Sakit kepala merupakan kondisi umum yang pernah dialami oleh hampir semua orang. Kadar sakit kepala setiap orang akan berbeda-beda, mulai dari sakit kepala ringan hingga sakit kepala berat tak tertahankan. Begitu pula dengan durasi sakit kepala, ada yang merasakannya hanya sesaat namun banyak pula yang merasakan sakit kepala hingga beberapa menit bahkan sampai berhari-hari. Jika sudah begini, banyak penderita sakit kepala langsung memilih jalan untuk mengonsumsi obat penghilang rasa sakit kepala. Namun ada banyak cara alami untuk mengatasi sakit kepala seperti diantaranya adalah :
-
Perbanyak minum air putih
Mencukupi kebutuhan tubuh akan cairan mampu mencegah timbulnya sakit kepala atau mengurangi tingkat keparahannya. Melansir dari Medical News Today, berdasarkan sebuah studi dalam jurnal Antioxidants, dikemukakan bahwa dehidrasi ringan dapat mengubah pemikiran dan sikap seseorang dalam bertindak sehingga kondisi sakit kepala akan dirasakan menjadi semakin buruk. Begitu pula dalam sebuah bacaan hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Evaluation in Clinical Prastice, mencatat bahwa banyak minum air putih tidak mengurangi durasi kepala, namun dapat menjadikan penderitanya lebih baik secara subjektif.
-
Meminum teh herbal
Salah satu minuman teh herbal yang disarankan sebagai obat alami mengatasi sakit kepala adalah teh jahe. Pada sebuah studi ditahun 2013, ditemukan hasil bahwa bubuk jahe memiliki efek yang mirip dengan obat pereda migrain. Namun selain teh jahe, jenis teh herbal lain yang juga baik untuk dikonsumsi adalah teh peppermint, kamomil, dan lavender.
-
Mengonsumsi kafein
-
Mengonsumsi asupan agnesium
-
Kompres dingin
Baca Juga : Sakit Kepala Terus-Menerus Gejala Penyakit Apa ?
Mengompres kepala menggunakan batu es atau benda pendukung seperti handuk merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk hilangkan sakit kepala. Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan Hawai’i Journal of Medicie & Public Health, didapatkan hasil bahwa mengoleskan kompres es batu ke leher selama 30 menit terbukti secara signifikan mengurangi rasa sakit kepala yang dialami oleh penderita kondisi migrain.
-
Kompres hangat
Sementara itu, untuk sakit kepala tegang dimana otot-otot terlalu kencang maka Anda bisa melakukan metode kompres air hangat untuk melenturkan otot sehingga meredakan rasa sakit kepala. Hal ini mudah dilakukan yakni dengan menyiapkan air hangat dalam wadah lalu basahi handuk ke dalam wadah berisi air hangat tersebut, kemudian tempel handuk itu di atas jidat hingga rasa hangatnya menghilang, dan ulangi sampai rasa sakit kepala benar-benar mereda. Selain metode kompres dengan air hangat, cara lain dengan hasil efek yang sama adalah dengan mandi menggunakan air hangat.
-
Menghilangkan tekanan di kepala
Adanya tekanan pada kepala dapat membuat seseorang merasakan sakit kepala. Faktor fisik ini dapat diantisipasi dengan cara mengurangi atau menghilangkan tekanan yang ada di kepala seperti ikatan rambut yang terlalu kencang atau penggunaan sanggul yang terlalu berat dan ketat.
-
Mematikan lampu
Pada beberapa kasus, penderita sakit kepala menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, sehingga suasana yang terang benderang, cahaya dari laptop atau handphone, dapat memperburuk kondisi mograin. Segera beristirahat di ruang yang lebih gelap untuk mengatasi rasa sakit kepala.
-
Olahraga
Rutin melakukan olahraga adalah cara jitu untuk mengurangi risiko sakit kepala. Berdasarkan sebuah ulasan pada penelitian yang dilakukan ditahun 2018 terbitan jurnal Children, dinyatakan bahwa terlalu sedikit atau jarang berolahraga dapat memengaruhi rasa sakit kepala, khususnya di kalangan remaja. Untuk iitu lakukan olahraga dengan rutin dan teratur setiap hari, minimal selama 30 menit. Jika belum terbiasa berolahraga maka lakukan dari yang paling mudah seperti berjalan cepat.
