Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Gejala Kanker Usus Besar dan Pencegahannya

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Gejala Kanker Usus Besar dan Pencegahannya Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 

Kanker usus besar biasanya menyerang orang dewasa, meskipun dapat pula terjadi pada usia berapa pun. Diawali dari gumpalan kecil sel non-kanker yang jinak, atau disebut polip, yang terbentuk di bagian dalam usus besar. Seiring waktu, beberapa polip tersebut menjadi kanker usus besar.

Kanker usus besar adalah jenis kanker yang dimulai di usus besar. Usus besar adalah bagian terakhir dari saluran pencernaan. Kanker usus besar kadang-kadang disebut kanker kolorektal, yang merupakan istilah yang menggabungkan kanker usus besar dan kanker dubur, yang dimulai di rektum.

Pada tahap awal, gejala kanker usus besar pada umumnya tidak dirasakan oleh pasien. Namun kemudian setelah jumlahnya makin banyak, dengan letak benjolan dan ukuran yang semakin membesar, barulah terasa tanda dan gejalanya.

Gejala kanker usus besar 

Dilansir dari Mayo Clinic, tanda dan gejala kanker usus besar,  meliputi sebagai berikut:

  • Perubahan terus-menerus dalam kebiasaan buang air besar, termasuk diare atau sembelit atau perubahan konsistensi tinja 

  • Pendarahan dubur atau darah di tinja

  • Ketidaknyamanan perut yang terus-menerus, seperti kram, gas atau nyeri

  • Perasaan bahwa usus tidak kosong sepenuhnya

  • Kelemahan atau kelelahan

  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

Tanda dan gejala kanker usus besar di atas kemungkinan akan muncul secara bervariasi. Hal itu tergantung dari ukuran dan lokasi kanker di usus besar pasien. 

Kapan harus ke dokter?

Jika merasakan gejala kanker usus besar secara persisten dan membuat Anda khawatir, maka segeralah atur waktu dengan dokter untuk berkonsultasi. Minta saran dokter mengenai kapan waktunya untuk memulai skrining kanker usus besar. Dokter mungkin merekomendasikan skrining lebih sering atau lebih awal jika Anda memiliki faktor risiko lain, seperti riwayat keluarga penyakit.

Penyebab kanker usus besar 

Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab kanker usus besar. Secara umum, kanker usus besar dimulai ketika sel-sel sehat di usus besar mengalami perubahan atau mutasi dalam DNA. DNA sel berisi seperangkat instruksi yang memberitahu sel apa yang harus dilakukan.

Sel-sel sehat tumbuh dan membelah secara teratur untuk menjaga tubuh Anda berfungsi normal. Tetapi ketika DNA sel rusak dan menjadi kanker, sel terus membelah, bahkan ketika sel baru tidak diperlukan. Sel yang menumpuk dapat membentuk tumor.

Seiring waktu, sel-sel kanker dapat tumbuh untuk menyerang dan menghancurkan jaringan normal di dekatnya. Dan sel kanker dapat melakukan perjalanan ke bagian lain dari tubuh untuk membentuk deposit di sana atau disebut metastasis.

Faktor risiko kanker usus besar

Faktor resiko yang dapat meningkatkan terbentuknya kanker usus besar, menurut Mayo Clinic, adalah  meliputi sebagai berikut:  

Usia yang lebih tua. Kanker usus besar dapat didiagnosis pada usia berapa pun, tetapi sebagian besar orang dengan kanker usus besar adalah mereka yang berusia diatas 50 tahun. Tingkat kanker usus besar pada orang yang lebih muda dari 50 tahun telah meningkat, tetapi dokter tidak yakin mengapa.

Ras Afrika-Amerika. Orang Afrika-Amerika memiliki risiko lebih besar terkena kanker usus besar daripada orang-orang dari ras lain.

Riwayat pribadi kanker kolorektal atau polip. Jika Anda pernah menderita kanker usus besar atau polip usus non-kanker, Anda memiliki risiko lebih besar terkena kanker usus besar di masa depan.

Kondisi usus inflamasi. Penyakit radang kronis pada usus besar, seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn, dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.

Sindrom bawaan yang meningkatkan risiko kanker usus besar. Beberapa mutasi gen yang diturunkan dari generasi ke generasi dalam keluarga Anda dapat meningkatkan risiko kanker usus besar secara signifikan. Hanya sebagian kecil dari kanker usus besar yang terkait dengan gen yang diturunkan. Sindrom bawaan yang paling umum yang meningkatkan risiko kanker usus besar adalah familial adenomatous polyposis (FAP) dan sindrom Lynch, yang juga dikenal sebagai kanker kolorektal nonpolyposis herediter (HNPCC).

