Foto : Freepik
Ginjal sangat penting untuk memiliki tubuh yang sehat. Ginjal bertanggung jawab untuk mengatur pH, garam, kalium, dan banyak lagi. Berbagai penyakit, kebiasaan gaya hidup, dan faktor genetik dapat mempengaruhi fungsi ginjal.
Penulis : Sholahudin Achmad
Sepasang organ seukuran kepalan tangan yang bernama ginjal ini terletak di bagian bawah tulang rusuk. Ada satu ginjal di setiap sisi tulang belakang.
Fungsi ginjal adalah:
-
Bertanggung jawab untuk menyaring produk limbah, kelebihan air, dan kotoran lainnya agar keluar dari darah. Racun yang disimpan di kandung kemih ini selanjutnya dibuang lewat urine.
-
Mengatur kadar pH, garam, dan kalium dalam tubuh.
-
Memproduksi hormon yang mengatur tekanan darah dan mengontrol produksi sel darah merah.
-
Mengaktifkan bentuk vitamin D yang membantu tubuh menyerap kalsium.
Gangguan ginjal
Penyakit ginjal atau gangguan ginjal terjadi ketika ginjal rusak dan tidak dapat menjalankan fungsinya. Kerusakan dapat disebabkan oleh diabetes, tekanan darah tinggi, dan berbagai kondisi jangka panjang atau kronis lainnya.
Gangguan ginjal dapat menyebabkan masalah kesehatan lain seperti tulang lemah, kerusakan saraf, dan kekurangan gizi.
Jika gangguan ginjal ini semakin memburuk dari waktu ke waktu, ginjal Anda mungkin berhenti bekerja sepenuhnya atau disebut gagal ginjal. Artinya, diperlukan dialisis atau cuci darah untuk menjalankan fungsi ginjal.
Dialisis adalah perawatan yang menyaring dan memurnikan darah menggunakan mesin. Meski tidak dapat menyembuhkan penyakit ginjal, tetapi itu dapat memperpanjang hidup Anda.
Jenis dan penyebab penyakit ginjal
Berikut ini jenis-jenis penyakit ginjal dan penyebabnya.
-
Penyakit ginjal kronis
Penyakit ginjal kronis paling umum terjadi, yang merupakan kondisi jangka panjang yang tidak sembuh-sembuh. Tekanan darah tinggi merupakan penyebab umumnya. Tekanan darah tinggi berbahaya bagi ginjal karena dapat meningkatkan tekanan pada glomeruli. Glomeruli adalah pembuluh darah kecil di ginjal tempat darah dibersihkan.
Seiring waktu, peningkatan tekanan merusak pembuluh ini, dan fungsi ginjal mulai menurun. Fungsi ginjal pada akhirnya akan memburuk sampai pada titik di mana ginjal tidak dapat lagi melakukan tugasnya dengan baik.
Selain menjalani cuci darah, transplantasi ginjal mungkin merupakan pilihan pengobatan lain tergantung pada keadaan gagal ginjal.
Diabetes juga merupakan penyebab utama penyakit ginjal kronis. Peningkatan kadar gula dalam darah merusak pembuluh darah di ginjal dari waktu ke waktu. Ini berarti ginjal tidak dapat membersihkan darah dengan baik. Gagal ginjal dapat terjadi ketika tubuh Anda menjadi kelebihan beban dengan racun.
-
Batu ginjal
Batu ginjal adalah masalah ginjal yang juga umum terjadi, yakni ketika mineral dan zat lain dalam darah mengkristal di ginjal, membentuk massa padat atau batu. Batu ginjal biasanya keluar dari tubuh saat buang air kecil. Mengeluarkan batu ginjal tersebut bisa sangat menyakitkan, tetapi jarang menyebabkan masalah yang signifikan.
-
Glomerulonefritis
Glomerulonefritis adalah peradangan pada glomeruli. Glomeruli adalah struktur yang sangat kecil di dalam ginjal yang menyaring darah. Glomerulonefritis dapat disebabkan oleh infeksi, obat-obatan, atau kelainan yang terjadi selama atau segera setelah lahir (kelainan bawaan). Seringkali menjadi lebih baik dengan sendirinya.
-
Penyakit ginjal polikistik
Penyakit ginjal polikistik adalah kelainan genetik yang menyebabkan banyak kista atau kantung kecil berisi cairan yang tumbuh di ginjal. Kista ini dapat mengganggu fungsi ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.
