Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Apa Itu Kesehatan Mental? Mitos vs Fakta Dan Konsepsi Yang Salah

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Apa Itu Kesehatan Mental? Mitos vs Fakta Dan Konsepsi Yang Salah Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Foto: Freepik/katemangostar

Sebagian orang memiliki konsepsi yang salah mengenai apa itu kesehatan mental. Hal ini disebabkan oleh kepercayaan pada mitos yang salah tentang kesehatan mental. Yuk, cari tahu pengertian kesehatan mental yang benar. 

Penulis : Sholahudin Achmad 

Setiap orang tentu ingin memiliki kesehatan fisik maupun mental yang baik. Namun, seperti halnya masalah atau gangguan kesehatan fisik, setiap orang juga bisa mengalami masalah kesehatan mental. 

Masalahnya, jika gangguan kesehatan fisik mudah dikenali dan dirasakan, tidak demikian dengan kesehatan mental. Agak sulit. Seringkali orang mengartikan kesehatan mental sebatas “tidak adanya gangguan mental”. Ini merupakan pengertian yang keliru.  

Apa itu kesehatan mental ? 

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental (mental health) adalah lebih dari tidak adanya gangguan mental.  Melansir WHO, dalam artikel Mental Health: Strengthening Our Response, apa itu kesehatan mental didefinisikan sebagai berikut: 

“Kesehatan mental adalah keadaan mental sejahtera,  yang memungkinkan orang untuk mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuan mereka, belajar dengan baik dan bekerja dengan baik, dan berkontribusi pada komunitas mereka.” 

Baca Juga: Alasan Dibalik Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

Faktor penentu kesehatan mental

Faktor penentu kesehatan mental, menurut WHO, meliputi faktor individu, sosial, dan struktural.  

Faktor individu, misalnya adalah kondisi psikologis dan biologis, seperti keterampilan emosional, penggunaan zat tertentu, atau genetika dapat membuat orang lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental.

Sedangkan faktor sosial dan struktural, adalah dampak atau paparan dari keadaan sosial, ekonomi, geopolitik, dan lingkungan yang tidak menguntungkan yang meliputi masalah kemiskinan, kekerasan, ketidaksetaraan, dan deprivasi lingkungan. Ini juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi kesehatan mental.

Kesehatan mental berhubungan erat dengan kognitif, perilaku, dan kesejahteraan emosional. Ketiga hal tersebut berkaitan dengan bagaimana orang memiliki kemampuan berpikir, merasa, dan berperilaku. 

8  Mitos vs Fakta Seputar Kesehatan Mental

Untuk lebih jelas memahami apa itu kesehatan mental, mari simak tujuh mitos versus fakta seputar kesehatan mental yang dilansir Medical News Today berikut ini:   

  1. Kesehatan mental dikaitkan dengan rendahnya kecerdasan

Mitos: Seseorang dengan kondisi kesehatan mental memiliki kecerdasan yang rendah.

Fakta: Penyakit mental dapat menyerang siapa saja tanpa memandang kecerdasan, pendapatan, atau status sosial.

  1. Kesehatan mental dikaitkan dengan usia non-remaja

Mitos: Remaja tidak memiliki masalah kesehatan mental. Mereka hanya mengalami perubahan suasana hati karena hormon mereka yang berfluktuasi.

Fakta: Memang benar bahwa remaja sering mengalami perubahan suasana hati. Tapi itu bukan berarti mereka tidak memiliki masalah kesehatan mental. Faktanya, setengah dari semua kondisi kesehatan mental dimulai pada usia 14 tahun.

Baca Juga: 6 Tips Cara Menjaga Kesehatan Mental Remaja

  1. Kesehatan mental dikaitkan dengan perilaku yang membahayakan orang lain 

Mitos: Orang dengan penyakit kesehatan mental berbahaya, kejam, dan tidak dapat diprediksi.

Fakta: Banyak orang dengan cepat menyebut orang yang melakukan kekerasan massal dan kejahatan sebagai “sakit jiwa.” Namun, kejahatan yang dilakukan oleh orang dengan gangguan kesehatan mental yang serius hanya mencapai 5% dari semua kejahatan kekerasan.

  1. Kesehatan mental dan pengobatan 

Mitos: Obat psikiatri berbahaya.

Fakta: Penyakit mental, seperti kondisi kesehatan lainnya, adalah penyakit yang nyata. Obat-obatan ini mungkin diperlukan untuk membantu mental penderita agar berfungsi secara normal, meredakan gejalanya, dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Mereka tidak berbahaya atau "alasan" bagi orang untuk menghindari berurusan dengan masalah mereka.

  1. Kesehatan mental dan bipolar moody

Mitos: Orang dengan gangguan bipolar suasana hatinya cepat berubah-ubah. .

