Foto : Freepik
Penelitian menyimpulkan bahwa gaya hidup yang tidak banyak bergerak rentan dengan penyakit. Obat paling sederhana adalah olahraga.
Menyempatkan sedikit waktu untuk berolahraga memang tidak selalu mudah. Banyaknya pekerjaan dan kegiatan lainnya membuat Anda merasa kelelahan bila melakukan olahraga. Padahal, penting untuk selalu memprioritaskan kesehatan dan kebugaran. Anda bisa memilih olahraga yang Anda suka dan mulai rutin melakukannya dengan menyusun daftar latihan favorit, walaupun hanya dalam 20 menit atau kurang dalam sehari.
Hal ini dikarenakan dampak buruk yang akan Anda terima jika tidak melakukan olahraga sama sekali akan lebih buruk daripada merokok. Secara rutin menjaga kebugaran akan meningkatkan energi Anda. Sebaliknya, tidak melakukan olahraga sama sekali dapat menurunkannya.
Pada dasarnya manusia diciptakan untuk berdiri tegak. Jantung dan sistem kardiovaskular Anda bekerja lebih efektif dengan cara itu. Usus juga akan berfungsi lebih efisien saat Anda berdiri tegak.
Bagi orang yang sering berbaring di tempat tidur lebih rentan untuk mengalami masalah dengan fungsi ususnya. Banyak hal positif yang akan Anda dapatkan ketika melakukan rutinitas berolahraga.
Sedangkan beberapa penyakit berikut ini dapat menyerang Anda jika Anda tidak berolahraga.
Penyakit Jantung
Walaupun Anda tidak memiliki faktor risiko klasik penyakit jantung—seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan obesitas— bila Anda tidak aktif berolahraga masih dapat menyebabkan terserang penyakit jantung.
Peneliti Johns Hopkins Medicine menganalisis tingkat olahraga yang dilaporkan pada lebih dari 11.000 orang yang berpartisipasi dalam studi Risiko Aterosklerosis dalam Komunitas dan menemukan bahwa tidak melakukan aktivitas fisik di usia paruh baya selama enam tahun dikaitkan dengan peningkatan risiko gagal jantung.
Sebanyak 2.530 peserta yang melaporkan penurunan aktivitas fisik meningkatkan risiko gagal jantung sebesar 18% meskipun mereka tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular pada awal penelitian, menurut laporan di Circulation.
Gula Darah Tinggi
Aktivitas fisik memainkan peran penting dalam bagaimana tubuh memproses karbohidrat yang bahkan melewatkan beberapa latihan saja dapat mengganggu kontrol kadar gula darah, menurut penelitian terbaru dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise.
"Kami sekarang memiliki bukti bahwa aktivitas fisik merupakan bagian penting dari pemeliharaan kadar glukosa harian," kata penulis studi John Thyfault, asisten profesor di Departemen Nutrisi dan Fisiologi Latihan di University of Missouri yang menyatakan bahwa berhenti berolahraga dapat menyebabkan perubahan akut pada tubuh yang terkait dengan diabetes yang dapat terjadi sebelum penambahan berat badan dan perkembangan obesitas.
Sebaliknya, bahkan dengan melakukan olahraga sedang saja dapat meningkatkan cara tubuh mengatur glukosa darah. Banyak penelitian menunjukkan bahwa Anda tidak perlu menjadi seorang atlet untuk mendapatkan manfaat dari olahraga.
Sebuah studi terobosan tahun 2013 yang diterbitkan dalam jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology membandingkan jalan kaki sedang dengan lari berat menemukan bahwa kedua bentuk olahraga menghasilkan pengurangan risiko diabetes tipe 2 yang serupa.
Tekanan Darah Tinggi
Olahraga membantu jantung Anda memompa lebih efisien. Jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah agar menjadi bugar. Jika Anda tidak berolahraga, lama kelamaan kebugaran kardio-pernapasan (CRF) akan menurun.
Dalam satu penelitian di Korea Selatan yang diterbitkan dalam American Journal of Human Biology, ada sebanyak 3.831 pria tanpa penyakit jantung atau hipertensi diberikan dua pemeriksaan kesehatan dengan jarak sekitar 10 tahun.
Para peneliti menemukan bahwa subjek yang tingkat kebugarannya menurun selama periode waktu tersebut memiliki 72% peningkatan risiko terkena tekanan darah tinggi dibandingkan dengan subjek yang meningkatkan kebugaran kardio-pernapasannya. Jadi tidak berolahraga merupakan salah satu dari kesalahan yang dapat memperparah tekanan darah tinggi.
