Mengapa perut kembung ? Apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengobati perut kembung, dapat disimak di sini.
Semua orang, dari berbagai kelompok usia, bisa mengalami kondisi perut kembung. Kondisi ini terjadi ketika terlalu banyak gas atau udara di dalam lambung dan usus sehingga membuat rasa tidak nyaman. Ketika sedang mengalami perut kembung, penderita jadi lebih sering sendawa dan kentut.
Kondisi perut kembung juga bisa disertai dengan beberapa gejala lain secara bersamaan. Misalnya diare, perut terasa nyeri, lebih sering buang air besar, feses berdarah, berat badan menurun, nyeri dada, dan nafsu makan berkurang.
Ada berbagai cara mengobati perut kembung. Baik itu dengan minum obat maupun tanpa obat. Selain itu perut kembung bisa dicegah. Oleh karena itu, perlu diketahui hal apa saja yang bisa menjadi penyebab perut kembung.
Penyebab perut kembung
Sebelum mempelajari cara mengobati perut kembung, perlu diketahui terlebih dahulu penyebab perut kembung. Seperti disebutkan pada awal artikel ini, perut kembung terjadi ketika terlalu banyak gas atau udara di dalam lambung dan usus. Terlampau banyaknya udara di dalam perut dapat disebabkan, antara lain, oleh karena mengunyah makanan terlalu cepat, makan sambil bicara, rutin mengunyah permen karet, mengonsumsi minuman bersoda dan minuman beralkohol, makan terlalu banyak, mengonsumsi makanan berlemak terlalu banyak, sembelit, kebiasaan merokok.
Selain itu, perut kembung juga bisa merupakan dampak dari suatu kondisi atau gejala penyakit lain. Misalnya, intoleransi laktosa, penyakit tukak lambung, dispepsia fungsional, hernia, infeksi usus, iritasi pada usus (irritable bowel syndrome), miom, atau kista pada organ sistem reproduksi wanita (kista ovarium).
Cara mengobati perut kembung tanpa obat
-
Mengompres perut dengan air hangat
Saat mengalami perut kembung Anda bisa mengompres area perut dengan kain atau handuk yang telah direndam air hangat. Tujuan dari cara mengobati perut kembung dengan mengompres air hangat ini adalah untuk membuat otot-otot di saluran pencernaan menjadi lebih rileks. Selain itu juga untuk meredakan rasa tidak nyaman yang muncul saat perut kembung.
-
Baluri perut dengan bawang merah
Cara mengobati perut kembung dapat dilakukan dengan cara baluri irisan bawang merah. Caranya dengan mengiris tipis-tipis bawang merah atau menumbuknya sampai setengah halus kemudian balurkan ke seluruh area perut. Campurkan dengan minyak kayu putih akan lebih baik. Baluri sambil memijat pelan area sekitar perut. Biarkan ramuan alami ini bekerja meredakan perut kembung.
-
Minum ramuan herbal
Jahe yang dicampur dengan jintan dan daun basil atau kemangi merupakan ramuan herbal yang dapat dikonsumsi untuk mengobati perut kembung. Ambil bahan-bahan tersebut lalu cuci sampai bersih. Kemudian masukan ke dalam air dan rebus sampai mendidih. Dinginkan sebentar agar bisa dikonsumsi. Tambahkan 1 sendok makan madu alami sebelum dikonsumsi.
-
Minum suplemen probiotik
Suplemen probiotik dapat mengobati perut kembung. Suplemen ini mengandung bakteri sehat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Bakteri baik membantu menguraikan makanan dan gas hidrogen di dalam sistem pencernaan.
Selain itu, cara mengobati perut kembung juga dapat dilakukan dengan menghentikan kebiasaan banyak berbicara saat sedang makan. Sebab, ketika sedang mengunyah makanan disertai dengan banyak bicara akan dapat menarik oksigen atau udara lebih banyak masuk ke dalam mulut. Hal itu akan membuat perut kembung.
Melakukan olahraga ringan secara rutin juga baik untuk mencegah perut kembung. Olahraga dapat membuat otot-otot perut menjadi lebih rileks dan mendorong gas berlebih yang terperangkap di lambung-usus bisa keluar. Biasakan berjalan kaki minimal 1000 langkah atau sekitar 500 meter setiap hari. Berjalan kaki setelah makan akan membantu memperlancar pencernaan.
