Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Gejala Cacar Air Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Gejala Cacar Air Pada Anak dan Cara Mengatasinya Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 

Cacar air adalah infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Kondisi ini menyebabkan ruam gatal dengan lepuh kecil berisi cairan. Cacar air sangat menular kepada orang yang belum pernah menderita penyakit ini atau belum divaksinasi. Vaksin cacar air pada anak merupakan langkah pencegahan yang aman dan efektif terhadap cacar air dan kemungkinan komplikasinya. 

Gejala

Gejala cacar air pada anak ditandai dengan munculnya ruam melepuh pada kulit yang gatal, akibat infeksi. Cacar air akan muncul dalam waktu 10-21 hari setelah terpapar virus,  dan biasanya berlangsung sekitar 5-10 hari. 

Tanda dan gejala lain, yang mungkin muncul satu hingga dua hari sebelum ruam, meliputi:

  • Demam

  • Kehilangan selera makan

  • Sakit kepala

  • Kelelahan dan perasaan tidak sehat secara umum (malaise)

Setelah muncul ruam cacar air, tiga fase berikutnya yang akan terjadi adalah :

  1. Benjolan merah muda atau merah (papula), yang pecah selama beberapa hari

  2. Lepuh kecil berisi cairan (vesikel), yang terbentuk dalam waktu sekitar satu hari dan kemudian pecah dan bocor

  3. Kerak dan koreng, yang menutupi lepuhan yang pecah dan membutuhkan beberapa hari lagi untuk sembuh

Benjolan baru akan terus muncul selama beberapa hari. Jadi, anak-anak mungkin akan mengalami ketiga tahap ruam tadi (benjolan, lepuh, dan lesi berkeropeng) pada saat yang bersamaan. 

Virus dapat terpapar kepada orang lain hingga 48 jam sebelum ruam muncul, dan virus tetap menular sampai semua lepuh yang pecah mengeras.

Gejala penyakit ini umumnya bersifat ringan pada anak-anak yang sehat. Dalam kasus yang parah, ruam dapat menutupi seluruh tubuh, dan lesi dapat terbentuk di tenggorokan, mata, dan selaput lendir uretra, anus, dan vagina.

Komplikasi cacar air pada anak 

Orang sehat yang terkena cacar air biasanya tidak mengalami komplikasi. Namun, kasus cacar air yang parah bisa lebih berbahaya terjadi pada  bayi yang sangat muda, remaja, orang hamil dan orang dengan masalah kekebalan, seperti pasien transplantasi. Kelompok rentan ini juga mencakup orang dengan kanker atau HIV atau orang yang dirawat dengan kemoterapi atau steroid.

Apakah cacar air bisa berakibat fatal?

Sangat kecil kemungkinan kematian akibat cacar air. Kebanyakan orang sembuh tanpa komplikasi. Namun, tetap ada orang yang meninggal karena cacar air. Di Amerika Serikat, menurut Cleveland Clinic,  jumlah kematian telah turun menjadi sekitar 20 orang per tahun setelah vaksinasi massal. Sebelumnya terjadi sekitar 100 kematian per tahun sebelum vaksin tersedia. Pasien rawat inap cacar air menurun 84% dari lebih dari 10.000 per tahun.

Kapan harus ke dokter?

Jika gejala cacar air pada anak sudah terlihat segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis, memeriksa ruam dan mempertimbangkan gejala lainnya. 

Dokter juga dapat meresepkan obat untuk mengurangi keparahan cacar air dan mengobati komplikasi, jika perlu. 

Beri tahu pula kepada dokter jika mengalami hal berikut: 

  • Ruam menyebar ke satu atau kedua mata.

  • Ruam menjadi sangat merah, hangat atau lunak. Ini bisa menunjukkan infeksi kulit bakteri sekunder.

  • Ruam disertai dengan pusing, disorientasi, detak jantung cepat, sesak napas, tremor, kehilangan koordinasi otot, batuk yang memburuk, muntah, leher kaku atau demam lebih tinggi dari 38,9 Celcius.

  • Siapa pun dalam rumah tangga memiliki masalah dengan sistem kekebalannya atau lebih muda dari 6 bulan.

Cara mengatasi cacar air pada anak

Seperti telah disebutkan, pada anak-anak yang sehat saat mengalami cacar air gejalanya akan bersifat ringan. Jika tidak ada penyakit atau kondisi lain, maka cacar air pada anak dapat sembuh dengan sendirinya. 

