Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Hindari Dampak Rebahan Setelah Makan

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Hindari Dampak Rebahan Setelah Makan Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 

Dampak rebahan setelah makan akan memicu timbulnya gangguan pencernaan dan mengurangi kualitas tidur. Oleh karena itu, sehabis makan sebaiknya jangan langsung rebahan apalagi sampai tertidur pulas. Bahaya!   

Beragam kegiatan di luar rumah yang harus dikurangi selama masa pandemi membuat orang akhirnya menjadi malas gerak alias mager. Bahkan, ketika baru saja selesai makan pun sebagian orang tetap malas bergerak dan memilih untuk rebahan atau berbaring.

Asam lambung naik

Dampak rebahan setelah makan nyatanya adalah buruk bagi kesehatan. Salah satunya adalah meningkatkan resiko munculnya penyakit asam lambung atau   refluks asam yang sering juga disebut dengan gastroesophageal reflux (GERD). 

GERD merupakan gangguan pencernaan karena asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan atau saluran yang menghubungkan tenggorokan ke  lambung. Lapisan esofagus bisa teriritasi oleh refluks asam ini. Makan makanan pedas dan asam seperti jeruk dan tomat juga dapat menyebabkan asam lambung naik. Demikian pula minum alkohol, dapat memperburuk kondisi GERD. 

Menyebabkan obesitas

Dampak rebahan setelah makan yang berikutnya adalah menyebabkan obesitas. Makanan yang masuk ke dalam tubuh akan diolah menjadi energi. Namun ketika energi tersebut tidak digunakan maka dapat menimbulkan timbunan lemak pada tubuh. 

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang langsung rebahan dan tertidur setelah makan akan mengalami peningkatan berat badan yang cukup signifikan.  Itu disebabkan oleh lambatnya metabolisme tubuh dan kurangnya aktivitas untuk membakar kalori dari makanan yang dikonsumsi. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, lama-kelamaan bisa menyebabkan obesitas.

Gangguan pada kualitas tidur 

Tidur dapat terganggu ketika asam lambung naik, sebagai akibat dari dampak rebahan setelah makan. Apalagi jika hal itu terjadi di malam hari, pada waktu tubuh seharunya sudah beristirahat.  

Asam lambung naik akan menimbulkan ketidaknyamanan di dada dan rasa pahit di mulut. Oleh karenanya, sebaiknya jangan makan terlalu banyak atau mengonsumsi makanan yang memicu asam lambung naik pada waktu menjelang tidur di malam hari.

Asam lambung naik tentunya akan berdampak pada kualitas tidur atau menyebabkan insomnia. Apalagi bila  dalam menu makan tersebut terdapat zat kafein. Misalnya dari kopi, teh atau coklat yang diminum di malam hari.

Kafein akan memblokir adenosin, bahan kimia yang menimbulkan rasa kantuk. Kafein juga dapat meningkatkan keinginan buang air kecil di malam hari. Apalagi bila kamu tergolong  orang yang sensitif terhadap kafein. Sebaiknya, hindari kafein di malam hari. 

Penyebab munculnya rasa ngantuk setelah makan

Rasa ngantuk setelah makan merupakan hal yang umumnya terjadi pada banyak orang. Terlebih lagi ketika sehabis makan siang. 

Ternyata, penyebab mengantuk setelah makan adalah makanan yang kita makan. Jenis makanan yang bisa membuat kamu menjadi lebih mudah mengantuk adalah makanan yang mengandung banyak asam amino triptofan, seperti bayam, kedelai, keju, tahu, dan ikan.

Selain itu, makanan tinggi gula, karbohidrat, dan lemak juga dapat menyebabkan tubuh lebih mudah mengantuk setelah makan.

Dalam suatu riset ditemukan bahwa kandungan nutrisi tersebut di atas dapat meningkatkan produksi hormon serotonin dan melatonin di dalam tubuh. Hormon-hormon ini dapat menimbulkan rasa kantuk, sehingga kamu ingin rebahan setelah makan.

Berkurangnya aliran darah ke otak

Selain faktor makanan yang dikonsumsi, rasa ngantuk setelah makan disebabkan pula oleh berkurangnya aliran darah ke otak. Penjelasannya adalah sebagai berikut. Saat lambung mencerna makanan, tubuh akan mengalirkan lebih banyak darah ke organ tersebut. Saat hal ini terjadi, aliran darah ke otak mungkin akan jadi sedikit berkurang, sehingga munculah rasa ngantuk yang membuat kamu ingin rebahan setelah makan. 

