Sakit maag dalam istilah medis disebut dispepsia. Penderita mengalami rasa nyeri dan tidak nyaman pada lambung. Maag disebabkan oleh sejumlah kondisi berikut ini.
Maag bukanlah sebuah penyakit, tetapi gejala dari suatu penyakit. Dalam istilah medis, maag disebut dyspepsia.
Sindrom dispepsia atau maag disebabkan oleh berbagai kondisi. Salah satunya, misalnya, adalah ketika jumlah asam lambung meningkat dan menyebabkan iritasi pada dinding lambung.
Iritasi lambung tersebut dapat menyebabkan munculnya berbagai keluhan di lambung hingga kerongkongan. Keluhan nyeri pada lambung inilah yang sering membuat dyspepsia, atau yang dikenal juga sebagai keluhan nyeri lambung atau sakit maag.
Baca Juga: Penting! Ketahui Pertolongan Pertama untuk Maag
Maag disebabkan oleh apa ?
Pertanyaan di atas seringkali ditanyakan orang. Secara umum, maag disebabkan oleh beberapa kondisi seperti :
-
luka terbuka yang terjadi di lapisan dalam lambung (tukak lambung)
-
infeksi bakteri Helicobacter pylori
-
efek samping konsumsi obat antiinflamasi non-steroid (OAINS)
-
stress
Maag tidak langsung disebabkan oleh stres. Namun stres ikut mempengaruhi kesehatan tubuh dan bisa memperburuk gejala gangguan pencernaan. Dalam keadaan stress, produksi hormon prostaglandin akan menurun. Hormon ini memiliki fungsi untuk melindungi dinding lambung dari suasana yang terlalu asam. Jumlah prostaglandin yang menurun akan membuat dinding lambung lebih rentan terkikis.
Baca Juga: 10 Tips Agar Puasa Lancar Tanpa Khawatir Sakit Maag
Pengaruh gaya hidup
Sindrom dispepsia atau maag juga dapat disebabkan oleh pengaruh gaya hidup, seperti:
-
Pola makan yang buruk
Jam makan yang tidak teratur dapat menjadi penyebab maag. Selain itu, banyak mengonsumsi makanan yang berlemak dan pedas juga akan meningkatkan potensi terkena sakit maag.
Makanan pedas tidak memicu produksi asam namun makanan pedas yang mengandung bawang putih dapat memperparah gejala maag. Sementara makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi dapat memperlambat waktu pengosongan lambung sehingga mampu menaikkan risiko asam lambung naik ke kerongkongan.
Selain itu, beberapa jenis buah-buahan juga dapat memperburuk gejala sakit maag. Misalnya jeruk, lemon, tomat, dan buah-buahan yang rasanya asam lainnya.
Sebaliknya, buah-buahan yang memiliki tingkat keasaman rendah sangat baik dikonsumsi oleh penderita sakit maag. Yaitu: pisang, apel, pir, semangka, dan melon. Buah-buahan tersebut dapat membantu mencegah iritasi lambung. Buah-buahan tersebut mengandung serat dan air yang tinggi, sehingga dapat mengurangi produksi asam lambung.
Penderita sakit maag sebaiknya memilih daging tanpa lemak atau kulit. Daging yang masih segar dan dimasak dengan cara dipanggang, dikukus atau direbus akan lebih baik daripada digoreng pakai minyak goreng.
Baca Juga: Pantangan dan Pilihan Makanan Untuk Sakit Maag
-
Terlalu banyak mengonsumsi minuman mengandung kafein dan soda
Gangguan pencernaan di lambung yang menjadi penyebab maag dapat terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi minuman yang mengandung kafein dan soda. Oleh karena itu, batasi atau sebisa mungkin hindari kopi, teh, dan minuman yang mengandung soda.
Cobalah perbanyak minum jahe. Jahe merupakan tanaman herbal yang baik untuk dikonsumsi oleh penderita sakit maag. Jahe dapat meringankan gejala mual dan muntah, serta meredakan iritasi lambung yang diakibatkan dari sakit maag. Jahe dapat diolah dalam bentuk minuman hangat. Selain itu juga bisa dimasukan ke dalam masakan sebagai bumbu masakan.
Hindari minum susu
Susu merupakan kelompok makanan sulit dicerna karena kandungan laktosa. Bila laktosa tidak dicerna dengan benar, akan menyebabkan perut kembung. Meskipun susu mengandung kalsium, namun bagi orang dengan intoleransi laktosa, susu dapat menyebabkan diare, perut kembung dan kram.
