Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Gejala Disentri Hingga Bahaya Dehidrasi Bagi Tubuh

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Gejala Disentri Hingga Bahaya Dehidrasi Bagi Tubuh Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Banyak orang mengira disentri dan diare adalah penyakit yang sama karena memiliki ciri dan gejala yang hampir mirip, padahal kedua penyakit ini adalah jenis yang berbeda. Disentri adalah terjadinya infeksi pada usus yang menyebabkan diare yang disertai darah atau lendir pada feses. Sedangkan diare adalah penyakit yang menyerang seseorang menjadi sering buang air besar dengan kondisi feses yang cenderung encer. 

Disentri disebabkan oleh 2 hal yakni karena bakteri dan amuba. Disentri yang disebabkan oleh bakteri disebut dengan disentri basiler dan merupakan jenis disentri paling umum yang dialami banyak orang. Sedangkan disentri amuba disebabkan karena terjadinya infeksi parasit bersel satu yakni entamoeba histoly.

Beberapa tanda dan gejala yang dialami seseorang saat mengalami disentri basiler adalah :

  • Diare yang disertai dengan kram perut

  • Demam lebih dari 38 derajat Celcius

  • Mual 

  • Muntah

  • Muncul darah dan atau lendir pada feses

Gejala yang dialami penderita disentri basiler dapat timbul 1 sampai 7 hari setelah terinfeksi dan berlangsung selama 3 hingga 7 hari. 

Sedangkan gejala dari disentri amuba dapat berupa :

  • Diare

  • Mual

  • Kram perut

  • Demam lebih dari 38 derajat Celcius

  • Penurunan berat badan

Bagi pada penderita disentri amuba gejala dapat dirasakan 10 hari sejak terinfeksi dan dapat disertai dengan gejala lain seperti menggigil, hilang nafsu makan, nyeri saat buang air, dan mengalami perdarahan pada dubur.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Disentri Sedari Dini

Selain dari beberapa gejala di atas, seseorang dapat dikatakan mengalami disentri jika sudah mendapat diagnosa dari beberapa cara seperti wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, seperti :

  • Pemeriksaan sampel feses untuk mengetahui penyebab disentri yang dialami 

  • Pemeriksaan sampel darah dan USG perut, jika ditemukan komplikasi disentri amuba berupa abses hati

  • Pemeriksaan kolonoskopi yang bertujuan mengetahui kondisi kesehatan usus besar

Selain disentri, dejala diare dan muntah yang terjadi secara bersamaan saat dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti :

  1. Gastroenteritis atau infeksi usus yang disebabkan oleh virus norovirus, rotavorus, astrovirus, adenovirus

  2. Keracunan makanan dari bakteri e.coli, campylobacter, salmonella, staphylococcus, shigella, dan listeria

  3. Traveler’s diarrhea yakni gangguan saluran pencernaan yang disebabkan oleh virus, parasite, atau bakteri yang didapatkan dari konsumsi air atau makanan

  4. Stress atau terlalu cemas sehingga menyebabkan beberapa gejala yang berhubungan dengan masalah perut seperti mual, muntah, dan sembelit

  5. Makan atau minum berlebihan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berminyak dan mengandung gula dalam jumlah besar dapat membuat perut iritasi sehingga menyebabkan diare dan muntah

  6. Efek samping obat juga dapat menjadi penyebab diare dan muntah yang dikarenakan cara kerja obat atau karena mengandung zat aditif yang mengiritasi perut 

Meski gejala-gejala disentri bukan termasuk kedalam gejala penyakit kronis, namun disentri perlu cepat mendapat penanganan medis jika penderitanya sudah mengalami gejala disentri parah seperti intensitas diare terus menerus yang disertai darah, terasa sangat sakit saat buang air besar, muntah yang berulang-ulang, demam tinggi tak kunjung normal, penurunan berat badan yang cukup drastis, dan munculnya gejala dehidrasi seperti merasa sangat kehausan, pusing, dan jantung berdebar.

Baca Juga: Cara-cara Mencegah Disentri Secara Alami

Bahaya dehidrasi pada orang yang mengalami disentri memang perlu mendapat perhatian khusus karena dehidrasi yang terjadi berkepanjangan bukan hanya mengakibatkan lemas namun dapat menjadi penyebab beberapa penyakit. Saat tubuh dehidrasi maka dapat menyebabkan penurunan volume cairan dalam tubuh, dan ketika tubuh tidak dapat memberikan kompensasi terhadap hal ini maka tekanan darah ikut turun drastis hingga mengganggu pasokan oksigen ke sel tubuh sehingga menyebabkan kerja organ vital terganggu.

