Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Gejala dan Akibat Kekurangan Vitamin D

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Gejala dan Akibat Kekurangan Vitamin D Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Vitamin D adalah nutrisi yang sangat bermanfaat untuk pembentukan tulang, menjaga kesehatan jantung, otak dan juga otot. Betapa penting peranan vitamin D ini membuat kita harus senantiasa mencukupi kebutuhan asupan vitamin ini untuk tubuh setiap harinya, agar terhindar dari kekurangan vitamin D. Sayangnya banyak orang tidak menyadari kalo tubuh mereka memberi sinyal bahwa tengah kekurangan vitamin D. Padahal kondisi kekurangan vitamin D ini dapat meningkatkan munculnya risiko penyakit tertentu seperti gangguan tulang hingga infeksi. Untuk itu ketahui terlebih dahulu apa saja tanda-tanda jika tubuh mengalami kekurangan vitamin D. 

Berikut adalah lima tanda yang bisa diketahui dari tubuh jika kekurangan vitamin D :

  1. Letih

Sering merasa letih walaupun istirahat sudah dalam waktu yang sangat cukup, adalah salah satu tanda jika tubuh kekurangan vitamin D. Hal ini sering dialami orang meski mereka sudah cukup tidur dan istirahat namun kerap merasa letih. Hal ini dikarenakan otot yang kuat dan sehat bukan hanya didapat dari kecukupan asupan zat besi saja, namun juga dari manfaat vitamin D. Untuk itulah dengan vitamin D yang cukup, banyak orang merasa lebih kuat dan sehat meski dalam usia yang tak lagi muda.

  1. Dahi berkeringat

Tanda paling mudah dilakukan diri sendiri untuk mendeteksi tubuh yang kekurangan vitamin D adalah dahi yang berkeringat. Hal ini bukanlah sesuatu yang normal jika suhu tubuh dalam keadaan normal namun kening terus-menerus berkeringat. Hal ini juga bisa menjadi salah satu cara untuk mendeteksi kurangnya vitamin D pada bayi yang baru lahir. 

  1. Depresi

Diagnosa depresi seringkali dikaitkan dengan kurangnya asupan vitamin D pada seseorang, meski belum diketahui dengan jelas hubungan antara keduanya. Namun para pakar kesehatan memprediksi bahwa mineral vitamin D mungkin saja bekerja di bagian otak yang sama dan mempengaruhi hormon yang sama seperti serotonin, yang berpengaruh dan memberi efek terhadap suasana hati seseorang.

Baca Juga : Manfaat Vitamin E, Kecantikan hingga Kesehatan

  1. Rasa sakit kronis

Para penderita kondisi kronis yang ditandai dengan nyeri meluas pada ligamen otot dan tendon atau yang dikenal sebagai penderita artritis dan fibromyalgia, dapat disebabkan karena kurangnya vitamin D pada tubuh. Hal ini dikaitkan karena kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rasa sakit pada sendi dan otot, sehingga kebutuhan vitamin D yang tercukupi dapat mencegah rasa pegal setelah berolahraga ataupun membantu mempercepat pemulihan otot.

  1. Patah tulang

Massa tulang manusia akan berhenti tumbuh diusia 30 tahun. Berdasarkan studi yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition, kekurangan vitamin D dapat mempercepat atau bahkan memperburuk gejala osteoporosis. 

Kekurangan vitamin D yang ditandai dengan gejala-gejala di atas, akan semakin parah dan dapat berisiko jika tidak langsung mendapat penanganan yang tepat. Berikut adalah akibat yang perlu diwaspadai jika tubuh kekurangan vitamin D :

  1. Penyakit jantung

Menurut studi yang diterbitkan pada Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, didapatkan hasil bahwa orang yang kekurangan vitamin D memiliki risiko lebih besar meninggal karena gagal jantung dan serangan jantung, jika dibandingkan dengan orang yang kebutuhan vitamin D terpenuhi. Hal ini diperkuat oleh tim Leeds Teaching Hospitals, yang menyampaikan dalam pertemuan American College of Cardiology, bahwa suplemen vitamin D yang diproduksi dalam kulit saat tubuh terkena sinar matahari dapat meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

  1. Bayi terlahir prematur

Vitamin D adalah salah satu nutrisi penting bagi ibu hamil, karena sangat banyak manfaat yang bisa dirasakan ibu hamil dari kecukupan vitamin D. Manfaat tersebut mulai dari mendukung pertumbuhan janin yang sehat hingga menurunkan risiko terjadinya komplikasi dalam kandungan. Selain itu vitamin D juga mampu mencegah kelahiran bayi secara premature, dengan cara bekerjanya yakni mengurangi infeksi bakteri pada plasenta.

