Foto : Freepik
Asam oksalat adalah senyawa organik yang ditemukan di banyak tanaman, termasuk sayuran berdaun hijau, buah-buahan, kakao, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Makanan dengan kandungan asam oksalat yang tinggi dapat memicu terbentuknya batu ginjal.
Penulis : Sholahudin Achmad
Asam oksalat dan oksalat merupakan istilah yang digunakan secara bergantian dalam ilmu gizi. Istilah ini mengacu pada senyawa organik yang terdapat di berbagai tanaman. Mulai dari sayuran berdaun hijau, buah-buahan, kakao, kacang-kacangan, hingga biji-bijian.
Selain diperoleh dari makanan, asam oksalat dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia. Vitamin C juga dapat diubah menjadi oksalat saat proses metabolisme tubuh.
Setelah dikonsumsi, oksalat dapat mengikat mineral untuk membentuk senyawa, termasuk kalsium oksalat dan besi oksalat. Proses ini sebagian besar terjadi di usus besar, tetapi juga dapat terjadi di ginjal dan bagian lain dari saluran kemih.
Pada kebanyakan orang, senyawa ini kemudian dibuang melalui tinja atau urin. Namun, pada orang yang sensitif, makanan tinggi oksalat merupakan zat pemicu terbentuknya batu pada ginjal dan masalah kesehatan lainnya.
Makanan tinggi oksalat
Oksalat dapat ditemukan di hampir semua tanaman, tetapi beberapa tanaman mengandung jumlah yang sangat tinggi sementara yang lain sangat sedikit.
Sementara itu, makanan yang berasal dari hewan hanya mengandung sejumlah kecil asam oksalat.
Berikut ini daftar makanan tinggi oksalat (lebih tinggi dari 50 mg per porsi):
-
Daun bit
-
Rhubarb (jenis buah sayur dengan rasa asam dan memiliki batang mirip seledri.bayam)
-
Buah bit
-
Swiss chard (jenis sayuran hijau dari keluarga Chenopodiaceae yang berkerabat dekat dengan daun bit dan bayam)
-
Andewi (endive)
-
bubuk kakao
-
ubi jalar
-
kacang kacangan
-
lobak hijau
-
belimbing
Asam oksalat memicu terbentuknya batu ginjal
Pada umumnya kalsium dan sejumlah kecil oksalat berada di saluran kemih pada saat yang bersamaan, dan tetap larut serta tidak menimbulkan masalah.
Namun, terkadang oksalat mengikat dan membentuk kristal. Pada beberapa orang, kristal ini dapat menyebabkan pembentukan batu, terutama ketika oksalat tinggi dan volume urin rendah.
Apabila ukuran batunya kecil, tidak menimbulkan masalah. Tetapi bila batunya besar maka dapat menyebabkan rasa sakit yang parah, mual, dan ada darah dalam urin, ketika batu tersebut bergerak melalui saluran kemih.
Meskipun ada jenis batu ginjal lainnya, sekitar 80% terdiri dari kalsium oksalat.
Orang yang sudah pernah mengalami masalah batu ginjal disarankan untuk meminimalkan konsumsi makanan tinggi oksalat.
Namun, pembatasan oksalat secara menyeluruh tidak lagi direkomendasikan untuk setiap orang dengan batu ginjal. Hal ini karena setengah dari oksalat yang ditemukan dalam urin, diproduksi sendiri oleh tubuh ketimbang berasal dari makanan.
Proses pembentukan batu ginjal
Gangguan batu ginjal (nefrolitiasis atau urolitiasis) merupakan terjadinya endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal. Gangguan terjadi ketika batu tersebut menyumbat saluran kemih, sehingga menyulitkan dan terasa nyeri ketika buang air kecil.
Penyebab batu ginjal, diantaranya adalah makanan, kelebihan berat badan, beberapa kondisi medis, hingga konsumsi suplemen atau obat-obatan tertentu.
Gangguan batu ginjal juga dapat memengaruhi ginjal dan menyebabkan masalah besar pada kesehatan Anda.
Batu ginjal dapat terbentuk ketika urine seseorang mengandung lebih banyak zat pembentuk kristal, seperti kalsium, oksalat, dan asam urat.
