Tipes atau tifus atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan karena adanya infeksi bakteri Salmonella Typhi yang menyebar melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi. Jenis bakteri ini juga berkaitan dengan penyakit Salmonelosis, yakni penyebab infeksi pada sistem pencernaan yang lebih buruk dibandingkan tipes.
Menurut Center of Disease Control and Prevention, pada umumnya orang yang sedang terserang penyakit tipes akan merasakan beberapa gejala, seperti diantaranya adalah:
-
Demam dan kedinginan
Demam merupakan peradangan yang muncul saat sistem kekebalan tubuh melawan infeksi. Demam yang dirasakan karena penyakit tipes berbeda dengan demam biasa. Pada umumnya demam karena tipes akan terjadi secara bertahap dan suhu tubuh masih dalam batas normal atau justru menjadi rendah. Lalu kemudian secara bertahap suhu tubuh akan mengalami peningkatan bahkan dapat mencapai 40 derajat Celcius.
Selain itu, orang yang mengalami demam tipes pada umumnya akan memuncak di malam hari dan mereda di pagi hari. Hal ini dikarenakan saat malam hari tubuh manusia mengalami ritme sirkadian atau siklus jam biologis. Ritme sirkadian berfungsi mengeluarkan hormon melatonin yang hanya dapat dikeluarkan pada malam hari dalam waktu yang cukup cepat. Di malam hari pula terjadi penurunan hormon kortisol dalam tubuh yang menyebabkan sel darah putih bekerja lebih keras pada malam hari. Reaksi sel darah putih yang lebih aktif inilah yang menjadi penyebab suhu tubuh menjadi lebih panas saat malam hari.
Baca Juga: Terserang Maag? Cari Tahu Gejala dan Penyebabnya!
-
Nafsu makan menurun
Pada orang dewasa, gejala nafsu makan yang menurun biasanya munul pada tahap pemulihan sakit tipes dan tidak terjadi dalam waktu yang lama. Selera makan yang menurun menjadi wujud dari respon peradangan dalam tubuh. Sistem imun akan merangsang otak untuk melepaskan zat kimia bernama leptin yang bekerja menurunkan nafsu makan. Namun selera makan yang menurun bermanfaat bagi tubuh yakni untuk mencegah bakteri masuk lebih banyak melalui makanan.
Saat seseorang merasakan nafsu makan yang menurun maka bakteri dalam tubuh akan mendapat asupan makanan yang sedikit pula, hingga akhirnya bakteri akan kelaparan dan lebih cepat mati. Kendati demikian orang yang sedang menderita tipes tetap harus makan dalam jumlah yang cukup karena tubuh memerlukan energi untuk melawan bakteri penyebab tipes. Untuk itu disarankan orang yang sedang mengalami tipes untuk tetap makan makanan sehat dengan gizi seimbang dalam porsi yang lebih sedikit dan lebih sering.
-
Sakit perut
Bakteri penyebab penyakit tipes akan menyerang sistem pencernaan seseorang terutama usus. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang merasakan gangguan pencernaan sebagai salah satu gejala tipes. Saat seseorang mengalami sakit perut larena tipes, itu artinya bakteri Salmonella telah menginfeksi lapisan usus yang menyebabkan peradangan. Biasanya sakit perut yang dirasakan berupa nyeri di sekitar perut hingga ulu hati. Sakit perut ini dapat berlangsung selama beberapa hari, yang dapat menaikan risiko seseorang mengalami dehidrasi. Untuk itulah orang dengan penyakit tipes disarankan banyak mengonsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi.
-
Mual dan muntah
Bakteri penyebab tipes akan menginfeksi sistem saluran pencernaan seperti dinding lambung dan usus. Hal ini menyebabkan sistem imun akan merespon serangan bakteri tersebut dengan mengirimkan sinyal ke otak untuk memunculkan rasa mual. Kemudian otak akan memicu organ pencernaan memproduksi lebih banyak cairan yang membuat perut menjadi tidak nyaman sehingga menyebabkan rasa mual dan memunculkan keinginan untuk muntah. Meski rasa mual dan muntah tidak nyaman dirasakan penderita penyakit tipes, namun gejala ini merupakan reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan racun dan bakteri dari dalam sistem pencernaan.
