Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Beda Sakit Tenggorokan Biasa Dengan Omicron, Yang Perlu Diketahui

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Beda Sakit Tenggorokan Biasa Dengan Omicron, Yang Perlu Diketahui Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Foto: Freepik/Lifestylememory 

Gejala Omicron salah satunya ditandai dengan gejala sakit tenggorokan. Namun ada perbedaan antara sakit tenggorokan biasa dengan Omicron. Apa saja perbedaannya, dapat disimak di dalam artikel ini. 

Penulis :  Sholahudin Achmad 

 

Pada masa-masa awal pandemi COVID-19, gejala-gejala yang terlihat pada orang yang positif terpapar virus corona  cukup jelas. Yaitu demam yang diikuti oleh batuk, mual dan muntah, kemudian diare. 

Gejala-gejala tersebut pada waktu itu cukup jelas untuk membedakan antara infeksi COVID-19 dengan flu biasa atau sakit tenggorokan biasa.

Namun belakangan ini, saat varian virus COVID-19 yang bernama Omicron merebak, tampak sulit untuk membedakan antara sakit tenggorokan biasa dengan Omicron.  

Baca Juga: Gejala dan Perkembangan COVID Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5

Gejala khusus Omicron 

Berbeda dengan gejala COVID-19 varian Delta yang muncul sebelumnya, gejala yang dialami oleh orang yang terpapar varian Omicron tidak berat, sebagaimana yang ditemukan dalam varian Delta.    

Pada  gejala Omicron, lebih banyak pasien melaporkan pilek, sakit tenggorokan, bersin, dan sakit kepala. Melansir dari Very Well Health, sebuah studi pada lebih dari 60.000 orang di Inggris menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi Omicron memiliki gejala selama sekitar dua hari lebih sedikit daripada mereka yang terinfeksi Delta. 

Bahkan, pada saat musim semi di Inggris, kemungkinan akan  sulit untuk membedakan antara alergi musiman, flu biasa, dan gejala awal infeksi Omicron.

Di Amerika Serikat, seorang dokter keluarga di Amerika yang juga Ketua program vaksin COVID-19 di Universitas Missouri, Laura Morris MD, mengungkapkan bahwa gejala Omicron terasa sangat ringan, sehingga orang-orang menganggapnya sebagai alergi, hanya sedikit pilek, atau sakit kepala karena alasan lain. 

Tenggorokan gatal 

Tenggorokan gatal yang berubah menjadi sakit tenggorokan merupakan keluhan yang sering disampaikan oleh orang-orang yang terpapar varian Omicron. Lalu diikuti dengan pilek, bersama dengan gejala lain dari infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). 

Namun berbeda dengan varian Delta, orang yang terinfeksi Omicron cenderung tidak mengalami demam atau kehilangan rasa dan penciuman.

Batuk berdahak

Varian COVID-19 sebelumnya lebih mempengaruhi jaringan paru-paru dan memiliki kemungkinan lebih tinggi menyebabkan pneumonia dan efek yang parah lainnya. Iritasi pada jaringan paru-paru dapat menyebabkan batuk kering dan sesak napas. 

Sementara Omicron juga menginfeksi paru-paru dan tampaknya lebih banyak berada di saluran napas bagian atas. Artinya, orang yang terinfeksi cenderung batuk lebih banyak dan menghasilkan lebih banyak dahak. 

Batuk yang meningkat bisa menjadi bagian dari alasan mengapa Omicron dan sub variannya sangat menular. Sedangkan pada varian sebelumnya, lebih kepada batuk kering.

Pada varian sebelumnya, batuk pasca-COVID cenderung bertahan lebih lama, lebih banyak kerusakan jaringan. Sedangkan pada Omicron,  sejauh ini tampaknya tidak memiliki konsekuensi yang sama. Ada batuk tetapi biasanya mereda setelah satu atau dua minggu.

Berapa lama gejala Omicron berlangsung?

Melansir Very Well Health, rata-rata pasien akan mengalami gejala selama sekitar lima hari. Bagi sebagian orang, gejalanya berlangsung selama 10 hingga 14 hari. Sebagian lainnya, pasien  tidak mengalami gejala sama sekali.

Adapun gejala yang menunjukkan pneumonia atau gagal napas, seperti sesak napas, nyeri dada, batuk cenderung muncul kemudian, antara hari kelima dan 10.

Isolasi mandiri 

Pasien yang terkonfirmasi positif terpapar virus COVID-19 varian Omicron dapat melakukan isolasi mandiri, asalkan memenuhi syarat klinis dan syarat rumah. Persyaratan tersebut telah diatur oleh Kementerian Kesehatan, melalui Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron yang ditetapkan pada 17 Januari 2022.

