Saat menstruasi banyak wanita mengalami hal yang tidak nyaman pada area sekitar perut. Kondisi ini dapat dialami mulai dari sebelum sampai beberapa hari saat menstruasi. Selama menstruasi, otot-otot rahim wanita akan berkontraksi untuk membantu melepaskan lapisan pembuluh darah yang menumpuk. Kondisi inilah yang menyebabkan kram perut, pertanda otot rahim sedang bekerja. Namun pada beberapa kasus, nyeri haid juga disertai dengan gejala lain seperti rasa mual, muntah, sakit kepala, atau diare.
Rasa nyeri haid yang dirasakan wanita memiliki tingkatan yang berbeda-beda dan bervariasi. Beberapa faktor yang disinyalir berhubungan dengan rasa nyeri haid yang lebih hebat antara lain adalah:
-
Darah menstruasi yang mengalir lebih deras
-
Telah memiliki anak pertama
-
Berusia di bawah 20 tahun atau masa-masa memulai menstruasi
-
Memiliki produksi berlebih atau kepekaan terhadap prostaglandin yaitu hormone yang memengaruhi rahim
-
Faktor lain seperti endometriosis atau pertumbuhan jaringan rahim yang tidak normal dan penggunaan alat kontrasepsi.
Nyeri sebelum atau saat menstruasi adalah hal yang normal dan wajar dialami. Setidaknya, 3 dari 4 wanita mengalami kondisi ini dengan rasa nyeri haid ringan. Sementara 1 dari 10 orang wanita mengalami gejala yang lebih parah setiap bulannya. Nyeri haid dapat diatasi dengan atau tanpa pengobatan.
Baca Juga: Mengenal Reproduksi Pria dan Wanita
Berikut adalah beberapa cara alami mengatasi nyeri haid tanpa obat:
-
Kompres perut
Berdasarkan sebuah studi ditahun 2017 yang melibatkan 147 orang wanita berusia 18 hingga 30 tahun dengan siklus menstruasi teratur, didapatkan bahwa heat patch pada suhuh 40 derajat Celcius memiliki efektivitas seperti ibuprofen.
Mengompres menggunakan air hangat ke bagian perut dan punggung bawah dapat mengurangi rasa sakit nyeri haid, karena suhu panas akan membantu melemaskan otot rahim yang tegang sehingga mengurangi rasa sakit. Mengompres perut dapat dilakukan dengan mudah yaitu memasukkan air hangat ke dalam botol yang dilapisi handuk atau bahan lain untuk mengurangi perpindahan panas.
Selain mengompres bagian perut dengan air hangan, hal lain yang dapat dilakukan adalah berendam atau mandi menggunakan air hangat. Hal ini tak hanya dapat mengurangi rasa nyeri namun mampu menjadikan tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang. Selain itu, mandi air hangat juga membantu mengendurkan otot-otot di bagian perut, punggung, dan kaki, sehingga otot tidak menjadi kaku.
-
Memijat perut
Dalam sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2021 dari mengamati 23 orang wanita dengan nyeri haid yang disebabkan endometriosis, didapati hasil bahwa memijat perut dapat mengurangi rasa sakit segera dan sesudahnya secara signifikan. Terapi pijat yang dilakukan selama kurang lebih 20 menit terbukti mampu mengurangi rasa nyeri haid. Pijatan ini dapat diterapkan dengan menekankan bagian-bagian tertentu seperti sekitar perut, bagian samping perut, dan area punggung.
Terapi pijat dapat dilakukan dengan menambahkan minyak esensial untuk hasil yang lebih optimal. Sebuah tahun 2021 membagi 48 orang wanita yang mengalami nyeri haid menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang menerima krim mengandung minyak esensial dan kelompok yang menerima krim mengandung wewanginan sintesis. Sebelumnya para peneliti menggunakan campuran lavender, clari sage, dan minyak marjoram untuk penelitian ini. Hasilnya adalah kelompok pengguna minyak esensial mengalami penurunan jumlah dan durasi nyeri yang signifikan.
-
Olahraga ringan
Hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa olahraga adalah cara yang efektif untuk mengurangi nyeri haid, bahkan dapat menghilangkan atau mengurangi kebutuhan akan obat pereda nyeri. Hal ini dikarenakan olahraga membuat peredaran darah menjadi lebih lancar dan hormone endorphin yang dihasilkan sebagai pereda nyeri alami dapat membantu mengurangi efek hormone prostaglandin. Prostaglandin adalah hormon yang membuat rahim berkontraksi dan menyebabkan kram perut. Olahraga juga dapat membantu mengendurkan otot serta meningkatkan suplai darah ke pangguh, sehingga mampu memperbaiki suasana hati yang tidak terkontrol saat menstruasi.
