Kasus pertama HIV AIDS ditemukan 40 tahun silam di Los Angeles Amerika Serikat. Hingga peringatan Hari AIDS Sedunia Desember tahun lalu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 38 juta orang positif terinfeksi human immunodeficiency virus. Apa saja penyebab HIV AIDS ?
Penyebab HIV AIDS pertama kali diketahui tahun 1981. Bermula dari kasus pneumonia langka Pnemocystis Carinii Pnumonioa (PCP) yang menyerang lima pria homoseksual di Los Angeles Amerika Serikat.
Kasus tersebut dilaporkan U.S Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dalam laporan mingguan pada 5 Juni 1981. Dilaporkan bahwa kelima pria gay tersebut mengalami infeksi yang tak biasa, disertai indikasi tidak bekerjanya sistem imun kekebalan tubuh.
Hingga akhir tahun 1981 tercatat 337 kasus serupa di AS, dan 180 orang diantaranya meninggal dunia.
Menyerang pria homoseksual, wanita, hingga bayi
The New York Times, sebuah media massa di AS, menggunakan istilah "kanker homoseksual" untuk menyebut penyebab HIV AIDS, dalam laporan bertajuk "Rare Cancer Seen in 41 Homosexuals". Istilah AIDS belum digunakan pada tahun 1981. (Sumber: Kompaspedia).
Pada tahun 1982 kasus HIV untuk pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dan juga menyerang pria homoseksual. Dalam waktu 3,5 tahun, pada Desember 1984, kasus AIDS mencapai 7.699 di AS dan 762 kasus di Eropa.
Perilaku seks menyimpang antara sesama pria ini kemudian disebut-sebut sebagai penyebab HIV AIDS. Namun, HIV juga menyerang wanita untuk pertama kalinya pada 7 Januari 1983. CDC menyatakan wanita rentan mengidap AIDS bila memiliki pasangan seksual laki-laki yang mengidap AIDS.
Selanjutnya, AIDS pertama kalinya menyerang balita pada Desember 1985. Balita asal Pennsylvania bernama Dwight Burk ditemukan mengidap hemofilia dan meninggal dunia dalam usia 20 bulan. Dwight menjadi contoh bahwa transmisi AIDS dari ibu ke anak dapat menjadi penyebab HIV AIDS.
HIV AIDS di Indonesia
Di Indonesia, kasus AIDS pertama kalinya ditemukan di Denpasar Bali pada 23 Juni 1988. Hingga September 2020 di Indonesia kasus positif HIV mencapai 409.857; dan positif AIDS sebanyak 127.873. Sebanyak 17.646 orang meninggal dunia karena penyebab HIV AIDS.
HIV dan AIDS, apa bedanya?
HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah gangguan yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Sampai saat ini, HIV belum bisa disembuhkan. Namun, pengobatan atau terapi bisa dilakukan untuk menekan atau memperlambat berkembangnya penyakit.
Jika penyebab HIV telah diketahui sejak dini, dan ditangani secara efektif, seseorang yang mengidap HIV tidak akan mengalami AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome. AIDS adalah gangguan yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi HIV.
AIDS disebabkan oleh HIV yang masuk ke dalam tubuh dan menghancurkan sel CD4. Sel tersebut adalah bagian dari sel darah putih yang melawan infeksi. Semakin sedikit sel CD4 dalam tubuh, maka semakin lemah pula sistem kekebalan tubuh seseorang.
Baca Juga: Jarang Disadari, Inilah Penyebab Utama Penularan HIV/AIDS
Penyebab HIV AIDS
Apa saja penyebab HIV AIDS ? Berikut ini beberapa penyebab yang telah diketahui dan sebaiknya kamu jauhi, agar terhindar dari malapetaka bernama HIV AIDS ini!
-
Hubungan seks
Faktor penyebab HIV AIDS memiliki risiko tertular lebih tinggi pada pria yang tidak disunat, baik pria homoseksual atau heteroseksual, dengan sejumlah faktor. Diantaranya adalah kebiasaan melakukan hubungan seks bebas tanpa kondom, seks anal, dan seks bebas dengan berganti-ganti pasangan. Infeksi dapat menular melalui luka terbuka di kelamin penderita. Penularan HIV terjadi saat darah, sperma, atau cairan vagina dari seseorang yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh orang lain.