Berikut adalah bahaya yang kemungkinan dapat terjadi jika seseorang merasakan dehidrasi dalam waktu berkepanjangan :

  1. Gangguan ginjal

Gagal ginjal adalah komplikasi dehidrasi paling umum yang diketahui banyak orang, karena ginjal merupakan salah satu organ yang bertugas mengeluarkan zat sisa metabolisme yang tidak diperlukan tubuh melalui urine. Pada tubuh yang mengalami dehidrasi maka zat sisa tersebut tidak dapat keluar sehingga menumpuk di dalam tubuh. Dehidrasi yang terjadi terus menerus dapat meningkat hingga menimbulkan penyakit batu ginjal dan infeksi saluran kemih. Jika sudah demikian dan tidak segera mendapat penanganan maka bisa menyebabkan gagal ginjal  

  1. Gangguan elektrolit

Tubuh membutuhkan elektrolit sebagai penghantar sinyal listrik antar sel. Saat terjadi dehidrasi maka secara otomatis akan terjadi gangguan keseimbangan elektrolit berupa penurunan atau peningkatan jumlah elektrolit tertentu. Sementara keseimbangan elektrolit harus dijaga agat semua organ tubuh dapat berfungsi dengan baik sebab jika tidak sistem organ vital tubuh dapat mengalami dampaknya. Gangguan elektrolit yang diakibatkan oleh dehidrasi ditandai dengan hilangnya cairan tubuh melalui keringat berlebih, diare, atau muntah. Jika ketidakseimbangan elektrolit tidak segera ditangani maka memunculkan dampak yang serius seperti kejang, serangan jantung, hingga koma.

  1. Tekanan darah menurun

Kekurangan cairan dalam tubuh juga dapat menurunkan volume darah pada seseorang. Tekanan darah rendah dapat dikatakan jika berada dibawah nilai 90/60 mmHg. Saat tubuh mengalami kekurangan cairan maka volume darah juga akan mengalami penurunan. Saat kondisi tubuh dalam tekanan darah yang terlalu rendah maka organ tubuh tidak dapat memperoleh oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk bekerja dengan baik. 

  1. Heat injury

Heat injury dapat dialami seseorang ketika tubuh mengalami kekurangan cairan atau saat tubuh dalam kondisi panas karena cuaca. Komplikasi dehidrasi ini dapat menyebabkan risiko yang beragam sepeti heat cramp ringan yang ditandai dengan nyeri otot dan sesak nafas, heat exhaustion yang diiringi dengan gejala pusing, detak jantung terasa sangat cepat, muntah, dan keringat berlebihan, hingga terjadinya heat stroke yang mengancam dengan gejala demam lebih dari 40 derajat celcius, denyut nadi tidak normal seperti terlalu lemah atau terlalu cepat, hingga kehilangan sadar. 

  1. Kerusakan otak

Tubuh manusia mengandung 70 persen air yang menyebabkan semua sel dalam tubuh termasuk sel otak dapat bekerja baik jika asupan cairan tubuh terpenuhi. Namun jika terjadi dehidrasi maka sel otak tidak dapat bekerja dengan baik dan dapat mengarah ke masalah kognitif sehingga motorik seseorang menjadi menurun.Dampak dehidrasi yang dapat dialami otak berawal dari kurangnya konsentrasi dan kecepatan dalam memberi reaksi. 

  1. Kematian  

Jika komplikasi dehidrasi di atas sudah dialami tubuh maka akan memunculkan risiko dehidrasi berat yang dapat mengakibatkan kematian. Saat tubuh kehilangan cairan sebanyak 10 persen atau lebih maka sirkulasi darah akan terhambat dan kinerja organ tubuh yang vital dapat menurun. Berdasarkan data UNICEF ditahun 2017, sekitar 8 persen kematian anak dibawah usia 5 tahun disebabkan oleh diare yang merupakan gejala disentri. 

Baca Juga: Inilah Ciri-Ciri Disentri Mulai Sembuh

Pentingnya mengetahui gejala disentri adalah untuk mendapat penanganan sedari dini agar terhindar dari risiko berbahaya yang tidak diinginkan. Lakukan konsultasi dengan dokter melalui aplikasi atau website Oke Klinik, yang merupakan teknologi penghubung pasien dengan dokter atau mitra dan rekanan penyedia jasa kesehatan

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?