Download Farma Medis App
Home Artikel Kanker Tulang

Cara-cara Mencegah Disentri Secara Alami

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Cara-cara Mencegah Disentri Secara Alami Kanker Tulang
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Disentri merupakan bukan penyakit kronis namun dapat berbahaya jika memiliki gejala parah yang tidak mendapat penanganan medis secara tepat dan cepat. Berdasarkan penyebabnya disentri dibedakan menjadi dua jenis yakni disentri bakteri dan disentri amuba. Keduanya memiliki gejala yang hampir sama seperti sakit dan kram pada bagian perut, diare yang disertai dengan darah dan berlendir, mual dan muntah, demam dengan suhu melebihi 38 derajat celcius, hingga penurunan berat badan. Disentri perlu diwaspadai jika seseorang yang mengalaminya telah merasakan gejala dehidrasi yang dapat membahayakan karena membuat tubuh kekurangan banyak cairan.  Disentri pada umumnya dikarenakan masalah kebersihan lingkungan ataupun dari makanan dan minuman yang dikonsumi karena tidak kurang bergizi atau tidak higienis.

Disentri dapat dicegah dengan beberapa cara, antara lain adalah :

  1. Mencuci tangan

Pencegahan utama yang paling efektif dan mudah dilakukan untuk terhindar dari penyakit disentri adalah dengan rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun dengan cara yang tepat. Pencegahan disentri dengan cuci tangan dimaksudkan agar tidak ada bakteri yang menempel pada tangan yang memungkinkan tangan memegang makanan atau minuman yang akan masuk ke tubuh. Mencuci tangan perlu dilakukan dengan benar agar tidak ada bakteri yang tersisa atau masih menempel di sela-sela jari ataupun bagian tangan lainnya. 

Berikut adalah cara mencuci tangan yang benar, yang perlu dibiasakan :

  • Membasahi kedua tangan dari telapak tangan sampai pertengahan lengan menggunakan air bersih yang mengalir

  • Gunakan sabun anti bakteri, lalu tuang secukupnya dan oleskan ke bagian kedua tangan hingga menutupi seluruh permukaan tangan

  • Gosok kedua telapak dan punggung tangan secara bergantian, berikut jari dan sela-sela jari sampai bersih. Bagian bawah kuku juga perlu dibersihkan lalu bersihkan kedua ibu jari tangan dengan menggenggam dan memutarnya secara bergantian

  • Gosok tangan minimal dua puluh detik untuk memastikan semua area terkena sabun

  • Bilas tangan yang sudah tercuci bersih menggunakan air mengalir

  • Keringkan seluruh tangan yang sudah terbilas menggunakan lap bersih atau dapat juga dikeringkan menggunakan hand dryer

Mencuci tangan dengan benar sebaiknya dilakukan sebelum dan setelah melakukan aktivitas, namun mencuci tangan sangat diutamakan pada beberapa hal seperti sebelum dan setelah menyiapkan makan dan makannya, sebelum dan setelah menggunakan toilet, sebelum dan setelah menyentuh makanan hewan peliharaan, setelah membuang ingus/batuk/bersin, dan setelah membuang sampah.

Baca Juga: Gejala Disentri Hingga Bahaya Dehidrasi Bagi Tubuh

  1. Menjaga kebersihan

Selain menjaga kebersihan diri yang dilakukan dengan cara mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi langkah penting untuk mencegah disentri. Lingkungan rumah adalah lingkungan utama yang penting untuk dijaga kebersihannya, terutama area toilet yang menjadi tempat bakteri berkembangbiak dengan cepat. Sebaiknya toilet dibersihkan menggunakan sabun pembersih dan disinfektan dengan rutin setiap hari, terutama usai dipakai. Bagian rumah lainnya yang perlu dibersihkan dengan rutin adalah yang sering tersentuh langsung dengan tangan seperti pegangan pintu, jendela, kursi dan meja, serta yang lainnya. 

  1. Makanan sehat bergizi

Mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi sangat penting dilakukan sebagai cara pencegahan disentri. Kebiasaan ini dapat dimulai dari cara memasak dengan memisahkan barang-barang yang digunakan untuk daging dan sayuran atau buah. Selain itu selalu membiasakan untuk mencuci sayur dan buah sebelum diolah ataupun yang  hendak dikonsumsi langsung. Cuci sayur dan buah dapat diawali dengan membuang bagian yang kurang baik, lalu bersihkan menggunakan air yang mengalir. Sedangkan kebutuhan makanan yang bergizi dan sehat dapat dilakukan dengan cara tidak membeli makanan sembarangan yang tidak terjamin kebersihannya.  

