Gaya hidup tertentu dapat menjadi penyebab asam urat. Agar terhindar dari penyakit asam urat, sebaiknya ubah gaya hidup yang dapat meningkatkan resiko asam urat.
Penulis : Sholahudin Achmad
Penyakit asam urat merupakan jenis radang sendi pada sendi ibu jari kaki, lutut kaki, dan jari-jari tangan. Gejala yang timbul berupa rasa nyeri hebat pada sendi dan bertahan selama beberapa waktu. Terlihat kemerahan, bengkak, dan terasa panas pada sendi yang nyeri tersebut.
Hal itu disebabkan karena adanya kelebihan asam urat di dalam darah, sehingga terjadi penumpukan cairan di sekitar sendi. Penumpukan cairan di sendi kemudian membentuk kristal asam urat, membuat persendian membengkak dan meradang. Nyeri sakit yang hebat akan dirasakan penderita, hingga membuat mereka menjadi kesulitan bergerak atau berjalan.
Faktor gaya hidup merupakan penyebab kelebihan asam urat di dalam darah. Hal ini berkaitan dengan purin. Baik purin yang dikonsumsi melalui makanan dan minuman tertentu, maupun yang diproduksi secara alami oleh tubuh.
Purin
Purin terdapat di dalam sel semua makhluk hidup. Molekul yang terdiri dari atom karbon dan nitrogen ini ditemukan dalam DNA dan RNA sel. Pada manusia, purin terdiri dari purin endogen dan purin eksogen. Kedua jenis purin ini merupakan senyawa kimia yang dipecah menjadi asam urat pada saat proses metabolisme berlangsung.
Pada proses normal, purin terurai menjadi asam urat lalu larut dalam darah, melewati ginjal ke dalam urin, lalu dikeluarkan oleh tubuh.
Purin yang berlebihan di dalam tubuh dapat terjadi karena ginjal tidak berfungsi normal untuk membuang asam urat dengan cepat. Bisa pula jika terjadi peningkatan jumlah produksi asam urat.
Jika jumlah purin dalam tubuh tidak seimbang dengan kemampuan tubuh untuk membuangnya, jumlah asam urat yang berlebih ini menumpuk di aliran darah. Inilah yang menimbulkan penyakit asam urat.
Baca Juga: Kenali Penyebab Asam Urat dan Cara Menghindarinya
Gaya hidup penyebab asam urat
Berlebihnya asam urat di dalam darah ini tak lepas dari faktor gaya hidup seseorang. Apa saja itu?
-
Sering makan daging merah, jeroan, kerang, sea food
Purin banyak terkandung dalam daging merah, jeroan kambing dan sapi, kerang, dan sea food. Gaya hidup yang cenderung menyukai makanan tinggi purin tersebut akan meningkatkan resiko terkena penyakit asam urat.
Kadang menghindari hal ini agak sulit karena lezatnya menu dari bahan-bahan tersebut disajikan. Apalagi dalam momen-momen tertentu, perayaan, gathering dengan teman dan saudara, bahan makanan yang tinggi purin ini sulit dihindari.
Namun jika ingin menurunkan resiko asam urat, apa boleh buat, sebaiknya makanan tersebut harus dihindari.
-
Peminum bir atau minuman beralkohol
Gaya hidup penyebab asam urat berikutnya adalah mereka yang rutin minum bir atau minuman beralkohol lebih dari dua gelas sehari. Minuman jenis ini dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam darah.
Alkohol merupakan minuman yang menjadi sumber purin tinggi. Alkohol juga dapat meningkatkan metabolisme nukleotida, yakni, sumber purin tambahan yang dapat diubah menjadi asam urat.
Alkohol juga memengaruhi tingkat ketika asam urat disekresi yang tentunya dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
Baca Juga: Pantangan Asam Urat, Jauhkan Minuman Ini !
-
Suka makan makanan dan minuman manis
Gaya hidup yang terbiasa mengonsumsi minuman manis atau minuman bersoda yang menggunakan fruktosa atau gula dari sirup jagung juga dapat menjadi penyebab asam urat.
Menurut studi, minuman bersoda yang dibuat dari fruktosa bisa berisiko tinggi memicu asam urat. Resiko asam urat meningkat sekitar 85 persen pada orang-orang yang rutin mengonsumsi minuman bersoda lebih dari dua gelas sehari.
-
Malas bergerak dan berolahraga
Kelebihan asam urat tidak dikeluarkan melalui keringat sehabis olahraga. Tetapi dikeluarkan melalui urin dan tinja. Lalu apa hubungannya olahraga dengan asam urat ?
