Foto: Freepik
Mengalami periode menstruasi yang tidak teratur merupakan kondisi yang umum dialami oleh para wanita. Tetapi, seiring terjadinya perubahan besar pada siklus menstruasi seseorang, mungkin saja kondisi itu menunjukkan adanya penyakit, seperti fibroid atau stres.
Dokter akan menganggap seseorang mengalami menstruasi yang tidak teratur jika siklusnya lebih lama dari 38 hari, atau jika panjang setiap siklus bervariasi lebih dari 7–9 hari.
Penyebab
Beberapa kondisi kesehatan yang kemungkinan menjadi penyebab terjadinya menstruasi tidak teratur adalah sebagai berikut:
-
Kehamilan
Kondisi kehamilan menghentikan seseorang dari menstruasi. Telat haid atau adanya bercak darah bisa menjadi tanda paling awal terjadinya kehamilan. Tanda-tanda awal kehamilan lainnya mungkin termasuk:
-
mual di pagi hari
-
muntah
-
kepekaan terhadap bau
-
payudara kesemutan atau nyeri
-
kelelahan
Diagnosa
Apabila seseorang terlambat menstruasi, mereka mungkin akan melakukan tes kehamilan yang dijual bebas atau meminta tes dari dokter. Jika hasil tes yang dibeli di toko positif, konsultasikan dengan dokter mengenai langkah selanjutnya.
Bicaralah dengan dokter sesegera mungkin jika terjadi perdarahan setelah tes kehamilan positif, karena kondisi ini bisa menunjukkan tanda keguguran atau kehamilan ektopik . Kehamilan ektopik mengancam nyawa jika tidak diobati.
-
Menyusui
Prolaktin adalah hormon yang berperan dalam produksi ASI. Kondisi ini juga dapat menghambat ovulasi, terutama pada orang yang secara eksklusif dan sering menyusui pada bulan-bulan pertama kelahiran bayi. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang mungkin tidak mendapat menstruasi selama waktu tersebut.
Dokter menyebutnya kondisi tersebut sebagai amenore laktasi dan tidak berbahaya. Biasanya menstruasi akan segera kembali setelah seseorang mulai jarang menyusui atau ketika mereka berhenti menyusui.
-
Perimenopause
Perimenopause merupakan tahap awal terjadinya menopause, dan dimulai 4-8 tahun sebelum menopause dimulai, biasanya saat seseorang berusia 40-an.
Selama perimenopause, siklus menstruasi bisa menjadi lebih lama atau lebih pendek di berbagai titik. Hal tersebut mengakibatkan menstruasi lebih jarang terjadi, dan berhenti sama sekali saat menopause dimulai.
Tanda-tanda perimenopause lainnya meliputi:
-
rasa panas
-
keringat di malam hari
-
perubahan suasana hati
-
kesulitan tidur
-
kekeringan vagina
Dokter dapat mengidentifikasi perimenopause dengan melakukan tes darah. Mereka mungkin juga melakukan tes untuk menyingkirkan faktor lain yang dapat menimbulkan efek yang sama, seperti penyakit tiroid.
Menopause dan perimenopause adalah tahapan alami kehidupan, bukan masalah kesehatan yang memerlukan pengobatan. Namun, beberapa perubahan yang mereka bawa bisa membuat tidak nyaman atau mengganggu, dan dokter dapat merekomendasikan cara untuk meminimalkan dampaknya.
Penanganan yang tepat bergantung pada perubahan siklus. Misalnya, jika seseorang mengalami kekeringan pada vagina, pelumas dan pelembab vagina dapat membantu, sedangkan terapi estrogen dapat membantu mengatasi rasa panas.
-
Stres
Level stres yang tinggi bisa menjadi penyebab menstruasi yang tidak teratur. Para ilmuwan mengonfirmasi hal ini pada tahun 2021 dengan melakukan studi retrospektif mengenai keteraturan siklus selama pandemi COVID-19. Dari 210 peserta, 54% melaporkan perubahan siklus menstruasi pada bulan-bulan awal pandemi. Mereka yang melaporkan tingkat stresnya lebih tinggi cenderung mengalami menstruasi yang lebih lama dan lebih berat.
Saat seseorang stres, tubuh akan melepaskan hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol. Hal ini dapat berinteraksi dengan hormon seks yang mengatur menstruasi.
Diagnosa dan pengobatan
Dalam jangka pendek, stres dapat membantu orang merespons situasi yang mengancam. Namun, stres kronis bisa membahayakan kesehatan mental dan fisik. Seseorang yang sering merasa stres, karena berbagai alasan, mungkin bisa berkonsultasi dengan dokter yang akan mencari solusi dengan membicarakan perasaannya dan mengajarkan cara mengurangi stres. Ada banyak teknik pengurangan stres yang bisa dicoba.
