Foto : Freepik
Bau mulut adalah gejala yang berhubungan dengan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau asam lambung naik. Kabar baiknya, masalah ini dapat anda kendalikan.
Penulis : Sholahudin Achmad
Refluks asam kronis yang juga dikenal sebagai Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah suatu kondisi medis. Refluks asam merupakan aliran balik isi lambung, seperti makanan yang tidak tercerna, empedu yang dimuntahkan, dan asam lambung, naik ke kerongkongan Anda. Hal ini dapat menyebabkan bau mulut.
Diketahui, penyebab utama refluks asam pada kebanyakan orang adalah sfingter esofagus bagian bawah (LES) yang rusak atau rileks. LES ini merupakan otot seperti katup (seperti karet gelang tebal) yang membentuk penghalang antara kerongkongan dan perut Anda.
Ketika LES bekerja dengan baik, LES terbuka saat Anda menelan untuk membiarkan makanan masuk ke perut, dan kemudian menutup dengan rapat. LES yang rusak tetap terbuka, sehingga memungkinkan asam mengalir kembali ke tenggorokan Anda.
Bau mulut karena GERD dapat dikendalikan. Tidak hanya dengan mengelola GERD yang Anda alami, tetapi juga dengan membuat beberapa perubahan gaya hidup.
Perubahan gaya hidup
Perubahan gaya hidup dapat membantu mencegah refluks, yang dapat membantu napas Anda tetap segar. Melansir Healthline, berikut ini pola hidup yang sebaiknya Anda lakukan.
-
Berhenti merokok.
Hentikan kebiasaan merokok jika saat ini Anda seorang perokok. Merokok menyebabkan bau mulut dengan sendirinya. Produk nikotin juga dapat menyebabkan LES Anda rileks, memungkinkan refluks asam naik ke kerongkongan. Selain itu, merokok juga meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, pankreas, hati, dan usus besar.
-
Hindari berbaring setelah makan
Tunggulah dua sampai tiga jam setelah makan jika Anda ingin berbaring.
-
Posisikan kepala lebih tinggi dari tubuh saat berbaring.
Anda dapat menggunakan dua bantal di kepala saat tidur agar tubuh terangkat dan mengurangi tekanan pada LES.
-
Makan makanan kecil sepanjang hari
Anda bisa mengubah kebiasaan tiga kali makan besar setiap hari dengan makan makanan kecil sepanjang hari.
-
Jaga berat badan
Kelebihan berat badan juga dapat menekan LES. Sebaiknya jaga dan pertahankan berat badan ideal Anda, untuk membantu mengurangi tekanan pada LES
-
Kunyah permen karet
Mengunyah permen karet dapat membantu untuk menyegarkan nafas dan mengurangi refluks
-
Modifikasi diet untuk mengobati GERD
Memodifikasi pola makan dan jenis makanan yang Anda konsumsi dapat membantu meringankan gejala GERD dan bau mulut. Banyak makanan dapat memperburuk refluks asam dengan merelaksasi LES atau meningkatkan keasaman di perut. Sebagian lainnya juga dapat menyebabkan bau mulut.
Oleh karena itu, batasi atau hindari minuman alkohol dan kopi dan teh yang mengandung kafein. Selain itu, hindari pula bawang, bawang putih, buah jeruk dan jus, produk tomat, permen, makanan pedas, cokelat, dan makanan yang digoreng atau berlemak
-
Perbanyak makan makanan berserat
Makanan yang kaya serat dapat melawan bau mulut. Serat membantu pencernaan berjalan lancar sehingga refluks dan penyumbatan lebih kecil kemungkinannya terjadi.
Baca Juga: 7 Makanan Yang Baik Untuk Asam Lambung
Selain itu, makanan berserat juga membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan dapat membantu untuk mempertahankan berat badan.
GERD berkaitan dengan kelebihan berat badan. Jadi sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk menurunkan berat badan untuk meredakan refluks asam dan mulas.
Kehilangan berat badan berlebih juga menurunkan risiko hernia hiatus, yang juga dapat meningkatkan gejala GERD.
-
Perbanyak minum air putih
Minum banyak air sepanjang hari juga dapat menyegarkan napas. Banyak minum air putih juga membantu menghilangkan bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut. Hindari minum minuman bersoda, karena karbonasi dapat meningkatkan gejala mulas pada beberapa orang.
