Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Asam Urat dan Penyakit Ginjal Kronis, Apa Kaitannya ?

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Asam Urat dan Penyakit Ginjal Kronis, Apa Kaitannya ? Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Foto :  Freeepik

Penyakit asam urat atau gout merupakan salah satu jenis penyakit peradangan pada sendi yang terjadi karena adanya penumpukan kristal asam urat. Kondisi ini dapat terjadi pada sendi jari kaki, pergelangan kaki, lutut, dan paling sering di ibu jari kaki. Lalu apa kaitannya dengan penyakit ginjal kronis? 

Penulis : Sholahudin Achmad

Sebuah studi menyimpulkan bahwa orang dengan asam urat lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit ginjal. Tetapi sejauh ini tidak ada penelitian yang secara meyakinkan menunjukkan bahwa asam urat berkontribusi pada gagal ginjal.

Penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) adalah kondisi jangka panjang yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal.  Menurut Medical News Today, PGK berdampak pada sekitar 14% orang di Amerika Serikat.

Para peneliti telah menemukan sejumlah faktor risiko untuk CKD, termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, dan merokok. 

Namun, peran faktor risiko baru mulai menarik minat para peneliti. Penelitian yang diterbitkan di BMJ Open menyelidiki peran potensial asam urat sebagai faktor risiko CKD.

Baca Juga: Ketahui Gejala Awal Batu Ginjal

Asam urat 

Diketahui, asam urat disebabkan oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah, yang disebut sebagai hiperurisemia. Seiring waktu, asam urat dapat menumpuk, menyebabkan kristal tajam terbentuk di persendian, paling sering di jempol kaki..

Melansir Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Republik Indonesia, normalnya kadar asam urat dalam darah manusia adalah : 

  • 3,4 – 7,0 mg/dL pada laki laki

  • 2,4 – 6,0 mg/dL pada perempuan antara 

  • 2,0 – 5,5 mg/dL pada kelompok anak-anak

Dalam kondisi tubuh yang normal, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui urine. Namun, ada kondisi tertentu, asam urat dapat menumpuk akibat tubuh menghasilkan asam urat dalam jumlah yang berlebihan atau mengalami gangguan dalam membuang kelebihan asam urat.

Kadar asam urat dalam darah yang berlebihan akan menyebabkan pembentukan kristal di sendi. Kristal inilah yang menyebabkan terjadinya peradangan, gejala nyeri yang mengganggu dan bengkak pada sendi. 

Sebetulnya asam urat adalah zat hasil metabolisme atau olahan purin di dalam tubuh. Purin secara alami dihasilkan oleh tubuh, dan dapat ditemukan juga pada beberapa jenis makanan dan minuman.

Penyebab asam urat 

Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kadar asam urat, yaitu makanan dan minuman yang mengandung purin tinggi. Yakni, jika memiliki kadar purin lebih dari 200 mg per 100 gram berat makanan. Contohnya adalah aneka jeroan, seafood, sayuran warna hijau dan kacang kacangan serta olahannya.

Semakin banyak asupan purin, semakin banyak pula asam urat yang terbentuk dan ginjal akan bekerja keras untuk mengeluarkannya melalui urine.

Dalam keadaan normal, asam urat diproses oleh ginjal dan dikeluarkan tubuh dalam bentuk urine. Bila kadar asam urat berlebih atau ginjal tidak dapat mengeluarkan asam urat dengan baik, akan terjadi penumpukan asam urat yang kemudian membentuk kristal di sendi. 

Kristal urat inilah yang menyebabkan terjadinya gejala asam urat pada penderita, yang umumnya ditandai dengan keluhan rasa nyeri secara tiba-tiba dan berlangsung beberapa waktu.  

Sendi yang mengalami peradangan ditandai dengan  kemerahan, bengkak, dan terasa panas. Bagian yang paling sering terdampak oleh tingginya kadar asam urat adalah sendi kaki. Atau secara bersamaan terjadi pada beberapa sendi. 

Baca Juga: Kenali Penyebab Asam Urat dan Cara Menghindarinya

Asam urat di ginjal 

Tidak hanya di sendi, kristal asam urat juga bisa terbentuk di ginjal dan saluran kemih. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal atau dapat menyebabkan timbulnya batu di ginjal (nefrolitiasis) atau saluran kemih lainnya misalnya di kandung kemih, ureter dan uretra. 