  1. Minum air bersih

Mencukupi kebutuhan cairan pada tubuh sangat diperlukan untuk menghindari dehidrasi yang dapat menjadi akibat komplikasi dari disentri. Sebanyak 70 persen tubuh manusia adalah cairan maka akan sangat berbahaya jika seseorang mengalami dehidrasi. Untuk mencukupi kebutuhan cairan, seseorang disarankan meminum air sebanyak 2 liter atau 8 gelas berukuran 230 ml setiap harinya. Namun kebutuhan air pada tiap orang akan berbeda-beda tergantung dengan metabolisme tubuhnya. Semakin berat tubuh seseorang maka semakin tinggi metabolismenya sehingga membutuhkan asupan cairan yang lebih tinggi. 

Selain faktor metabolisme tubuh, faktor lain yang menentukan kebutuhan asupan cairan seseorang adalah jenis kelamin, usia, pengaruh aktivitas harian, tempat tinggal, hingga aktivitas seks yang dilakukan. Namun perlu diperhatikan air yang dikonsumi adalah air matang bersih yang pada umumnya memiliki ciri tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Untuk 

  1. Hindari kontak dengan penderita

Jika ada seseorang yang terkena disentri, sebaiknya hindari kontak langsung dengan penderita agar bakteri yang mungkin ada pada tubuhnya berpindah ke tubuh kita. Jika penderita disentri berada dalam satu rumah maka hal yang penting untuk dilakukan adalah tidak menggunakan barang pribadi yang sama. Sebaiknya pisahkan barang-barang pribadi penderita seperti sikat gigi, handuk, pakaian, dan alat makan yang dipakai penderita disentri. Langsung bersihkan segala peralatan tersebut menggunakan disinfektan untuk menghindari perpindahan bakteri ke barang-barang sekitarnya. 

Baca Juga: Waspada! Disentri Sebabkan Komplikasi Penyakit Ini

Selain melakukan hal-hal yang di atas, pencegahan disentri juga dapat dilakukan dengan tidak mengonsumsi beberapa jenis makanan yang dapat menjadi penyebab gejala disentri seperti diare. Beberapa makanan yang perlu dihindari tersebut antara lain adalah 

  1. Makanan pedas

Penyebab paling umum dari makanan yang menyebabkan gelaja disentri seperti diare adalah karena mengonsumsi makanan pedas. Rasa pedas yang dihasilkan oleh cabai berasal dari bahan kimia yang disebut capsaican. Berdasarkan hasil sebuah penelitian capsaican memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti mampu mengobati nyeri dan radang sendi namun di sisi lain juga berpotensi menyebabkan iritasi, terlebih lagi capsaican semakin meningkatkan risiko iritasi lapisan lambung selama proses pencernaan. Capsaisan yang dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat menyebabkan gejala mual, muntah, sakit perut, hingga diare. 

  1. Pengganti gula

Bahan-bahan pengganti gula seperti pemanis buatan juga dapat menjadi penyebab diare. Bahan pengganti gula seperti aspartam, sakarin, dan sukralosa dapat mengganggu sistem pencernaan. Hal ini dapat dilihat dari makanan yang menggunakan bahan terebut pasti dilengkapi dengan label peringatan tentang potensi efek pencahar. Beberapa makanan yang mengandung pemanis buatan seperti permen karet, soda diet, sereal rendah gula, serta pasta gigi dan obat kumur. 

  1. Susu sapi dan produk olahannya

Seseorang yang mengonsumsi susu ataupun olahan produk susu dan langsung diare, bisa saja telah mengalami intoleransi laktosa, dimana tubuh tidak memiliki enzim untuk mencegah gula tertentu dalam produk susu. Untuk menghindarinya kebutuhan susu sapi bisa digantikan dengan susu bebas laktosa, susu almond, dan susu kedelai.

  1. Kopi

Banyak orang merasa mulas untuk Buang Air Besar (BAB) karena kopi memiliki kandungan kafein yang bersifat stimulan hingga dapat membuat seseorang merasa waspada secara mental serta mempengaruhi rangsangan sistem pencernaan. Berdasarkan International Foundation for Gastrointestinal Disorders (IFFGD), kebiasan meminum kopi sebanyak 2-3 cangkir sehari dapat meningkatkan risiko diare. 

Baca Juga: Selain Oralit, Ini Obat Ampuh Disentri

Lakukan konsultasi dengan dokter untuk mentahui kondisi kesehatan tubuh, dengan melakukan telekonsultasi melalui aplikasi atau website farmamedisk, yang dapat diakses dari manapun dan kapanpun. It’s oke, farmamedisk is here. 

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?