Foto : Freepik
Meskipun kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling populer di kalangan masyarakat dan banyak menjadi bahan perbincangan, tetapi masih banyak pula kesalahpahaman yang beredar di luar sana. Kanker payudara berjumlah sekitar 25% hingga 31% dari semua kanker pada wanita.
Kabar baiknya, kanker payudara adalah salah satu bentuk kanker yang dapat diobati. Kampanye tentang kesadaran kanker payudara telah membuat wanita lebih sadar akan tanda-tanda awal. Meskipun sekarang telah lebih sadar daripada sebelumnya, tetapi masih banyak mitos kanker payudara yang dipercayai orang secara tidak sadar. Informasi yang salah ini bisa berakibat fatal bagi pasien yang menderita penyakit kanker payudara.
Artikel ini akan membahas tentang beberapa mitos sama yang selalu diperdebatkan dari tahun ke tahun. Banyak dari masyarakat yang termasuk dalam daftar di bawah ini. Pada kenyataannya, masih banyak dari masyarakat yang percaya pada mitos ini sampai diagnosis mereka sendiri. Sebagai orang yang terlibat secara langsung, Anda harus turut mengambil peran proaktif dalam perjalanan kesehatan dan kebugaran payudara. Yang bertujuan untuk mendidik, mendukung, dan merayakan wanita dari segala usia dan lapisan masyarakat yang berbeda.
Di bawah ini adalah penjelasan berbagi fakta penting tentang kanker payudara dan menyanggah beberapa mitos umum untuk memberikan sedikit pengetahuan kepada para pembaca karena mereka membantu menyebarkan kesadaran tentang kanker payudara.
Mitos dan Fakta Mengenai Kanker Payudara
-
MITOS PERTAMA: Jika saya tidak memiliki riwayat keluarga kanker payudara, saya juga tidak akan terkena kanker payudara.
FAKTA: Kebanyakan orang yang didiagnosis menderita kanker payudara tidak memiliki riwayat keluarga yang diketahui.
Banyak orang menganggap kanker payudara sebagai penyakit keturunan atau genetik. Tetapi hanya sekitar 5–10% kanker payudara yang diyakini bersifat turun temurun, artinya kanker tersebut disebabkan oleh perubahan yang tidak biasa (atau mutasi) pada gen tertentu yang diturunkan dari orang tua ke anak. Sebagian besar orang yang terkena kanker payudara tidak memiliki riwayat keluarga, menunjukkan bahwa itu berasal dari faktor lain, misalnya ada di tempat kerja, seperti lingkungan dan gaya hidup.
Tetapi dokter seringkali tidak dapat menjelaskan mengapa satu orang terkena kanker payudara dan yang lainnya tidak. Faktor risiko terbesar hanyalah menjadi seorang wanita dan bertambahnya usia. Seiring berjalannya waktu, sel payudara yang sehat dapat mengalami mutasi dengan sendirinya, yang akhirnya berubah menjadi sel kanker.
Namun, jika Anda memiliki riwayat kanker payudara di dalam keluarga yang kuat baik dari pihak ibu atau ayah Anda, ini merupakan faktor risiko penting yang harus ditanggapi dengan serius. Jika ada satu atau lebih kasus kanker payudara pada kerabat dekat, terutama sebelum usia 50 tahun, dan/atau kanker lain seperti kanker ovarium dan prostat dalam keluarga Anda, berkonsultasilah dengan dokter Anda tentang informasi ini.
-
MITOS KEDUA: Jika Anda menjaga berat badan yang ideal, olahraga teratur, makan sehat, dan membatasi alkohol, Anda tidak perlu khawatir terkena kanker payudara.
FAKTA: Meskipun perilaku ini dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara, namun tidak dapat menjamin. Anda tidak akan terkena kanker payudara.
Mungkin Anda pernah mendengar dari wanita yang baru didiagnosis: “Saya makan sehat, berat badan saya ideal, saya aktif, dan saya hampir tidak minum alkohol. Jadi bagaimana saya berakhir dengan kanker payudara?” Ya, ada bukti bahwa semua perilaku ini dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara. Namun, hal tersebut tidak dapat menjamin Anda tidak akan pernah terkena penyakit kanker payudara. Ada begitu banyak contoh orang yang melakukan segalanya dengan benar dan tetap terkena kanker payudara.
Mengelola faktor risiko yang dapat Anda kendalikan, seperti apa yang Anda makan dan minum, dan seberapa aktif Anda secara fisik, tentu bermanfaat. Namun tetap penting untuk melakukan pemeriksaan rutin, melakukan pemeriksaan payudara sendiri, dan memperhatikan perubahan yang tidak biasa pada payudara Anda. Dan jika Anda memiliki teman atau kerabat yang "gila kesehatan" yang berpikir tidak mungkin mereka terkena kanker payudara, bantu mereka memahami bahwa tidak ada orang yang 100% aman.
-
MITOS KETIGA: Mengenakan bra saat tidur dapat menyebabkan kanker payudara.
FAKTA: Tidak ada bukti bahwa bra menyebabkan kanker payudara.
Dari waktu ke waktu, liputan media dan internet memicu mitos bahwa memakai bra dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Teorinya adalah bahwa mengenakan bra berkawat dapat membatasi aliran cairan getah bening dari payudara, menyebabkan zat beracun menumpuk di jaringan.
