Depresi adalah suatu permasalahan gangguan kesehatan mental serius yang membuat perasaan seseorang menjadi negatif. Depresi bisa teratasi jika penanganannya dimulai sesegera mungkin. Ciri-ciri depresi akan terlihat dengan gejala awalnya, sehingga perlu kita ketahui untuk menentukan tindakan pencegahan.
Dilansir dari American Psychiatric Association (APA), depresi dapat menyebabkan penderitanya merasakan kesedihan dan kehilangan minat pada banyak hal. Disini dapat kita ketahui ciri-ciri depresi yang ditimbulkan, dimana depresi tersebut juga dapat menjadi penyebab berbagai masalah emosional dan fisik, sehingga aktivitas sehari-hari sesorang tersebut menjadi terganggu.
Terjadinya gangguan kesehatan mental ini dapat menimpa siapa saja. Bahkan, pada orang yang hidup dalam kondisi serba ideal juga bisa terjadi dan ciri-ciri depresi hampir sama secara umum. Berikut beberapa faktor penyebab depresi yang di antaranya:
-
Biokimia atau masalah kimia di otak.
-
Genetika atau faktor keturunan dalam keluarga.
-
Faktor lingkungan karena seseorang terus menerus terpapar kekerasan, pelecehan, kemiskinan, atau stres tinggi.
Ciri-ciri depresi yang dapat kita bagi berdasarkan 2 aspek, yakni aspek psikologi dan aspek fisik. Berikut beberapa ciri-ciri depresi berdasarkan aspek psikologi yang meliputi:
-
Seseorang merasa selalu dibebani rasa bersalah dan sering menyalahkan diri sendiri.
-
Merasa putus asa, rendah diri, dan tidak berharga atau memiliki self esteem yang rendah.
-
Sering merasakan cemas dan khawatir yang berlebihan.
-
Seseorang yang suasana hatinya yang buruk atau sedih secara berkelanjutan.
-
Sangat mudah marah atau sensitif, serta mudah menangis.
-
Seseorang yang sering sulit berkonsentrasi, berpikir, dan mengambil keputusan.
-
Suka menjadi apatis terhadap lingkungan sekitarnya.
-
Seseorang yang tidak tertarik dan tidak memiliki motivasi terhadap segala hal (anhedonia).
-
Timbul ide untuk menyakiti diri sendiri atau percobaan bunuh diri
Sementara itu, dari aspek fisik, ciri-ciri depresi terdiri dari:
-
Seseorang yang tubuhnya selalu merasa kelelahan dan hilang tenaga.
-
Mempunyai selera makan menurun atau tidak berselera makan.
-
Mengalami insomnia atau malah terlalu banyak tidur.
-
Merasa pusing atau rasa nyeri yang tidak jelas alasannya.
-
Pergerakan tubuh dan cara bicara lebih lambat dari biasanya
-
Tidak ada gairah seksual
-
Berat badan turun secara drastis atau naik drastis
Penderita depresi tidak selalu merasakan ciri-ciri depresi yang sama, tergantung pada keparahan depresi yang dialami. Depresi ringan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan hubungan sosial. Pada kondisi yang berat, penderita benar-benar tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari dan membina hubungan dengan orang lain.
Baca Juga: Ciri-Ciri Asam Lambung Pada Tubuh
Jenis-Jenis Depresi
Selain ciri-ciri depresi tadi kita juga perlu diketahui beberapa jenis depresi yang bisa terjadi. Jenis depresi pembagiannya berdasarkan pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis depresi:
1. Depresi mayor
Depresi dimana seseorang ditandai dengan kondisi yang munculnya perasaa sedih, kehilangan ketertarikan, atau gejala-gejala depresi lainnya, setiap hari, hampir setiap saat, dan berlangsung lebih dari 2 minggu atau bahkan lebih.
2. Distimia
Gangguan depresi persisten (persistent depressive disorder) atau distimia adalah kondisi depresi mayor, yang sudah berlangsung cukup lama atau minimal 2 tahun.
3. Gangguan bipolar
Depresi pada gangguan bipolar maksudnya adalah gangguan mood yang ditandai dengan perubahan suasana perasaan atau emosi yang drastis pada dua periode waktu. Ketika seseorang mengalami bipolar, seseorang bisa mengalami episode mania (sangat senang) dan episode depresi mayor (sangat sedih atau terpuruk).
4. Depresi postpartum
Depresi dimana kondisi yang biasanya dialami oleh wanita yang baru saja melahirkan. Pada umumnya depresi postpartum akan ditandai dengan munculnya gejala depresi mayor dalam kurun waktu 1 minggu sampai 1 bulan setelah melahirkan.
5. Premenstrual dysphoric disorder (PMDD)
Depresi jenis ini yang sering terjadi pada beberapa wanita, bisa muncul keluhan dan gejala depresi saat sebelum dan selama menstruasi. Hal ini yang disebut dengan PMDD. Hal ini berbeda dengan gejala PMS (premenstrual syndrome).
