Sakit atau nyeri punggung tak hanya dirasakan oleh orang dewasa dan para lanjut usia saja karena anak-anak pun dapat mengalaminya, bahkan mereka yang masih berusia dibawah lima tahun. Meski demikian, nyeri punya pada anak dan balita merupakan hal yang wajar terjadi karena perubahan aktivitas anak dan perubahan pengondisian sang buah hati.
Nyeri punggung pada anak dan balita dapat teratasi dengan atau tanpa obat penghilang rasa sakit, jika disebabkan oleh faktor yang ringan. Untuk itulah penting bagi para orangtua untuk mengetahui efek pada anak selama mengalami nyeri punggung yang dapat memberi dampak pada kesehatan tubuh yang lain.
Balita atau anak yang mengalami nyeri punggung perlu mendapat penanganan medis jika disertai dengan beberapa gejala sebagai berikut:
-
Sebagai gejala penyakit umum seperti demam, keringat dingin, tidak enak badan, kurang atau tidak selera makan, berat badan yang kian menurun. Beberapa gejala ini perlu diwaspadai karena dapat mengindikasi adanya infeksi atau tumor
-
Terasa sakit saat beristirahat atau tidur. Terlebih lagi jika kondisi ini menyebabkan anak selalu terbangun karena merasakan nyeri bahkan tidak dapat tidur karena merasakan sakitnya
-
Rasa nyeri berakibat pada aktivitas lainnya seperti mengakibatkan susah berjalan karena terasa sakit pada setiap gerakan aktivitas, sulit menggerakan anggota tubuhm enggan berjalan, atau berjalan pincang
Baca Juga: Waspadai Penyebab Nyeri Dada Tengah Sampai Punggung, Serangan Jantung !
-
Terasa lemah
-
Mati rasa atau berkurangnya rasa di tungkai atau kaki
-
Rasa sakit di salah satu atau kedua kaki
-
Merasakan masalah buang air kecil atau buang air besar, seperti rasa terbakar saat buang air kecil, serta menjadi lebih sering buang air kecil
-
Lebih cepat emosi sehingga mudah marah
-
Tulang belakang tidak lurus, yang dapat menjadi indikasi tanda cacat lahir atau tumor, atau karena lemahnya otot punggung
-
Rasa sakit yang hilang timbul menjadi lebih konstan
-
Rasa sakit tidak dapat diobat dengan obat penghilang rasa sakit
-
Nyeri punggung yang semakin memburuk
-
Berlangsung lebih dari beberapa hari bahkan bertahan hingga beberapa minggu
Menurut ahli pergerakan dan postur asal jerman, dr. Dieter Breithecker, pergerakan spontan dan postur tubuh yang baik dapat memberi pengaruh pembelajaran dan perkembangan pada anak-anak, dan juga kesehatan secara holistic di seluruh kelompok usia.
Beberapa cara yang dianjurkan oleh dr. Dieter Breithecker untuk membiasakan postur tubuh yang baik pada anak dan balita, adalah:
-
Membiasakan beraktivitas dengan bertelanjang kaki tanpa alas untuk mendorong perkembangan sensorik dan motoric
-
Membiarkan anak dan balita menjelajah lingkungan sekitar yang aman agar dapat bergerak spontan tanpa keterbatasan
-
Tidak membiarkan anak dan balita terlalu lama di dalam boks bayi, tempat tidur, ayunan, atau kursi
Selain itu perlu diketahui beberapa kemungkinan penyebab sakit punggung pada anak dan balita, seperti berikut ini:
-
Beban yang terlalu berat
Beban yang terlalu berat dibawa oleh punggung adalah salah satu penyebab sakit punggung yang sering terjadi pada anak, khususnya mereka yang sudah memasuki masa sekolah. Sangat penting untuk mengetahui maksimal berat beban yang dibawa oleh anak, yakni kurang dari 10 sampai 15 persen dari berat badannya. Jika anak memiliki berat badan 40 kg, itu artinya hanya boleh membawa beban sekitar 3 kg
-
Posisi duduk yang salah
Kebiasaan menerapkan posisi duduk yang salah dapat memengaruhi struktur tulang belakang. Balita dan anak yang terbiasa duduk dengan posisi miring atau membungkung akan memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami nyeri punggung dibanding dengana anak dan balita yang terbiasa duduk dengan posisi tegak.