Menambah Berat Badan
Sebagian besar ahli setuju bahwa kebiasaan makan memainkan peran lebih besar dalam penambahan atau penurunan berat badan daripada jumlah olahraga yang Anda lakukan.
Namun, banyak penelitian telah menunjukkan korelasi antara obesitas dan gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Salah satu studi dari para peneliti Universitas Stanford yang diterbitkan dalam The American Journal of Medicine melihat hasil jangka panjang dari lebih dari 17.000 peserta dalam Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional.
Analisis tersebut menemukan bahwa dari tahun 1988 hingga 2010 persentase orang dewasa yang melaporkan tidak melakukan olahraga di waktu luang mereka meningkat dari 19% menjadi 52% pada wanita, dan dari 11% menjadi 43% pada pria.
Selama periode yang sama, para peneliti menemukan bahwa prevalensi obesitas pada wanita melonjak dari 25% menjadi 35% dan dari 20% menjadi 35% pada pria. Untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat, ada baiknya untuk mulai berolahraga serta mencoba memulai makan sehat.
Kolesterol
Melakukan olahraga secara teratur adalah salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kolesterol high-density lipoprotein (HDL), yang disebut kolesterol "baik". Kolesterol HDL itu membantu menghilangkan kolesterol berbahaya dari aliran darah dan dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah, menurut Harvard Health Letter.
Jadi, jika Anda tidak berolahraga secara teratur dan melakukannya dengan intensitas yang cukup untuk meningkatkan detak jantung, kemungkinan tingkat HDL Anda akan turun dan kolesterol LDL (jahat) akan meningkat.
The American Heart Association merekomendasikan 150 menit aktivitas aerobik sedang per minggu. Menurut pakar Haitham Ahmed, MD, MPH, seorang ahli jantung preventif di New York City, Anda bisa meluangkan 30 menit sehari, seminggu lima kali untuk meningkatkan detak jantung dan bernapas dengan lebih baik. Hal itu umumnya baik untuk kolesterol HDL, serta LDL, dan trigliserida.
Kerapuhan Tulang
Seiring bertambahnya usia, kalsium dari tulang Anda diserap kembali ke dalam aliran darah. Hal ini menyebabkan pengurangan massa tulang dan dapat menyebabkan tulang rapuh, suatu kondisi yang dikenal sebagai osteoporosis. Salah satu cara utama untuk mencegah pengeroposan tulang ini adalah berolahraga.
Jika Anda tidak banyak bergerak, Anda bisa meningkatkan risiko kelemahan tulang yang berkaitan dengan usia. American College of Sports Medicine merekomendasikan latihan menahan beban yang melibatkan lompat (seperti tenis dan bola basket) dan lari. Latihan ketahanan dengan beban juga dianjurkan untuk meningkatkan kepadatan tulang oleh National Strength and Conditioning Association .
_________________
Referensi :
Australian Health Survey: Physical activity, 2011–2012, 2013, Australian Bureau of Statistics.
Australian Health Survey: Physical activity, 2020-21, Australian Bureau of Statistics
National Health Survey, 2017 – 2018, Australian Bureau of Statistics.
Ekelund U, Steene-Johannessen J, Brown WJ, et al. 2016, ‘Does physical activity attenuate, or even eliminate, the detrimental association of sitting time with mortality? A harmonised meta-analysis of data from more than 1 million men and women’, The Lancet, vol. 388, pp. 1302–10.
Eatthis (2020), What Can Happen To Your Body If You Don't ExerciseSedentary behaviour, 2014, Australian Government Department of Health.
Move more, sit less, Heart Foundation, Australia.
Physical inactivity a leading cause of disease and disability, warns WHO, 2002, World Health Organization.
Having desk job 'doubles risk' of heart attack, 2012, NHS choices.
Wilmot EG, Edwardson CL, Achana FA et al. 2012, ‘Sedentary time in adults and the association with diabetes, cardiovascular disease and death: systematic review and meta-analysis’, Diabetologia, vol. 55, no. 11, pp. 2895–2905.
Research and statistics, 2017, Department of Health, Australian Government.
Australia's physical activity and sedentary behavior guidelines: Tips and ideas for adults (18–64 years), 2014, Department of Health, Australian Government

