Rokok mengandung sekitar 600 bahan. Ketika bahan-bahan ini terbakar, menurut American Lung Association, lebih dari 7.000 bahan kimia dihasilkan. Kebanyakan bahan kimia tersebut beracun, dan sekitar 69 diantaranya terkait dengan kanker.
Bahaya merokok bagi kesehatan tubuh manusia dapat dibuktikan dengan tingginya tingkat kematian. Angka kematian akibat merokok mencapai 88 dari 100.000 orang pada tahun 2020, menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sementara di Amerika Serikat, angka kematian perokok sebanyak tiga kali lipat dari orang yang tidak pernah merokok.
Sebetulnya, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, seperti dilansir oleh Healthline, merokok adalah "penyebab kematian yang dapat dicegah" yang paling umum terjadi.
Memang, efek dari merokok mungkin tidak langsung, tetapi komplikasi dan kerusakan dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Tembakau berbahaya bagi kesehatan. Tidak ada zat aman dalam produk tembakau apa pun, mulai dari aseton dan tar hingga nikotin dan karbon monoksida.
Bahaya merokok adalah meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan selama beberapa tahun. Asap tembakau sangat berbahaya bagi kesehatan Anda. Tidak ada cara yang aman untuk merokok. Mengganti rokok Anda dengan cerutu, pipa, atau hookah tidak akan membantu menghindari risiko kesehatan.
Rokok mengandung sekitar 600 bahan, banyak diantaranya juga dapat ditemukan dalam cerutu dan hookah. Ketika bahan-bahan ini terbakar, mereka menghasilkan lebih dari 7.000 bahan kimia, menurut American Lung Association. Banyak dari bahan kimia tersebut beracun dan setidaknya 69 di antaranya terkait dengan kanker.
Berikut ini bahaya merokok bagi kesehatan tubuh perokok dan juga perokok pasif yang turut menghisap asap rokok.
-
Bahaya merokok bagi kesehatan sistem saraf pusat
NIkotin merupakan salah satu kandungan dalam tembakau yang berfungsi sebagai obat pengubah suasana hati. Dalam hitungan detik, nikotin mencapai otak perokok dan membuat perasaan lebih berenergi untuk sementara waktu.
Tetapi ketika efek itu hilang, perokok akan merasa lelah dan menginginkan lebih. Nikotin sangat membentuk kebiasaan, ketagihan. Itulah sebabnya seorang perokok sulit untuk berhenti merokok.
Penarikan fisik dari nikotin dapat merusak fungsi kognitif dan membuat perokok merasa cemas, jengkel, dan depresi. Penarikan juga dapat menyebabkan sakit kepala dan masalah tidur.
-
Bahaya merokok pada sistem pernapasan
Zat racun di dalam asap rokok yang dihisap ke dalam sistem pernapasan dapat merusak paru-paru. Seiring waktu, kerusakan ini menyebabkan berbagai masalah. Lalu seiring dengan peningkatan infeksi, orang yang merokok beresiko lebih tinggi untuk kondisi paru-paru kronis yang tidak dapat dipulihkan seperti:
-
emfisema, penghancuran kantung udara di paru-paru
-
bronkitis kronis, peradangan permanen yang mempengaruhi lapisan saluran pernapasan paru-paru
-
penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), sekelompok penyakit paru-paru
-
kanker paru-paru
Penarikan diri dari produk tembakau dapat menyebabkan kemacetan sementara dan ketidaknyamanan pernapasan saat paru-paru dan saluran udara kamu mulai sembuh. Peningkatan produksi lendir setelah berhenti merokok adalah tanda positif bahwa sistem pernapasan kamu sudah pulih.
Jauhkan bahaya merokok dari anak-anak
Anak-anak yang orang tuanya merokok lebih rentan terhadap batuk, mengi, dan serangan asma daripada anak-anak yang orang tuanya tidak. Mereka juga cenderung memiliki tingkat pneumonia dan bronkitis yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, sebaiknya para orang tua yang memiliki kebiasaan merokok agar menjauhkan asap rokok dari sistem pernapasan anak-anak mereka dimanapun.
-
Bahaya merokok pada sistem kardiovaskular
Para perokok semestinya menyadari, bahwa merokok merusak seluruh sistem kardiovaskular. Nikotin menyebabkan pembuluh darah mengencang, yang membatasi aliran darah. Seiring waktu, penyempitan yang berkelanjutan, bersama dengan kerusakan pembuluh darah, dapat menyebabkan penyakit arteri perifer.
