Tubuh dapat mengalami berbagai masalah kesehatan ketika jumlah trombosit darah terlalu rendah atau terlalu tinggi. Gejala trombosit rendah diantaranya berupa kulit mudah memar atau lebam, tampak ruam berwarna ungu kemerahan, ada darah di urine atau tinja, mudah lelah, kulit dan mata tampak kuning, sering mimisan, dan perdarahan gusi. Lalu bagaimana cara menaikkan trombosit ?
Apa itu trombosit?
Sebelum menjawab pertanyaan bagaimana cara menaikkan trombosit, terlebih dulu pahami pengertian trombosit. Trombosit atau platelet adalah keping darah yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Saat terjadi luka, trombosit akan menggumpal untuk menghentikan perdarahan, berperan dalam pemulihan dan penyembuhan luka tersebut. Tanpa trombosit yang cukup di dalam darah, perdarahan akan sulit terhenti saat luka.
Selain terdapat dalam darah, trombosit juga terdapat pada limpa. Siklus hidup trombosit adalah 10 hari. Tubuh dapat memperbarui persediaan trombosit dengan menghasilkan trombosit baru di sumsum tulang.
Jumlah trombosit normal
Jumlah trombosit normal di dalam tubuh adalah sekitar 150.000–400.000 trombosit per mikroliter darah. Trombosit kurang dari 150.000 per mikroliter darah dapat dikategorikan trombosit rendah. Sebaliknya bila trombosit di atas 400.000 trombosit per mikroliter darah adalah tinggi.
Trombosit juga dijadikan parameter dalam mendiagnosis berbagai penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada penggumpalan darah Saat jumlah trombosit terlalu rendah atau terlalu tinggi, tubuh akan mengalami berbagai masalah kesehatan. Kadar trombosit dapat dicek melalui tes darah. Trombosit menurun dapat dipengaruhi oleh penyakit demam berdarah (DBD), leukemia, sirosis hati, dan penyakit autoimun.
Baca Juga: Anemia, Kurangnya Hemoglobin dan Jenis-jenisnya
Cara menaikkan trombosit dengan bahan-bahan alami
Setidaknya ada 8 cara untuk menaikkan trombosit yang perlu dipahami. Yakni dengan 5 cara alami, dan 3 cara medis.
Berikut ini cara menaikkan trombosit dengan bahan-bahan alami.
-
Rutin mengonsumsi sayuran hijau
Dilansir dari Healthgrades, dikatakan bahwa sayuran yang berwarna hijau seperti kangkung, sawi, bayam, kale, dapat menaikkan trombosit secara alami. Sayur-sayur hijau memiliki kandungan vitamin K yang cukup banyak, dan dapat membantu meningkatkan trombosit dengan cara menghasilkan protein untuk proses pembekuan darah.
-
Perbanyak makan ikan berlemak
Selain vitamin K, nutrisi penting lain penambah trombosit adalah vitamin B-12. Bila tubuh mengalami kekurangan vitamin B-12 maka akan dapat menurunkan kadar trombosit ke jumlah yang rendah. Cara menaikkan trombosit dapat dilakukan dengan mengonsumsi ikan yang mengandung banyak lemak. Misalnya salmon, trout, dan tuna. Selain ikan, vitamin B12 juga terdapat pada telur, hati sapi, dan daging sapi.
-
Menambah asupan folat
Cara menaikkan trombosit juga dapat dilakukan dengan meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung folat atau vitamin B. Misalnya brokoli, hati sapi, dan kacang-kacangan.
-
Mengonsumsi jambu, jeruk, dan stroberi
Cara menaikkan trombosit lainnya adalah dengan mengonsumsi buah-buah yang kaya vitamin C. Yaitu misalnya jambu, jeruk, stroberi, tomat, sampai mangga. Selain dibutuhkan oleh tubuh dalam menyerap zat besi, vitamin C yang terdapat dalam buah-buah tersebut merupakan nutrisi penting untuk membantu produksi sel darah merah dan trombosit.
-
Imbangi dengan makanan yang kaya zat besi
Mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi merupakan cara menaikkan trombosit selanjutnya. Contoh makanan yang mengandung zat besi antara lain hati sapi, daging sapi, tahu, kacang merah, tiram, sayuran hijau, atau cokelat hitam.
Cara menaikkan trombosit secara medis
Selain memakai bahan-bahan alami, cara menaikkan trombosit juga dapat dilakukan secara medis.
-
Transfusi darah atau trombosit
Ketika trombosit darah sangat rendah, cara menaikkan trombosit secara cepat dapat dilakukan dengan tindakan medis berupa transfusi darah atau trombosit. Cara ini dilakukan pada pasien yang mengalami penurunan trombosit cukup parah. Dengan melakukan transfusi darah atau trombosit maka darah atau trombosit dapat tergantikan secara instan.
