Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Catat! Pentingnya Kolesterol Normal bagi Pria

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Catat! Pentingnya Kolesterol Normal bagi Pria Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Penyakit kolesterol tinggi saat ini bukanlah hal yang langka dan jarang terjadi. Kondisi ini salah satunya disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat, sehingga siapa saja dapat mengalaminya, termasuk mereka yang masih berusia muda. Meski demikian, hal ini tidak boleh disepelekan karena meski jumlah penderitanya kian banyak namun dampak dari penyakit kolesterol tinggi tidak berubah.

Baik pria maupun wanita sama-sama dapat mengidap penyakit kolesterol tinggi. Namun masalah kesehatan kolesterol tinggi yang dialami oleh pria muda akan cenderung terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Hal ini dikarenakan wanita terlindungi oleh hormone estrogen yang menjadikan tubuhnya memiliki kadar kolesterol baik atau HDL lebih tinggi. HDL disebut sebagai kadar kolesterol baik karena dapat membantu fungsi tubuh dan dianjurkan agar HDL tetap tinggi dalam tubuh, yaitu 50 mg/dL atau lebih. Namun saat wanita memasuki masa menopause maka kadar kolesterol jahat pada tubuh wanita akan semakin meroket dan menjadi lebih berbahaya.

Berbeda dengan wanita, kadar kolesterol bisa saja tinggi pada pria yang masih muda. Melansir dari Medical News Today, berikut adalah kadar kolesterol yang direkomendasikan untuk orang dewasa:

  1. Kadar kolesterol total kurang dari 200 mg/dL, merupakan jumlah yang direkomendasikan untuk orang dewasa.

  2. Kadar kolesterol total antara 200 sampai 239 mg/dL, merupakan batas tinggi kolesterol dan jika sudah di atas 240 mg/dL maka sudah dianggap kadar yang tinggi.

  3. Kadar kolesterol LDL kurang dari 100 mg/dL, merupakan jumlah yang direkomendasikan namun kadar 100 sampai 129 mg/dL masih tergolong normal bagi orang yang tidak memiliki masalah kesehatan.

  4. Kadar kolesterol LDL 130 sampai 159 mg/dL, merupakan batas tinggi, sedangkan 160 sampai 189 mg/dL merupakan kadar yang tinggi.

  5. Tingkat HDL harus lebih tinggi, karena kadar HDL kurang dari 40 mg/dL dapat menjadi faktor utama untuk penyakit jantung.

  6. Kadar LDL 41 sampai 59 mg/dL merupakan batas rendah, sedangkan kadar di atas 60 mg/dL merupakan kadar LDL yang tinggi.

Baca Juga: Ciri-ciri Kolesterol Tinggi dan Asam Urat

Seiring berjalannya waktu dan pertambahan usia, risiko kolesterol tinggi dan penyakit jantung akan semakin mengintai pria, terutama pada pria yang sudah berusia 45 tahun atau lebih. Pada usia ini biasanya risiko kolesterol tinggi dan penyakit jantung akan semakin meningkat. Untuk itulah sangat penting selalu menjaga kadar kolesterol dalam darah tetap dalam batas yang normal.

Kolesterol tinggi atau dislipidemia adalah ketidakseimbangan kolesterol akibat tingginya kadar kolesterol. Dislipidemia menyebabkan aliran darah terhambat sehingga jantung tidak mendapat darah yang kaya akan oksigen. Hal ini kemudian meningkatkan risiko serangan jantung, dan penurunan darah dalam otak yang dapat menyebabkan penyakit stroke. Komplikasi yang dapat terjadi pada pengidap kolesterol tinggi adalah atherosclerosis, yang merupakan akumulasi kolesterol dan deposit lainnya pada dinding pembuluh darah.

Kondisi seperti tersebut dapat menurunkan aliran darah yang berada di dalam arteri sehingga dapat menimbulkan beberapa komplikasi seperti berikut ini:

  1. Nyeri dada

Jika arteri yang menyuplai jantung dengan darah terkena dampak deposit maka orang yang mengalaminya akan merasakan nyeri dada atau angina dan beberapa gejala penyakit coroner lainnya.

  1. Serangan jantung

Apabila plak dalam arteri coroner robek maka hal ini akan membentuk klot atau gumpalan darah pada area plak yabg robek. Kondisi ini kemudian dapat memblokade aliran darah atau menyumbat artei di tempat lain. Bila aliran darah menuju organ jantung berhenti maka risiko terkena serangan jantung akan terjadi.