-
Cedera olahraga
Pada masa tumbuh kembang anak, olahraga adalah kegiatan yang penting dilakukan untuk kesehatan dan kebugaran tubuhnya. Namun hal ini justru dapat menjadi berbahaya jika salah memilih jenis olahraga, jumlah intensitas yang terlalu tinggi dan berlebihan, atau dilakukan dengan teknik yang salah, sehingga dapat mengakibatkan cedera pada punggung. Beberapa jenis olahraga yang dapat meningkatkan risiko anak mengalami sakit punggung antara lain adalah sepak bola, senam, dan angkat beban.
-
Penyakit tertentu
Sakit punggung pada anak dan balita juga dapat disebabkan oleh beberapa penyakit tertentu seperti obesitas atau kelebihan berat badan, infeksi saluran kemih atau ginjal, batu ginjal, hingga kelainan pada tulang belakang seperti tumor atau scoliosis.
Baca Juga: Pinggang dan Perut Bawah Sakit Pada Wanita, Pertanda Apa?
Jika balita dan anak terus menerus mengeluhkan rasa sakit pada punggungnya, ada penanganan pertama yang dapat dilakukan di rumah dengan rutin, yaitu:
-
Mengompres bagian yang sakit dengan metode kompres dingin dan kompres hangat yang diselingi selama 15 hingga 20 menit
-
Memijat dengan lembut bagian yang terasa nyeri
-
Mulai membatasi aktivitas berat pada anak dan menambah waktu untuk istirahat
-
Mengoleskan salep datau gel pereda nyeri seperti natrium diclofenac pada bagian yang terasa nyeri
-
Mengomsumsi sirup atau tablet pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen
-
Mengurangi beban yang harus dibawa anak dengan cara menyesuaikan berat badan dengan beban yang dibawa
Selain cara mengatasi di atas, nyeri punggung pada balita dan anak juga dapat dicegah melalui melalui beberapa cara seperti berikut ini:
-
Membiasakan duduk dan berdiri dengan posisi yang benar yaitu tegap
-
Membatasi waktu menonton TV dan bermain gadget hanya selama 1 sampai 2 jam setiap hari
-
Aktif berolahraga secara rutin dan benar dengan memilih jenis olahraga yang tepat
-
Selalu melakukan peregangan ringan di sela-sela kegiatan, terutama sebelum dan setelah melakukan olahraga atau aktivitas berat
-
Melakukan kontrol stress dan memiliki waktu tidur yang cukup yakni 8 sampai 10 jam setiap hari
Jika anak sudah mengeluhkan nyeri punggung yang dirasakan dalam waktu yang lama, maka segera lakukan pemeriksaan kesehatan, karena bisa saja anak mengalami beberapa kondisi serius seperti diantaranya Spondilolisis yang menandai adanya degenerasi di area tertentu pada tulang belakang dan ditandai dengan nyeri punggung bagian bawah yang menyebar ke pantat atau paha, Herniated disk atau cedera hernia tulang belakang dengan gejala nyeri dan kaki terasa lemah, kaki kesemutan atau mati rasa, kesulitan membungkuk atau meluruskan punggung karena nyeri, Infeksi tulang belakang yang diakibatkan oleh penyebaran bakteri dalam tubuh dan ditandai dengan demam, menggigil, lemah, dan nyeri punggung, Kelainan bentuk tulang seperti scoliosis yang menjadikan tulang belakang berbentuk seperti huruf F dan Kifosis yang ditandai dengan bentuk tulang belakang yang terlalu membungkuk pada bagian atas.
Baca Juga: Sakit Perut Dan Pinggang Apakah Tanda Hamil ?
Segera lakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencegah komplikasi penyakit akibat nyeri punggung pada anak dan balita. farmamedisk menyediakan telekonsultasi yang dapat diakses melalui website atau aplikasi android, yang dapat menghubungi pasien dengan mitra atau rekanan penyedia jasa layanan kesehatan, yang dapat diakses kapan dan dimana saja hanya dalam genggaman gadget anda

