Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Hindari 3 Penyebab Maag Yang Sering Dialami Ini!

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Hindari 3 Penyebab Maag Yang Sering Dialami Ini! Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Maag yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah dispepsia, adalah sebuah kondisi rasa nyeri dan tidak nyaman pada lambung yang disebabkan oleh beberapa kondisi. Pada dasarnya maag bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala yang ditimbulkan dari penyakit. Pada umumnya sakit maag disebabkan oleh luka yang terbuka pada lapisan dalam atau tukak lambung, infeksi bakteri helicobacter pylori, efek samping dari konsumsi obat antiinflamasi non steroid atau OAINS, serta bisa juga disebabkan oleh stress. 

Penyebab maag terbagi menjadi tiga kondisi yakni dari kondisi medis, kebiasan buruk, dan efek dari beberapa jenis obat-obatan tertentu. Berikut adalah penjelasan penyebab maag berdasarkan tiga kategori tersebut. 

  1. Kondisi medis

  1. Masalah saluran pencernaan

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, beberapa masalah pencernaan yang sering menjadi penyebab maag adalah :

  • Gastritis atau radang lambung, adalah sebuah kondisi peradangan pada lapisan dalam lambung akibat infeksi bakteri, asam lambung, dan beberapa penyebab lainnya. 

  • Gastroesophageal reflux disease atau GERD, adalah kondisi ketika asam lambung naik menuju kerongkongan sehingga menyebabkan nyeri pada ulu hati atau heartburn dan iritasi kerongkongan.

  • Irritable bowel syndrome atau IBS, merupakan penyakit yang menyebabkan kontraksi usus besar kurang optimal sehingga seringkali berakibat pada diare atau sembelit.

  • Tukak lambung, menjadi pertanda adanya luka atau lubang kecil pada dinding perut yang pada umumnya disebabkan karena kondisi gastritis yang parah.  

  • Pankreatitis, adalah dimana pankreas mengalami radang sehingga menimbulkan infeksi, kerusakan jaringan, hingga perdarahan.

  • Kanker lambung, yang berawal dari pertumbuhan tumor atau sel kanker ganas pada bagian dinding lambung.

  1. Infeksi bakteri

Gangguan pencernaan yang paling umum disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter Pylori. Bakteri ini kemudian dapat menyebabkan gastritis, infeksi lambung, hingga tukak lambung akibat kondisi gastritis yang semakin parah. Bakteri Helicobacter Pylori menyerang lapisan lambung dan usus halus bagian atas, sehingga menyebabkan orang yang mengalaminya merasakan sakit perut. Gejala lainnya yang juga seringkali dirasakan adalah perut terasa kembung, sering bersendawa, kurang selera makan, dan rasa mual atau muntah.  

Baca Juga: Cegah Sesak Napas Akibat Maag

  1. Penyakit autoimun

Walau tidak tercatat dalam banyak kasus, namun penyakit autoimun juga dapat menjadi penyebab maag. Penyakit autoimun adalah ketika sistem kekebalan tubuh justru melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan, yakni menyerang sel-sel sehat dalam tubuh, bukan melawan zat asing penyebab penyakit dalam tubuh. Dalam hal ini sel-sel kekebalan tubuh justru menyerang lapisan dinding lambung yang kondisinya sehat dan tak bermasalah, sehingga menjadikan sel-sel penyusun lapisan dinding lambung mengalami peradangan hingga kerusakan parah.

  1. Stres dan kecemasan

Kecemasan dan stress memang tidak secara langsung menyebabkan maag, namun dua hal ini dapat mempengaruhi kesehatan tubuh, karena stress dan kecemasan yang tidak terkelola dengan baik bisa semakin memperburuk gejala gangguan pencernaan. Saat dalam kondisi stress atau cemas, produksi hormon prostaglandin akan menurun, padahal hormon ini memiliki fungsi untuk melindungi dinding lambung dari suasana yang terlalu asam. Jumlah prostaglandin yang menurun akan membuat dinding lambung lebih rentan terkikis. 

