Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Hati-Hati Herpes pada Bayi!

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Hati-Hati Herpes pada Bayi! Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Herpes merupakan kelompok virus yang dapat menyebabkan infeksi bada bagian tubuh. Infeksi herpes pada umumnya ditandai dengan kulit kering, luka lepuh, atau luka terbuka yang berair. Herpes dapat dialami siapa saja, termasuk pula anak-anak dan para bayi. Semakin muda usia bayi maka akan lebih rentan terhadap efek berbahaya dari infeksi herpes ini. 

Herpes pada bayi atau herpes neonatal disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) yang sangat menular dan dapat menyebabkan luka melepuh serta ulkus kelamin pada orang dewasa. Herpes pada bayi perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan kondisi serius, mengingat sistem kekebalan tubuh bayi belum berkembang sempurna untuk melawan virus. 

Herpes pada bayi dapat disebabkan oleh dua kemungkinan, yaitu:

  1. Pada saat kehamilan dan persalinan

Bayi baru lahir memiliki risiko tertular herpes jika ibunya pertama kali terkena herpes genital dalam 6 minggu terakhir masa kehamilannya. Risiko ibu menularkan infeksi kepada pada adalah pada saat proses persalinan yang dilakukan secara normal melalui vagina. Namun jika ibu hamil adalah penderita herpes genital sebelum masa kehamilan maka risiko untuk menularkan kepada bayi akan jauh lebih rendah.

Baca Juga: Kenali Penyebab Herpes di Wajah dan Cara Pengobatan

  1. Setelah lahir

Virus herpes simpleks dapat ditularkan kepada bayi melalui herpes mulut jika seseorang menderita herpes mulut dan mencium tubuh bayi. Oleh karena itu sebaiknya bayi tidak dicium sembarang orang untuk mengurangi risiko tertular dari penyebaran infeksi ini. Seorang bayi memiliki risiko terkena herpes dalam waktu 4 minggu pertama atau 1 bulan setelah waktu kelahirannya.  

Selain itu virus herpes juga dapat tertular ke bayi jika sang ibu mengalami lepuh akibat herpes di area payudara saat memberikan Air Susu Ibu (ASI) melalui payudara yang terkena. Luka lepuh yang disebabkan oleh virus herpes paling menular saat pecah, dan perlu diketahui bahwa luka herpes akan tetap menular sampai dalam keadaan sembuh total.

Health Line mengungkapkan bahwa gejala herpes yang didapat saat bayi lahir biasanya akan muncul dalam 4 minggu pertama kehidupan bayi. Namun pada beberapa kasus ada pula bayi yang sudah menunjukkan gejala ini saat dilahirkan. Herpes yang didapat saat lahir paling mudah dikenali jika terlihat sebagai infeksi kulit. Biasanya bayi mengalami lepuh berisi cairan di tubuh atau sekitar matanya. Lepuh yang disebut dengan istilah vesikula merupakan jenis lepuh yang sama dengan yang muncul di area genital orang dewasa penderita herpes. 

Bayi yang lahir dengan luka lepuh atau muncul setelah seminggu dilahirkan akan terlihat sangat lelah dan kesulitan untuk makan. Sistem kekebalan tubuh pada bayi yang belum optimal akan dapat memperparah kondisi kesehatan bayi setelah tertular virus. Untuk itulah penting mengetahui kondisi kesehatan bayi dan segera periksa jika bayi menunjukan beberapa gejala berikut ini:

  • Demam

Bayi yang terinfeksi herpes akan mengalami demam yakni di atas 38 derajat Celcius. Demam akan muncul antara hari kedua hingga ke-12 setelah terinfeksi. Namun bayi juga dapat mengalami demam tingi hingga diatas 39 derajat Celcius hingga menyebabkan kejang pada bayi.

  • Terdapat ruam atau luka melepuh pada kulit, mata, atau di dalam mulut

Pada awalnya luka hanya muncul di sekitar area mulut namun dapat menyebar ke bagian kulit lainnya di tempat orang tua yang mengidap herpes mencium tubuh sang bayi. 