-
Obat-obatan untuk penderita GERD
Beberapa jenis obat bebas dan obat resep dapat mengobati GERD, meliputi :
-
penghambat histamin (penghambat H2)
-
penghambat pompa proton
-
antasida, seperti kalsium karbonat (TUMS) atau aluminium dan magnesium hidroksida (Mylanta)
Beberapa antasida kunyah mengandung bahan penyegar napas dan akan meredakan gejala GERD dan bau mulut sekaligus.
Obat-obatan GERD lainnya dapat menyebabkan mulut kering. Mulut kering terjadi ketika kelenjar ludah Anda tidak menghasilkan cukup air liur. Ini bisa membuat tidak nyaman, dan juga bisa menyebabkan bau mulut.
Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda tentang solusi untuk mulut kering dan potensi efek samping dari semua obat yang Anda pakai.
Makanan terbaik untuk penderita GERD
Penderita GERD dianjurkan untuk makanan terbaik untuk menghindari asam lambung naik, seperti berikut ini:
Beras merah
Beras merah tidak akan memperburuk kondisi asam lambung. Ini adalah karbohidrat kompleks, jenis makanan yang butuh waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan dengan karbohidrat biasa seperti nasi putih, kue kering, atau minuman manis; dan itu lebih baik untuk asam lambung.
Oatmeal atau havermut
Sarapan dengan oatmeal atau havermut lebih baik dalam diet untuk penderita GERD. Oatmeal mengandung banyak serat yang membuat kenyang, memberikan cukup energi selama berjam-jam. Tetapi ingat, jangan campurkan oatmeal dengan tambahan krim, gula, sirup, atau buah kering. Karena hal itu bisa memicu gejala. Sebaiknya gunakan buah segar, sebagai gantinya.
Sayuran
Sayuran secara alami merupakan makanan yang rendah lemak dan gula. Sayuran terbaik yang bisa dipilih diantaranya adalah kacang hijau, brokoli, asparagus, kembang kol, sayuran hijau, kentang, selada, seledri, adas, dan mentimun.
Kentang dan tanaman akar lainnya seperti wortel dan lobak adalah karbohidrat kompleks yang sehat dengan serat yang mudah dicerna.
Tetapi jangan memasaknya dengan bawang merah atau bawang putih, karena itu bisa mengiritasi refluks asam.
Selada dan seledri merupakan sayuran ringan yang rendah kalori, nyaman di perut, dan tidak akan menyebabkan lebih banyak gas.
Minyak zaitun
Makanan berlemak dapat memperburuk gejala GERD. Jadi, sebaiknya jauhi mentega atau margarin. Sebagai gantinya, gunakan lemak yang lebih sehat seperti minyak zaitun.
Daging dan makanan laut tanpa lemak
Daging tanpa lemak, seperti ayam, kalkun, ikan, dan makanan laut, rendah lemak dan dapat mengurangi gejala refluks asam.
Dada ayam merupakan daging tanpa lemak yang kaya protein dan cukup mudah dicerna. Pastikan buang kulitnya. Sebaiknya memasaknya dengan cara dipanggang atau direbus.
Putih telur
Putih telur adalah pilihan yang baik. Batasi kuning telur, yang tinggi lemak dan dapat memicu gejala refluks.
Lemak sehat
Sumber lemak sehat termasuk alpukat, kenari, biji rami, minyak zaitun, minyak wijen, dan minyak bunga matahari. Kurangi asupan lemak jenuh dan lemak trans dan ganti dengan lemak tak jenuh yang lebih sehat ini.
Buah non-jeruk
Buah-buahan non-jeruk, seperti semangka, melon, pisang, apel, dan pir, cenderung tidak memicu gejala refluks daripada buah-buahan asam. Buah-buahan yang rendah asam seperti semangka dan melon tidak akan memicu gejala GERD.
Jahe
Jahe dapat membantu menenangkan sakit perut. Kamu perlu mencoba teh jahe panas, atau mengunyah permen jahe kering yang tidak mengandung banyak gula.
________________________________
Referensi :
Healthline (2017), Acid Reflux and Bad Breath.
Everyday Health (2018), How to Choose the Right GERD Diet.
Mayo Clinic (2018), Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Cleveland Clinic (2016), Gastroesophageal Reflux (GERD).
Cleveland Clinic (2015), Nutrition Guidelines for the Treatment of Gastroesophageal Reflux.
WebMD (2021), Foods That Fight GERD.
Health Line (2021), Foods to Help Your Acid Reflux.

