Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Jangan Panik ! Kenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak usia 8 tahun ke atas

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Jangan Panik ! Kenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak usia 8 tahun ke atas Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Demam tinggi hingga 40 derajat celcius merupakan awal gejala demam berdarah pada anak. Berapa lama demam ini berlangsung dan apa saja gejala lainnya yang mengindikasikan  virus dengue sedang menyerang anak anda? 

Gejala demam berdarah pada anak pada mulanya dapat dikenali dari demam tinggi hingga 40 derajat celcius. Gejala demam tinggi seperti ini, memang bisa juga terjadi pada demam biasa. Suhu badan anak pada saat gejala demam tinggi menyerang  akan turun naik.  

Selain itu, demam tinggi pada gejala demam berdarah pada anak akan diikuti dengan gejala-gejala lain. Misalnya, badan lemas dan sering terserang rasa ngantuk, serta mudah marah. 

Perdarahan ringan dapat saja terjadi pada anak yang terserang demam berdarah. Hal itu dikarenakan kondisi penurunan jumlah trombosit dalam tubuh. Perdarahan ringan yang dialami tersebut  misalnya berupa perdarahan pada gusi atau hidung. 

Hal itu terjadi karena virus dengue yang memperlambat laju pembekuan darah. Pada beberapa kasus yang parah dan jarang, perdarahan juga bisa terjadi di saluran pencernaan. 

Bila gejala-gejala tersebut menyertai demam tinggi pada anak, maka segeralah periksa ke dokter. Saat ini anda bisa melakukan konsultasi jarak jauh dengan dokter, melalui aplikasi di ponsel. Misalnya dengan aplikasi farmamedisk. 

Jangan tunggu lama untuk melakukan telekonsultasi dengan dokter. Apalagi jika gejala demam tinggi yang terjadi pada anak anda juga disertai dengan muntah-muntah. Bila muntah-muntah itu berlangsung tiga kali dalam waktu 24 jam, maka kemungkinan besar anak anda terserang demam berdarah. 

Berikut ini adalah fase-fase atau tahapan masuknya virus dengue ke dalam tubuh anak, yang menyebabkan gejala demam berdarah pada anak. 

Baca Juga: 3 Cara Mencegah Demam Berdarah

Masa inkubasi virus

Gejala demam berdarah pada anak terjadi setelah 4-10 hari digigit nyamuk betina  Aedes aegypti dan Aedes Albopictu. Itulah masa inkubasi virus dengue masuk ke dalam darah. Pada masa inkubasi tersebut, gejala-gejala demam berdarah belum timbul atau terasa. Setelah jumlah virus cukup banyak masuk  ke dalam darah, barulah gejala demam berdarah pada anak akan timbul, berupa gejala demam tinggi. 

Gejala demam berdarah pada anak juga akan disertai dengan tanda-tanda di kulit. Yakni timbulnya ruam kulit atau bintik-bintik kemerahan pada sebagian tubuh. Timbulnya ruam tersebut biasanya muncul di hari ketiga. Ini merupakan gejala yang umum terjadi ketika demam berdarah menyerang anak-anak maupun orang dewasa. 

Selanjutnya, penderita   demam berdarah juga akan mengalami rasa sakit di belakang mata dan di sendi, otot, atau tulang-tulang. 

Fase awal gejala demam berdarah pada anak

Demam tinggi merupakan gejala awal yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Suhu badan yang panas kemudian turun, dan panas kembali, adalah gejala demam berdarah. Gejala awal demam berdarah pada anak-anak itu dapat berlangsung selama  2-7 hari, tergantung tingkat keparahan virusnya. Untuk diketahui, demam berdarah disebabkan oleh  virus dengue yang dibawa oleh nyamuk betina  Aedes aegypti dan Aedes Albopictu yang menggigit tubuh anak-anak maupun orang dewasa.  

Demam berdarah dengue dapat menjangkit kembali kepada  anak-anak dan orang dewasa yang sebelumnya sudah pernah terserang penyakit ini. Gejala demam berdarah pada anak yang sudah pernah terserang DBD itu umumnya terasa lebih berat dibandingkan dengan anak-anak yang baru terserang virus dengue ini.

Baca Juga: Perbedaan Gejala DBD dengan COVID 19

Fase kritis Gejala demam berdarah pada anak 

Saat terserang gejala demam berdarah, suhu badan anak akan turun naik dari 38-40 derajat celcius, dalam waktu satu hari. Setelah demamnya sedang turun, anak justru akan memasuki fase kritis. Pada fase ini, gejala sedang hingga berat akan dialami penderita.  

