Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

8 Kebiasaan yang Terbentuk dalam Keseharian Akibat Pandemi COVID 19

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

8 Kebiasaan yang Terbentuk dalam Keseharian Akibat Pandemi COVID 19 Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Foto : Freepik

Setelah lebih dari dua tahun berlangsung, beberapa kebiasaan telah terbentuk dalam keseharian masyarakat akibat pandemi COVID-19. Bukan kebiasaan baru, tetapi kebiasaan-kebiasaan ini menjadi lebih banyak dilakukan orang, dan  berkaitan dengan hidup sehat serta ekonomi. 

Penulis : Sholahudin Achmad 

Meski banyak menimbulkan korban, namun di sisi lain pandemi COVID-19 juga memberi dampak positif bagi  masyarakat. Munculnya beberapa kebiasaan baru merupakan dampak positif yang terbentuk dalam keseharian, yang diakibatkan karena adanya pandemi COVID-19. 

Beberapa kebiasaan baru yang terbentuk dalam keseharian akibat pandemi COVID-19 antara lain adalah : 

  1. Lebih sering minum air putih

Minum air putih lebih menyehatkan daripada minuman lain. Memperbanyak minum air putih dapat meningkatkan imunitas tubuh. 

Sebaliknya, kurang minum air putih dapat menyebabkan sembelit, dehidrasi, meningkatkan resiko penyakit batu ginjal, infeksi saluran kemih. Selain itu, juga menyebabkan sel-sel tubuh tidak optimal dalam menyalurkan makanan, membuang racun tubuh,  melumaskan sendi, menjaga suhu tubuh, dan menjaga fungsi tubuh lainnya.

Namun demikian, masyarakat belum terbiasa untuk lebih sering minum air putih. Kebiasaan untuk lebih sering mengonsumsi air putih merupakan kebiasaan baru yang terbentuk dalam keseharian akibat pandemi COVID-19. 

Kebiasaan baru ini sebaiknya terus dilanjutkan. Para pakar kesehatan merekomendasikan minum air putih sebanyak, minimal, dua liter air setiap hari. Jumlah tersebut bisa disesuaikan dengan kegiatan yang dilakukan. 

  1. Rajin mencuci tangan 

Sering cuci tangan juga telah menjadi kebiasaan baru yang terbentuk dalam keseharian akibat pandemi COVID-19. Sebelum itu, pada umumnya cuci tangan hanya dilakukan sebelum makan. 

Protokol kesehatan yang diantaranya adalah rajin mencuci tangan kemudian membuat orang jadi lebih sering mencuci tangan, terutama saat masuk dan keluar dari tempat-tempat keramaian seperti mal, toko, stasiun, terminal, rumah sakit, gedung perkantoran, dan lain-lain.   

Kebiasaan ini tentu saja terbentuk dalam keseharian akibat pandemi COVID-19. Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan secara resmi pademi COVID-19 pada 11 Maret 2020, mayoritas penduduk di seluruh dunia menjadi lebih sering memperhatikan kebersihan tangan mereka. 

Meski cuci tangan bukanlah hal yang baru, namun memang akibat pandemi COVID-19, kebiasaan ini menjadi lebih sering dilakukan. Kesadaran baru telah terbentuk di alam bawah sadar kita, bahwa banyak penyakit dan ancaman kesehatan yang bisa menyebar dari tangan yang kotor.

Selain menghindari penularan virus corona, rajin cuci tangan juga dapat mencegah penyakit diare dan infeksi saluran pernapasan (ISPA). 

Sebaiknya agar terus dilanjutkan kebiasaan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau cairan pembersih tangan. 

  1. Rajin makan sayur dan buah 

Sayur dan buah-buahan bagi sebagian orang menjadi makanan yang seringkali dihindari. Namun, untuk meningkatkan imunitas tubuh, dianjurkan untuk mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah-buahan. 

Kebiasan baru untuk rajin makan sayur dan buah pun akhirnya terbentuk dalam keseharian bagi orang-orang yang terpapar, akibat pandemi COVID-19. Kebiasaan ini bersumber dari kekhawatiran akan kekurangan vitamin C yang dibutuhkan untuk memperkuat imun tubuh.

  1. Rajin olahraga dan berjemur 

Kebiasan yang tak kalah pentingnya yang terbentuk dalam keseharian akibat pandemi COVID-19 adalah rajin berolahraga dan berjemur di pagi hari. Hal ini dilakukan untuk memperkuat imun tubuh. Banyak orang kemudian membiasakan diri untuk lebih rajin dalam berolahraga dan berjemur di pagi hari untuk menjaga kesehatan mereka. 

  1. Work from home (WFH) 

Work from home (WFH) menjadi kebiasaan baru selama masa pandemi. Pemerintah membuat pembatasan di kantor-kantor, pabrik, dan berbagai tempat kerja agar tidak terjadi kerumunan atau untuk menjaga jarak sosial. 