-
Ruam
Ruam pada kulit memang identik dengan penyakit Demam Berdarah Dengue, namun ruam kulit juga menjadi salah satu gejala tipes yang perlu diperhatikan. Ruam pada kulit biasanya akan muncul berupa bintik kecil berwarna merah muda, yang akan muncul setelah 7 sampai 14 hari seseorang terpapar bakteri. Namun gejala ruam kulit dapat datang lebih cepat yakni pada waktu 3 hari setelah terinfeksi.
Selain kelima gejala di atas, gejala tipes juga dapat disertai dengan turunnya berat badan, tubuh yang terasa lemas, banyak berkeringat, batuk kering, diare atau sembelit, dan perut membuncit. Jika seseorang telah mengalami gejala tipes maka sebaiknya segera melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboraturium. Penyakit tipes dapat diobati dengan antibiotic namun jangan mengonsumsi antibiotic sembarangan tanpa pengawasan dan resep dokter, karena pemberian antibiotic kepada penderita tipes perlu disesuaikan dengan jenis bakteri yang menginfeksi.
Orang dengan gejala tipes yang tidak parah dapat ditangani di rumah dengan perawatan yang cukup sederhana. Yang terpenting adalah istirahat total hingga kondisi tubuh ebnar-benar pulih secara keseluruhan. Selain itu cara yang dapat dilakukan adalah memastikan bahwa tubuh tidak kekurangan cairan, dan tercukupi kebutuhan nutrisi dari makanan dan minuman yang sehat dan higienis.
Baca Juga: Waspadai Gejala DBD pada Remaja
Beberapa hal yang dpat dilakukan untuk perawatan penyakit tipes di rumah, antara lain adalah:
-
Mengonsumsi makanan tinggi kalori
Mengonsumsi makanan tinggi kalori bertujuan untuk menyediakan energi yang cukup agar sistem kekebalan tubuh mampu melawan infeksi dan mencegah penurunan berat badan selama sakit tipes. Makanan tinggi kalori yang menyehatkan dapat diperoleh dari nasi putih, kentang, kacang-kacangan, ubi, dan alpukat. Namun hindari makanan berkalori tinggi yang tidak sehat seperti makanan seiap saji berlemak yang proses memasaknya dilakukan dengan digoreng ataupun makanan manis.
-
Mengonsumsi makanan tinggi protein
Makanan dengan kandungan protein yang tinggi akan mempercepat masa penyembuhan infeksi bakteri yang dialami tubuh. Saat tipes, tubuh membutuhkan protein untuk menghasilkan sel-sel baru yang sehat dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak akibat peradangan infeksi. Tak hanya itu saja, protein juga dibutuhkan untuk menghasilkan enzim, hormon, dan senyawa kimia penting lainnya agar sistem imun serta metabolisme tubuh tetap dapat berjalan dengan baik. Makanan tinggi protein dapat diperoleh dari dada ayam, daging sapi, dan telur yang dimasak matang.
-
Mengonsumsi makanan rendah serat
Serat adalah salah satu kandungan yang penting untuk tubuh, namun perlu dihindari saat seseorang mengalami tipes. Hal ini karena serat merupakan nutrisi yang sulit dicerna oleh tubuh sehingga butuh waktu yang cukup lama untuk memprosesnya. Jika orang dengan tipes mengonsumsi makanan berserat tinggi maka hal tersebut sama dengan memaksa usus untuk bekerja lebih keras.
Selain ketiga cara di atas, langkah lain yang dapat dilakukan adalah dengan cara menerapkan metode makan dalam porsi yang sedikit namun sering, mencukupi kebutuhan cairan tubuhmu dan selalu menjaga kebersihan diri.
Baca Juga: Sakit Kepala Terus-Menerus Gejala Penyakit Apa ?
Selama perawatan tipes di rumah, lakukan pula telekonsultasi melalui website atau aplikasi android farmamedisk, yang dapat menghubungkan pasien dengan mitra atau layanan penyedia jasa kesehatan. Telekonsultasi dapat dilakukan di rumah karena farmamedisk; We Bring Clinic to Your Home.

