Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Gejala dan Penyebab Kulit Super Kering

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Gejala dan Penyebab Kulit Super Kering Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Foto : Freepik

Kulit kering adalah kondisi dimana saat kulit Anda mengering karena tidak memiliki cukup kelembaban. Pada umumnya kondisi ini tidak serius, tapi bisa sangat mengganggu bagi Anda yang mengalaminya. Apabila Anda memiliki kulit kering yang cukup parah, Anda harus segera menemui dokter.

Gejala Kulit Kering

Kondisi kulit kering bisa berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini bergantung pada faktor kesehatan, usia, dan penyebab kulit kering tersebut. Gejala kulit kering, kemungkinan besar adalah sebagai  berikut:

  • Kulit pecah-pecah (kulit terlihat retak yang mungkin berdarah di bagian dalam dan)

  • Kulit terasa gatal

  • Kulit mengelupas

  • Kulit berwarna kemerahan

  • Kulit terasa kasar atau berwarna abu-abu  dan pucat

  • Kulit terasa kencang terutama setelah beraktivitas di dalam air (seperti setelah mandi, berendam, atau  berenang)

Jenis penyakit kulit kering

Beberapa jenis penyakit kulit yang dapat menyebabkan kekeringan pada kulit, diantaranya adalah :

  1. Eksim (dermatitis atopik) 

Ini merupakan kondisi kulit yang sering kali menyebabkan kulit menjadi kering, gatal, merah, dan peradangan.

  1. Psoriasis

Penyakit autoimun ini menghasilkan kulit kering, bersisik, dan dapat disertai bercak merah yang menebal.

  1. Xerosis

Ini adalah istilah medis untuk kulit kering biasa, terutama terjadi karena kurangnya kelembaban alami kulit.

  1. Dermatitis kontak

Kondisi ini terjadi saat kulit terpapar dengan zat yang menyebabkan iritasi atau alergi, menyebabkan kekeringan dan peradangan.

  1. Ichthyosis

Ini adalah kelainan genetik yang menyebabkan kulit kering yang sangat parah dan bersisik seperti sisik ikan.

  1. Keratosis pilaris

Ini merupakan kondisi yang menyebabkan bercak kecil seperti jerawat di kulit yang kering.

  1. Pemakaian produk kimia yang keras atau iritasi lainnya

Penggunaan sabun, deterjen, atau produk perawatan kulit yang mengandung bahan kimia tertentu dapat menyebabkan kulit kering.

  1. Penyakit kulit lainnya

Beberapa penyakit kulit seperti pemphigus atau ichthyosis vulgaris juga dapat menyebabkan kekeringan kulit.

Apabila Anda mengalami gejala kulit super kering, segera bicarakan dengan dokter kulit untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. 

Penyebab kulit super kering dan faktor risikonya

Biasanya kulit super kering terjadi karena faktor lingkungan, seperti cuaca. Selain itu, kulit super kering juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Deterjen atau sabun yang keras 

Sabun, sampo, dan deterjen dibuat untuk menghilangkan minyak pada kulit Anda. Dengan kata lain, produk tersebut juga bisa mengeringkannya dengan menghilangkan semua kelembaban pada kulit.

  • Panas

Sumber panas apa pun, mulai dari pemanas ruangan dan pemanas sentral hingga perapian dan kompor kayu, dapat menurunkan kelembaban dalam ruangan dan membuat kulit Anda menjadi kering.

  • Mandi atau berendam di  air panas

Mandi air panas dalam waktu yang lama atau berendam di bak mandi air panas dapat menyebabkan kulit Anda menjadi kering.

  • Kondisi kulit lainnya

Orang dengan kondisi tertentu, seperti psoriasis atau eksim, juga bisa mengalami kulit yang sangat kering.

  • Berenang di kolam

Klorin, bahan kimia yang menjaga kebersihan beberapa kolam, dapat membuat kulit Anda menjadi kering.

  • Cuaca

Selama musim dingin, kelembaban dan suhu udara biasanya turun. Hal ini bisa membuat kulit Anda menjadi lebih kering.

  • Perubahan hormon

Kondisi ini muncul pada wanita, terutama selama masa kehamilan atau menopause.

  • Kurangnya asupan cairan atau dehidrasi.

Walaupun kulit kering merupakan hal yang umum terjadi dan dapat menyerang siapa saja, ada beberapa hal yang membuat Anda lebih mungkin mengalaminya. 

Anda berpotensi untuk mengalami kulit super kering, bergantung pada faktor:

  • Umur

 Jika Anda berusia 40 atau lebih, peluang Anda lebih tinggi untuk mengalami kulit kering. Lebih dari 50% orang lanjut usia memiliki kulit yang lebih kering.

  • Tempat tinggal

Potensi Anda meningkat jika Anda tinggal di iklim dingin atau kering karena minim kelembaban.

  • Pekerjaan 

Kulit Anda akan cenderung kering apabila kulit Anda sering basah saat bekerja. Orang yang berprofesi sebagai instruktur renang dan penata rambut sering kali memasukkan mulutnya ke dalam air. Hal tersebut dapat membuat kulitnya cenderung menjadi kering.

