Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Bagaimana Mengukur Suhu Tubuh Bayi Normal

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Bagaimana Mengukur Suhu Tubuh Bayi Normal Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Suhu tubuh bayi memang sedikit lebih tinggi daripada anak yang lebih tua usianya. Perubahan suhu bayi jangan sampai membuat ibu panik karena bisa menandakan perkembangan fisiknya. Namun, ibu tetap perlu mengetahui kisaran suhu tubuh bayi normal dan tanda-tanda jika bayinya demam. 

Alat Pengukur Suhu

Secara sederhana, suhu tubuh bayi bisa diketahui melalui sentuhan dahi, pipi, punggung atau perut. Untuk lebih pasti, bisa diketahui dengan termometer. Termometer yang umumnya kini digunakan adalah termometer digital. Alat ini harus bersih dan higienis saat digunakan. Cara mengukur suhu berbeda tergantung dimana termometer diletakkan. 

1. Suhu Oral (Mulut)

Pengukuran suhu bayi melalui mulut sebaiknya tidak dilakukan setelah makan atau minum. Berilah jarak waktu setidaknya 15 menit setelah bayi makan atau minum. Termometer diletakkan di bawah lidah bayi, keadaan mulut tertutup. Pertahankan posisi termometer tersebut hingga berbunyi, tanda suhu berhasil diukur. Tarik termometer dan baca hasil pengukurannya.

2. Suhu Aksila (Ketiak)

Termometer yang diletakkan di ketiak bayi jangan terhalang pakaian. Cara ini biasanya yang paling mudah. Tunggu beberapa saat sampai termometer berbunyi. 

3. Suhu Rektal (Dubur)

Bayi dengan perlahan diletakkan dalam keadaan tengkurap. Oleskan sedikit petroleum jelly pada ujung termometer dan masukkan ke anus bayi sedalam kira-kira 2 sentimeter. Diamkan beberapa saat hingga termometer berbunyi  kemudian tarik termometer dan baca hasilnya. 

4. Suhu Membran Timpani

Selain menggunakan termometer, mengukur suhu tubuh bayi bisa dengan termometer timpani, caranya dengan memancarkan sinar infra merah ke dalam lubang telinga. Timpani atau gendang telinga tidak akan tersentuh. Pancaran panas yang ada di lubang telinga akan sama dengan suhu membran di termometer sehingga bisa didapatkan hasil pengukuran yang akurat.

Sebelum melakukan pengukuran suhu, pastikan telinga anak dalam keadaan bersih. Jika terdapat kotoran pada ujung luar telinga, bersihkanlah dahulu sebelum melakukan pengukuran.

Bagi bayi kurang dari 1 tahun, tarik lembut bagian cuping telinganya ke bawah. Upaya ini bisa membantu thermometer bisa masuk dalam saluran telinga. Sementara pada anak di atas 2 tahun maupun orang dewasa, tarik lembut bagian cuping telinga ke belakang. Tekan tombol pada termometer untuk memulai pengukuran suhu tubuh anak.

Baca Juga: Kenali Kenapa Badan Terasa Panas Padahal Suhu Tubuh Normal

Termometer apa yang paling tepat digunakan?

Pengukuran suhu bayi menggunakan termometer yang diletakkan pada anus bisa dilakukan pada bayi 0-3 bulan. Termometer mulut bisa menjadi pilihan saat bayi menginjak usia 4 bulan. Namun, pada usia ini, bayi yang banyak bergerak cocok menggunakan termometer ketiak. 

Kekurangan termometer ketiak yakni hasil pengukuran kurang optimal. Hasil pengukuran biasanya berbeda. Hasil pengukuran suhu di ketiak paling lebih rendah yaitu lebih rendah 1 derajat dari suhu di mulut dan suhu di mulut lebih rendah 1 derajat daripada di anus. Termometer timpati baiknya digunakan pada bayi 6 bulan ke atas.

jika tidak memiliki termometer digital, bisa menggunakan termometer air raksa. Saat digunakan, termometer ini ditahan 3-5 menit sampai indikator air raksa tidak lagi berubah. Termometer ini mudah pecah dan di dalamnya mengandung merkuri sehingga harus lebih hati-hati menggunakannya. Termometer juga harus bersih dan berbeda bagi setiap bayi untuk mencegah kontaminasi. 

Kisaran Suhu

Suhu tubuh bayi normal cenderung lebih tinggi daripada anak yang berusia lebih tua, karena metabolismenya yang lebih cepat. Suhu tubuh adalah gambaran panas yang ditimbulkan oleh aktivitas dan proses metabolisme. Pengaturan panas ini diatur bagian otak bernama hipotalamus.

