Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Cara Menjaga Tingkat Kolesterol Menjelang Perayaan Idul Adha

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Cara Menjaga Tingkat Kolesterol Menjelang Perayaan Idul Adha Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 

Kolesterol yang jumlahnya terlalu banyak dapat menumpuk di pembuluh darah, lalu menyumbat arteri dan meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke. Bagaimana cara menjaga tingkat kolesterol menjelang Idul Adha,  yang akan dipenuhi dengan makanan tinggi kolesterol? 

Hari Raya Idul Adha, atau disebut dengan Hari Raya Kurban, jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah 1443 Hijriyah menurut kalender Islam. 

Perayaan ini diawali dengan ibadah sholat pada pagi hari, lalu dilanjutkan dengan pemotongan hewan ternak kurban. Pemotongan hewan bisa juga dilaksanakan keesokan harinya, hingga tiga hari lamanya atau pada tanggal 11,12,13 Dzulhijjah. 

Hewan kurban yang telah disembelih dan dipotong-potong kemudian dibagikan kepada fakir miskin, tetangga sekitar dan kerabat, selain dinikmati oleh pemilik hewan kurban tersebut. 
 
Hewan ternak yang biasa dijadikan kurban di Indonesia adalah sapi, kerbau, kambing, dan domba. Sedangkan di negara-negara Timur Tengah termasuk juga unta yang dijadikan kurban. 

Baca Juga: 6 Tips Jaga Kolesterol Selama Libur Lebaran

Kolesterol dan daging hewan 

Makanan yang berasal dari hewan-hewan tersebut, semuanya mengandung kolesterol.

Kolesterol pada dasarnya dibutuhkan tubuh untuk membangun dinding sel, mendukung metabolisme, serta membuat berbagai hormon, seperti estrogen dan testosteron. 

Namun, jika jumlah kolesterol meningkat tinggi, maka akan berbahaya bagi kesehatan tubuh.  

Kolesterol yang berlebih dapat menumpuk di pembuluh darah, lalu menyumbat arteri dan meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan stroke.

Kolesterol baik vs kolesterol jahat 

Kita mengenal kolesterol baik, dan kolesterol jahat. Penjelasannya adalah begini. Kolesterol merupakan lemak yang diproduksi secara alami oleh organ hati. Tubuh manusia membutuhkan  kolesterol untuk membentuk sel-sel sehat, memproduksi sejumlah hormon, dan menghasilkan vitamin D. 

Kolesterol tidak bisa larut di dalam darah. Oleh sebab itu, hati memproduksi zat yang bernama lipoprotein untuk menyalurkan kolesterol ke seluruh tubuh. 

Di dalam Lipoprotein ini terdapat tiga jenis kolesterol, yakni: 

  1. Low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat

LDL berfungsi membawa kolesterol ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri. Apabila kadarnya terlalu tinggi, LDL akan menumpuk di dinding pembuluh arteri.  

  1. High-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik

HDL berfungsi mengembalikan kolesterol berlebih ke hati, untuk dikeluarkan dari tubuh. 

  1. Trigliserida

Lemak jenis ini digunakan sebagai sumber tenaga. Trigliserida terbentuk ketika tubuh mengubah sisa kalori yang tidak terpakai oleh tubuh. Jika tubuh terus mendapat asupan kalori secara berlebihan dibandingkan dengan pemakaiannya, kadar trigliserida akan naik.

Tingkat kolesterol normal

Kadar kolesterol dalam darah dihitung dalam satuan miligram per desiliter (mg/dL).  Bagi orang dewasa, tingkat kolesterol yang normal adalah: 

  • Kolesterol total: di bawah 200 mg/dL

  • Kolesterol HDL: lebih dari 60 mg/dL

  • Kolesterol LDL: kurang dari 100 mg/dL

  • Trigliserida: di bawah 150 mg/dL 

Sedangkan kadar kolesterol yang normal pada kelompok usia 19 tahun ke bawah adalah:

  • Kolesterol total: di bawah 170 mg/dL

  • Kolesterol HDL: lebih dari 45 mg/dL

  • Kolesterol LDL: kurang dari 100 mg/dL

Baca Juga: Catat! Pentingnya Kolesterol Normal bagi Pria

Kolesterol pada daging kambing 

Daging kambing mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti protein, lemak, kalium, zat besi, zinc, kalsium, selenium, fosfor, folat, vitamin B, vitamin K, dan vitamin E. 

Namun, daging kambing juga merupakan sumber lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh, apabila dikonsumsi secara berlebihan. 

