Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Apa Yang Dimaksud dengan Hipertensi, Ketahui Di Sini !

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Apa Yang Dimaksud dengan Hipertensi, Ketahui Di Sini ! Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Peningkatan tekanan darah yang cukup tinggi di dalam pembuluh darah utama tubuh dapat menyerang siapa pun. Jika kondisi ini dibiarkan bisa menyebabkan komplikasi kesehatan dan mengancam nyawa seseorang,  misalnya, terjadi  gagal jantung dan stroke. Inilah apa yang dimaksud dengan hipertensi. Lebih jauh dari itu pengertian hipertensi, dapat Anda simak di sini. 

Apa yang dimaksud dengan hipertensi adalah bila tekanan darah sistolik pada pengukuran selama dua hari berturut-turut menunjukkan hasil lebih besar dari 140 mmHg, atau pembacaan tekanan darah diastolik menunjukkan hasil lebih besar dari 90 mmHg. Jadi, hipertensi dapat diketahui dengan rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah. Orang dewasa dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan darah. 

Tekan darah dalam arteri

Tekanan darah merupakan kekuatan yang diberikan oleh sirkulasi darah terhadap dinding pembuluh. Besarnya tekanan darah tergantung resistensi pembuluh darah dan seberapa besar jantung bekerja. Semakin banyak darah dipompa oleh jantung maka pembuluh darah semakin sempit dan pasti tekanan darah akan meningkat. Hasil pengecekan tekanan darah ada dua angka, biasanya dinyatakan seperti 130/90 mmHg. Angka 130, sebagai angka yang pertama atau sistolik mewakili tekanan dalam pembuluh darah ketika jantung berkontraksi atau berdetak. Kemudian  angka 90, yang angka kedua (90) atau diastolik mewakili tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung beristirahat di antara detaknya.

Apa yang dimaksud dengan gejala hipertensi? 

Ada 2 jenis hipertensi berdasarkan penyebabnya. Yakni hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer tidak diketahui penyebabnya dengan pasti dan cenderung berkembang secara bertahap bertahun-tahun. Sedangkan hipertensi sekunder dapat terjadi antara lain akibat penyakit ginjal, obstruktif sleep apnea (OSA), tumor kelenjar adrenal, masalah tiroid, cacat bawaan di pembuluh darah, obat-obatan (seperti pil KB, obat flu, dekongestan, obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas), obat-obatan terlarang dan kecanduan alkohol. 

Hipertensi memiliki istilah silent killer atau penyakit yang membunuh secara diam-diam. Hal ini karena penderita hipertensi umumnya tidak mengalami gejala apa pun, sampai tekanan darahnya sudah terlalu tinggi dan mengancam nyawa. Oleh sebab itu, penting untuk rutin memeriksakan tekanan darah, baik secara mandiri atau dengan datang ke dokter. Jadi, itulah apa yang dimaksud dengan hipertensi. 

Baca Juga: Yuk Pahami, Apa Penyebab Sakit Kepala Sebelah

Pencegahan hipertensi

Pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan menjalankan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, menghentikan kebiasaan merokok, membatasi asupan garam, berolahraga secara teratur, mengurangi konsumsi minuman berkafein dan menjaga berat badan.

Namun, jika tekanan darah sudah cukup tinggi, Anda diharuskan mengonsumsi obat penurun tekanan darah. Periksakan juga tekanan darah Anda secara berkala ke dokter, terlebih jika Anda memiliki faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Faktor risiko hipertensi

Dilansir dari World Health Organization (WHO), bertambahnya usia seseorang akan memiliki potensi lebih tinggi untuk mengalami hipertensi. Walaupun pada zaman sekarang banyak penderita hipertensi dari kalangan usia produktif. 

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko hipertensi yaitu: 

  • Usia diatas 65 tahun, 

  • Obesitas dan ada  riwayat keluarga yang hipertensi 

  • Gaya hidup yang jarang berolahraga 

  • Sering mengonsumsi makanan dan minuman (alkohol, obat terlarang, obat bebas, garam & kafein tinggi) dan kurang asupan buah & sayuran. 

Pengobatan hipertensi 

Para penderita hipertensi akan selalu minum obat dan bahkan seumur hidup untuk mengatur tekanan darah.  Namun, jika tekanan darah sudah terkendali melalui perubahan gaya hidup, penurunan dosis obat atau konsumsinya dapat dihentikan. Perhatikan selalu dosis obat yang diberikan dan efek samping yang mungkin terjadi.