-
Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri dari setiap bagian dari sistem kemih. Infeksi pada kandung kemih dan uretra adalah yang paling umum. Kondisi ini mudah diobati dan jarang menyebabkan lebih banyak masalah kesehatan. Namun, jika tidak diobati, infeksi ini dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.
Gejala penyakit ginjal
Gejala-gejala atau tanda-tanda peringatan dini bahwa Anda mungkin mengembangkan penyakit ginjal adalah sebagai berikut:
-
kelelahan
-
kesulitan berkonsentrasi
-
susah tidur
-
nafsu makan buruk
-
kram otot
-
kaki dan pergelangan kaki bengkak
-
bengkak di sekitar mata di pagi hari
-
kulit kering bersisik
-
sering buang air kecil, terutama larut malam
Gejala parah yang bisa berarti penyakit ginjal Anda berkembang menjadi gagal ginjal meliputi:
-
mual
-
muntah
-
kehilangan selera makan
-
perubahan keluaran urin
-
retensi cairan
-
anemia (penurunan sel darah merah)
-
penurunan gairah seks
-
peningkatan mendadak kadar kalium (hiperkalemia)
-
radang perikardium (kantung berisi cairan yang menutupi jantung)
Pengobatan penyakit ginjal
Pengobatan untuk penyakit ginjal biasanya terfokus pada pengendalian penyebabnya. Dokter akan membantu Anda untuk mengelola tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol dengan lebih baik.
Obat-obatan
Obat-obatan yang diresepkan dokter berupa obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE), seperti lisinopril dan ramipril; atau obat penghambat reseptor angiotensin (ARB), seperti irbesartan dan olmesartan.
Obat tekanan darah memperlambat perkembangan penyakit ginjal. Obat-obat tersebut membantu menjaga fungsi ginjal, bahkan jika Anda tidak memiliki tekanan darah tinggi.
Pengobatan lainnya adalah dengan pemberian obat kolesterol seperti simvastatin, yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan membantu menjaga kesehatan ginjal.
Tergantung pada gejala, dokter juga mungkin akan meresepkan obat untuk meredakan pembengkakan dan mengobati anemia atau penurunan jumlah sel darah merah.
Perubahan pola makan dan gaya hidup
Mengubah pola makan juga sama pentingnya dengan minum obat. Pola hidup sehat dapat membantu mencegah banyak penyebab penyakit ginjal.
Dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk :
-
mengelola diabetes melalui suntikan insulin
-
batasi makanan tinggi kolesterol
-
kurangi asupan garam
-
makan makanan sehat jantung yang mencakup buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak
-
batasi konsumsi alkohol
-
berhenti merokok jika Anda merokok
-
tetap seaktif mungkin secara fisik
-
pertahankan berat badan sedang
Dialisis dan penyakit ginjal
Cuci darah atau dialisis adalah metode buatan untuk menyaring darah. Tindakan ini digunakan ketika ginjal telah gagal atau hampir gagal. Banyak orang dengan penyakit ginjal stadium akhir harus menjalani dialisis secara permanen atau sampai ginjal donor ditemukan.
Ada dua jenis dialysis, yaitu hemodialisis dan dialisis peritoneal.
Efek samping yang paling umum dari hemodialisis adalah tekanan darah rendah, kram otot, dan gatal-gatal.
Pencegahan
Langkah-langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan dalam membantu mencegah penyakit ginjal adalah:
-
minum banyak air
-
kelola gula darah Anda jika Anda menderita diabetes
-
mengelola tekanan darah Anda
-
kurangi asupan garam
-
berhenti merokok jika Anda merokok
_________________________
Referensi :
Healthline ( 2018) Kidney Health and Kidney Disease Basics.
Chronic kidney disease basics. (2022).
cdc.gov/kidneydisease/basics.html
Chronic kidney disease: Symptoms and causes. (n.d.).
kidney.org/kidneydisease/aboutckd.cfm
Diabetic kidney disease. (2017).
niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/preventing-problems/diabetic-kidney-disease
Kidney disease: The basics. (2017).
kidney.org/news/newsroom/factsheets/CKD-A-Growing-Problem
Medicines to manage kidney disease. (n.d.).
kidneyfund.org/treatments/medicines-manage-kidney-disease
Race, ethnicity, and kidney disease. (n.d.).
kidney.org/atoz/content/minorities-KD
Testing for kidney disease. (2014).
niddk.nih.gov/health-information/health-communication-programs/nkdep/learn/causes-kidney-disease/testing/Pages/testing.aspx