Baca Juga : Yuk Pahami, Apa Penyebab Sakit Kepala Sebelah
-
Istirahat yang cukup
Kebutuhan istirahat tiap orang berbeda-beda tergantung usia dan kegiatan sehari-hari yang dilakukannya. Namun istirahat yang cukup sangat diperlukan tubuh karena dapat memberi pengaruh pada kesehatan Anda. Kurang atau terlalu banyak istirahat dapat menjadi masalah pada kesehatan seseorang. Kurang tidur adalah salah satu penyebab sakit kepala jangka pendek yang banyak dialami. Menurut hasil sebuah penelitian, kurang tidur dapat meningkatkan protein dalam tubuh yang berkontribusi pada nyeri kronis, sehingga protein ini dapat memicu sakit kepala seperti migrain.
-
Memijat titik-titik tertentu
Melakukan Teknik pijat mampu membantu meredakan ketegangan di kepala sehingga mengurasi rasa sakit kepala. Kebanyakan orang akan melakukan pijat kepala dengan mengusap bagian belakang leher atau mencubit-cubit bagian atas hidungnya. Selain itu Anda juga dapat memijat pelipis, rahang, atau leher yang dapat membantu meredakan ketegangan dan mengurangi sakit kepala tegang yang diakibatkan oleh stress. Beberapa area lain yang dapat diaplikasikan untuk dipihat adalah bagian dekat pangkal tengkorak, serta diantara alis dan dua titik di pangkal alis di kedua sisi pangkal hidung.
-
Relaksasi
Metode relaksasi dapat membantu mengurangi sakit kepala yang sekaligus mampu mengurangi stress dan kecemasan. Teknik relaksasi yang bisa dicoba antara lain seperti pernapasan dalam perut, meditasi terpadu, dan aktif berfokus pada relaksasi otot.
-
Menggunakan minyak esensial
Aromaterapi yang menggunakan beberapa jenis minyak esensial juga dapat meredam rasa sakit kepala. Berdasarkan hasil karya ilmiah pada tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Children, ditemukan bahwa menghirup minyak esensial lavender selama 15 menit dalam mengurangi tingkat keparahan sakit kepala. Pada studi terpisah yang diterbitkan oleh jurnal Pain, minyak esensial peppermint lebih ampuh dan efektif untuk mengurangi sakit kepala tegang dibanding dengan placebo.
Baca Juga : Ketahui 11 Cara Menghilangkan Sakit Kepala Tanpa Obat
-
Memilih asupan makanan
Sakit kepala juga dapat diakibatkan oleh kurangnya asupan tertentu pada tubuh. Pada sebuah tinjauan ditahun 2015 yang diterbitkan jurnal Nutrients, menunjukkan bahwa orang yang sering mengalami sakit kepala migran adalah mereka yang memiliki kadar magnesium rendah pada tubuhnya. Sementara itu, dalam jurnal Biomed Research International ditahun 2015, mendapatkan hasil bahwa vitamin termasuk folat, vitamin B6, dan vitamin B12 dapat berperan mencegah dan mengurangi gejala sakit kepala.
Sedangkan bagi wanita yang merasa sakit kepala akibat siklus menstruasi maka dapat mencukupi kebutuhan vitamin E untuk membantu menjaga keseimbangan hormone yang bisa mencegah gejala sakit kepala.
-
Mengurangi minuman beralkohol
Berdasarkan hasil sebuah penelitian, menunjukkan bahwa alkohol dapat memicu migrain pada sepertiga dari mereka yang sering mengalami sakit kepala. Alkohol juga terbukti menjadi penyebab ketegangan dan sakit kepala cluster pada banyak orang.
-
Stop kontak dengan bahan kimia
Pada beberapa kasus sakit kepala disebabkan karena telah menghirup bau atau aroma yang menyengat. Bahkan pada hasil sebuah studi yang dilakukan tahun 2012, mencatat bahwa bau dari sumber seperti parfum atau bahan kimia berbau tajam dapat memicu migrain meski hanya terpapat beberapa menit.
Lakukan pemeriksaan medis jika mengalami sakit kepala berlanjut yang mengganggu aktivitas Anda, melalui telekonsultasi di website atau aplikasi farmamedisk.