-
Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol
Sering minum alkohol selain dapat memabukkan juga dapat menyebabkan iritasi dan pengikisan lapisan lambung. Akibatnya adalah lambung menjadi lebih rentan terhadap kerusakan, karena terkena asam lambung yang terjadi terus-menerus.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan pencernaan gastritis atau peradangan. Kebiasaan minum minuman beralkohol secara berlebihan sebaiknya dihentikan, agar melindungi lambung dari terjadinya tukak lambung.
Cobalah perbanyak minum yogurt, karena mengandung bakteri probiotik. Bakteri baik probiotik di dalam usus bermanfaat untuk kesehatan pencernaan, seperti misalnya, untuk membantu meringankan iritasi usus besar dan diare. Konsumsi yoghurt dapat dilakukan setiap hari, ketika sakit maag sedang kambuh, sampai empat minggu setelahnya.
-
Kebiasaan merokok
Kebiasan buruk merokok dapat menyebabkan kendurnya kekuatan otot sfingter kerongkongan bagian bawah. Fungsi dari otot sfingter kerongkongan bagian bawah adalah untuk mencegah naiknya isi lambung ke kerongkongan. Saat sfingter melemah, maka asam lambung akan mengalir naik dan menyebabkan heartburn.
Selain itu, merokok juga memperlambat waktu pengosongan lambung dan mengurangi produksi air liur yang merupakan penetral asam lambung alami. Cairan asam ini dapat menumpuk dalam lambung sehingga menjadi penyebab maag.
-
Kelebihan berat badan atau obesitas
Obesitas dapat menyebabkan peningkatan tekanan abdomen yang melemahkan sfingter esofagus bagian bawah, sehingga mukosa esofagus terpapar kandungan lambung.
-
Porsi makan yang banyak
Porsi makan yang terlalu banyak juga bisa meningkatkan produksi asam lambung. Makan dalam jumlah banyak menyebabkan lambung menerima tekanan yang berlebih, dan menyebabkan peregangan dengan cepat. Hal itu dapat menjadi penyebab maag.
Sebaiknya makan sedikit-sedikit. Bagi yang sudah biasa makan dalam jumlah banyak, cobalah tambahkan waktu makan menjadi 4 sampai 5 kali, dalam porsi yang jauh lebih sedikit.
Kambuhnya sakit maag pada umumnya terjadi setelah makan besar atau makan dalam porsi besar, dalam jumlah banyak. Dengan demikian, salah satu pencegahan kambuhnya sakit maag Anda adalah dengan membagi porsi makanan ke dalam porsi yang lebih kecil.
Selain itu, beberapa kebiasaan makan yang perlu dihindari untuk penderita sakit maag adalah makan larut malam, berbaring dalam kurun waktu satu jam setelah makan, berbaring di sisi kanan sehingga menempatkan perut lebih tinggi dari kerongkongan dan dapat meningkatkan risiko asam yang mengalir kembali ke kerongkongan.
-
Berbaring setelah makan
Sebaiknya hindari kebiasaan berbaring atau bahkan tidur setelah makan. Sebab, kebiasaan tersebut dapat memicu naiknya makanan dan asam lambung ke kerongkongan, yang mengakibatkan rasa mual, sakit perut, atau nyeri pada bagian dada dan perut.
Biasakan untuk memberikan jeda selama dua sampai tiga jam setelah makan, sebelum berbaring atau tidur. Oleh karenanya, sebaiknya atur waktu makan agar tidak mepet dengan jam tidur untuk menghindari gejala penyakit maag.
Maag juga disebabkan oleh kondisi medis tertentu
Maag atau sindrom dispepsia juga bisa disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu, diantaranya seperti:
-
Penyakit asam lambung (GERD)
-
Gangguan pankreas, termasuk pankreatitis akut dan pankreatitis kronis
-
Gangguan di saluran empedu, seperti kolesistitis
-
Gangguan lambung, misalnya radang lambung atau gastritis, infeksi bakteri pylori pada lambung, tukak lambung, dan kanker lambung
-
Efek samping obat-obatan, seperti antibiotik, kortikosteroid, dan obat golongan NSAID, misalnya aspirin atau ibuprofen; obat penyakit tiroid, estrogen dan kontrasepsi oral, serta obat dengan kandungan nitrat
Manfaat lidah buaya bagi penderita maag
Makanan untuk sakit maag juga dapat diolah dari gel lidah buaya. Tanaman herbal yang bermanfaat banyak untuk kesehatan ini terbukti dapat mengurangi produksi asam lambung berlebih. Lidah buaya baik untuk mengurangi risiko terjadinya tukak lambung dan meredakan gejala maag. Selain itu, juga terdapat zat anti radang, antimikroba, dan antioksidan di dalam lidah buaya. Cara mengonsumsi lidah buaya dapat dilakukan dengan cara direbus atau diekstrak dalam bentuk suplemen.