-
Pemberian obat
Cara menaikkan trombosit juga dapat dilakukan dengan memberikn obat. Biasanya ini dilakukan pada pasien yang mengalami masalah sistem daya tahan tubuh terkait penyakit autoimun. Obat yang umumnya diberikan dokter untuk menaikkan trombosit pasien adalah kortikosteroid. Dosis yang tinggi bisa diberikan oleh dokter, apabila belum berhasil meningkatkan kadar trombosit. Dosis yang lebih tinggi itu bertujuan untuk menekan sistem daya tahan tubuh.
-
Tindakan operasi
Cara menaikkan trombosit, apabila perawatan lain tidak membantu, adalah dengan tindakan operasi operasi pengangkatan limpa atau splenektomi. Tujuannya adalah untuk mempertahankan kadar trombosit normal sekaligus mengurangi kebutuhan transfusi darah.
Baca Juga: Ketahui Perbedaan Kurang Darah dan Darah Rendah
Penyebab trombosit rendah
Selain memahami cara menaikkan trombosit, penting pula untuk memahami penyebab trombosit Anda rendah. Trombosit rendah disebut trombositopenia. Seperti telah diutarakan pada awal artikel ini, jika jumlah trombosit terlalu rendah, tubuh akan sulit untuk menghentikan perdarahan bila terjadi luka. Trombosit rendah bisa disebabkan oleh berbagai faktor.
Adapun faktor penyebab trombosit rendah, antara lain, adalah anemia aplastik, kerusakan hati atau sirosis, Idiopathic Trombocytopenic Purpura (ITP), defisiensi zat besi dan asam folat, infeksi seperti sepsis dan demam berdarah dengue, leukemia, gangguan autoimun, kehamilan, dan efek samping obat-obatan tertentu seperti antibiotik, obat pengencer darah, obat epilepsi, dan kemoterapi.
Gejala trombositopenia atau trombosit rendah
Menurunnya jumlah trombosit bisa saja terjadi tanpa ada gejala. Namun, kondisi ini dapat terlihat saat tubuh mudah mengalami perdarahan. Pasien dengan trombosit rendah akan mengalami beberapa tanda dan gejala, seperti kulit mudah memar atau lebam dan tampak ruam berwarna ungu kemerahan, adanya darah pada urine atau tinja, mudah lelah, kulit dan mata tampak kuning, limpa membesar, sering mimisan, serta perdarahan dari gusi.
Penyebab trombosit tinggi
Sebaiknya jumlah trombosit darah berada pada angka normal. Sebab, tubuh dapat mengalami berbagai masalah kesehatan ketika jumlah trombosit darah terlalu rendah atau terlalu tinggi.
Baca Juga: Cara Mengatasi Tekanan Darah Secara Alami
Trombosit yang terlalu tinggi disebut dengan trombositosis. Penyebabnya antara lain adalah cedera atau luka yang menyebabkan perdarahan. Kelainan darah, seperti anemia hemolitik, anemia defisiensi besi, dan polisitemia vera juga bisa menjadi penyebab. Selain itu, penyebab trombosit tinggi adalah infeksi tuberculosis, leukemia, riwayat operasi pengangkatan limpa, efek samping obat seperti pil KB, serta tinggal di dataran tinggi.
Pemulihan pasca operasi juga dapat menyebabkan trombosit menjadi tinggi. Demikian pula mengonsumsi minuman beralkhohol secara berlebihan.
Gejala trombositosis atau trombosit tinggi
Gejala trombosit tinggi kadang tidak dirasakan oleh pasien. Namun pada umumnya gejala yang timbul berupa sakit kepala, pusing, sakit dada, pingsan, pandangan berkunang-kunang, sesak napas, serta mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki. Jumlah trombosit yang terlalu tinggi membuat darah mudah membeku atau menggumpal, sehingga menyumbat pembuluh darah.
Komplikasi akibat trombosit terlalu tinggi
Komplikasi serius dapat terjadi. Misalnya berupa serangan stroke, serangan jantung, trombosis vena dalam (DVT), dan emboli. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami gejala trombosit rendah, trombosit tinggi, atau kelainan trombosit. Jangan sepelekan gejala yang timbul karena dapat mengganggu kesehatan Anda.
Anda dapat lakukan telekonsultasi dengan dokter melalui layanan telemedisin farmamedisk. Unduh aplikasi ini melalui Play Store dan jangan lupa registrasi terlebih dahulu sebelum menggunakan layanan kesehatan digital ini.