Di saat bersamaan, urine mungkin kekurangan zat yang mencegah kristal saling menempel dan menciptakan faktor yang tepat sehingga batu ginjal dapat terbentuk.
Tips diet rendah oksalat
Diet rendah oksalat untuk batu ginjal dapat dilakukan dengan cara mengurangi makan yang mengandung oksalat hingga kurang dari 50 mg oksalat setiap hari.
Berikut ini beberapa tips diet rendah oksalat:
-
Batasi oksalat hingga 50 mg per hari
Pilihlah berbagai makanan dari sumber hewani dan tumbuhan yang padat nutrisi dari daftar makanan yang sangat rendah oksalat.
-
Rebus sayuran yang tinggi oksalat
Merebus sayuran dapat mengurangi kandungan oksalat di dalamnya, namun juga tergantung dari jenis sayurannya.
-
Perbanyak minum air putih
Pada umumnya orang minum air putih minimal 2 liter setiap hari. Apabila Anda memiliki batu ginjal, dianjurkan untuk minum air putih minimal 2,5 liter sehari.
Minum cukup air putih setiap hari dapat membantu membersihkan batu ginjal atau bahkan mencegah terbentuknya batu ginjal. Air putih lebih baik daripada minuman lainnya.
-
Dapatkan kalsium yang cukup
Kalsium mengikat oksalat di usus Anda dan mengurangi jumlah yang diserap tubuh Anda. Jadi, cobalah untuk mendapatkan kalsium sebanyak 800-1.200 mg per hari.
Menurunkan asupan garam juga dapat menurunkan risiko batu ginjal. Diet tinggi garam cenderung menyebabkan lebih banyak kalsium hilang dalam urin. Semakin banyak kalsium dan oksalat di ginjal, semakin besar risiko batu ginjal.
Berikut ini makanan yang mengandung kalsium yang tinggi dan oksalat yang rendah:
-
keju
-
yogurt hambar
-
ikan kaleng dengan tulang
-
bok choy (pakcoy)
-
brokoli
Asam oksalat juga mengurangi penyerapan mineral
Salah satu masalah kesehatan utama sebagai efek dari asam oksalat yang tinggi adalah mengikat mineral di usus dan mencegah tubuh menyerapnya.
Contohnya bayam. Bayam adalah makanan yang kaya akan kalsium dan oksalat, yang mencegah banyak kalsium diserap ke dalam tubuh.
Selain itu, makan makanan berserat dan oksalat secara bersama-sama juga dapat menghambat penyerapan nutrisi.
Namun demikian, penting untuk diingat bahwa hanya beberapa mineral dalam makanan yang akan mengikat oksalat.
Meskipun penyerapan kalsium dari bayam berkurang, penyerapan kalsium dari susu tidak terpengaruh saat susu dan bayam dikonsumsi bersamaan.
Usus menentukan penyerapan oksalat
Kebanyakan orang sehat dapat mengonsumsi makanan kaya oksalat tanpa masalah, tetapi mereka yang memiliki fungsi usus yang berubah mungkin perlu membatasi asupannya.
Beberapa oksalat yang Anda makan dapat dipecah oleh bakteri di usus, sebelum dapat mengikat mineral.
Salah satu bakteri tersebut adalah Oxalobacter formigenes, yang sebenarnya menggunakan oksalat sebagai sumber energi. Bakteri secara signifikan mengurangi jumlah oksalat yang diserap tubuh Anda.
Namun, beberapa orang tidak memiliki banyak bakteri ini di usus mereka, karena antibiotik menurunkan jumlah koloni O. formigenes.
Ditambah lagi, menurut penelitian, orang dengan penyakit radang usus memiliki peningkatan risiko terkena batu ginjal. Hal ini, disebabkan karena sebagian orang tidak dapat mengatur jumlah oksalat yang mereka serap.
Peningkatan kadar oksalat telah ditemukan dalam urin orang yang telah menjalani operasi bypass lambung atau operasi lain yang mengubah fungsi usus. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang telah menggunakan antibiotik atau mengalami disfungsi usus dapat mengambil manfaat lebih banyak dari diet rendah oksalat.
______________________
Referensi :
Healthline (2022), Oxalate (Oxalic Acid): Good or Bad?
Mayo Clinic (diakses pada 2022), Kidney stones.
UW Health (diakses pada 2022), How Do Kidney Stones Form?