Suhu rata-rata pada bayi 0 sampai usia 3 bulan adalah 37,4 C dan pada usia satu tahun adalah 37,6 C. Saat lebih besar yaitu pada usia balita, suhu tubuh anak menurun menjadi 37 C sama dengan orang dewasa. 

Berikut adalah kisaran suhu tubuh bayi normal:

  • Bayi usia 0-2 tahun:

  • Suhu ketiak: 34,7 - 37,3 C

  • Suhu mulut: 35,5 - 37,5 C

  • Suhu telinga: 36,4 - 38 C

  • Suhu rektum (dubur): 36,6 - 37,5 C

  • Anak usia 3-10 tahun:

  • Suhu ketiak: 35,9 - 36,7 C

  • Suhu mulut: 35,5 - 37,5 C

  • Suhu telinga: 36,1 - 37,8 C

  • Suhu rektum (dubur): 36,6 - 38 C

Melihat ukuran tersebut, normalnya, suhu tubuh bayi ada sekitar 36,5–37 derajat Celcius. Bayi dikatakan demam ketika suhu tubuhnya meningkat hingga lebih dari 38 derajat Celcius  jika diukur dari anus, 37,5 derajat Celcius jika diukur dari mulut dan 37,2 derajat Celcius jika diukur dari ketiak.

Baca Juga: Ketahui Ciri dan Gejala Bronkitis Pada Bayi

Sebaliknya,  orangtua juga harus waspada jika suhu tubuh bayi sangat turun terutama jika kurang dari 35 derajat Celcius. Penurunan suhu tubuh bayi ini bisa disebabkan suhu lingkungan yang dingin, berendam dalam air dingin, atau menggunakan pakaian yang basah.

Suhu tubuh dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Hasil pengukuran bisa berbeda pada pagi hari atau sore hari. Suhu tubuh bayi di sore hari bisa lebih tinggi namun belum menandakan ia terkena demam. Untuk menemukan suhu rata-rata setiap bayi dengan akurat bisa dilakukan beberapa kali, pagi, siang, sore atau malam dalam beberapa hari. 

Untuk memudahkan ibu mengingat suhu di atas normal, jika hasil pengukuran suhu, baik di ketiak, mulut atau anus mencapai 38 C berarti bayi demam. Selain suhu tinggi, bayi menunjukkan gejala seperti:

  • Lemas

  • Sakit kepala

  • Wajah memerah

  • Badan menggigil dan gemetar

  • Berkeringat

  • Nyeri otot

  • Tidak nafsu makan

Menurunkan Suhu Tubuh Bayi

Suhu tubuh bayi yang meningkat atau demam belum tentu menjadi indikator bahwa ia sedang sakit. Kenaikan suhu menjadi tanda bahwa ia sedang menyesuaikan diri dengan perubahan suhu di lingkungannya. 

Demam bisa juga terjadi sebagai bentuk respon dari sistem kekebalan tubuhnya yang sedang mempertahankan diri dari serangan bakteri, virus, atau zat asing lainnya. Hal tersebut menandakan bahwa sistem kekebalan tubuhnya cukup responsif dalam mengatasi infeksi yang menyerangnya.

Jika suhu tubuh bayi meningkat, jangan buru-buru panik, lakukan beberapa langkah berikut:

  1. Kompres

Kompres dengan air handuk yang telah dibasahi dengan air hangat pada lipatan tubuh, seperti ketiak, leher, ataupun lipatan paha. Harus diingat bahwa kompres dengan air hangat, bukan air dingin. Air dingin justru akan membuat pembuluh darahnya mengkerut dan panas tubuhnya tidak bisa keluar, sehingga membuat bayi menggigil.

  1. Banyak minum

Pastikan bayi cukup cairan agar tidak dehidrasi. Jika masih berusia di bawah 6 bulan, maka cukup berikan ASI saja, tapi bila sudah di atas 6 bulan Ibu bisa menambahkan air putih.

  1. Jangan dimandikan

Sebaiknya tidak memandikan bayi dulu sampai suhu tubuhnya normal. Hindari juga pakaian yang tebal karena akan membuat suhu tubuhnya meningkat. Sebaiknya pakaikan pakaian yang tipis, nyaman, dan menyerap keringat.

Baca Juga: Disentri Pada Bayi, Kenali Gejala Hingga Cara Mengatasinya

Obat pereda panas seperti ibuprofen atau tylenol sebaiknya digunakan setelah bayi berusia 6 bulan. Mempelajari tingkah laku bayi juga penting. Misalnya kebiasaan bermain atau makannya untuk mengetahui perubahan kondisi fisik atau sakitnya.

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?