  • Rewel dan sering menangis 

Bayi yang rewel dan sering menangis memang wajar sebagai pertanda lapar, mengantuk, atau saat buang air besar. Namun bayi yang terinfeksi herpes akan menjadi lebih rewel dari biasanya.

  • Kurang nafsu makan atau minum

Bayi yang sedang mengalami herpes juga ditandai dengan gejala tidak mau menyusu atau makan yang diakibatkan adanya lesi vesikel di sekitar mulutnya. 

Selain gejala di atas, bayi juga akan mengalami pembengkakan gusi, sering meneteskan air lius, pembengkakan kelenjar getah bening, serta lemas dan kurang responsive saat dipanggil ataupun diajak bermain. 

Untuk mengatasi herpes pada bayi, biasanya dokter akan memberikan obat antivirus seperti acyclovir melalui infus. Selalin itu bayi juga akan diberikan asupan cairan melalui infus untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada bayi. Pada bayi yang mengalami kondisi kesulitan bernapas, biasanya akan diberikan bantuan pernapasan dan oksigen jika diperlukan. Selama masa pengobatan, bayi tetap dapat diberi ASI asalkan sang ibu tidak memiliki luka herpes di sekitar payudaranya. 

Baca Juga: Bagaimana Mengukur Suhu Tubuh Bayi Normal

Berdasarkan jurnal yang dimuat oleh Med Broadcast dan NHS United Kingdom, pengobatan herpes pada bayi dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu:

  1. Terapi obat

Obat antivirus asiklovir yang digunakan untuk mengobati herpes pada bayi diberikan melalui suntikan. Cara ini tidak dapat menyembuhkan total ataupun mengembalikan kerusakan yang telah terjadi, namun dapat menurunkan gejala dan risiko kerusakan yang lebih lanjut. 

  1. Pengobatan asiklovir

Pada beberapa kasus herpes yang dialami bayi, diperlukan pengobatan dengan asiklovir jika infeksi disertai lesi pada kulit bayi yang baru lahir, hasil tes laboraturium menunjukkan infeksi, atau pada saat melahirkan sang ibu memiliki infeksi herpes genital primer atau mengalami herpes untuk pertama kali.

  1. Obat herper neonates

Herpes neonates kebanyakan diobati dengan antivirus yang diberikan langsung ke pemubuluh darah bayi atau intravena, yang kemudian berlanjut ke masa perawatan selama beberapa minggu jika diperlukan. 

Herpes pada bayi dapat dicegah dengan beberapa upaya seperti tidak mencium bayi, mencuci tangan dengan air dan sabun hingga bersih sebelum menyentuh bayi, selalu membersihkan payudara sebelum menyusui bayi, dan menutup luka lepuh di kulit atau bibir dengan kasa yang steril. Herpes pada bayi tidak boleh disepelekan karena semakin muda usia bayi terkena herpes maka semakin tinggi risiko terjadinya penyebaran infeksi ke berbagai organ lain yang dapat berakibat fatal.

Meski herpes pada bayi dapat sembuh total dengan pengobatan antivirus, namun akan sangat berbahaya jika infeksi herpes menyebar ke organ lainnya. Penyakit herpes dapat mempengaruhi organ vital bayi seperti paru-paru yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan gangguan pernapasan, gangguan pada organ ginjal, hati yang dapat menyebabkan penyakit kuning, serta dapat menyerang sistem saraf pusat atau SSP yang dapat menyebabkan kejang, syok, dan hipotermia. 

Parahnya lagi HSV dapat menyebabkan kondisi berbahaya yang dikenal sebagai ensefalitis yaitu peradangan otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak. Berdasarkan sebuah penelitian, sepertiga jumlah bayi yang menderita herpes neonatal jenis ini akan meninggal meski setelah diobati. Begitu pula dengan jenis herpes yang meluas dan tidak mendapat penanganan maka kemungkinan besar bayi tidak dapat bertahan hidup dan berisiko meninggal dunia. 

Baca Juga: Waspadai Virus Penyebab Herpes Kulit

Lakukan telekonsultasi melalui website atau aplikasi farmamedisk, yang dapat menghubungkan pasien dengan dokter ataupun penyedia jasa layanan kesehatan yang sudah terlisensi medis di masing-masing bidang.

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?