Jenis olahraga ringan yang dapat dilakukan saat menstruasi antara lain adalah berjalan santai dan yoga. Berdasarkan hasil sebuah penelitian ditahun 2011, tiga pose yoga yang dapat mengurangi intensitas dan durasi nyeri haid adalah pose kobra, pose kucing, dan pose ikan. Tiga pose yoga tersebut sangat efektif dan ampuh, khususnya pada wanita berusia muda antara 18 sampai 22 tahun.
Baca Juga: Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah Pada Wanita
-
Akupuntur
Melansir laman The American College of Obstetricians and Gynecologists, terapi akupuntur dapat meringankan efek kram perut akibat menstruasi. Akupuntur merupakan pengobatan tradisional menggunakan jarum tipis yang ditancapkan ke kulit pada titik-titik tertentu untuk merangsang saraf di area tersebut. Lakukan terapi akupuntur di tempat yang keamanannya terjamin untuk menghindari munculnya penyakit baru akibat penggunaan jarum yang tidak steril.
-
Mengonsumsi kunyit
Bahan kimia alami pada kunyit yaitu kurkumin mampu meredakan gejala Sindrom Pramenstruasi atau PMS, karena kurkumin menghambat produksi prostaglandin berlebih yang ada di dalam rahim. Pada hasil studi tahun 2015 dengan mengamati 70 orang wanita yang mengonsumsi dua kapsul kurkumin selama 7 hari sebelum dan tiga hari sesudah menstruasi, mengalami penurunan PMS yang signifikan. Penggunaan kunyit akan lebih baik jika dikonsumsi secara alami seperti jamu, namun perlu diperhatikan bagi para penderita maag, karena kunyit dapat menaikkan risiko penyakit maag dan sakit perut.
-
Berhenti merokok
Tak hanya berdampak buruk untuk kesehatan paru-paru, rokok pun dapat memperparah rasa nyeri haid karena rokok membatasi suplai oksigen ke panggul, sehingga berpotensi menyebabkan kram pada perut dan bagian belakang panggul.
-
Perbanyak minum air putih
Kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi merupakan salah satu penyebab kram otot perut. Hal ini dapat diantisipasi dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi. Selain air putih, jus murni tanpa gula juga dapat menjadi solusi untuk mengatasi nyeri haid.
-
Mengatur kadar stres
Kadar stres pikiran seseorang juga mempengaruhi rasa nyeri haid dan memicu menjadi lebih parah. Untuk itu sangat penting jika wanita yang sedang merasa nyeri untuk mengatur kadar stress dalam diri dengan melakukan hal-hal yang membuat bahagia. Saat stress melanda, hal mudah yang dapat dilakukan adalah dengan menarik napas dalam-dalam sambil dihembuskan perlahan, untuk mengurasi stress dan mampu meringankan beban di kepala.
-
Makanan dan minuman jenis tertentu
Beberapa jenis makanan yang perlu dihindari untuk menghilangkan rasa nyeri haid adalah makanan berlemak, makanan mengandung gula, makanan tinggi gara, minuman yang mengandung soda, kafein, dan alkohol. Kandungan garam, gula, lemak, dan alkohol dapat menyebabkan penumpukan air dalam tubuh sehingga menyebabkan perut kembung sehingga memperparah nyeri haid yang dialami.
Sedangkan beberapa jenis makanan yang dianjurkan untuk mengurangi rasa nyeri haid antara lain adalah bukan makanan olahan dan makanan yang tinggi serat. Jenis makanan ini dapat diperoleh dari pepaya, beras merah, kacang kenari, minyak zaitun dan brokoli, ayam, ikan, dan sayuran berdaun hijau.
Baca Juga: Ketahui Organ Reproduksi Wanita dan Fungsinya
Lakukan pemeriksaan ke dokter jika rasa nyeri haid tak kunjung reda atau malah semakin bertambah parah. Anda juga dapat melakukan telekonsultasi melalui website atau aplikasi android farmamedisk, yang dapat menghubungkan pasien dengan dokter atau mitra penyedia layanan jasa kesehatan yang telah terlisensi medis di masing-masing bidang.