Fase kritis gejala demam berdarah pada anak akan berlangsung selama 3-7 hari sejak demam tinggi terjadi. Fase kritis ini akan berlangsung selama 24-48 jam. Cairan tubuh anak-anak harus terus-menerus dipantau. Sebab apabila terjadi kekurangan maupun kelebihan cairan, kondisi itni dapat membahayakan keselamatan tubuh penderita. 

Pada kasus demam berdarah dengan gejala berat, dapat terjadi kebocoran pembuluh darah, penumpukan cairan pada rongga perut atau paru-paru, atau perdarahan parah. Gejala-gejala yang dirasakan, antara lain, adalah sakit perut yang parah, mual dan muntah terus-menerus, gusi berdarah, sesak napas, tangan dan kaki terasa basah dan dingin, serta kelelahan dan gelisah. 

Risiko kematian bisa terjadi pada fase kritis tersebut. Terutama  apabila penderita demam berdarah tidak ditangani secara cepat dan tepat. 

Hal itu berlangsung ketika banyak terjadi kebocoran plasma darah, dimana melebarnya celah antar sel di pembuluh darah membuat cairan plasma darah keluar dari pembuluh darah. Plasma dan sel darah merupakan dua bagian di dalam darah. Jika plasma darah  bocor keluar maka darah akan menjadi lebih kental. Sel darah akan terkonsentrasi lebih banyak dari biasanya. Komplikasi pengentalan darah itu berlangsung pada fase kritis dan dapat berujung pada kematian.

Setelah fase kritis dapat dilewati, penderita kemudian akan melalui fase pemulihan. Fase ini akan terjadi 48-72 jam setelah fase kritis. Pada fase pemulihan, kadar trombosit meningkat dengan cepat hingga mencapai angka sekitar 150.000 per mikroliter darah. Kemudian kadar trombosit akan kembali ke angka normal.

Menangani gejala demam berdarah pada anak 

Hal pertama yang pertama harus dihindari orang tua pada saat menghadapi gejala demam berdarah pada anak adalah kepanikan yang berlebih. Jangan panik! Jika anda panik maka akan mendorong tindakan-tindakan yang tidak tepat dan tidak masuk akal. 

Berikan obat pereda demam panas pada anak seperti parasetamol, dan kontrol suhu badan anak anda. Hindari memberikan obat pereda sakit seperti aspirin atay ibuprofen. Selain itu, anda juga dapat mengompres dahi, ketiak, dada, dan selangkangan anak.

Istirahat yang cukup juga penting dalam menangani gejala demam berdarah pada anak. Pastikan anak yang bergejala demam berdarah, baik pada fase awal gejala, fase kritis, dan fase 

pemulihan, untuk mendapatkan istirahat yang cukup. 

Selain itu, berikan banyak cairan kepada anak untuk mencegah dehidrasi, baik dalam bentuk makanan atau minuman. Berikan makanan yang kaya akan nutrisi, terutama yang tinggi protein. Selama menjalani perawatan di rumah, perhatikan setiap gejala yang ada. Lakukan konsultasi secara online dengan dokter agar dapat ikut terpantau kondisi dan gejala yang terjadi pada anak. 

Baca Juga: Tiga Langkah Untuk Mengantisipasi Penyakit Demam Berdarah

Konsultasi dengan dokter melalui platform online farmamedisk

Untuk mengenali gejala awal demam berdarah pada anak, mungkin hanya perlu dilakukan melalui telekonsultasi dengan dokter profesional. Dalam berkonsultasi jarak jauh atau secara daring, pastikan dokter yang menjawab adalah mereka yang memiliki lisensi dari organisasi profesi resmi kedokteran dan memiliki izin dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 

Anda bisa menggunakan platform online farmamedisk untuk mendapatkan akses layanan kesehatan secara profesional. farmamedisk menyediakan Telekonsultasi dengan dokter profesional, paket kesehatan, artikel kesehatan, homecare, obat dan vitamin, Covid 19 Care, dan fitrur-fitur layanan kesehatan lainnya.  

Anda dapat mengunduh aplikasi android farmamedisk di Play Store. Lalu lakukan registrasi terlebih dahulu sebelum menggunakan berbagai fitur layanan kesehatan berteknologi canggih ini

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?