Dalam setiap 100 gram daging kambing mengandung 75 miligram (mg) kolesterol. Mari kita bandingkan dengan daging hewan berikut ini, dalam setiap 100 gram : 

  • Daging domba mengandung 110 mg kolesterol.

  • Daging sapi (potongan sirloin) mengandung sekitar 90 mg kolesterol

  • Daging sapi tanpa lemak mengandung 65 mg kolesterol.

  • Daging dada ayam tanpa kulit mengandung 85 mg kolesterol.

  • Paha ayam mengandung 135 mg kolesterol.

Jadi, sebenarnya daging kambing mengandung lebih sedikit kolesterol dibandingkan dengan daging domba, daging sapi berlemak, dan dada atau paha ayam.  

Baca Juga: Tips Diet Selama Libur Lebaran Untuk Turunkan Berat Badan

Cara mengurangi kolesterol pada daging kambing

Mengurangi kadar kolesterol dalam daging kambing, dengan tetap mempertahankan asupan nutrisinya, dapat dilakukan dengan cara berikut ini. 

  • Masak daging kambing dengan cara dipanggang, dibakar, atau dijadikan sup. Hindari menggoreng daging kambing, karena akan menambah kadar lemak jenuh dan kolesterol.

  • Pada saat memotong, buanglah bagian lemak pada daging kambing.

  • Saat menyantap daging kambing, imbangi pula dengan mengonsumsi sayur dan buah.  

  • Tidak lebih dari tiga kali dalam sepekan untuk menyantap seporsi daging kambing. 

Cara menjaga tingkat kolesterol 

Berikut ini beberapa tips cara menjaga tingkat kolesterol menjelang Hari Raya Idul Adha yang sebaiknya kamu lakukan.  

  1. Kurangi makanan yang mengandung lemak jenuh  

Pada umumnya lemak jenuh terdapat dalam makanan yang berasal dari daging merah dan produk susu penuh lemak. Lemak jenuh dapat meningkatkan low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dalam darah.

Baca Juga: Kebanyakan Makanan Berlemak Selama Liburan, Akibatnya Ini !

  1. Hindari asupan lemak trans  

Pada label makanan, lemak trans sering ditulis dengan istilah “minyak sayur terhidrogenasi parsial”.  Lemak trans sering digunakan dalam margarin, kue kering, biskuit, dan kue-kue yang dibeli di toko. Lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol secara keseluruhan. 

  1. Perbanyak asam lemak omega-3

Asam lemak omega-3 adalah lemak baik yang tidak  akan meningkatkan jumlah kolesterol jahat. Omega-3 dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan jantung dan mengurangi tekanan darah tinggi.

  1. Perbanyak konsumsi serat larut 

Mengonsumsi serat larut bermanfaat untuk mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah. Contoh makanan dengan serat larut adalah oatmeal, kacang merah, kubis brussel, apel dan pir. 

  1. Berolahraga secara rutin 

Olahraga secara rutin, minimal 30 menit per hari, merupakan cara efektif untuk menjaga berat badan ideal, menghindari kegemukan. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan jumlah kolesterol di dalam tubuh kamu. 

Dengan berolahraga, kamu dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). 

Lakukan olahraga setidaknya 30 menit dalam lima kali seminggu. Atau lakukan olahraga kardio atau aerobik selama 20 menit, tiga kali dalam sepekan. 

  1. Rajin bergerak dan beraktivitas

Menambahkan aktivitas fisik setiap hari, meskipun dalam durasi waktu yang singkat, dapat membantu mencegah penumpukan kolesterol dalam tubuh. Janganlah kamu malas bergerak, meskipun hanya di dalam rumah. 

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di rumah misalnya bersih-bersih rumah, merapikan kamar, memotong rumput di halaman, memelihara tanaman hias, bermain dengan hewan peliharaan, dan sebagainya. 

  1. Berhenti merokok

Berbagai macam zat yang terkandung di dalam asap rokok dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Jika kamu masih sering merokok, sebaiknya hentikan kebiasaan buruk ini. Selain berpengaruh pada kolesterol, asap rokok juga dapat menimbulkan penyakit paru-paru, jantung, kanker, stroke, impotensi,  dan lain-lain. 

Saat kamu sudah berhenti merokok, kamu dapat merasakan perbedaan yang signifikan dari kesehatan tubuhmu. Mulai dari tekanan darah, detak jantung, pernafasan, akan terasa lebih sehat dibandingkan saat masih merokok. 

Walaupun hanya menjadi perokok pasif, asap rokok yang terhisap tetap dapat membahayakan kesehatan. 

Demikian cara menjaga tingkat kolesterol menjelang perayaan Idul Adha yang dapat kamu lakukan di rumah.  

 

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?