Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Awas, Jangan Sampai Kesadaran Prokes Menurun !

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Awas, Jangan Sampai Kesadaran Prokes Menurun ! Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 

Masyarakat yang disiplin menerapkan protokol kesehatan akhirnya berhasil melewati gelombang kasus COVID-19 varian Omicron. Jadi, sangatlah penting bagi kita untuk menjaga kesadaran prokes agar tidak menurun. 

Pengalaman dari sejumlah negara di Eropa, Amerika, dan Australia yang telah berhasil melewati gelombang kasus COVID-19 varian Omicron bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita di Indonesia. Ketika kesadaran prokes masyarakat menurun di negara-negara lain,  masyarakat di negara-negara tersebut tetap displin menjaga protokol kesehatan.    

Kesadaran prokes yang menurun yang terjadi pada masyarakat  di negara-negara di benua Asia termasuk Indonesia kemudian menimbulkan gelombang kenaikan kasus positif COVID-19 akhir-akhir ini. Sebaliknya, kedisiplinan dalam menjaga prokes yang dilakukan oleh masyarakat di  negara-negara Eropa, Amerika, dan Australia berhasil membawa mereka melewati gelombang kasus Omicron. 

Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito, pengalaman negara-negara yang berhasil dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia. Apapun variannya, kebijakannya, dan kondisi kasusnya, protokol kesehatan harus selalu diterapkan dengan disiplin. 

Baca Juga:  Protokol Kesehatan (Prokes) 5M Harus Tetap Dijaga, Pandemi Masih Ada

Kasus di Indonesia meningkat

Mengutip Satgas COVID-19 Indonesia, secara global, saat ini kasus COVID-19 sedang mengalami  tren penurunan sekitar 60% dari puncak gelombang terakhir. Sementara di Indonesia,  kasus baru terus naik, meningkat  hingga hampir 200 kali lipat dari titik terendahnya. 

Indonesia selalu mengalami kenaikan saat kasus dunia sudah melewati puncaknya yang berkaitan kebijakan karantina serta entry dan exit test pelaku perjalanan internasional yang ketat. Sehingga Indonesia berhasil menunda importasi kasus lebih lama dibanding negara lainnya.

Pada  skala benua, negara-negara di Eropa, Amerika Serikat dan Kanada, serta Australia telah berhasil melewati puncak kasus dan konsisten menurun kasusnya. 

Sedangkan di benua Asia, sebagian besar tren kasusnya malah masih naik. Contohnya, seperti di Singapura, Malaysia, Thailand, Hongkong, dan Indonesia. Sebagian kecil lainnya telah menunjukkan tren penurunan kasus, diantaranya Jepang dan Filipina.

Baca Juga:  Cara Melindungi Diri Selama Pandemi COVID-19

Kesadaran prokes yang menurun di tengah masyarakat terbukti dapat meningkatkan kenaikan tajam kasus COVID-19, kematian dan perawatan di rumah sakit. Contohnya adalah Denmark. Negara ini tidak menerapkan wajib pakai masker dan larangan berkerumun. 

Akibatnya, Denmark menjadi negara yang tertinggi dalam kasus baru COVID-19 varian Omicron, dimana meningkat sebanyak 13 kali lipat dari puncak kasus terakhir.

Denmark juga memiliki tingkat kematian lebih tinggi dari Swiss, Perancis, Jerman, Belgia, Italia, dan Inggris.  Saat angka kematian akibat COVID-19 di negara-negara tersebut berkisar 50-80% dari puncak kasus terakhirnya, Denmark mencatat angka kematian yang setara dengan puncak kasus sebelumnya. Sedangkan di Amerika Serikat, angka kematian meningkat 20 persen dari puncak kasus terakhirnya.   

Denmark dan Amerika Serikat juga mengalami peningkatan tajam dalam angka perawatan di rumah sakit, yang mencapai angka tertinggi hingga dua kali lipat dari puncak kasus terakhirnya. Sementara 5 negara lainnya, hanya di kisaran angka 30 - 50% dari puncak kasus terakhir.  Di Perancis, untuk tingkat perawatan di rumah sakit setara dengan puncak sebelumnya. 

Kesadaran prokes menurun 

Kebijakan protokol kesehatan pada 8 negara tadi tidaklah sama. Hal ini memberikan dampak atau keterkaitan dengan tingkat penambahan kasus baru, perawatan di rumah sakit dan kematian akibat COVID-19. 

Kesadaran prokes yang menurun dapat mempengaruhi hasil. Kebijakan memakai masker dan larangan berkerumun tidak diwajibkan di Denmark. Sementara di Amerika Serikat, kebijakan wajib masker dan larangan berkumpul lebih dari 10 orang tidak terlaksana dengan baik.