Obat-obatan yang umumnya diberikan kepada para penderita hipertensi, antara lain:

  1. Obat yang bekerja untuk membuang kelebihan garam dan cairan di tubuh melalui urine. Karena hipertensi membuat penderitanya rentan terhadap kadar garam tinggi dalam tubuh.

  2. Obat berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah bisa menurun. Nyatanya hipertensi membuat penderitanya rentan mengalami sumbatan pada pembuluh darah. 

  3. Obat yang bekerja untuk memperlambat detak jantung dan melebarkan pembuluh darah.

  4. Obat untuk penurun tekanan darah yang berfungsi untuk membuat dinding pembuluh darah lebih rileks. 

  5. Obat sebagai penghambat renin untuk menghambat kerja enzim yang berfungsi menaikkan tekanan darah. Jika renin bekerja berlebihan, tekanan darah akan naik tidak terkendali. 

Selain konsumsi obat-obatan, pengobatan hipertensi juga bisa dilakukan melalui terapi relaksasi, misalnya terapi meditasi atau terapi yoga. Namun, pengobatan hipertensi tidak akan berjalan lancar jika tidak disertai dengan perubahan gaya hidup, seperti menjalani pola makan dan hidup sehat, serta olahraga teratur.

Baca Juga: Pinggang dan Perut Bawah Sakit Pada Wanita, Pertanda Apa?

Makanan untuk penderita hipertensi

Meski tidak ada makanan yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi secara cepat, setidaknya ada beberapa makanan penurun darah tinggi yang baik dikonsumsi bagi penderita hipertensi, yaitu:

  1. Ikan salmon

Merupakan ikan yang kaya akan asam lemak omega-3. Ikan yang mengandungan lemak sehat ini dapat menurunkan tekanan darah dengan menekan peradangan dalam tubuh serta menurunkan kadar senyawa yang dapat menyempitkan pembuluh darah bernama oxylipin.

2. Sayuran hijau

Sayuran hijau banyak mengandung beragam nutrisi, mulai dari serat, antioksidan, kalium, kalsium, magnesium, hingga potassium salah satunya adalah bayam dan brokoli. Nutrisi-nutrisi inilah yang dapat mendukung fungsi dan kesehatan pembuluh darah, sehingga dapat membantu mengontrol tekanan darah.

3. Wortel

Kandungan senyawa fenolik dalam wortel secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Walaupun wortel yang dimasak atau mentah senyawa ini tetap ada dan mengonsumsi wortel secara mentah dinilai lebih bermanfaat dalam penurunan tekanan darah.

4. Buah bit

Penelitian telah membuktikan bahwa jus bit dapat menurunkan tekanan darah hanya dalam waktu sehari semalam . Karena buah bit mengandung nitrat yang dapat  berfungsi dengan baik dalam melebarkan pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah.

5. Buah citrus

Jenis buah citrus yang baik dikonsumsi penderita hipertensi adalah Jeruk, jeruk bali dan lemon. Sama seperti sayuran hijau, buah citrus kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif yang memiliki efek menurunkan tekanan darah.

6. Susu rendah lemak dan yoghurt

Susu yang kaya akan kalsium dan rendah lemak bisa membantu Anda untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Jika tidak menyukai susu, yoghurt juga bisa Anda gunakan sebagai pengganti. Selain mengenali beberapa pilihan makanan penurun darah tinggi, perlu diketahui juga bahwa ada beberapa jenis makanan maupun minuman yang harus dihindari penderita hipertensi, diantaranya makanan tinggi lemak, makanan olahan, asinan, makanan cepat saji, minuman berlakohol, dan minuman tinggi kafein.

Baca Juga: Sakit Kepala Terus-Menerus Gejala Penyakit Apa ?

Demikianlah apa yang dimaksud dengan hipertensi. Dapatkan konsultasi secara daring dengan dokter pilihan Anda melalui farmamedisk. farmamedisk juga memberikan artikel-artikel kesehatan terlengkap dengan topik-topik beragam sesuai bidang kesehatan yang Anda butuhkan, meliputi tips kesehatan, gaya hidup kesehatan saat ini, dan beragam topik lainnya. Setiap artikel yang diterbitkan telah melalui proses ulasan dari tim dokter kami dan berasal dari sumber medis terpercaya.

 
Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?