  1. Stroke

Sama halnya seperti serangan jantung, saat aliran darah menuju bagian otak yang tersumbat oleh klot atau gumpala darah, maka seseorang dapat mengalami stroke. 

Baca Juga: Tekanan Darah Normal Berdasarkan Usia; Anak hingga Lansia

Perhatikan pula faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi seperti berikut ini:

  • Diet yang tidak sehat

Kebiasaan mengonsumsi lemak jenuh dari produk-produk hewani juga lemak trans yang terdapat pada beberapa makanan yang dijual di pasaran dapat meningkatkan kadar kolesterol. Beberapa jenis makanan tinggi kolesterol yang perlu dihindari antara lain adalah makanan cepat saji, hati sapi, daging ayam berlemak, udang, es krim, telur, krim kocok, daging olahan, mentega, dan gorengan.  

  • Kelebihan berat badan atau obesitas

Angka Indeks Massa Tubuh (IMT) yang lebih dari 30 dapat meningkatkan risiko terjadinya kolesterol tinggi. Timbunan lemak yang berlebih pada tubuh akan mengganggu kerja jantung karena menimbulkan timbunan kolesterol, kenaikan tekanan darah, dan penyumnatan arteri. Untuk itu sangat penting selalu menjaga berat badan dalam angka ideal agar tidak terjadi penumpukan kolesterol jahat dalam tubuh. 

  • Lingkaran pinggang yang besar

Lingkar pinggang juga dapat menjadi faktor yang meningkatkan kolesterol. Risiko ini akan meningkat jika pada pria memiliki lingkar pinggang lebih dari 102 cm dan pada wanita dengan lingkar pinggang lebih dari 89 cm. 

  • Kurang aktivitas fisik

Jarang melakukan aktivitas fisik dapat menyebabkan lemak menumpuk pada tubuh dan meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL. Sedangkan kebiasaan baik seperti berolahraga mampu meningkatkan kolesterol baik atau HDL. 

  • Melakukan kebiasan buruk merokok

Kebiasaan buruk merokok dapat merusak dinding pembuluh darah sehingga mempermudah proses penumpukan deposit lemak. Merokok juga dapat menurunkan kadar kolesterol baik atau HDL.

  • Penderita diabetes

Kadar gula dalam darah memiliki peranan tinggi dalam peningkatan kolesterol LDL dan penurunan kolesterol HDL. Selain itu glukosa darah tinggi juga dapat merusak lapisan pembuluh darah artei yang dapat membahayakan kesehatan. 

Kolesterol tinggi memiliki gejala khas yang banyak dialami pengidapnya, antara lain seperti:

  • Mudah lelah

Orang dengan kadar kolesterol tinggi akan lebih sering merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas fisik yang berat. Hal ini karena tubuh tidak mendapatkan aliran darah dengan kadar oksigen yang cukup. Sementara itu berbagai organ tubuh dipaksa untuk melakukan metabolisme dengan keras, padahal kondisi jantung dan pembuluh darah sedang bermasalah.  

  • Dada terasa nyeri

Rasa nyeri pada dada atau angina dapat disebabkan karena kadar kolesterol dalam darah sudah terlalu tinggi, yang menyebabkan penumpukan zat lemak pada pembuluh darah arteri. Penumpukan ini kemudian menyebabkan rasa nyeri pada bahkan meningkatkan risiko serangan jantung pada penderita. 

  • Kaki dan tangan sering kesemutan

Kadar kolesterol berlebih dapat menyebabkan pembuluh darah arteri yang menyuplai darah ke area kaki dan tangan menjadi lebih sempit. Hal ini akan menyebabkan aliran darah ke jaringan tubuh semakin berkurang sehingga aliran darah yang menuju ke beberapa bagian tidak memadai, hingga menyebabkan kesemutan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Tekanan Darah Secara Alami

Selain ketiga gejala di atas, masih ada beberapa gejala lainnya seperti rasa sakit pada rahang, xanthoma atau kelainan kulit yang ditandai dengan penumpukan lemak, serta gejala disfungsi ereksi. Segera lakukan pemeriksaan medis yang dapat dilakukan dengan cara telekonsultasi melalui website atau aplikasi farmamedisk, yang dapat menghubungkan pasien dengan mitra atau layanan penyedia jasa layanan kesehatan.

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?