Perubahan besar yang terjadi selama masa pandemi ini kemudian membentuk kebiasaan baru untuk bekerja secara hybrid, di kantor dan di rumah. Belum dapat dipastikan apakah kebiasaan baru untuk bekerja dari rumah ini akan terus berlanjut. 

Di sisi karyawan, ada keinginan yang lebih besar untuk dapat bekerja secara hybrid dan fleksibel seperti yang terjadi selama masa pandemi. 

Namun, dari sisi pengusaha, banyak yang mengkhawatirkan bahwa pekerjaan rumahan yang lebih permanen dapat mempengaruhi pembentukan kerjasama tim, kreativitas, dan produktivitas karyawan.

  1. Belanja online

Pandemi memang tidak membuat kebiasaan belanja online, tetapi membuat lebih banyak orang melakukannya. Banyak orang memulai kebiasaan baru yang terbentuk dalam keseharian akibat pandemi COVID-19. 

Sebagian orang mungkin belum pernah sama sekali melakukan belanja online, atau bahkan mengunduh platform e-commerce sebelumnya. Perubahan kemudian terjadi setelah banyak mal ditutup, toko-toko tidak diperbolehkan dibuka, sebagai bagian dari pembatasan kegiatan berskala besar akibat COVID-19. 

  1. Jalan-Jalan 

Salah satu kebiasaan yang mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih adalah hobby jalan-jalan, mengunjungi destinasi wisata, kota-kota, di dalam negeri dan luar negeri.   Kebiasaan ini terpaksa terhenti seiring terjadinya berbagai pembatasan dan  larangan bepergian ke luar negeri pada masa pandemi COVID-19. 

Suatu survei di Inggris pada September 2022 lalu menemukan bahwa 80% orang berencana berlibur di Inggris pada tahun depan, dan hanya sekitar 40% yang mempertimbangkan untuk pergi ke luar negeri. 

Sebagai perbandingan, dalam 12 bulan hingga Juli 2019, 64% orang Inggris bepergian ke luar negeri untuk liburan menurut satu badan industri perjalanan.

Keengganan orang untuk bepergian sebagian besar disebabkan oleh kekhawatiran tentang virus dan kebingungan tentang aturan perjalanan. Saat kekhawatiran menurun dan aturan dicabut, mungkin akan ada lonjakan wisatawan saat liburan.

  1. Bersalaman ( berjabat tangan ) dan bersosialisasi

Kebiasaan lain yang terbentuk dalam keseharian akibat pandemi COVID 19 adalah hilangnya tradisi bersalaman atau berjabat tangan saat bertemu dengan keluarga, tamu, rekan bisnis, atau orang yang baru dikenal.  

Diketahui bahwa kontak fisik merupakan salah satu penyebab virus COVID-19 berpindah dari orang ke orang, sehingga kebiasaan berjabat tangan untuk sementara waktu diganti dengan berjabat siku tangan atau dengan kepalan tinju tangan. 

Kebiasaan menjaga jarak sosial juga berlangsung dalam keseharian selama masa pandemi. Orang-orang menjadi lebih sering melakukan pertemuan lewat ponsel pintar, melalui aplikasi zoom meeting dan sejenisnya ketimbang melakukan pertemuan secara tatap muka. 

Apakah kebiasaan menjaga jarak, termasuk bertemu lebih sedikit orang dan mengurangi kontak fisik dengan orang-orang ini akan menjadi kebiasaan baru yang terbentuk untuk menggantikan kebiasaan berkumpul dan bertatap muka ini berlanjut? 

Sebagian orang sudah kembali melakukan pertemuan atau interaksi sosial seperti sebelumnya. Bagi kebanyakan orang, pertemuan secara online memang kurang dapat memenuhi kebutuhan untuk bersosialisasi. 

Bahkan, kebiasaan untuk social distancing dapat membuat stress di kalangan remaja. Mereka kehilangan keakraban dengan teman-teman sebayanya di sekolah, akibat COVID-19.  

Setelah pandemi COVID-19 mereda, orang-orang ingin kembali untuk melakukan kebiasaan lama mereka seperti berinteraksi sosial sehari-hari dengan orang lain, di toko, restoran, perjalanan ke kantor,  dan lain-lain.

Banyak orang lebih suka untuk berbelanja di toko, memegang barang yang ingin mereka beli secara langsung, melakukan tawar menawar dengan penjaga toko, dan lain sebagainya. 

Namun di sisi lainnya, pandemi COVID 19 telah membangun kebiasaan-kebiasaan baru yang lebih sehat dalam keseharian. 

______________ 

Referensi : 

Williams, Simon Nicholas, World Economy Forum (2022), These are the COVID-19 habits that could be here to stay.

Kompas.com (2020), Cegah Virus Corona, Ini 4 Kebiasaan Baik yang Muncul karena Pandemi Covid-19.

 
Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?