  • Kondisi kesehatan dan genetika. 

Beberapa orang mewarisi beberapa kondisi kesehatan dari orang tuanya yang dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Penyakit yang dimaksud seperti  eksim,  diabetes, penyakit ginjal, tiroid, dan gangguan hormon lainnya.

Untuk dapat mengatasi masalah kulit kering, penting untuk mengidentifikasi penyebabnya dan mengambil tindakan sesuai, seperti menggunakan pelembab yang tepat, menjaga kelembaban kulit, dan menghindari pemicu potensial. Jika masalahnya parah atau kronis, berkonsultasilah dengan dokter kulit.

Penyebab dan peradangan kulit kering lainnya

Beberapa faktor  mempengaruhi dampak yang berbeda dengan cara yang berbeda pula pada kondisi kesehatan. Jadi, tidak semua orang memiliki respon tubuh yang sama. Beberapa hal berikut menjadi faktor pemicu terjadinya kulit kering. 

  1. Sistem kekebalan tubuh  

Saat Anda menderita eksim, tubuh Anda memiliki sistem kekebalan yang bereaksi terlalu keras. Ia merespons dengan mudah terhadap sesuatu yang ada di dalam tubuh Anda (seperti gen) atau di luarnya (seperti alergen atau iritan). Reaksi ini merusak pelindung kulit—lapisan paling atas kulit yang melindungi tubuh dari bakteri dan mencegahnya kehilangan terlalu banyak kelembaban. Tanpa perlindungan ini, kulit Anda menjadi lebih sensitif, kering, rapuh, dan rentan terhadap  peradangan.

  1. Genetika 

Anda lebih mungkin terkena eksim jika Anda memiliki:

  • Riwayat dermatitis keluarga atau pribadi

  • Asma

  • Demam alergi serbuk bunga

  • Alergi terhadap faktor lingkungan seperti  serbuk sari,  poison ivy, atau bulu hewan peliharaan

  1. Alergi 

Banyak produk sehari-hari yang Anda gunakan di rumah, kantor, atau di tubuh Anda dapat mengiritasi kulit atau menyebabkan  reaksi alergi. Baik ringan maupun berat, alergi dapat memperburuk kondisi kulit. Bahan-bahan yang  dapat menyebabkan sejenis eksim yang disebut dermatitis kontak,  mencakup:

  • Logam, seperti nikel, seng, tembaga, atau besi

  • Asap rokok

  • Sabun dan sabun mandi

  • Pembersih rumah tangga, seperti deterjen atau pemutih

  • Wewangian

Selain itu, yang juga menyebabkan alergi adalah : 

  • pakaian yang terbuat dari wol atau polyester. 

  • salep antibakteri

  • formaldehida, bahan kimia yang ditemukan dalam lem dan disinfektan

  • cocamidopropyl betaine, ditemukan dalam lotion dan sampo

  • paraphenylenediamine, ditemukan pada pewarna kulit dan tato temporer

  • jus dari buah segar, sayuran, atau daging (saat Anda menyentuhnya)

  • alergi makanan, seperti daging dan sayuran

  1. Stress dan tekanan.

Para ahli menga akan bahwa jika Anda merasakan tekanan emosional, hal itu dapat memicu munculnya eksim atau memperburuknya. Apabila Anda menderita eksim yang parah, rasa gatal, nyeri, dan rasa terbakar yang hebat dapat membuat Anda sulit rileks atau tertidur. Kondisi ini dapat  menyebabkan kecemasan dan depresi, atau membuat Anda merasa minder dengan tampilan bercak yang kering dan bersisik. Hal ini dapat menyebabkan Anda  stres dan menurunkan kualitas hidup Anda.

____________________ 

Referensi :

American Academy of Dermatology: “DrySkin& Keratosis Pilaris.”

FrancescaFusco, MD, dermatologist, New York City.

American AcademyofDermatology: “Dermatologists’ Top TipsforSkinCareon a Budget," “CosmeceuticalFactsandYourSkin.”

ArchivesofDermatologicalResearch: “Avenanthramides, polyphenols from oats, exhibit anti-inflammatory and anti-itch activity.”

The Mayo Clinic: “SomeHomeRemedies Are GoodOptions,” “DrySkin,” "“Atopic Dermatitis (Eczema).”

JournalofInvestigativeDermatology: “Mite andCockroachAllergensActivateProtease-ActivatedReceptor 2 andDelayEpidermalPermeabilityBarrierRecovery.”

Sarah L. Stein, MD, pediatric dermatologist, ComerChildren’s Hospital, University of Chicago.

ClevelandClinic: “DrySkin,” “Eczema.”

National EczemaAssociation: “EczemaCausesandTriggers,” “EarningYourPlace in the Sun,” “Eczema in Winter,” “WhatisEczema?”

American College Allergy, Asthma, andImmunology: “Study showspainfuleczemasymptomsnegativelyimpactqualityoflife.”

SkinofColorSociety: “Eczema.”

National EczemaSociety: “The mind-body connection.”

 
Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?