Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

5 Bahan Jamu Pelancar Haid

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

5 Bahan Jamu Pelancar Haid Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 

Mendapatkan siklus haid yang normal atau teratur setiap bulan merupakan keinginan setiap wanita. Namun, terkadang kenyataannya tak sesuai harapan. Para wanita lantas mencari jamu pelancar haid. 

Siklus normal haid pada umumnya berlangsung antara 28–36 hari, dengan menstruasi yang terjadi selama 3–7 hari. Siklus menstruasi bisa dikatakan tak lancar apabila terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari, atau selalu berubah-ubah setiap bulan.

Siklus menstruasi menjadi tidak lancar, pada umumnya dialami di tahun pertama seorang wanita mengalami pubertas. Hal itu  dipicu oleh ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. 

Selain karena waktu yang selalu berubah-ubah, menstruasi tidak lancar ditandai dengan volume darah yang terlalu banyak atau sedikit. 

Bahan-bahan jamu yang digunakan sebagai pelancar haid berasal dari tanaman alami yang mudah diperoleh dan telah digunakan secara turun-temurun. 

Berikut ini, 5 bahan jamu pelancar haid tersebut.

  1. Jahe 

Siapa yang tak kenal jahe? Tanaman akar ini mudah diperoleh di pasar tradisional. Selain bisa diolah untuk menjadi minuman penghangat tubuh, jahe adalah bahan alami untuk mengatasi berbagai penyakit, termasuk pelancar haid. 

Jahe mentah dan ekstrak jahe dapat dijadikan jamu pelancar haid. Dalam sebuah penelitian yang disampaikan oleh Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences, dosis ekstrak jahe yang tepat untuk membuat ramuan jamu  pelancar haid adalah 2,5 - 3 ml.

Air rebusan jahe atau ekstrak jahe juga dapat dicampur ke dalam air atau the, dicampur dengan madu dan lemon agar rasanya lebih nikmat, lalu diminum dalam keadaan hangat.

Selain untuk jamu pelancar haid, ramuan jahe juga bisa meredakan rasa nyeri atau kram perut saat menstruasi  atau gejala premenstrual syndrome (PMS).

  1. Kayu manis

Kayu manis juga bisa diolah menjadi jamu pelancar haid. Kandungan dalam bahan alami itu mampu menghangatkan tubuh sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Dengan begitu, siklus haid pun menjadi lebih stabil. 

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan oleh Iranian Red Crescent Medical Journal menemukan bahwa kayu manis juga bisa dipakai untuk mengatasi dismenore primer atau kram panggul dan nyeri yang terjadi sebelum dan selama menstruasi. Kayu manis dapat dianggap sebagai pengobatan yang aman dan efektif untuk dismenore pada wanita muda. 

Dismenore primer adalah salah satu gangguan ginekologi yang paling umum pada wanita muda yang dapat mempengaruhi lebih dari setengah wanita menstruasi. 

Kayu manis juga merupakan tanaman herbal yang dapat membantu mengatur kadar insulin di dalam tubuh. Kadar insulin yang tinggi dapat mempengaruhi kerja hormon menstruasi sehingga siklus menstruasi jadi tidak teratur.

Studi dari  Columbia University Medical Center menyebutkan bahwa kayu manis berpotensi melancarkan siklus menstruasi perempuan yang mengalami polycystic ovary syndrome (PCOS) atau gangguan produksi ovarium. 

Cara mengolah kayu manis menjadi jamu pelancar haid adalah sebagai berikut. Ambilah 500 miligram kayu manis atau setara dengan 2-4 ml, kemudian haluskan. Setelah itu masukan  ke dalam the, dan minum ramuan teh kayu manis ini sebanyak tiga kali dalam sehari.

  1. Kunyit

Kunyit juga merupakan salah satu tanaman alami yang dapat diolah menjadi jamu pelancar haid. Bahan alami di dalam tanaman akar ini mempunyai fungsi yang mirip dengan hormon estrogen, yang dapat membantu menjadi obat pelancar haid alami. 

Selain itu, bahan pelancar haid alami ini juga bisa membantu mengatasi rasa nyeri dan perubahan mood. Oleh sebab itu, meminum ramuan kunyit juga sangat dianjurkan saat menstruasi berlangsung.