Akibatnya, terlihat bahwa kedua negara tersebut mengalami peningkatan kasus baru dan kematian yang meningkat dibandingkan dengan puncak kasus sebelumnya.   

Dan di Perancis,  meskipun kebijakan wajib pakai masker dan larangan berkumpul lebih dari 100 orang sudah diberlakukan, namun banyak terjadi aksi turun ke jalan dan penolakan penggunaan masker oleh masyarakat. 

Sementara, kebijakan 5 negara lainnya dengan wajib masker dan larangan berkumpul, berhasil menekan angka kasus, kematian, dan perawatan di RS. 

Kesimpulan dari kondisi di 3 negara 

Dapat disimpulkan bahwa kebijakan protokol kesehatan di Denmark ikut mempengaruhi kasus, kematian dan perawatan di rumah sakit yang meningkat tajam. Kebijakan yang tidak dijalankan dengan baik di Amerika Serikat dan Perancis, ternyata dapat memperburuk situasi. 

Terlepas apapun kebijakannya, faktor kunci keberhasilan pengendalian COVID-19 adalah apabila masyarakat dengan kesadaran tinggi patuh menjalankan protokol kesehatan.

Kesadaran prokes menurun di kalangan anak-anak

Saat ini kesadaran prokes di kalangan masyarakat sedang menurun, terutama di kalangan anak-anak. Padahal, menurut Ketua Satgas COVID Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Yogi Prawira, SpA(K),  anak memiliki risiko yang sama dengan orang dewasa untuk terinfeksi COVID-19, bahkan berpotensi mengalami komplikasi MIS-C dan Long COVID-19.

Para orang tua diharapkan agar tidak membawa anak ke tempat keramaian di masa liburan sekolah, serta mengajarkan anak supaya cakap dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Menjaga agar protokol kesehatan agar dijalankan oleh anak-anak merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar. Terbukti, bahwa kesadaran prokes yang menurun bisa menaikkan angka kasus baru COVID-19. Sebaliknya, disiplin dalam menerapkan prokes ternyata efektif dalam mencegah berbagai penyakit infeksi, termasuk COVID-19. 

Kebiasaan baik yang sudah terbentuk selama masa pandemi harus dipertahankan. Bahkan, semakin ditingkatkan pada situasi adanya kenaikan kasus. 

Meningkatkan 3T 

Meningkatkan 3T atau testing, tracing dan treatment serta menampilkan data terkini kasus COVID-19 terkonfirmasi secara akurat dan transparan, termasuk pada usia bayi dan anak, diharapkan dapat dilakukan oleh pemerintah.

Selain itu, IDAI juga meminta pihak sekolah, dinas Pendidikan dan pemerintah daerah setempat berkolaborasi dengan orang tua dan Dinas Kesehatan dalam memastikan keamanan dan keselamatan anak. 

Testing harus dilakukan segera pada anak dengan gejala Covid-19. Selain itu, mematuhi serta disiplin melaksanakan prokes juga perlu dilakukan. Orang tua diharapkan tidak membawa anak ke luar rumah apabila mereka sedang mengalami gejala demam, batuk, pilek, atau diare.

Menjaga kesadaran prokes

 Kesadaran prokes yang menurun perlu ditingkatkan kembali di kalangan anak-anak. Protokol kesehatan yang harus dilakukan adalah terfokus pada penggunaan masker wajib untuk semua orang berusia di atas 2 tahun. 

Selain itu, anak-anak juga perlu diingatkan lagi untuk rajin  mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, pada air yang mengalir. Cara mencuci tangan yang benar perlu kembali diajarkan kepada anak-anak. 

Anak-anak juga perlu menjaga jarak dengan teman-temannya saat berada di sekolah atau di lingkungan tempat bermain. Pastikan agar mereka  tidak makan secara bersamaan.

Di sekolah, pastikan pula agar sirkulasi udara terjaga di ruang kelas. Jangan lupa untuk  mengaktifkan sistem penapisan aktif per harinya untuk anak, guru, petugas sekolah dan keluarganya yang memiliki gejala suspek Covid-19.

referensi :
covid19 (2022) Buku Panduan Protokol COVID-19 Untuk ASEAN Para Games 2022 Solo, Indonesia
djknkemenkeu (2021) Protokol Kesehatan 5M dan Kesehatan Imun untuk Hadapi Varian Baru Covid-19
republika (2022) IDAI: Kesadaran Prokes Menurun

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?