Kondisi penyakit tertentu

Keinginan rebahan setelah makan, juga bisa disebabkan oleh adanya kondisi penyakit tertentu di dalam tubuh. Beberapa kondisi tersebut, dimana kamu mengantuk tiap kali merasa kenyang adalah diabetes, sleep apnea, anemia, hipotiroidisme, dan penyakit celiac.

Mencegah keinginan rebahan setelah makan

Mengingat buruknya dampak rebahan setelah makan, maka sebisa mungkin kebiasaan tersebut mesti diatasi dengan melakukan tindakan pencegahan. 

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa kantuk dan keinginan tidur setelah makan, diantaranya adalah :  

  • Makan makanan yang bergizi 

Pilihlah menu makan siang ataupun makan malam yang sehat, dengan kandungan gizi dan nutrisi yang cukup. Kurangi makanan yang banyak mengandung gula, lemak, dan karbohidrat.

  • Hindari makan dengan porsi besar  

Makan dengan porsi besar atau banyak juga dapat menimbulkan rasa ngantuk setelah makan. Oleh karena itu sebaiknya kurangi porsi makan kamu, tetapi tingkatkan frekuensinya menjadi lebih sering.

  • Perbanyak minum air putih

Memperbanyak minum air putih dapat membuat rasa kenyang lebih lama. Hal ini dapat mencegah timbulnya rasa ngantuk setelah makan. Minumlah sebanyak-banyaknya air putih setiap hari, minimal 2 liter. 

  • Jangan berbaring setelah makan 

Usahakan untuk  tidak rebahan setelah makan, tetapi lakukan aktivitas dalam posisi berdiri maupun duduk. Kamu bisa beres-beres atau bersih-bersih piring di dapur setelah makan. Atau berjalan kaki di sekitar rumah.  

Berjalan kaki ringan setelah makan bermanfaat bagi kesehatan. Hal ini akan memperlancar pencernaan, meningkatkan kesehatan jantung, mengelola gula darah, meregulasi tekanan darah dengan lebih baik, serta memicu penurunan berat badan. 

Jalan kaki santai setelah makan cukup berlangsung selama 10 menit saja. 

  • Rutinlah berolahraga

Rutin berolahraga  setiap hari,  minimal 20–30 menit per hari, adalah pola hidup yang sehat yang dapat mencegah rasa ngantuk setelah makan. Pilihlah olahraga sesuai dengan hobi dan kemampuan yang tidak terlampau  berat dan juga tidak terlalu ringan. 

  • Tidur yang cukup

Tidur yang cukup setiap hari, antara  7–9 jam sehari, merupakan kebiasaan yang perlu dilakukan agar tidak menimbulkan ngantuk setiap kamu habis makan. Pastikan tidurmu yang berkualitas. 

  • Hindari konsumsi minuman beralkohol dan rokok

Menghindari kebiasaan minum alkohol serta merokok tembakau adalah baik untuk kesehatan. Hal ini juga baik untuk mencegah dampak buruk dari rebahan setelah makan. 

Berapa lama jeda waktu tidur setelah makan?

Pada akhirnya kita bertanya, berapa lama jeda waktu yang ideal untuk tidur setelah makan ? Menurut para ahli gizi, setidaknya diperlukan waktu tunggu sekitar tiga jam antara waktu makan terakhir dan waktu tidur di malam hari. 

Alasannya karena dalam waktu tiga jam tersebut pencernaan sudah bekerja dengan optimal untuk memindahkan isi perut ke dalam usus kecil. Sehingga itu akan dapat mencegah timbulnya GERD atau insomnia. 

American Journal of Gastroenterology merekomendasikan agar pasien GERD menunggu selama tiga jam setelah makan, sebelum mereka kemudian rebahan atau berbaring dan tertidur lelap. 

Jadi, sebaknya rencanakan waktu makan malam agar memiliki jeda tiga jam dengan waktu tidur agar tidur malam menjadi lebih baik dan berkualitas. 

Camilan malam kecil seharusnya tidak menjadi masalah, namun hindari kafein dan makanan pedas dan asam yang dapat menyebabkan refluks dan mulas. Hindari pula alkohol, karena itu akan mengganggu tidur meskipun mungkin bikin mengantuk pada awalnya.

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?