Nefrolitiasis adalah adanya batu di dalam ginjal yang terjadi karena adanya pengendapan dari beberapa jenis senyawa, satu diantaranya adalah kristal asam urat. 

Pengendapan kristal asam urat dalam tubulus di ginjal dapat menyebabkan obstruksi atau sumbatan mengganggu fungsi ginjal dan dapat berkembang menjadi gangguan ginjal akut (acute kidney injury/AKI).

Kondisi nefropati atau kerusakan pada ginjal yang tidak diatasi penyebabnya dan berlangsung lama dapat menyebabkan kerusakan yang menetap pada ginjal (CKD). 

Nefropati  asam urat atau  Gout nephropathy terjadi karena kerusakan ginjal yang terjadi karena endapan/deposit kristal asam urat di ginjal sehingga menurunkan fungsi ginjal dan merusak struktur ginjal. Tak jarang penderita nefropati asam urat ini harus menjalani cuci darah atau hemodialisis sebagai terapi pengganti ginjalnya.

Asam urat dan ginjal

Studi yang dilakukan pada beberapa tahun silam telah mengidentifikasi hubungan antara asam urat dan fungsi ginjal. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada tahun 2012, misalnya, ditemukan bahwa fungsi ginjal yang buruk merupakan faktor risiko asam urat.

Penelitian lain, pada model hewan, telah menunjukkan bahwa peningkatan asam urat dalam darah berpotensi merusak ginjal.

Penelitian lainnya juga menyoroti hubungan antara peningkatan kadar asam urat dan fungsi ginjal. Misalnya, satu penelitian yang melibatkan orang dengan hiperurisemia menemukan bahwa mengonsumsi obat yang mengurangi kadar asam urat juga mengurangi keparahan disfungsi ginjal.

Karena asam urat dan CKD sama-sama umum terjadi, maka memahami bagaimana kedua kondisi tersebut berinteraksi adalah penting. 

Namun, tidak ada penelitian yang secara meyakinkan menunjukkan bahwa asam urat berkontribusi pada gagal ginjal.

Meski demikian, menurut Prof Austin Stack dari University of Limerick Irlandia, pasien yang menderita asam urat memiliki risiko 29% lebih tinggi untuk CKD lanjut, dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita asam urat.”

Menurut Prof. Stack, penelitian  menunjukkan bahwa asam urat merupakan faktor risiko independen untuk perkembangan CKD dan gagal ginjal.

Mencegah asam urat 

Pencegahan penyakit akibat kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) dapat dilakukan dengan menjalankan gaya hidup yang lebih sehat. 

Anda perlu rutin berolahraga, menghindari minuman beralkohol, mengkonsumsi makanan yang bergizi, beragam, dan berimbang. Atau dengan kata lain, makanlah makanan yang rendah kandungan zat purin. 

Gaya hidup yang lebih aktif juga memperbaiki performa gerak sendi.  

Apabila sudah bergejala, maka pengobatan penyakit asam urat bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah timbulnya komplikasi terutama ke organ vital seperti ginjal. 

Keluhan nyeri persendian dapat dikurangi dengan pemberian obat obatan seperti golongan  steroid, atau obat anti inflamasi non steroid (OAINS). 

____________________________ 

Referensi : 

Medical News Today (2019), Kidney disease: Does gout increase risk?

Medical News Today (2022),Symptoms, causes, and treatment of chronic kidney disease (CKD)

NIH, National Institute of Diabetes Digestive and Kidney Diseases (2011), Kidney Disease Statistics for the United States

Fast Facts on Kidney Disease

BMJ Journal, BMJ Open Vol.9, Issue 8 (diakses 2022), Gout and the risk of advanced chronic kidney disease in the UK health system: a national cohort study 

Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (2022), Asam Urat, Bisa Menyerang Ginjal ? 

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Hansildaar, et al. (2021). Cardiovascular Risk in Inflammatory Arthritis: Rheumatoid Arthritis and Gout. Elsevier Public Health Emergency Collection, 3(1), pp. e58–e70.  

 
Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?