Namun, tidak ada bukti untuk mendukung klaim ini. Sebuah studi tahun 2014 terhadap sekitar 1.500 wanita penderita kanker payudara tidak menemukan hubungan antara pemakaian bra dan kanker payudara.
-
MITOS KEEMPAT: Menggunakan deodoran dapat menyebabkan kanker payudara.
FAKTA: Tidak ada bukti hubungan antara antiperspiran ketiak dan kanker payudara, namun keamanan antiperspiran masih dipelajari.
Ada desas-desus bahwa antiperspiran ketiak, terutama yang mengandung aluminium dan bahan kimia lainnya, diserap ke dalam kelenjar getah bening dan masuk ke sel payudara, meningkatkan risiko kanker. Mencukur ketiak dianggap memperburuk kondisi ini dengan membuat pori-pori kecil yang memungkinkan lebih banyak bahan kimia masuk ke dalam tubuh. Teori lain adalah bahwa deodorant, dengan menghentikan keringat di ketiak, dapat mencegah pelepasan zat beracun dari kelenjar getah bening ketiak, juga meningkatkan risiko kanker.
-
MITOS KELIMA: Membawa ponsel di dalam saku baju dapat menyebabkan kanker payudara.
FAKTA: Tidak ada bukti berkaitan antara ponsel dan kanker payudara, namun keamanan ponsel masih dipelajari.
Pemberitaan di media telah menimbulkan kekhawatiran bahwa membawa ponsel di bra Anda dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Ada beberapa kasus wanita yang lebih muda terkena kanker payudara setelah terbiasa membawa ponsel di dalam saku bajunya. Pada tahun 2013, acara Dr. Oz semakin memicu kekhawatiran ini dengan memperingatkan wanita untuk tidak pernah membawa ponsel mereka di dalam saku baju.
Namun, penelitian tidak ada untuk mendukung klaim ini. Sampai saat ini, sebagian besar penelitian berfokus pada apakah radiasi frekuensi radio yang dipancarkan ponsel dapat meningkatkan risiko tumor otak. (Ini adalah radiasi berenergi rendah, tidak seperti radiasi berenergi tinggi yang digunakan oleh sinar-X, misalnya.) Penelitian ini belum menemukan hubungannya, tetapi masalahnya masih dipelajari.
Tetap saja, produsen ponsel sering kali merekomendasikan untuk menjauhkan perangkat Anda dari tubuh Anda sebisa mungkin. Meskipun tidak ada kaitan kanker payudara yang terbukti, Anda mungkin ingin menghindari mengenakan ponsel di dalam saku dada hingga penelitian lebih lanjut tersedia.
-
MITOS KEENAM: Kanker payudara selalu menimbulkan benjolan yang dapat Anda rasakan.
FAKTA: Kanker payudara mungkin tidak menimbulkan benjolan, terutama saat pertama kali berkembang.
Orang terkadang mendapat kesan bahwa kanker payudara selalu menyebabkan benjolan yang bisa dirasakan saat pemeriksaan diri sendiri. Mereka mungkin menggunakan ini sebagai alasan untuk melewatkan mammogram, mengira mereka akan dapat merasakan perubahan apapun yang mungkin mengindikasikan adanya masalah pada payudara. Pada saat itu, kanker mungkin telah berpindah dari payudara ke kelenjar getah bening. Meskipun melakukan pemeriksaan payudara sendiri merupakan ide yang bagus, ini bukanlah pengganti pemeriksaan rutin dengan mamografi.
Ada beberapa mitos lain mengenai jenis benjolan payudara yang tidak terlalu mengkhawatirkan, seperti: “Bila benjolan terasa nyeri, itu bukan kanker payudara,” dan “Bila terasa ada benjolan yang halus, dan/atau yang bergerak bebas di bawah kulit, itu bukan kanker payudara.” Benjolan atau massa yang tidak biasa yang dapat dirasakan melalui kulit perlu diperiksa oleh ahli kesehatan. Meski sebagian besar benjolan bersifat jinak (bukan kanker), selalu ada kemungkinan itu berkembang menjadi kanker payudara.
_________________________
Referensi :
American Cancer Society. Breast cancer risk factors you cannot change. Revised September 2017. Available at: https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/risk-and-prevention/breast-cancer-risk-factors-you-cannot-change.html.
Linhart C et al. Use of underarm cosmetic products in relation to risk of breast cancer: A case-control study. EBioMedicine. 2017;21:79-85. Available at: https://doi.org/10.1016/j.ebiom.2017.06.005.
Rhea R et al. A sucrose-enriched diet promotes tumorigenesis in mammary gland in part through the 12-lipoxygenase pathway. Cancer Res. 2016;76(1):24-29. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4703949/.
National Cancer Institute. Mammograms. Available at: https://www.cancer.gov/types/breast/mammograms-fact-sheet.
Pan H. 20-year risks of breast-cancer recurrence after stopping endocrine therapy at 5 years. N Engl J Med. 2017;377:1836-1846. Available at: https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa1701830.
American Cancer Society. Breast Cancer Facts and Figures 2017-2018. Available at: https://www.cancer.org/content/dam/cancer-org/research/cancer-facts-and-statistics/breast-cancer-facts-and-figures/breast-cancer-facts-and-figures-2017-2018.pdf (PDF).
Cancer.org. Key statistics for breast cancer in men. Available at: https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer-in-men/about/key-statistics.html.