6. Depresi atipikal (atypical depression)
Ciri-ciri depresi atipikal akan ditandai dengan munculnya gejala depresi yang terkadang tidak khas, misalnya peningkatan berat badan drastis, tidur yang berlebihan, sedih yang berlebihan dengan penolakan. Pada umumnya gejala tersebut dapat mereda dengan adanya suasana atau kejadian positif. Kadang depresi jenis ini disertai dengan gejala psikotik, seperti adanya halusinasi, gangguan pola pikir, atau waham (delusi), kondisi ini disebut dengan psychotic depression.
Baca Juga: Inilah Ciri-Ciri Disentri Mulai Sembuh
Cara mengatasi depresi
Setelah membahas ciri-ciri depresi, kita lanjut bagaimana cara untuk mengatasi depresi yang terbukti bisa mencegah kondisi depresi ini tidak menyerang kembali adalah dengan terapi psikologi untuk pola pikir dan perilaku. Untuk itu perlu bantuan medis profesional dari psikolog maupun psikiater, untuk mengidentifikasi masalah yang sebenarnya terjadi, dan penanganan yang sesuai untuk kondisi yang dialami, pendekatan penanganan kondisi ini dilakukan secara holistik, baik melalui pengobatan juga psikoterapi. Berikut beberapa cara atau tindakan untuk mengatasi Depresi :
-
Psikoterapi
Salah satu cara mengatasi depresi yang bisa membantu mengenali dan mengubah pola pikir dan tingkah laku seseorang terhadap suatu hal yang menjadi pemicu depresi. Dengan mengubah pola pikir, perilaku, gaya hidup, dan memulai aktivitas fisik yang menyehatkan, dapat mengurangi gangguan akibat depresi dan melawan depresi selain dengan bantuan obat-obatan yang diberikan oleh psikiater sesuai kebutuhan, psikoterapi juga mampu mencegah munculnya depresi kembali pasca pengobatan.
-
Psikologis
Adalah penerapan dari cara mengatasi depresi berdasarkan berbagai jenis terapi psikologis, seperti perilaku kognitif maupun antar personal. Segera lakukan beberapa tips ini agar tidak terus berlarut dalam kesedihan yang mematahkan motivasi dan merusak aktivitas sehari-hari, hobi, bahkan hubungan seksual dengan pasangan.
-
Berpikir secara logika
Berlatih memerangi setiap pikiran negatif yang datang dengan menggunakan logika. Dengan demikian akan mengembangkan kemampuan toleransi dan mengatasi masalah dengan perilaku yang lebih positif dan sehat.
-
Melakukan hal-hal yang baru
Lakukan hal baru, berbeda, dan menyenangkan setiap mulai ada merasa depresi atau aura negatif menyerang, misalnya dengan mengikuti kelas menyelam. Melakukan hal baru akan membuat seseorang merasa tertantang, sehingga merangsang dan meningkatkan hormon dopamine yang berkaitan dengan rasa senang, kenikmatan dan pembelajaran.
-
Menulis buku harian
Menulis buku harian yang bercerita tentang suasana hati adalah untuk membantu melihat perasaan negatif dari sudut pandang yang berbeda. Kegiatan terapi ini sekaligus menjadi pengingat akan hal-hal positif yang pernah terjadi dalam hidup, juga disarankan untuk mencatat paling tidak satu hal positif yang terjadi setiap harinya, dengan demikian dapat melatih untuk tetap berpikiran dan berperilaku positif.
-
Aktif dalam kontak sosial
Dengan menjaga kontak sosial yang merupakan salah satu cara untuk memerangi rasa terisolasi yang menjadi pemicu depresi. Intens berkomunikasi dengan keluarga maupun teman atau kerabat dekat yang dipercaya, agar tidak merasa sendiri, kosong, atau tidak berarti.
-
Melakukan rutinitas
Buatlah suatu rutinitas kegiatan baru yang menjaga agar tetap termotivasi dengan keseharian yang menarik dan lebih tertata, memiliki tujuan atau tanggung jawab baru yang lebih realistis, dan terhindar dari perubahan suasana hati atau serangan pola pikir lama penyebab depresi.
-
Melakukan olah raga
Melakukan olahraga minimal jalan kaki sebanyak 3-5 kali seminggu selama 20-30 menit bisa mencetuskan produksi hormon endorfin yang mampu meningkatkan suasana hati menjadi lebih bergairah dan bersemangat.
-
Tidur yang cukup
Luangkan waktu tidur yang cukup minimal 6 hingga 8 jam perhari. Tidur yang kurang atau waktu tidur yang berlebihan, dapat memperburuk depresi.
Jika kamu mulai merasakan adanya ciri-ciri depresi kembali, atau merasakan gangguan yang tidak dapat ditangani sendiri, jangan ragu untuk segera mencari bantuan dari ahlinya, sebelum gangguan semakin berat. Konsultasikan keluhan kesehatanmu dengan dokter profesional berpengalaman yang siap menjawab pertanyaanmu dan memberikan rekomendasi pengobatan sesuai asistensi medis yang kamu butuhkan.
Baca Juga: ciri-ciri kolesterol tinggi dan asam urat
Dokter rekanan farmamedisk telah tersertifikasi dan memiliki izin praktik sehingga layanan yang diberikan berkualitas. Kamu pun akan mendapatkan respon cepat melalui fitur telekonsultasi ini.