Riwayat keluarga dengan kanker usus besar. Anda lebih mungkin terkena kanker usus besar jika memiliki kerabat sedarah yang pernah menderita penyakit tersebut. Jika lebih dari satu anggota keluarga menderita kanker usus besar atau kanker rektum, risiko Anda semakin besar.

Diet rendah serat, tinggi lemak. Kanker usus besar dan kanker dubur mungkin terkait dengan pola makan khas Barat, yang rendah serat dan tinggi lemak dan kalori. Penelitian di bidang ini memiliki hasil yang beragam. Beberapa penelitian telah menemukan peningkatan risiko kanker usus besar pada orang yang makan makanan tinggi daging merah dan daging olahan.

Gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Orang yang tidak aktif lebih mungkin mengembangkan kanker usus besar. Melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat mengurangi risiko kanker usus besar.

Diabetes. Orang dengan diabetes atau resistensi insulin memiliki peningkatan risiko kanker usus besar.

Kegemukan. Orang yang mengalami obesitas memiliki peningkatan risiko kanker usus besar dan peningkatan risiko kematian akibat kanker usus besar bila dibandingkan dengan orang yang dianggap berat badan normal.

Merokok. Orang yang merokok mungkin memiliki peningkatan risiko kanker usus besar.

Alkohol. Penggunaan alkohol secara berlebihan meningkatkan risiko kanker usus besar.

Terapi radiasi untuk kanker. Terapi radiasi yang diarahkan ke perut untuk mengobati kanker sebelumnya meningkatkan risiko kanker usus besar.

Pencegahan kanker usus besar 

Berikut ini adalah langkah-langkah pencegahan kanker usus besar yang dianjurkan oleh dokter. 

  1. Skrining atau pemeriksaan 

Skrining kanker usus besar disarankan pada orang dengan risiko kanker usus besar, yaitu mereka yang berusia di atas 50 tahun. Orang yang memiliki riwayat keluarga kanker usus besar juga disarankan untuk lakukan skrining lebih awal. Tanyakan kepada dokter, mengenai pemeriksaan atau skrining kanker usus besar yang sesuai dengan kondisi Anda. 

  1. Ubahlah gaya hidup menjadi lebih sehat 

Perubahan gaya hidup untuk mengurangi risiko kanker usus besar dapat membantu  untuk mengurangi risiko kanker usus besar. Lakukan perubahan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari Anda. 

Mulailah membiasakan makan berbagai buah-buahan, sayuran dan biji-bijian yang banyak  mengandung vitamin, mineral, serat dan antioksidan. Bahan makanan alami nan segar ini mungkin akan bermanfaat dalam pencegahan kanker di tubuh Anda. Pilih variasi buah dan sayuran agar mendapatkan berbagai vitamin dan nutrisi.

Kurangi atau lebih bagus hentikan kebiasaan minum alkohol.  Jika sama sekali untuk berhenti dari kebiasaan tersebut tidak dapat dilakukan, maka batasi jumlah alkohol yang Anda minum. Yakni tidak lebih dari satu gelas sehari untuk wanita dan dua gelas untuk pria.

Hentikan kebiasaan merokok, karena ini dapat meningkatkan resiko terkena kanker usus besar. 

  1. Berolahraga rutin hampir setiap hari 

Cobalah untuk menjaga kebiasaan rutin berolahraga selama kurang lebih 30 menit setiap hari. Lakukan terus setiap minggunya, dalam beberapa hari, kebiasaan olahraga ini. Jika sudah tidak aktif, mulailah perlahan dan tingkatkan secara bertahap hingga 30 menit. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai program olahraga apa pun.

  1. Pertahankan berat badan 

Jika Anda sudah memiliki berat badan yang sehat, berusahalah untuk menjaga berat badan tersebut dengan menggabungkan diet sehat dengan olahraga setiap hari. 

Jika masih harus menurunkan berat badan, konsultasikan dengan dokter mengenai cara sehat untuk mencapai tujuan tersebut. Sebaiknya turunkan berat badan secara perlahan dengan meningkatkan jumlah olahraga yang Anda lakukan dan mengurangi jumlah kalori yang Anda makan.

  1. Pencegahan kanker usus besar untuk orang dengan risiko tinggi

Untuk orang dengan resiko tinggi terkena kanker usus besar, beberapa obat telah ditemukan untuk mengurangi risiko polip prakanker atau kanker usus besar. Misalnya, aspirin atau obat mirip aspirin yang diminum secara teratur. Tetapi tidak jelas berapa dosis dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengurangi risiko kanker usus besar. Mengambil aspirin setiap hari memiliki beberapa risiko, termasuk perdarahan gastrointestinal dan bisul.

Pilihan tersebut umumnya disediakan untuk orang dengan risiko tinggi kanker usus besar.  Diskusikan dengan dokter mengenai faktor risiko Anda, untuk menentukan apakah obat pencegahan aman untuk Anda.

 
Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?