Rutin berolahraga dapat menurunkan berat badan, mencegah obesitas. Obesitas inilah yang dikaitkan dengan resiko asam urat.
Hubungan obesitas dan asam urat
Obesitas tidak secara langsung meningkatkan risiko terjadinya penyakit asam urat. Namun, keduanya saling berkaitan karena proses yang disebut sindrom metabolik.
Sindrom metabolik memberikan pengaruh yang signifikan kepada pengidap obesitas, dan memicu terjadinya asam urat.
Sindrom metabolik adalah kondisi tubuh dengan berat badan berlebih, dan masalah pada tekanan darah, kadar gula dalam darah, dan kadar lemak.
Gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, malas berolahraga, dan konsumsi alkohol menjadi pemicu utama sindrom metabolik.
Merubah gaya hidup yang tidak sehat
Sudah jelas bahwa gaya hidup yang tersebut di atas merupakan penyebab asam urat. Perubahan gaya hidup mutlak dilakukan untuk terhindar dari atau menurunkan resiko penyakit asam urat.
Sebaiknya kamu mulai dengan gaya hidup yang sehat, seperti dianjurkan di laman Practical Pain Management, untuk mencegah serangan asam urat, penyakit ginjal dan jantung, berikut ini.
-
Batasi alkohol dan makanan tinggi purin
Makanan kaya purin yang harus dihindari adalah daging merah, daging berlemak, jeroan, kerang. Batasi juga minuman alkohol terutama bir.
Sebagai gantinya, lebih baik mengonsumsi makanan dan minuman seperti buah ceri, kopi, dan makanan yang kaya vitamin C.
Jangan lupa untuk memperbanyak minum air putih. Hal ini sangat penting bagi pengidap asam urat. Karena dengan tetap terhidrasi akan membantu mengeluarkan asam urat lewat urin dan tinja, serta mencegah pembentukan kristal asam urat.
-
Kurangi stress
Stres juga dapat meningkatkan resiko asam urat dan juga memperburuk gejalanya. Lakukan cara untuk mengelola stress, karena stres tidak bisa sepenuhnya lenyap.
Cobalah untuk melakukan teknik relaksasi, seperti yoga, untuk menurunkan tingkat stres. Coba juga latihan pernapasan dalam.
-
Sering berolahraga
Rutin berolahraga selama minimal 30 menit setiap hari adalah gaya hidup sehat yang sebaiknya dijadikan kebiasaan. Banyak manfaat yang diperoleh dari kebiasaan rutin berolahraga. Selain menyehatkan dan menjaga kebugaran, rutin berolahraga juga dapat menurunkan berat badan dan membantu dalam mengelola stress.
Namun jika asam urat sedang kambuh, jangan berolahraga dulu. Karena hal itu malah akan membuat rasa nyeri sakit di persendian menjadi semakin sakit. Tunda dulu sampai rasa nyeri tersebut hilang.
-
Istirahat dan tidur yang cukup
Istirahat dan tidur penting dibutuhkan oleh penderita asam urat, terutama pada saat asam urat sedang kambuh. Kebutuhan tidur yang normal adalah kurang lebih sebanyak 8 jam setiap malam.
Cukup tidur dapat membantu mengelola stress. Istirahat yang cukup juga bisa membantu saat sedang mengalami serangan asam urat.
-
Mengonsumsi suplemen herbal dan makanan tertentu
Suplemen herbal dan makanan tertentu yang dipercaya dapat membantu mencegah asam urat, diantaranya adalah kunyit. Kunyit juga digunakan untuk kondisi peradangan lain selain asam urat. Selain itu, adalah bromelain yang ditemukan di batang nanas.
Referensi :
Poulson, B. Verywell Health (2022). The Gout Diet: Foods to Enjoy and Foods to Avoid.
Pugle, M. Verywell Health (2021). Fish and Gout: What to Eat, What to Avoid.
Zelman, D. WebMD (2021). Gout Diet: Foods to Eat and Those to Avoid.
Aihemaitijiang, S., et al. (2020). The Association between Purine-Rich Food Intake and Hyperuricemia: A Cross-Sectional Study in Chinese Adult Resident. Nutrients. 12(12): 3835.
Arthritis Foundation. Gout Diet: Dos and Don’ts.
National Health Service UK (2020). Gout.
Mayo Clinic (2020). Gout diet: What's Allowed, What's Not.