-
Berbagi jarum suntik
Penyebab HIV AIDS yang berikutnya adalah penggunaan jarum suntik dengan sesama penderita HIV. Hal ini terjadi pada mereka yang biasa menggunakan narkoba dengan cara disuntik. Penggunaan jarum suntik bersama-sama dengan pecandu yang positif HIV bisa menularkan virus ini. Selain itu, penggunaan jarum untuk membuat tato yang pernah dipakai oleh penderita HIV juga dapat menularkan virus tersebut.
-
Transfusi darah
Selain itu, penyebab HIV AIDS lainnya adalah melalui transfusi darah ketika seseorang menerima donor darah dari penderita HIV. Oleh sebab itu, bank darah penerima donor perlu sekali untuk melakukan pemeriksaan terhadap darah pendonornya.
-
Melalui kehamilan, persalinan, atau menyusui
Seperti telah disebutkan di awal artikel ini, bahwa transmisi AIDS dari ibu ke anak dapat menjadi penyebab HIV AIDS. Seorang ibu yang terjangkit HIV dapat menularkannya kepada sang buah hati pada proses kehamilan, persalinan, dan menyusui. Jadi, bila posifit HIV, ibu hamil harus segera mendapatkan pengobatan sehingga risiko penularan terhadap bayinya akan menurun.
Baca Juga: Waspadai 6 Cara Penularan HIV AID, Terutama Bagi Ibu Hamil
Fase-fase gejala positif HIV
Setidaknya terdapat tiga tahapan atau fase timbulnya gejala HIV. Gejala tersebut tergantung pada fase infeksi. Yakni:
-
Fase pertama
Pada fase pertama ini merupakan tahap serokonversi. Yakni ketika antibodi HIV sudah mulai berkembang untuk melawan virus. Gejala awal HIV mirip dengan penyakit flu, seperti sakit tenggorokan, demam, muncul ruam pada tubuh, pembengkakan noda limfa, penurunan berat badan, diare, mudah lelah, tulang yang terasa nyeri, dan nyeri otot.
Gejala HIV di fase pertama itu berlangsung selama satu hingga dua bulan atau bahkan lebih lama, atau tak kunjung sembuh. Namun demikian pada beberapa kasus HIV terjadi tanpa mengalami gejala tersebut. Jadi, pemeriksaan kesehatan apabila timbul gejala sebaiknya segera dilakukan.
-
Fase kedua
Pada fase kedua, gejala HIV mulai dapat menghilang selama bertahun-tahun. Namun, di dalam tubuh virus berkembang biak hingga berlipat ganda jumlahnya, dengan tingkat yang sangat rendah. Pada periode ini terjadilah masa inkubasi virus, dimana virus terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh. Tanpa disadari, penderita telah mengidap HIV dan bisa saja menularkannya kepada orang lain. Penderita hanya dapat bertahan hidup selama 10 hingga 15 tahun, atau lebih cepat. Pengobatan harus segera dilakukan jika fase kedua dalam kasus positif HIV itu terjadi.
-
Fase ketiga
Orang yang positif HIV dan tidak mendapatkan pengobatan akan mengalami pelemahan sistem kekebalan tubuhnya. Pada fase ini, akhirnya, infeksi HIV akan meningkat menjadi AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) dan tubuh sudah kesulitan melawan infeksi. Beberapa gejala yang dapat timbul adalah penurunan berat badan yang cepat, kelelahan ekstrem tanpa sebab, pneumonia, dan diare yang terjadi lebih dari seminggu. Kondisi pada fase ketiga ini membuat penderita menjadi lebih mudah terserang penyakit serius.
Baca Juga: Kenali Tiga Fase Gejala HIV AIDS
Mengenali penyebab HIV AIDS dan fase-fase gejalanya akan sangat membantu dalam mencegah tertularnya virus yang melemahkan sistem kekebalan imun tubuh ini. Jauhi diri kamu dari faktor-faktor penyebab HIV AIDS, terutama dari perilaku seks bebas gonta-ganti pasangan, baik itu hubungan homoseksual maupun heteroseksual.

