Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Apakah Soft Drink Berdampak Pada Perilaku Anak ?

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Apakah Soft Drink Berdampak Pada Perilaku Anak ? Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Foto : Freepik

Soft drink atau minuman bersoda merupakan air yang berisi tambahan gas karbon dioksida. Gas ini membuat adanya gelembung kecil dalam air yang sangat khas dari minuman bersoda. Adakah hubungannya perilaku anak dengan konsumsi soft drink? 

Minum soft drink memang terasa menyegarkan apalagi jika diminum di saat cuaca panas. Apalagi makin bervariasinya rasa dan tampilan unik dari soft drink yang beraneka ragam sehingga membuat siapapun penasaran untuk mencobanya, terlebih lagi bagi anak-anak. 

Selain karena rasanya yang manis, sensasi segar dan warnanya yang mencolok juga seringkali membuat anak-anak tertarik untuk meminumnya. 

Tetapi, tahukah Anda, konsumsi soft drink  di kalangan anak-anak dapat menjadi penyebab beberapa masalah kesehatan? Masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh soft drink antara lain, masalah berat badan, masalah gigi, sakit kepala,  gangguan tidur dan dapat menyebabkan gangguan perilaku. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi soda mungkin memiliki peningkatan risiko masalah perilaku dan masalah kesehatan mental. 

Oleh karena itu, mari kita bahas potensi hubungan antara soft drink dan masalah perilaku  dan alasan lain untuk membatasi konsumsi soft drink pada anak-anak. Ini juga mencakup beberapa langkah yang dapat diambil jika Anda berurusan dengan masalah perilaku anak-anak.

Masalah Perilaku

Mungkin orangtua akan mencegah anak-anak untuk mengonsumsi soft drink bukan hanya karena potensi masalah kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental.  Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi soda cenderung memiliki tingkat agresif yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang tidak mengonsumsi soft drink. 

Suatu studi di tahun 2013 yang diterbitkan oleh The Journal of Pediatrics menemukan bahwa perilaku agresif dan masalah perhatian berhubungan dengan konsumsi minuman ringan bersoda pada anak-anak.  Tercatat bahwa anak-anak yang minum empat gelas atau lebih minuman bersoda per hari dua kali lebih mungkin menghancurkan barang milik orang lain, terlibat perkelahian, dan menyerang orang secara fisik.  

Sebuah studi tahun 2021 yang diterbitkan dalam Journal of Adolescent Health menunjukkan bahwa anak yang minuman minuman bersoda dapat diprediksi memiliki perilaku agresif pada anak dari waktu ke waktu. 

Satu hal yang mengkhawatirkan adalah bahwa sangat umum bagi anak kecil untuk mengonsumsi soft drink. Alasan mengapa soft drink dapat mempengaruhi kesehatan mental dan perilaku anak  dikaitkan dengan aspartam menjadi sifat cepat marah dan natrium benzoat dengan gejala terkait ADHD. Kandungan gula yang tinggi dalam soft drink disebutkan juga membuat anak menjadi sulit berkonsentrasi dan lebih moody. Makin sering anak minum soft drink, makin buruk kemampuan mereka dalam mengontrol emosi. 

Kandungan kafein pada soft drink juga dikaitkan dengan beberapa masalah perilaku pada anak-anak, sehingga diduga kandungan kafein mungkin salah satu yang menjadi penyebab. 

Penelitian menyatakan bahwa pembatasan minuman bersoda, lemon, dan minuman manis lainnya dapat memperbaiki tingkah laku anak. Bahkan bila perlu semua minuman tersebut dilarang dikonsumsi oleh anak-anak.

Alasan menghindari soft drink pada anak

Banyak dari kalangan yang mengonsumsi soda adalah anak-anak yang masih sangat kecil. Berikut adalah beberapa alasan lain anak-anak harus menghindari minum soft drink

  • Soda seringkali mengandung kalori kosong dan gula yang tinggi, yang dapat menyebabkan obesitas pada masa kanak-kanak dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

  • Minuman bersoda dapat mempengaruhi nafsu makan dan membuat anak jadi kurang makan makanan bergizi.

  • Soda manis berkontribusi terhadap kerusakan gigi termasuk kehilangan enamel dan gigi berlubang.

  • Konsumsi kafein yang berlebihan dapat menyebabkan masalah tidur, gelisah, dan gejala putus zat.

Efek samping dari soft drink

Mengonsumsi soft drink menjadi penyebab beberapa masalah kesehatan. Berikut ini beberapa efek samping dari soft drink bagi anak-anak. 

