Influenza atau yang dikenal dengan flu adalah infeksi virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Bagaimana gejala, penyebab, dan cara mengobati flu, dapat disimak dalam artikel ini.
Flu dapat menyerang siapa saja. Mulai dari bayi berusia 6 bulan, hingga lansia di atas 65 tahun. Baik laki-laki, maupun perempuan bisa terserang flu.
Flu kadang gejalanya sama dengan batuk pilek biasa (common cold), walaupun sesungguhnya kedua penyakit tersebut disebabkan oleh virus yang berbeda.
Gejala flu pada umumnya lebih parah dari batuk pilek biasa. Selain itu, serangan flu terjadi secara mendadak. Sementara gejala batuk pilek biasa, cenderung ringan dan timbulnya bertahap.
Penderita flu rata-rata mengalami demam, sakit kepala, pilek, dan hidung tersumbat maupun batuk. Gejala lainnya meliputi nyeri tenggorokan, meningkatnya produksi lendir hidung, mudah lelah, diare, mual dan muntah.
Penularan flu kepada orang lain akan lebih mudah terjadi dalam tiga sampai empat hari pertama setelah penderita terinfeksi virus ini.
Dalam sejumlah kasus, penderita flu bisa menularkan penyakitnya ke orang lain sebelum munculnya gejala.
Kenali gejala, penyebab, dan cara mengobati flu agar kamu dapat terhindar dari penularan flu atau mencegah penularannya.
Baca Juga: Kenali Gejala Meningitis Pada Orang Dewasa, Sering Dikira Flu Biasa
Gejala flu
Penderita flu pada umumnya akan mengalami gejala berupa demam, pilek, hidung tersumbat, dan sakit kepala. Gejala flu seringkali terasa sama dengan gejala batuk pilek biasa. Padahal, gejala flu terasa lebih parah dari batuk pilek biasa dan sering kali serangannya secara tiba-tiba.
Kapan harus ke dokter?
Apabila kamu mengalami gejala-gejala flu di atas dan tak kunjung sembuh setelah dua minggu, segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.
Demikian pula bila gejala flu kamu rasakan berangsur membaik tetapi kemudian memburuk lagi, segeralah berobat ke dokter.
Bila anak-anak mengalami gejala flu berikut ini, bawalah segera ke dokter:
-
napas cepat atau bahkan sulit bernapas
-
bibir atau wajah membiru
-
nyeri dada
-
nyeri otot berat
-
dehidrasi
-
kejang
-
demam di atas 40 derajat Celsius
-
demam pada anak di bawah usia 12 minggu
Sedangkan untuk orang dewasa, segera konsultasikan dengan dokter apabila mengalami gejala:
-
sesak nafas
-
nyeri persisten pada dada atau perut
-
pusing dan disorientasi yang persistent
-
kejang
-
tidak dapat buang air kecil
-
nyeri otot berat
-
demam atau batuk yang sempat membaik lalu menjadi buruk
Tindakan darurat perlu dilakukan bila gejala flu disertai sesak napas atau penurunan kesadaran.
Penyebab flu
Penyakit flu merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Mikroorganisme tersebut menyebabkan infeksi pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
Virus flu menular melalui percikan air liur di udara atau droplet yang dikeluarkan penderita ketika bersin atau batuk.
Selain itu, flu juga bisa diakibatkan oleh karena kamu menyentuh mulut atau hidung setelah memegang benda yang terkena percikan air liur penderita flu. Penularan melalui perantaraan benda yang dihinggapi droplet juga bisa menjadi sarana penularan virus flu.
Faktor resiko flu
Beberapa kelompok akan lebih rentan terkena penyakit flu. Mereka adalah :
-
anak-anak usia 6 bulan sampai 5 tahun dan orang dewasa usia di atas 65 tahun
-
orang dengan kondisi sistem imun melemah (HIV/AIDS, leukemia,dll)
-
penderita asma
-
memiliki penyakit paru-paru kronis
-
obesitas
-
ibu hamil
Kondisi tempat tinggal seseorang juga dapat meningkatkan faktor resiko penularan penyakit flu. Mereka yang tinggal di fasilitas bersama dengan banyak penghuni, seperti panti jompo, asrama, mes, akan lebih sering terkena flu. Selain itu, pasien yang sedang dirawat di rumah sakit juga berisiko tinggi.
