Memiliki berat badan ideal merupakan dambaan setiap orang. Selain dapat menunjang penampilan yang menambah rasa percaya diri, berat badan yang ideal juga identic dengan tubuh yang sehat dengan risiko penyakit yang kecil. Untuk mendapatkan berat badan yang ideal, banyak orang melakukan berbagai metode diet penurunan berat badan, khususnya bagi mereka yang mengalami kelebihan berat badan atau overweight.
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan yakni dengan olahraga, mengatur pola makan, hingga menggunakan obat-obat tertentu penurun berat badan, baik yang herbal ataupun tidak. Alih-alih mendapat berat badan ideal yang diinginkan, proses diet justru kadang menjadi menyiksa tanpa menghasilkan apa-apa alias gagal. Hal ini disebabkan oleh pola diet yang tidak benar sehingga tidak mendapatkan hasil yang maksimal.
Berikut adalah cara diet alami yang dapat dilakukan dan cukup efektif untuk menurunkan berat badan :
-
Puasa intermiten
Puasa intermiten adalah puasa jangka pendek, yang mengharuskan seseorang untuk mengonsumsi makanan dalam durasi yang lebih singkat di siang hari. Beberapa studi telah dilakukan dan mendapati hasil bahwa puasa intermiten yang dilakukan rutin dengan konsisten selama 24 minggu, efektif menurunkan berat badan serta mampu mengurangi asupan kalori.
Cara puasa intermiten yang paling banyak dilakukan adalah metode 16/8, yakni berpuasa selama 16 jam dan hanya diperbolehkan makan selama 8 jam. Biasanya 8 jam yang dipergunakan untuk makan diterapkan pada waktu siang hingga malam hari menjelang waktu tidur.
-
Menerapkan pola makan mindfulness
Kebanyakan orang melakukan aktivitas makan sambil melakukan hal-hal lain seperti menonton tv, bekerja, mengobrol, serta melakukan kegiatan lainnya, sehingga mereka tidak menyadari apa yang sedang dikonsumsi. Pola mindfulness eating adalah cara makan seseorang dengan penuh kesadaran atas apa yang dilakukannya. Cara ini dapat menjadikan seseorang untuk lebih menikmati makanan dan menjaga berat badan untuk selalu dalam angka yang normal.
Baca Juga : Efektifkah Diet Makanan Untuk Golongan Darah ?
Berikut adalah cara mindfulness eating yang bisa diterapkan untuk menurunkan berat badan :
-
Ambil posisi duduk saat makan, lalu perhatikan meja tempat makan dan nikmati hal tersebut.
-
Hindari gangguan saat makan seperti menonton tv, bekerja di laptop, atau memainkan smartphone.
-
Makanlah secara perlahan dan luangkan waktu untuk mengunyah serta nikmati makanan pada setiap kunyahannya. Metode ini dapat membantu proses penurunan berat badan karena cukup memberi waktu pada otak untuk mengenali sinyal kenyang untuk mencegah makan berlebih.
-
Mengonsumsi protein saat sarapan
Menentukan menu saat sarapan adalah hal yang penting selama menjalani proses diet. Pilihkan menu sarapan yang tinggi protein karena hal ini dapat mengatur hormone nafsu makan seseorang hingga merasa kenyang. Berdasarkan hasil studi, efek hormonal dari mengonsumsi protein saat sarapan dapat berlangsung selama beberapa jam. Beberapa sumber protein yang dapat dimakan saat sarapan antara lain adalah telur, gandum, selai kacang, sarden, dan biji chia.
-
Mengurangi gula dan karbohidrat olahan
Kebanyakan mengonsumsi gula dan karbohidrat yang masuk ke tubuh, maka semakin tinggi pula risiko berat badan akan meningkat. Karbohidrat olahan seperti nasi putih, roti, dan pasta adalah makanan yang dicerna dan diubah menjadi glukosa dengan cepat. Sedangkan kelebihan glukosa dapat memicu hormone insulin yang meningkatkan penyimpanan lemak di jaringan adiposa, yang memberi kontribusi pada penambahan berat badan.
