Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Cara Mengatasi Tekanan Darah Secara Alami

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Cara Mengatasi Tekanan Darah Secara Alami Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Tubuh manusia punyai sistem yang sangat unik. Tubuh kamu juga dong! Ya Tubuh punya cara yang konstan untuk menyeimbangkan dan menyesuaikan tekanan darah. Dengan demikian, kondisi ini memastikan semua organ dalam tubuh mendapatkan sebaran darah dan oksigen termasuk di dalamnya otak, jantung, dan paru-paru.

Kali ini Oke Klinik akan membahas tentang cara mengatasi tekanan darah rendah atau dalam istilah medis dikenal dengan sebutan hipotensi. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah sangat rendah, kurang dari 90/60 mmHg.

Untuk diketahui, tekanan darah normal orang dewasa berada pada kisaran 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Pada orang sehat, tekanan darah rendah tanpa disertai gejala yang mengganggu biasanya tidak menjadi masalah dan tak perlu diobati. Waspadai tekanan darah rendah yang terjadi tiba-tiba karena bisa menjadi masalah serius, terlebih bagi orang tua. Sebab dampaknya bisa membahayakan keselamatan jiwa.

Dihubungan dengan hal di awal, dalam kasus penderita tekanan darah rendah artinya hampir seluruh tubuh seperti jantung, otak, dan organ vital lain tidak mendapat pasokan darah dan oksigen yang cukup. Lebih lanjut, tidak heran jika kemudian penderita tekanan darah rendah merasakan pusing, mual, keringat dingin, kulit pucat, sulit berkonsentrasi, mudah kelelahan, sering haus, penglihatan kabur, hingga mudah pingsan. Bahkan beberapa kasus bisa mengancam jiwa. Seram juga kan?

Sebenarnya ada banyak faktor yang bisa menyebabkan tekanan darah rendah, seperti faktor usia, efek samping pengobatan, dehidrasi, kondisi cuaca, dan sebagainya.

Baca Juga : Jangan Panik ! Kenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak usia 8 tahun ke atas

Padahal cara mengatasinya relatif mudah. Intip yuk tips dari Oke Klinik!

1. Pakai kaus kaki

Berilah tekanan kuat pada kaki hingga bagian bawah perut.  Metode ini disebut sebagai kompresi. Termudah, kenakanlah kaus kaki. Jika kaus kaki ini kurang ketat, kamu bisa coba juga stocking atau silakan pilih celana stretch yang ketat.

Tekanan dari beberapa kaus kaki, stocking, dan celana strech itu lazim digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan bahkan menghindari pembengkakan varises. Metode kompresi ini dapat membantu mengurangi pengumpulan darah di kaki.

2. Cukupi cairan tubuh

Ini yang paling penting dan mendasar. Jangan abai dengan kebutuhan air harian kita yang setidaknya 2,5 liter per hari. Tubuh yang dehidrasi maka akan memengaruhi volume darah juga. Kondisi ini akan menurunkan volume darah pada arteri dan vena dan menyebabkan terjadinya tekanan darah rendah.

Ketika mengalami tekanan darah rendah, pastikan pertama kali yang dilakukan adalah mencukupi cairan tubuh dengan mengonsumsi air mineral setidaknya dua liter sehari. Bisa juga dilengkapi dengan mengonsumsi makanan tinggi kandungan airnya seperti buah atau sayur.

Ingat komposisi atau kandungan utama dari darah adalah air. Jangan biarkan tubuh kita kekurangan cairan ya!

3. Konsumsi obat

Terdapat beberapa jenis obat-obatan yang lazim digunakan untuk mengatasi tekanan darah rendah, seperti vasopressin, catecholamine, atau fludrocortisone.

Obat-obat yang disebutkan di atas adalah dengan meningkatkan volume darah atau mempersempit saluran arteri. Sehingga tekanan darah akan meningkat karena akan ada lebih banyak darah yang mengalir melalui ruang yang lebih kecil.

4. Konsumsi makanan bersodium

Berbeda dengan anjuran dokter, pada umumnya saat kamu dalam kondisi normal maka akan disarankan untuk mengurangi atau membatasi kadar garam dalam menu harian. Mengapa? Karena natrium dapat membuat tekanan darah melonjak. Namun, lain halnya dengan orang yang memiliki tekanan darah rendah.

Natrium menjadi sebuah kebutuhan karena mineral inilah yang dapat menjaga keseimbangan air dalam tubuh serta fungsi kerja otot dan saraf.

Natrium juga membantu menstabilkan kadar tekanan darah, membuat volume darah meningkat, sehingga jantung mampu memompa lebih optimal untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Meski demikian, tetap saja tidak diperkenankan mengonsumsinya secara berlebihan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan bernatrium justru akan berisiko gagal jantung, terutama pada orang dewasa.