  1. Nyeri haid

Saat menstruasi, dalam tubuh terjadi produksi berlebihan zat mirip hormon yang disebut dengan prostaglandin, yang memicu menstrusi menjadi menyakitkan. Manfaat vitamin D dalam hal ini adalah mampu mengurangi produksi prostaglandin, sehingga dapat mengurangi nyeri haid yang berlebihan. Berdasarkan sebuah penelitian ditahun 2010, wanita muda yang kekurangan vitamin D akan memiliki risiko mengalami gejala Pre Menstrual Sindrom (PMS) yang lebih parah, dibanding dengan orang yang kebutuhan vitamin D-nya tercukupi. 

Baca Juga : Manfaat Tiap Jenis Vitamin B Complex

  1. Radang usus

Peran vitamin D dalam sistem pencernaan juga tak kalah penting sebab kekurangan vitamin D dalam menyebabkan gangguan pencernaan dan menghambat penyerapan nutrisi. Orang yang kekurangan viramin D bahkan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit radang usu atau meningkatkan tingkat keparahan penyakit yang sudah diderita sebelumnya. Seorang peneliti kanker di Auckland University, menyatakan bahwa vitamin D mampu mencegah atau mengurangi masalah gastrointestinal, yang merupakan penyakit dengan keterkaitan sistem pencernaan terutama lambung dan usus. 

  1. Kerontokan rambut

Kekurangan vitamin D juga dapat menjadi penyebab rambut rontok, terutama bagi penderita penyakit autoimun jenis alopecia areata. Hal ini dikarenakan vitamin D memiliki peran dalam proses pembuatan folikel baru, yakni pori-pori di kulit kepala yang menjadi tempat rambut baru tumbuh.

  1. Kerusakan gigi

Orang yang kekurangan asupan vitamin D akan lebih sering mengalami gangguan pada gigi dan gusi mereka. Hal ini juga berlaku pada ibu hamil yang kekurangan vitamin D, sehingga pertumbuhan gigi bayi menjadi mudah rapuh dan gampang rusak. Begitu pula kekurangan vitamin D pada gigi yang akan berlanjut seiring bertambahnya usia. Vitamin D dalam tubuh bekerja sama dengan bantuan fosfor dan mineral lainnya untuk menyerap kalsium yang bermanfaat menyusun dan memperkuat jaringan gigi dari dalam. Selain itu vitamin D juga dapat mempercepat proses penyembuhan gigi yang berlubang, pencegahan radang gusi, dan menciptakan sementum yang mengikat gigi ke tulang di dalam mulut.

  1. Masalah BAK dan ISK

Kesulitan untuk menahan buang air kecil (BAK) pada wanita, merupakan salah satu akibat dari kurangnya vitamin D pada tubuh. Hal ini dikarenakan vitamin D juga bermanfaat untuk menjaga kekuatan otot, termasuk otot dasar panggul yang mengontrol saat hendak buang air. Hal ini pula menjadikan wanita dapat menderita infeksi saluran kencing berulang, karena kurangnya vitamin D tidak bisa menciptakan antibiotic alami bagi tubuh untuk mencegah infeksi.

Baca Juga : Bahan Alami Vitamin Penumbuh Rambut

  1. Asma

Dengan mengonsumsi vitamin D yang cukup, seseorang memiliki potensi untuk mengurangi eksaserbasi serangan asma dan membantu penanganan asma pada anak-anak dan orang dewasa. Menurut penelitian yang dilakukan di Qatar pada tahun 2011, dengan melibatkan 671 anak penderita asma dan 603 anak bukan penderita asma, didapatkan hasil bahwa 41,8 persen anak-anak yang menderita asma adalah mereka yang mengalami defisiensi vitamin D. 

Untuk menghindari akibat kurangnya vitamin D pada tubuh, legkapi kebutuhan harian vitamin D dari sumbernya. Pastikan kamu sudah mengonsumsi sesuai dosis, setelah melakukan konsultasi dari pakarnya. Kunjungi website Oke Klinik atau download aplikasi Oke Klinik, yang dapat menghubungimu dengan mitra atau rekanan penyedia jasa kesehatan.

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?