  1. Kebiasaan buruk

Selain kondisi medis, kebiasaan buruk yang sering dilakukan seseorang juga dapat menjadi penyebab maag. Beberapa kebiasaan yang merangsang produksi asam lambung hingga menyebabkan gejala maag antara lain adalah :

  1. Berbaring setelah makan

Kebiasaan langsung berbaring setelah makan adalah hal yang harus dihindari karena dapat memicu naiknya makanan dan asam lambung ke kerongkongan. Hal ini kemudian akan mengakibatkan beberapa hal seperti mual, sakit perut, hingga terasa nyeri pada bagian dada dan perut. Setelah makan, sebaiknya tidak langsung berbaring namun memberikan jeda waktu sekitar 2 sampai 3 jam setelah makan. Selain itu juga hindari makan menjelang waktu tidur untuk menghindari munculnya maag.

  1. Porsi makan yang banyak

Makan dalam jumlah yang besar dapat meningkatkan produksi asam lambung. Kondisi ini menyebabkan lambung menerima tekanan yang berlebih karena meregang dengan cepat, sehingga menyebabkan maag. Jika terbiasa makan sebanyak 3 kali dalam sehari dengan porsi yang besar, maka cobalah untuk merubah pola makan menjadi 4 sampai 5 kali dengan porsi yang lebih sedikit. Hal ini bertujuan agar tetap mendapatkan kecukupan asupan gizi dan menurunkan risiko mengalami maag.

Baca Juga: Penyebab Penyakit Maag ; Medis Hingga Kebiasaan Buruk

  1. Minum alkohol 

Mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat menyebabkan iritasi dan pengikisan lapisan lambung yang mengakibatkan lambung menjadi lebih rentan terhadap kerusakan akibat terkena asam lambung yang terjadi terus menerus. Hal ini kemudian akhirnya menyebabkan gangguan pencernaan gastritis atau peradangan, yang jika kebiasaan minum alkohol secara berlebihan tidak dihentikan, maka dapat meningkatkan risiko terjadinya tukak lambung.

  1. Merokok

Kebiasan buruk merokok dapat menyebabkan kendurnya kekuatan otot sfingter kerongkongan bagian bawah, padahal otot ini memiliki fungsi untuk mencegah naiknya isi lambung ke kerongkongan. Saat sfingter melemah, maka asam lambung akan mengalir naik dan menyebabkan heartburn. Tak hanya itu saja, merokok juga memperlambat waktu pengosongan lambung dan mengurangi produksi air liur yang merupakan penetral asam lambung alami. Cairan asam ini kemudian akan menumpuk dalam lambung sehingga menjadi penyebab maag.

  1. Jenis makanan dan minuman tertentu

Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat memicu maag dan berbagai masalah pencernaan lainnya. Adapun jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari untuk mencegah maag antara lain adalah makanan pedas atau yang mengandung bawang putih, makanan dengan kandungan lemak yang tinggi, buah-buahan berasa asam yang dapat memperburuk gejala maag, serta minuman bersoda, berkarbonasi, dan berkafein.

  1. Efek obat-obatan tertentu

Ada beberapa jenis obat tertentu yang dapat menimbulkan munculnya keluhan maag, salah satunya adalah obat pereda nyeri dari golongan non steroid anti-inflamasi atau NSAID. Mengonsumsi jenis obat NSAID dalam jangka waktu yang panjang seperti aspirin, ibuprofein, dan naproxen dapat membuat lapisan lendir yang melindungi lambung menjadi tipis. Hal ini akan membuat lambung lebih rentan mengalami iritasi akibat paparan asam lambung yang terjadi terus menerus. 

Selain jenis obat NSAID, jenis obat lain yang berpotensi menyebabkan maag antara lain adalah estrogen dan kontrasepsi oral, obat sterois, jenis antibiotic tertentu, obat penyakit tirois, dan obat yang memiliki kandungan nitrat. 

Baca Juga: Pantangan dan Pilihan Makanan Untuk Sakit Maag

Untuk menghindari maag bertambah parah atau agar tidak sampai mengalami maag, konsultasikan kondisi kesehatan melalui telekonsultasi di website atau aplikasi farmamedisk, yang dapat menghubungkan pasien dengan dokter atau mitra penyedia jasa layanan kesehatan, yang sudah terlisensi medis di masing-masing bidangnya. Telekonsultasi farmamedisk dapat dilakukan kapan dan dimana saja, karena dapat dilakukan dengan gadget dalam genggaman. Tak perlu ragu dan khawatir lagi, karena farmamedisk; We Bring Clinic to Your Home

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?