Baca Juga : Ragam Pilihan Jus Segar untuk Penderita Darah Rendah

5. Berdiri secukupnya, jangan terlalu lama

Jika kamu mengetahui sebagai penderita tekanan darah rendah, sebaiknya jangan berdiri terlalu lama, secukupnya saja, atau gunakan kesempatan sebaik mungkin untuk segera duduk.

Berdiri terlalu lama akan memengaruhi kondisi saraf yang membuat tekanan darah akan menjadi semakin rendah. Saat berdiri selama tiga menit, orang yang mempunyai tekanan darah rendah dapat mengalami penurunan tekanan darah yang lebih cepat dibandingkan ketika dalam keadaan duduk atau berbaring.

Selain menghindari berdiri terlalu lama, upayakan pula untuk tidak berdiri dengan cara tiba-tiba dari posisi duduk atau saat bangun tidur. Setidaknya tarik napas dalam dahulu beberapa saat, kemudian berdiri secara perlahan sambil mengembuskan napas.

6. Konsumsi minuman yang mengandung kafein

Minumlah teh dan kopi dalam takaran yang wajar dan tidak berlebihan. Kafein yang dikandung dalam kopi dan teh dapat membantu meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu. Ini bisa membuat sirkulasi peredaran darah lancar dan menyebabkan peningkatan pendek tekanan darah.

7. Silangkan kaki sambil duduk

Cara ini unik, ternyata duduk sambil menyilangkan kaki ampuh terbukti meningkatkan tekanan darah rendah, sebaliknya, bagi penderita tekanan darah tinggi, hal ini justru sanget berbahaya dan menjadi masalah. Mengapa? Karena bagi orang dengan gejala hipertensi, menyilangkan kaki ini justru membantu meningkatkannya lagi. Ini berlaku untuk duduk di kursi maupun duduk di lantai ya.

8. Jangan terlalu cepat berdiri

Dalam artikel di Kompas.com, disebutkan jenis darah rendah yang paling umum terjadi adalah hipotensi postural atau lebih dikenal dengan kondisi ketika seseorang yang sedang berbaring atau duduk namun tiba-tiba berdiri. Hipotensi postural disebabkan oleh kegagalan sistem kardiovaskular atau sistem saraf untuk bereaksi secara tepat terhadap perubahan yang mendadak.

Ketika berdiri, darah akan menggenang di bagian tubuh paling bawah yakni kaki. Tubuh bakal langsung mengirimkan pesan ke jantung untuk berdetak lebih cepat supaya mengimbangi penurunan tekanan darah. Jika sinyal tersebut tidak terjadi atau terjadi namun terlalu lambat, hipotensi postural dapat menyebabkan pingsan.

Baca Juga : Buah Yang Paling Cocok untuk Penderita Tekanan Darah Rendah

4. Batasi atau hindari minuman beralkohol

Minuman beralkohol sangat tidak diperkenankan untuk penderita tekanan darah rendah. Kandungan alkohol dalam minuman justru menyebabkan dehidrasi, sangat bertentangan dengan penderita tekanan darah rendah yang justru membutuhkan asupan cairan.

5. Makan makanan dengan nutrisi yang seimbang

Masih menurut Kompas.com, nutrisi yang seimbang dan cukup tentu menjadi kebutuhan bagi semua orang. Tekanan darah rendah dan efek samping lain bisa terjadi jika Anda tidak mendapatkan cukup nutrisi.

Kadar vitamin B-12 yang rendah, asam folat, dan zat besi dapat menyebabkan anemia.Hingga mampu menurunkan tekanan darah. Kondisi ini terjadi ketika tubuh Anda tidak dapat menghasilkan cukup darah. Cukupi kebutuhan nutrisi seimbang sesuai usia Anda.

Adapula kasus hipotensi yang menyerang usai seseorang makan besar yang mengandung banyak karbohidrat. Hipotensi setelah makan bisa berujung pada pingsan karena terjadi penggumpalan darah ke pembuluh lambung dan usus.

7. Konsultasi dengan dokter

Dokter sering menggunakan obat midodrine untuk meningkatkan kadar tekanan darah pada orang dengan hipotensi ortostatik kronis. Obat ini bekerja dengan membatasi kemampuan pembuluh darah Anda untuk mengembang, yang meningkatkan tekanan darah.

Akan tetapi, segala sesuatunya harus tetap dikonsultasikan kepada dokter agar mengetahui apakah kandungan obat-obatan yang dikonsumsi selama ini cocok, tidak memiliki kontraindikasi, sekaligus menghindari risiko medis lainnya.

Di masa pandemi, kamu tidak perlu jauh-jauh ke luar rumah. Bahkan kamu bisa konsultasikan apa yang ingin kamu ketahui terkait kesehatan dengan dokter yang ada di Oke Klinik. Pilih dokter, sesuaikan dengan keluhanmu. Dokter akan menjawabnya dalam waktu yang relatif singkat.

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?