkulosis tulang belakang dapat menyebabkan nyeri punggung, dan tuberkulosis ginjal dapat menyebabkan darah dalam urin.

  1. Sirosis hati

Sirosis merupakan kondisi terbentuknya luka atau jaringan parut di hati yang bersifat kronis. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan hati yang sulit diobati dan memicu kegagalan hati. Kebiasaan minum minuman beralkohol dan infeksi virus hepatitis merupakan penyebab paling umum sirosis. 

  1. Paru-paru kronis

Penyakit paru kronis menyerang paru-paru dan bagian sistem pernapasan lain. Suatu penyakit disebut kronis jika bertahan selama satu tahun atau lebih dan membutuhkan perawatan medis secara berkelanjutan atau membatasi kehidupan sehari-hari pasien atau keduanya. 

Penyakit paru kronis yang paling umum antara lain penyakit paru obstruktif kronis atau COPD, kanker paru, fibrosis paru, penyakit asma, sleep apnea, dan penyakit paru akibat kerja. Semua orang dari segala usia bisa terkena penyakit paru kronis, dari bayi hingga lansia.  

  1. Diare 

 

Penderita diare mengalami sering buang air besar dengan kondisi tinja yang encer atau berair. Diare umumnya terjadi akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2019, jumlah kasus diare di seluruh Indonesia adalah sekitar 7,2 juta jiwa.

  1. Hipertensi 

Hipertensi adalah penyakit yang berbahaya, karena bisa terjadi tanpa gejala. Pada beberapa kasus, gejalanya baru muncul setelah hipertensi makin parah dan sampai mengancam nyawa. Gejala yang dapat muncul adalah:

  • Mual dan muntah

  • Sakit kepala

  • Mimisan

  • Sesak nafas

  • Nyeri dada

  • Gangguan penglihatan

  • Telinga berdenging

  • Gangguan irama jantung

  • Darah dalam urine

  1. Infeksi saluran pernapasan bawah 

Infeksi saluran pernapasan bawah adalah penyakit yang terjadi karena ada infeksi pada paru-paru, atau saluran pernapasan yang dimulai dari bawah pangkal tenggorokan. Jenis infeksi saluran pernapasan bawah, seperti bronkiektasis, pneumonia, hingga bronkitis. 

Penyebabnya, karena virus, bakteri, jamur, atau parasit. Penularan kuman patogen penyebab penyakit ini bisa terjadi ketika seseorang menghirup percikan cairan dari saluran pernapasan orang yang sebelumnya sudah terinfeksi. Droplet ini bisa mengontaminasi saat pengidap infeksi saluran pernapasan batuk atau bersin. Penularan juga bisa terjadi saat seseorang menyentuh benda-benda yang sudah terkontaminasi virus. 

  1. Neonatal atau kematian bayi baru lahir 

Bank Dunia menyebutkan bahwa angka kematian bayi neonatal (usia 0-28 hari) di Indonesia sebanyak 11,7 jiwa per 1.000 kelahiran hidup pada 2020. Jadi, tiap lahir 1.000 bayi, ada 11 hingga 12 bayi yang meninggal di usia 0-28 hari. 

Angka tersebut menunjukkan tren turun dalam satu dekade terakhir dan berada di bawah angka kematian bayi neonatal dunia yang mencapai 17 jiwa per 1.000 kelahiran hidup pada 2020. 

Namun dibandingkan dengan negara kawasan Asia Tenggara, angka kematian bayi neonatal Indonesia masih cukup tinggi.

______________________

Referensi : 

WebMD (2022), Stroke Signs and Symptoms

CDC: “Stroke Signs and Symptoms.”

Mayo Clinic (2022), Heart Attack 

Mayo Clinic (2021), Tuberculosis

Mayo Clinic (2020), Diseases & Conditions. Liver Disease.

Primaya Hospital, Penyakit Paru Kronis: Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan 

Kementerian Kesehatan RI (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019.

KidsHealth (2021). For Parents. Diarrhea.

Cleveland Clinic (2020). Disease & Conditions. Diarrhea.

Harvard Medical School (diakses pada 2023), The respiratory tract and its infections. 

Katada (2022), Angka Kematian Bayi Neonatal Indonesia Menunjukkan Tren Turun

 
Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?