Merokok juga meningkatkan tekanan darah, melemahkan dinding pembuluh darah, dan meningkatkan pembekuan darah. Bersama-sama, ini meningkatkan risiko stroke.
Perokok juga berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung yang memburuk jika sudah menjalani operasi bypass jantung, serangan jantung, atau pemasangan stent di pembuluh darah.
Tak hanya berdampak pada kesehatan kardiovaskular perokok, namun bahaya asap rokok itu pun berdampak pada kesehatan orang-orang di sekitarnya yang tidak merokok. Paparan asap rokok membawa risiko yang sama untuk bukan perokok. Yakni risiko yang meliputi stroke, serangan jantung, dan penyakit jantung.
-
Bahaya merokok bagi sistem integumen (kulit, rambut, dan kuku)
Bahaya merokok juga akan terlihat pada perubahan kulit, merubah struktur kulit perokok. Sebuah studi menunjukkan bahwa merokok secara dramatis meningkatkan risiko karsinoma sel skuamosa atau kanker kulit. .
Kuku jari tangan dan kaki tidak kebal dari efek merokok. Jadi, merokok meningkatkan kemungkinan infeksi jamur kuku. Selain itu, rambut juga akan dipengaruhi oleh nikotin. Sebuah studi menemukan bahwa bahaya merokok adalah meningkatkan rambut rontok, botak, dan beruban.
-
Bahaya merokok bagi sistem pencernaan
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan, laring, dan kerongkongan. Perokok juga memiliki tingkat kanker pankreas yang lebih tinggi. Bahkan orang yang terpaksa menjadi perokok pasif, yang “merokok tetapi tidak menghirup”, juga menghadapi peningkatan risiko kanker mulut.
Merokok juga memiliki efek pada insulin, membuatnya lebih mungkin mengembangkan resistensi insulin. Hal itu dapat membuat terjadinya peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan komplikasinya, yang cenderung berkembang lebih cepat daripada orang yang tidak merokok.
-
Bahaya merokok bagi seksualitas dan sistem reproduksi
Nikotin mempengaruhi aliran darah ke area genital pria dan wanita. Bagi pria, hal ini dapat menurunkan performa seksual. Bagi wanita, hal ini dapat mengakibatkan ketidakpuasan seksual dengan penurunan pelumasan dan kemampuan untuk mencapai orgasme. Merokok juga dapat menurunkan kadar hormon seks pada pria dan wanita. Hal ini mungkin dapat menyebabkan penurunan hasrat seksual.
-
Bahaya merokok pada imunitas tubuh
Bahaya merokok yang berikutnya adalah karena asap rokok itu mengandung tar dan zat kimia lain yang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang melemah ini akan membuat pertahanan tubuh menjadi rapuh, atau tidak bekerja maksimal saat melawan infeksi, bakteri, atau virus yang masuk. Sehingga membuat tubuh kamu menjadi lebih mudah sakit.
Melemahnya sistem kekebalan tubuh juga membuat perokok menjadi lebih rentan terkena penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis atau rematik. Penyakit ini menyerang sendi di tulang tangan dan kaki. Seiring waktu, bila tidak diobati, maka penyakit ini dapat menyebabkan tulang menjadi keropos dan kelainan bentuk sendi.
-
Bahaya merokok pada sistem penglihatan mata
National Eye Institute menyebutkan bahaya merokok pada sistem penglihatan dimana dapat meningkatkan risiko degenerasi makula hingga dua kali lipat pada orang berusia di atas 65 tahun.
Degenerasi makula adalah kondisi saat makula atau titik kecil di dekat pusat retina mengalami kerusakan. Area tersebut berfungsi untuk melihat objek yang ada lurus di depan.
Meski tak menyebabkan kebutaan total, degenerasi makula membuat kemampuan penglihatan utama dapat menjadi terganggu. Akibatnya, kamu akan kesulitan untuk melihat wajah seseorang, mengemudi, membaca, menulis, atau melakukan pekerjaan rumah.
Selain itu, perokok yang mengidap diabetes juga dapat terkena penyakit katarak dan glaukoma akibat komplikasi diabetes pada mata. Penderita diabetes yang merokok beresiko lebih cepat terkena retinopati diabetik yang bisa menyebabkan kebutaan.