Gunakan sebanyak 100-500 mg bubuk kunyit lalu campurkan ke dalam teh atau susu hangat. Bisa juga dicampurkan dengan madu agar rasanya manis. Lakukan dalam dua hari sekali.

Senyawa kurkumin yang terdapat di dalam kunyit juga dapat membantu mengatasi peradangan di dalam tubuh. 

  1. Nanas

Saat siklus haid berlangsung tidak teratur, kondisi ini disebut oligomenorrhea. Periode keterlambatan menstruasi tersebut bisa lebih lama dari 35 hari. Kondisi ini bisa disebabkan oleh peradangan dalam tubuh. 

Mengatasi kondisi tersebut, dapat menggunakan buah nanas. Sebab, nanas mengandung enzim bromelain yang bersifat anti radang. Kandungan antioksidan dalam buah nanas juga bermanfaat dalam mengurangi peradangan yang menyebabkan kram perut saat haid. Jadi, nanas dapat menjadi obat pelancar haid alami yang efektif. 

Cara mengonsumsi nanas, dapat dimakan langsung buah yang sudah dikupas dan dicuci bersih. Atau bisa juga diolah menjadi minuman jus nanas. 

  1. Cuka sari apel

Wanita yang mengalami polycystic ovary syndrome (PCOS) atau gangguan produksi ovarium pada umumnya juga akan mengalami masalah terlambat menstruasi. Salah satu bahan yang bisa digunakan untuk memperbaiki siklus keterlambatan haid ini adalah dengan mengonsumsi cuka sari apel setiap hari.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan Tohoku Medical Press memperlihatkan hasil menjanjikan dari penggunaan bahan ini sebagai obat alami pelancar haid.

Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas serta besaran dosis pasti dari cuka sari apel ini.

Obat pelancar haid

Ketika mengalami siklus haid yang tidak teratur atau tidak normal sebagian wanita yang tidak menyukai jamu mengatasi masalah ini dengan minum obat. Beberapa obat yang biasa digunakan untuk melancarkan siklus menstruasi, adalah sebagai berikut:

  1. Bromocriptine (Parlodel)

Siklus haid yang tidak teratur dapat diatasi dengan obat bromocriptine. Obat ini berfungsi untuk mengatasi gangguan akibat kelebihan prolaktin. Gejala kelebihan prolaktin contohnya adalah keluarnya cairan dari puting, penurunan gairah seksual, sulit hamil, dan menstruasi tidak lancar. 

Berapa banyak dosis yang diberikan kepada penderita gejala ini  akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing pasien. Dokter akan memberikan dengan dosis awal yang rendah, lalu dinaikan secara bertahap. Obat ini memiliki efek samping berupa kenaikan atau penurunan gula darah, mual, muntah, mulas, diare, sembelit, kram perut, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, pusing, dan lemas.

  1. Progestin

Obat pelancar haid progestin melancarkan siklus menstruasi dengan menyeimbangkan kadar hormon estrogen di dalam tubuh. Progestin dapat menimbulkan efek samping seperti pusing, sakit kepala, perut kembung, keputihan, penurunan gairah seksual, juga nyeri payudara. Jika intensitas efek samping meningkat, segera konsultasikan dengan dokter. 

  1. Pil KB

Manfaat lain dari pil KB, selain mencegah kehamilan, adalah melancarkan siklus haid. Pil KB dapat mengatur siklus menstruasi kembali normal. Obat ini bekerja dengan meningkatkan produksi protein globulin yang mengikat hormon seks. Protein tersebut mampu mengikat hormon androgen utama atau testosteron, sehingga jumlahnya tidak berlebihan.

Penyebab menstruasi tidak teratur, diantaranya adalah, kelebihan hormon androgen. Pil KB mampu mengurangi gejala menstruasi, seperti kram perut atau jerawat. 

Sedangkan efek sampingnya, adalah volume darah yang berubah-ubah saat menstruasi, perubahan suasana hati yang signifikan, kenaikan atau penurunan berat badan yang signifikan, nyeri payudara, dan perut terasa kembung.

 
Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?