-
Sindrom ovarium polikistik
Menstruasi yang tidak teratur merupakan hal paling umum dari tanda sindrom ovarium polikistik (PCOS), yang terjadi ketika kista tumbuh di ovarium. Orang dengan kondisi ini seringkali memiliki kadar androgen yang tinggi, yang merupakan hormon seks pria. Ini dapat menghentikan ovulasi, sehingga menyebabkan menstruasi yang tidak teratur. Orang dengan PCOS mungkin tidak menstruasi dan mengalami pendarahan hebat saat menstruasi tiba. Gejala lainnya yaitu:
-
rambut wajah atau tubuh yang berlebihan
-
jerawat dan kulit berminyak
-
penambahan berat badan
-
rambut rontok
-
kesulitan untuk hamil
-
resistensi insulin
Diagnosa dan pengobatan
Tidak ada tes tunggal untuk PCOS, jadi dokter mendiagnosis pada gejala, hasil tes darah, dan USG untuk mencari kista di ovarium.
Perawatannya tergantung pada apakah orang tersebut sedang mencoba untuk hamil. Jika ya, obat untuk menginduksi ovulasi dapat membantu.
Jika tidak ingin hamil, alat kontrasepsi hormonal dapat membantu mengatur siklus menstruasi seseorang. Beberapa orang mendapati gejalanya membaik setelah mereka menurunkan berat badan berlebih, mulai menghindari makanan tinggi gula.
-
Tiroid
Tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu di leher yang menghasilkan hormon tiroid. Hal ini mempunyai pengaruh terhadap siklus menstruasi. Tiroid yang kurang aktif atau yang biasa disebut hipotiroidisme berarti kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon. Kondisi ini dapat menyebabkan menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak. Gejala lainnya termasuk kelelahan, kepekaan terhadap dingin, dan penambahan berat badan.
Tiroid yang terlalu aktif, atau biasa disebut hipertiroidisme dapat menyebabkan menstruasi menjadi lebih pendek dan sedikit. Seseorang dengan kondisi ini mungkin juga mengalami penurunan berat badan, kecemasan , dan jantung berdebar-debar tanpa sebab yang jelas.
Diagnosa dan pengobatan
Untuk mendiagnosis penyakit tiroid, dokter akam meminta tes darah untuk memeriksa kadar hormon tiroid. Mereka juga akan menanyakan gejala dan mencatat riwayat kesehatan Anda.
Jika seseorang menderita hipotiroidisme, dokter akan meresepkan obat yang menggantikan hormon tiroid yang hilang.
Jika seseorang menderita hipertiroidisme, dokter mungkin merekomendasikan pengobatan untuk mengurangi fungsi tiroid, radioterapi yang menargetkan tiroid, atau operasi pengangkatan sebagian atau seluruh tiroid.
Kapan harus menemui dokter?
Orang harus menemui dokter jika mereka mengalami beberapa hal berikut:
-
berhenti haid selama beberapa bulan dan -tidak bisa hamil
-
tiba-tiba mengalami menstruasi yang tidak teratur, padahal biasanya teratur
-
memiliki siklus yang lebih pendek dari 24 hari atau lebih lama dari 38 hari
-
memiliki siklus yang panjangnya bervariasi secara dramatis
-
mengalami pendarahan diantara periode atau setelah berhubungan seks
-
mengalami pendarahan setelah menopause
-
mengalami gejala lain, seperti keputihan yang tidak biasa atau demam
Cara memprediksi siklus menstruasi
Mengetahui kapan menstruasi terjadi dapat membantu Anda untuk mengenali ketidakteraturan dan pola menstruasi. Misalnya, jika seseorang memulai KB atau mengalami peristiwa yang membuat stres, mereka mungkin memperhatikan bahwa hal ini memengaruhi menstruasi mereka.
Anda dapat memprediksi menstruasi dengan mencatatnya di buku harian, kalender, atau dengan aplikasi penanda menstruasi . Mulailah dengan menandai hari pertama menstruasi, dan lanjutkan menandai hari terakhir menstruasi. Dalam beberapa bulan, seseorang dapat mengetahui apakah menstruasinya teratur atau tidak.
Beberapa orang yang mencatat gejala, yaitu seberapa ringan atau berat menstruasi, dan faktor apa saja yang mungkin memengaruhinya. Hal tersebut akan berguna untuk menunjukkan catatan ini kepada dokter ketika konsultasi tentang menstruasi yang tidak teratur.
_______________________________
Referensi :
Bai, G., et al. (2016). Associations between nausea, vomiting, fatigue and health-related quality of life of women in early pregnancy: The generation R study. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5096665/
Bleeding during pregnancy. (2019). https://www.acog.org/Patients/FAQs/Bleeding-During-Pregnancy
Budy changes and discomforts. (2019). https://www.womenshealth.gov/pregnancy/youre-pregnant-now-what/body-changes-and-discomfort
Depression. (2018). https://www.nimh.nih.gov/health/topics/depression/index.shtml
Period problems. (2018). https://www.womenshealth.gov/menstrual-cycle/period-problems
Premenstrual dysphoric disorder (PMDD). (2018). https://www.womenshealth.gov/menstrual-cycle/premenstrual-syndrome/premenstrual-dysphoric-disorder-pmdd
Premenstrual syndrome (PMS). (2018). https://www.womenshealth.gov/menstrual-cycle/premenstrual-syndrome
What are some common signs of pregnancy? (2017). https://www.nichd.nih.gov/health/topics/pregnancy/conditioninfo/signs