-
Mengonsumsi banyak serat
Selain mengurangi asupan gula dan karbohidrat olahan, saat diet sebaiknya perbanyak asupan serat dalam menu makanan, karena hal ini dapat meningkatkan rasa kenyang sehingga berpotensi baik untuk menurunkan berat badan. Beberapa jenis makanan kaya serat yang dapat dikonsumsi saat menjalani diet adalah gandum, oatmeal, buah, sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
-
Menyeimbangkan bakteri di usus
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri dalam usus juga memiliki peran dalam pengelolaan berat badan. Beberapa jenis bakteri mampu meningkatkan jumlah energi yang diperoleh dari makanan, yang menyebabkan terjadinya penumpukan lemak dan penambahan berat badan.
Untuk menyeimbangkan bakteri dalam usus dapat dilakukan dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu yang mampu meningkatkan jumlah bakteri baik, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, makanan dan minuman yang difermentasi, serta makanan prebiotic seperti kacang-kacangan, semangka, oat, dan rumput laut.
-
Tidur nyenyak
Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa waktu tidur yang kurang dari 5 sampai 6 jam setiap malam dapat meningkatkan berat badan. Perlu diketahui, bahwa tidur yang tidak berkualitas akan memperlambat proses metabolisme tubuh yang mengubah kalori menjadi energi. Ketika proses metabolisme tidak berjalan baik, maka tubuh akan menyimpan energi yang tidak terpakai sebagai lemak. Tak hanya itu saja, kurang tidur juga dapat meningkatkan produksi insulin dan kortisol yang mendorong penyimpanan lemak.
Baca Juga : Hindari 10 Cara Diet yang Salah ini
-
Kelola stress
Kondisi stress dapat memicu pelepasan hormone adrenalin dan kortisol yang awalnya mampu menurunkan nafsu makan. Namun ketika seseorang secara konstan berada di bawah tekanan, maka hal ini dapat meningkatkan nafu makan dan memicu untuk makan lebih banyak dari biasanya.
Berdasarkan hasil penelitian, dengan melakukan program manajemen stress selama 8 minggu dapat menurunkan indeks massa tubuh (BMI) yang signifikan pada anak-anak dan remaja yang mengalami obesitas. Cara mengelola stress dapat dilakukan rutin seperti menjalani yoga, meditasi, tai chi, Teknik pernapasan, relaksasi, dan lebih banyak beraktivitas di luar ruangan.
-
Hidrasi
Sebuah penelitian menyatakan bahwa air mineral dapat membantu proses penurunan berat badan. Air mineral yang diminum sebanyak setengah liter mampu meningkatkan pembakaran kalori sebanyak 24 sampai 30 persen. Air mineral yang diminum sebelum makan juga mampu mengurangi asupan kalori. Gunakan air mineral sebagai pengganti minuman tinggi kalori dan gula.
-
Minum teh hijau dan kopi tanpa pemanis
Teh hijau dan kopi adalah jenis minuman sehat yang kaya akan antioksidan dan senyawa bermanfaat lainnya. Minum kopi dapat membantu penurunan berat badan dengan cara meningkatkan energi serta jumlah kalori yang dibakar. Kafein yang terkandung dalam kopi dapat membantu meingkat proses metabolisme tubuh antara 3 sampai 11 persen. Sedangkan teh hijau mampu meningkatkan pengeluaran energi sampai dengan 4 persen dan mampu meningkatkan pembakaran lemak sampai dengan 17 persen. Yang perlu diperhatikan adalah janga menambahkan penambah rasa apapun saat hendak meminum kopi atau teh hijau.
-
Pakai minyak kelapa untuk memasak
Minyak kelapa kaya akan lemak yang disebut dengan trigliserida rantai menengah. Lemak ini akan dimetabolisme oleh tubuh secara berbeda jika dibanding dengan jenis lemak yang lainnya. Berdasarkan hasil sebuah studi, minyak kelapa dapat meningkatkan metabolisme dan mengonsumsi lebih sedikit kalori.
Jangan lupa untuk selalu melakukan konsultasi yang dapat dilakukan dengan telekonsultasi melalui website atau aplikasi android farmamedisk