  • Membahayakan otak anak-anak

Otak anak berkembang selama masa kecil. Saat seorang anak minum soft drink, mereka mengonsumsi bahan kimia yang mengubah otak mereka.  Mungkin terdapat MSG di asam sitrat soda, serta di perasa buatan. Excitotoxin ini telah terbukti merusak neuron di otak. 

Selain itu, eksitotoksin tingkat tinggi telah dikaitkan dengan tumor otak, penyakit seperti penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson, kerusakan otak, gangguan belajar, dan masalah perilaku. Aspartam yang ditemukan dalam soda diet menyebabkan efek yang sama.

  • Kerusakan gigi

Minum soft drink berkarbonasi secara rutin dapat merusak gigi. Secara estetika dapat membuat gigi menjadi kuning. Mulut mengandung bakteri yang memakan gula, menghasilkan bahan kimia yang dapat merusak enamel keras gigi. Rongga terbentuk ketika erosi enamel memperlihatkan inti gigi yang lembut dan dalam. Saat minum soda berkarbonasi manis, gula tetap berada di mulut dan mendorong proses yang menyebabkan kerusakan gigi. Asam dalam minuman berkarbonasi ini semakin meningkatkan kemungkinan gigi berlubang, karena bahan kimia ini juga perlahan mengikis enamel gigi Anda.

  • Meningkatkan resiko obesitas

Mengkonsumsi minuman berkarbonasi yang dimaniskan dengan gula menambah kalori, yang dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas. Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko yang signifikan untuk perkembangan diabetes tipe 2, penyakit jantung dan osteoarthritis.

  • Berkurangnya nafsu makan si kecil 

Minuman manis  dapat menyebabkan perut anak menjadi kenyang dan membuat mereka kurang lapar akan makanan. Menghentikan atau membatasi soft drink adalah cara yang bermanfaat untuk mendorong nafsu anak makan terhadap makanan lain.

  • Perubahan kebiasaan buang air besar

Anak-anak kecil mungkin memiliki masalah mencerna beberapa gula dalam minuman manis, yang dapat menyebabkan buang air besar atau diare. Ini dapat menyebabkan pertumbuhan yang lambat jika energi dan nutrisi secara teratur hilang dari tubuh. Saat minuman manis dihilangkan dari makanan anak, buang air besar yang kendur bisa membaik.

____________________________ 

Referensi :

Shakira F. Suglia, Sara Solnick, and David Hemenway. Konsumsi Minuman Bersoda Berhubungan dengan Masalah Perilaku pada Anak Usia 5 Tahun. Jurnal Pediatri , 2013 DOI: 10.1016/j.jpeds.2013.06.023

Basha S, Enan ET, Mohamed RN, Ashour AA, Alzahrani FS, Almutairi NE. Association between soft drink consumption, gastric reflux, dental erosion, and obesity among special care children. Spec Care Dentist. 2020;40(1):97-105. doi:10.1111/scd.12443

Statista. Per capita consumption of soft drinks in the United States from 2010 to 2018.

Massachusetts Dental Society. Soft drinks and tooth decay.

American Academy of Pediatrics. Sports drinks and energy drinks for children and adolescents: Are they appropriate?  Pediatrics. 2011;127(6):1182-9. doi:10.1542/peds.2011-0965

Suglia SF, Solnick S, Hemenway D. Soft drinks consumption is associated with behavior problems in 5-year-olds. J Pediatr. 2013;163(5):1323-8. doi:10.1016/j.jpeds.2013.06.023

Choudhary AK, Lee YY. Neurophysiological symptoms and aspartame: What is the connection?. Nutr Neurosci. 2018;21(5):306-316. doi:10.1080/1028415X.2017.1288340

Beezhold BL, Johnston CS, Nochta KA. Sodium benzoate–rich beverage consumption is associated with increased reporting of ADHD symptoms in college students: A pilot investigation. J Atten Disord. 2014;18(3):236-241. doi:10.1177/1087054712443156

Adolphus K, Lawton CL, Dye L. The effects of breakfast on behavior and academic performance in children and adolescents. Front Hum Neurosci. 2013;7:425. doi:10.3389/fnhum.2013.00425

Solnick SJ, Hemenway D. Soft drinks, aggression and suicidal behaviour in US high school students. Int J Inj Contr Saf Promot. 2014;21(3):266-73. doi:10.1080/17457300.2013.815631

Oliver RM, Wehby JH, Reschly DJ. Teacher classroom management practices: Effects on disruptive or aggressive student behavior. Campbell Syst Rev. 2011;7(1):1-55. doi:10.4073/csr.2011.4

 
Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?