Fakta: Siklus bipolar berlangsung dari minggu ke bulan dan tidak berubah secepat suasana hati orang.

  1. Kesehatan mental dan kelemahan fisik

Mitos: Kesehatan mental hanya untuk orang dengan kondisi kesehatan mental lemah. Kondisi seperti itu tidak akan mempengaruhi orang kuat.

Fakta: Memiliki kondisi kesehatan mental di luar pilihan atau kemauan. Siapapun dapat memiliki kondisi kesehatan mental.

  1. Kesehatan mental dan pola asuh 

Mitos: Pola asuh yang buruk menyebabkan remaja memiliki kondisi kesehatan mental.

Fakta: Banyak pengalaman dan faktor yang merugikan, ternyata, dapat mempengaruhi kesehatan mental dan kesejahteraan seseorang. Hubungan remaja dengan orang tua dan keluarga hanyalah salah satu faktornya. 

Seseorang yang dibesarkan di rumah yang mendukung dan penuh kasih dan mereka yang dibesarkan di rumah yang dipelihara oleh pengasuh yang membutuhkan dukungan mental dapat mengalami kesulitan kesehatan mental secara setara.

  1. Kesehatan mental dan kemampuan untuk bekerja 

Mitos: Orang dengan masalah kesehatan mental tidak dapat mempertahankan dan melakukan pekerjaan dengan baik.

Fakta: Orang dengan kondisi kesehatan mental dapat bekerja dengan baik dalam suatu pekerjaan, terutama di tempat kerja yang mendukung dan mendukung kesehatan mental.

1 dari 5 orang dewasa mengalami masalah kesehatan mental

National Alliance on Mental Illness memperkirakan di Amerika Serikat hampir 1 dari 5 orang dewasa mengalami masalah kesehatan mental setiap tahunnya.

Pada tahun 2020, diperkirakan 14,2 juta orang dewasa di AS, atau sekitar 5,6%, memiliki kondisi psikologis yang serius, menurut National Institute of Mental Health (NIMH).

Konsepsi yang salah tentang kesehatan mental 

Masalah kesehatan mental juga seringkali disalah pahami karena beberapa konsepsi yang salah berikut ini : 

  1. Masalah kesehatan mental jarang terjadi

Pernyataan di atas tentu saja salah, bahkan sebelum pandemi COVID-19 masalah kesehatan mental sudah sering terjadi. Pada tahun 2001 saja menurut WHO diperkirakan"1 dari 4 orang di dunia akan terpengaruh oleh gangguan mental atau neurologis di beberapa titik dalam hidup mereka.

Saat ini, 450 juta orang mengalami kondisi seperti itu. Seperti yang dijelaskan WHO, gangguan mental adalah ”salah satu penyebab utama kesehatan yang buruk dan kecacatan di seluruh dunia”.

Salah satu gangguan kesehatan mental yang paling umum adalah depresi, mempengaruhi lebih dari 264 juta orang secara global pada tahun 2017. Sebuah studi yang lebih baru, yang berkonsentrasi di Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa jumlah orang dewasa yang mengalami depresi telah meningkat tiga kali lipat selama pandemi.

Gangguan kecemasan umum (GAD), gangguan mental umum lainnya, mempengaruhi sekitar 6,8 juta orang dewasa di AS, setara dengan lebih dari 3 dalam setiap 100 orang.

  1. Serangan panik bisa berakibat fatal

Serangan panik sangat tidak menyenangkan, melibatkan detak jantung yang berpacu dan rasa takut yang berlebihan. Namun, mereka tidak bisa langsung berakibat fatal.

Namun, perlu dicatat bahwa seseorang yang mengalami serangan panik mungkin lebih rentan mengalami kecelakaan. Jika seseorang mengalami serangan panik atau dapat merasakan serangan panik, mencari tempat yang aman dapat membantu mengurangi risiko ini.

  1. Masalah kesehatan mental bersifat permanen

Saat kamu didiagnosis mengalami masalah kesehatan mental, kondisi tersebut belum tentu akan bertahan seumur hidup atau bersifat permanen. Masalah kesehatan mental dapat dipulihkan, dan juga bisa semakin buruk. Namun, tidak akan permanen selamanya.  

  1. Gangguan makan adalah cuma pilihan gaya hidup

Pernyataan ini adalah mitos yang berbahaya. Gangguan makan adalah kondisi kesehatan mental yang serius, dan, dalam kasus ekstrim, bisa berakibat fatal. 

________________________________ 

 

Referensi : 

WHO (2022), Mental Health: Strengthening Our Response

Medical News Today (2022), What is mental health? 

Medical News Today (2020), Medical myths: Mental health misconceptions

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?