Namun untuk meredakan demam dan ketidaknyamanan yang dialami anak, mungkin bunda perlu memberikan obat. Misalnya paracetamol atau obat antihistamin seperti chlorphenamine.

Sebaiknya konsultasikan kepada dokter sebelum memberikan obat-obatan kepada si kecil obat, dikarenakan tidak semua obat aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak.

Cara mengatasi cacar air pada anak, atau untuk meringankan gejalanya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Yakni antara lain adalah sebagai berikut. 

  1. Cegah dehidrasi dengan asupan cairan tubuh

Mengatasi cacar air pada anak dilauan dengan memberikan cairan yang cukup. Asupan cairan dapat diberikan melalui pemberian air susu ibu (ASI), susu formula, atau air putih. Apabila anak sudah besar, sudah mengonsumsi makanan padat, berikan sup hangat.

  1. Mengoles krim pelembab kulit

Rasa gatal yang dialami anak saat cacar air dapat diatasi dengan memberikan krim untuk mengurangi rasa gatal. Oleskan krim  calamine ke tubuh si kecil, agar memberikan sensasi dingin pada kulit.

  1. Gunting kukunya, pakaikan sarung tangan

Ruam  cacar air bisa menyebabkan rasa gatal yang luar biasa, sehingga anak Anda mungkin akan menggaruknya. Untuk menghindari risiko infeksi dan bekas luka pada area yang digaruk, guntinglah kuku si kecil, atau kenakan sarung tangan pada kedua tangannya.

  1. Pilih pakaian yang nyaman

Untuk membuat anak merasa nyaman dan terhindar dari iritasi kulit, pakaikanlah pakaian yang longgar, lembut, dan berbahan katun.

  1. Mandi  dengan air hangat

Saat anak mengalami cacar air, mandikan dia dengan air hangat suam-suam kuku, lalu bersihkan tubuhnya dengan sabun berbahan lembut dan bilas hingga bersih.

Vaksin cacar air 

Vaksin cacar air yang dianjurkan adalh sebanyak dua dosis. Vaksinasi dilakukan ketika anak-anak berusia di bawah 13 tahun. Anak-anak harus mendapatkan satu dosis vaksin saat berusia usia 12 dan 15 bulan. Sementara untuk dosis kedua diberikan pada saat berusia empat dan enam tahun.

Jika anak  berusia 13 tahun atau lebih tidak pernah mendapatkan vaksin, maka harus  diberikan dua dosis dengan jarak setidaknya 28 hari.

Lebih dari 90% vaksinasi efektif untuk mencegah cacar air.

Siapa yang tidak boleh mendapatkan vaksin cacar air?

Jangan lakukan vaksinasi kepada orang-orang dengan kondisi berikut: 

  • Alergi terhadap vaksin atau bagian mana pun dari vaksin

  • Sedang hamil

  • Memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh 

  • Memiliki tuberkulosis

  • Sedang tidak enak badan 

  • Baru-baru ini mendapat transfusi darah atau vaksin hidup lainnya 

Jadi, sampaikan kepada petugas medis sebelum melakukan vaksinasi cacar air untuk mendapat arahan apakah anak harus divaksinasi atau tidak.

Bisakah orang dewasa terkena cacar air?

Ketika anak-anak terkena cacar air, tubuh mereka melawan penyakit dengan membuat zat yang disebut antibodi. Antibodi melawan virus dan membantu tubuh sembuh. Antibodi ini tinggal di tubuh sepanjang hidup. Jika orang dewasa terkena virus, antibodi akan melawan kuman.

Pada orang dewasa, virus cacar air (varicella zoster) dapat menjadi aktif kembali. Bila itu terjadi, maka menyebabkan penyakit yang disebabkan herpes zoster. Orang-orang "menangkap" herpes zoster dari virus cacar air mereka sendiri. Orang yang menderita herpes zoster dapat menularkan cacar air ke orang yang belum menderita cacar air. Namun, kamu  tidak bisa terkena herpes zoster kecuali menderita cacar air.

Herpes zoster tidak sama dengan herpes genital. Seperti cacar air,virus itu tampak seperti ruam yang terdiri dari benjolan kecil. Herpes zoster bisa menyakitkan dan butuh waktu lama untuk sembuh. Biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua minggu. Ada vaksin untuk mencegah herpes zoster. 

 
Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?