Diagnosis Influenza
Diagnosis flu dilakukan berdasarkan gejala-gejala klinis yang ditemukan. Selain itu, juga dengan adanya riwayat kontak dengan orang yang memiliki gejala serupa.
Kecurigaan bisa semakin bertambah apabila saat gejala muncul sedang dalam “musim flu” yakni pada musim hujan atau musim dingin.
Cara mengobati flu
Penyakit flu dapat diobati dengan cepat. Flu ringan bisa diatasi dengan banyak beristirahat, mengonsumsi makanan sehat yang mengandung vitamin C, dan banyak minum.
Sementara untuk flu yang gejalanya berat mesti diobati dengan terlebih dahulu memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan resep obat yang tepat. Obat flu diberikan untuk mempercepat kesembuhan sekaligus mencegah komplikasi.
Baca Juga: 9 Cara Mengatasi Batuk Kering yang Membandel
Pengobatan rumahan
Flu dapat diobati dengan melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Selain itu, juga dengan melakukan pengobatan di rumah atau rumahan.
Cara mengobati flu di rumah adalah dengan menggosokkan balsam dengan formula bahan-bahan alami berkhasiat seperti camphor, eucalyptus oil, dan menthol pada dada, leher, dan punggung.
Selanjutnya, kamu dapat mengobati flu dengan menghirup uap hangat dari campuran 2 sendok teh balsam dan air panas dengan bantuan alat vaporizer untuk mengencerkan ingus yang menyumbat hidung.
Cara lainnya, adalah dengan berkumur pakai air garam hangat atau obat kumur bisa untuk meringankan sakit tenggorokan.
Saat mandi, usahakan pakai air hangat atau kompres dengan bantalan pemanas untuk membantu meringankan nyeri otot.
Perbanyak minum air putih, agar kamu tetap terhidrasi. Perbanyak cairan dalam tubuh dengan minum 2 liter air putih setiap harinya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
Jangan lupa untuk mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Baca Juga: Tips Memilih Obat Flu dan Batuk Anak
Cara mencegah flu
Pencegahan flu secara efektif dapat dilakukan dengan vaksinasi influenza. Selain itu, dianjurkan pula untuk rajin cuci tangan dengan air bersih atau alkohol, pengganti sabun.
Menjaga jarak sosial dengan penderita flu juga merupakan cara mencegah penularan flu. Demikian pula dengan perilaku hidup bersih dan sehat, adalah cara mencegah flu. Hindari pula untuk memegang mata, hidung dan mulut untuk mencegah penyebaran kuman.
Baca Juga: Pilek? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Komplikasi Flu
Flu yang sembuh kemudian kambuh dan memburuk bisa menjadi tanda komplikasi serius, seperti paru-paru basah (pneumonia), gangguan jantung, meningitis, atau infeksi virus pada otak. Komplikasi tersebut bisa lebih berisiko terjadi pada ibu hamil dan orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah.
Beberapa komplikasi yang juga mungkin terjadi meliputi bronchitis, asma kambuh, masalah jantung, infeksi pendengaran, dan sindrom Reye.
Paru-paru adalah komplikasi flu yang paling serius. Untuk orang tua dan orang dengan kondisi kronis, pneumonia dapat berakibat fatal.
Baca Juga: Gejala dan Perkembangan COVID Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5
Demikianlah gejala, penyebab, dan cara mengobati flu yang penting kamu ketahui. Bagikan informasi ini kepada keluarga dan teman-teman kamu dengan membagikan link artikel ini. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai flu, kamu bisa melakukan konsultasi dengan dokter melalui aplikasi farmamedisk.
Referensi :
mayoclinic (2021) Influenza (flu)
Gwiharto, A., et al. (2022). Studi Efektivitas Vaksin Influenza: Updated Review. Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, 3(1), pp. 48–56.