Dalam surat edaran itu,  ditetapkan bahwa pasien konfirmasi COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri jika memenuhi : 

  1. Syarat klinis

Dalam syarat klinis pasien harus berusia 45 tahun ke bawah, tidak memiliki komorbid, dapat mengakses telemedicine atau layanan kesehatan lainnya, dan berkomitmen untuk tetap diisolasi sebelum diizinkan keluar.

  1. Syarat rumah

Sedangkan dalam syarat rumah dan peralatan pendukung lainnya, pasien harus dapat tinggal di kamar terpisah, lebih baik lagi jika lantai terpisah, ada kamar mandi di dalam rumah terpisah dengan penghuni rumah lainnya; dan dapat mengakses pulse oksimeter.

Jika pasien tidak memenuhi syarat klinis dan syarat rumah, maka pasien harus melakukan isolasi di fasilitas isolasi terpusat. Selama isolasi, pasien harus dalam pengawasan Puskesmas atau Satgas setempat.

Isolasi terpusat dilakukan pada fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau swasta yang dikoordinasikan oleh Puskesmas dan dinas kesehatan.

Ciri-Ciri Sakit Tenggorokan 

Radang atau sakit tenggorokan biasa, menurut Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) RSCM, Marlinda Adham, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, memiliki beberapa ciri. 

Selain muncul rasa nyeri seperti tersayat, penderita biasanya juga mengalami akan mengalami gejala tenggorokan terasa panas, sulit menelan, pembesaran kelenjar getah bening di leher atau bawah rahang, demam, dan hidung tersumbat.

Perbedaan sakit tenggorokan biasa dengan Omicron adalah pada gejala yang menyertainya. Pada kasus COVID-19, gejala sakit tenggorokan umum disertai dengan hidung meler, sakit kepala, kelelahan, dan bersin.

Varian Omicron menginfeksi tenggorokan lebih dulu dengan rasa seperti terbakar sebelum gejala hidung tersumbat, batuk kering, dan badan pegal. 

Namun agar lebih jelas untuk mengetahui beda sakit tenggorokan biasa dengan Omicron, sebaiknya lakukan pemeriksaan tes swab antigen atau PCR.

Bisa sembuh sendiri 

Sakit tenggorokan biasa umumnya dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Atau, bisa juga lakukan kumur-kumur dengan larutan garam untuk meredakan radang tenggorokan.

Caranya, campurkan 1 sendok teh garam dengan segelas air hangat, kemudian berkumur. Larutan air garam dapat membuat saluran napas menjadi hangat dan membersihkan lendir.  

Cara lainnya untuk meredakan sakit tenggorokan adalah dengan minum air hangat dan madu, uap air hangat, serta mengonsumsi permen hisap pelega napas.

Baca Juga: Cara Mengobati Radang Tenggorokan Secara Alami

Jenis sakit tenggorokan 

Kebanyakan sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi, atau oleh faktor lingkungan seperti udara kering. Sakit tenggorokan bisa membuat tidak nyaman, meski akan hilang dengan sendirinya.

Sakit tenggorokan terbagi menjadi dibagi menjadi beberapa jenis, berdasarkan bagian tenggorokan yang terkena:

  • Faringitis menyebabkan pembengkakan dan nyeri di tenggorokan.

  • Tonsilitis adalah pembengkakan dan kemerahan pada amandel, jaringan lunak di bagian belakang mulut.

  • Laringitis adalah pembengkakan dan kemerahan pada kotak suara, atau laring.

Perbedaan radang tenggorokan dengan sakit tenggorokan

Sakit tenggorokan mungkin merupakan gejala radang tenggorokan, yaitu infeksi yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes, sejenis bakteri.

Selain sakit tenggorokan, radang tenggorokan juga bisa menimbulkan gejala lain, meliputi:

  • nyeri saat menelan

  • demam

  • pembengkakan kelenjar getah bening

  • sakit kepala

  • sakit perut

  • amandel merah atau bengkak, yang terkadang memiliki bercak putih

  • bintik-bintik merah kecil di langit-langit mulut

  • mual atau muntah

Tidak seperti kondisi lain yang dapat menyebabkan sakit tenggorokan, radang tenggorokan tidak terkait dengan batuk, pilek, mata merah, atau suara serak.

Selain itu,  sakit tenggorokan biasanya membaik dengan sendirinya dari waktu ke waktu. Sedangkan untuk radang tenggorokan,  membutuhkan pengobatan dengan antibiotik.

Referensi:

Health Line (2022), Sore Throat 101: Symptoms, Causes, and Treatment.

CNN Indonesia (2022), Beda Sakit Tenggorokan Biasa dan Omicron.

Very Well Health (2022), How Long Do Omicron BA.2 Symptoms Last ?

Kemenkes RI, Sehatlah Negeriku (2022), Pasien Konfirmasi  Omicron Bisa Isoman, Simak Persyaratannya.   

 

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?