Cara mengobati perut kembung dengan obat
Berikut ini adalah obat-obatan yang dapat digunakan dalam mengobati perut kembung.
-
Simethicone
Jenis obat ini berfungsi untuk menghilangkan gas berlebih penyebab perut kembung, membantu mengurangi sendawa, tekanan pada perut, serta rasa tidak nyaman lainnya saat perut kembung.
Cara kerja simethicone adalah dengan memecah gelembung gas yang menumpuk pada sistem pencernaan sehingga dapat mengalir dengan lebih mudah dan leluasa mengikuti struktur lambung.
Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi obat ini,. terutama untuk mendapatkan dosis yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. Selain itu juga untuk mencegah adanya alergi obat dan kondisi atau gejala lain yang sedang Anda alami. Ikuti aturan pakai obat ini.
Cara mengonsumsi simethicone biasanya adalah diminum setelah makan dan sebelum tidur. Namun ikuti aturan pakai sesuai dengan petunjuk dokter maupun apoteker. Obat ini dapat dikonsumsi dengan cara dikunyah atau diminum. Jika terjadi reaksi alergi segera hentikan pemakaiannya dan konsultasikan dengan dokter.
2. Bismuth subsalicylate
Cara mengobati perut kembung juga bisa menggunakan jenis obat bismuth subsalicylate. Obat yang biasa digunakan untuk mengobati diare ini juga dapat mengatasi penumpukan gas, perut kembung, mual, asam lambung naik, dan sejumlah gangguan pencernaan lainnya. Obat ini harus dengan resep dokter. Ikuti aturan minumnya sesuai dengan kondisi, kebutuhan. dan respon tubuh Anda terhadap pengobatan. Ibu menyusui tidak boleh mengonsumsi obat ini. Obat ini dapat berbentuk tablet dan cairan yang diminum.
3. Antasida
Jenis obat antasida berfungsi untuk mengatasi gejala maag, asam lambung naik, sakit perut, mengatasi kelebihan gas yang menumpuk pada perut sehingga menyebabkan rasa tertekan dan kembung. Salah satu kandungan antasida adalah simethicone yang bekerja memecah gelembung gas dalam lambung sehingga rasa kembung berangsur hilang.
Obat antasida berbentuk tablet dan cair. Antasida tablet perlu dikunyah sampai halus sebelum ditelan. Sedangkan antasida cair dapat langsung diminum sesuai dosis yang disarankan. Antasida biasanya diminum beberapa jam sebelum makan atau satu jam setelah makan. Namun, obat kembung ini tetap aman diminum saat perut kosong maupun terisi makanan. Agar lebih jelasnya, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi antasida.
Jangan minum melebihi dosis dan jangka waktu penggunaan yang disarankan. Antasida tidak dianjurkan dikonsumsi selama 2 minggu berturut-turut, kecuali atas saran dari dokter. Jika terjadi efek samping, segera hentikan. Efek samping yang perlu diwaspadai adalah mual atau muntah, berat badan turun, sakit kepala, nyeri tulang dan otot, serta tubuh terasa lemas.
Selain itu juga hentikan penggunaan antasida bila terjadi tanda-tanda alergi obat berupa gatal pada kulit, ruam, bengkak, pusing, atau susah bernapas.
Konsultasikan dengan dokter
Perut kembung bisa merupakan tanda penyakit serius ketika terjadi bersamaan dengan beberapa gejala lain. Oleh karena itu, segera konsultasikan dengan dokter bila perut kembung yang Anda alami tak kunjung sembuh. Banyak kasus perut kembung yang ternyata adalah ciri adanya penyakit serius seperti penyakit Crohn atau radang usus kronis, diverkulitis, kanker lambung, kanker usus besar, kanker hati, kanker pancreas, kanker Rahim, kanker ovarium, atau penyakit radang panggul.
Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter melalui fitur chat dan video call yang ada pada aplikasi farmamedisk. Unduh aplikasi farmamedisk di Play Store dan segera lakukan registrasi agar anda bisa mendapatkan layanan telekonsultasi ini.

