Bukan hanya berbeda karakternya, namun setiap manusia juga memiliki kemampuan tubuh berbeda. Utamanya, dalam melawan penyakit atau menerima pengobatan. Kini, dibutuhkan pendekatan secara personal dalam sistem perawatan kesehatan, yakni, perawatan kesehatan yang disesuaikan dengan DNA individu.
Dunia akan terus mengalami perkembangan dan perubahan dari masa ke masa. Namun manusia tidak dapat melihat Apa yang akan terjadi pada kehidupan yang akan datang. Di balik seluruh kecanggihan sistem yang ada pada zaman sekarang, manusia mungkin akan menerima ancaman penyakit yang lebih besar dimana setiap hari bermunculan berbagai jenis penyakit baru.
Salah satu penyakit yang paling ditakuti adalah penyakit kanker. Hingga kini sebagian besar jenis kanker belum diketahui penyebab pasti dan cara penyembuhannya.
Mungkin cukup mengherankan mengapa seseorang bisa terkena kanker sedangkan yang lain tidak. Begitu juga dengan orang yang sama dapat terkena kanker pada stadium yang sama, tetapi yang lainnya dapat memiliki kanker yang lebih cepat mengganas.
Maka di sinilah fungsi dari kesehatan personalisasi yang diharapkan akan menjawab segala pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Pada masa mendatang perawatan pasien diharapkan mengarah kepada pendekatan personal untuk sistem terapi kesehatan personalisasi. Kesehatan personalisasi merupakan upaya memberikan terapi paling tepat untuk setiap pasien, atau menyesuaikan terapi apa yang tepat untuk pasien untuk mendapatkan hasil klinis yang lebih maksimal berdasarkan pemahaman mengenai aspek biologi penyakit mekanisme kerja obat dan perbedaan biologis antar pasien.
Maka dari itu, kesehatan personalisasi dapat mengubah paradigma penatalaksanaan penyakit dari satu obat untuk semua menjadi pengobatan yang terdiferensiasi.
Jenis Kesehatan Personalisasi
Kesehatan personalisasi berkaitan dengan berbagai jenis pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Setiap jenis kesehatan personalisasi memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keselamatan perawatan kesehatan dengan mempertimbangkan perbedaan individual dalam genetika, gaya hidup, dan respons terhadap perawatan medis.
-
Genomik Personalisasi
Adalah pendekatan dengan cara menganalisis informasi genetik individu untuk memahami risiko genetik terhadap penyakit tertentu, respons terhadap obat-obatan, dan kemungkinan intervensi kesehatan lainnya.
-
Medisine Presisi
Tindakan yang memanfaatkan informasi klinis dan genetik ini dirancang untuk perawatan yang sesuai dengan karakteristik biologis dan medis pasien yang meliputi diagnosis, pengobatan, dan pencegahan penyakit.
-
Nutrigenomik
Nutrigenomik adalah tindakan yang dilakukan dengan mempelajari bagaimana genetika seseorang mempengaruhi respon tubuh terhadap makanan dan nutrisi. Tindakan ini dapat memungkinkan penyusunan diet yang dipersonalisasi untuk kesehatan yang lebih optimal.
-
Farmakogenomik
Farmakogenemik dilakukan dengan cara mengidentifikasi bagaimana perbedaan genetik mempengaruhi respons terhadap obat-obatan, memungkinkan penyesuaian dosis dan pilihan obat yang paling tepat.
-
Kesehatan Berbasis Data
Adalah menganalisis data kesehatan individu dari berbagai sumber (contohnya seperti catatan medis elektronik, data sensor, dan informasi gaya hidup) untuk dapat menyediakan rekomendasi personalisasi.
-
Pemantauan Kesehatan Diri
Tindakan ini menggunakan teknologi contohnya seperti aplikasi kesehatan dan perangkat pemantauan untuk mengumpulkan data secara terus-menerus tentang kesehatan individu, memungkinkan reaksi cepat terhadap perubahan dan intervensi yang disesuaikan.
-
Penggunaan Teknologi Canggih
Adalah dengan menerapkan kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin untuk menganalisis data kesehatan individu secara mendalam dan menyediakan rekomendasi yang dipersonalisasi.
-
Pelayanan Kesehatan Berbasis Komunitas
Model perawatan ini memberikan perawatan yang disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan kesehatan masyarakat setempat.
Manfaat Kesehatan Personalisasi
Personalisasi dalam konteks kesehatan mengacu pada pendekatan yang disesuaikan secara individual untuk perawatan dan manajemen kesehatan seseorang. Kesehatan personalisasi yang termasuk juga teknologi seperti genomik dan analitik data, menjanjikan kemajuan besar dalam menyediakan perawatan yang lebih efektif dan tepat sasaran bagi setiap individu.
Beberapa hal berikut ini merupakan manfaat dari kesehatan personalisasi yaitu meliputi:
1. Perawatan yang Lebih Efektif
Perawatan kesehatan dapat dipersonalisasikan agar dapat mencapai hasil yang lebih baik yaitu dengan cara memahami profil kesehatan individu termasuk genetik, gaya hidup, dan riwayat medis.
2. Pencegahan Penyakit yang Lebih Optimal
Kesehatan personalisasi memungkinkan untuk dapat merencanakan strategi pencegahan yang lebih optimal dengan cara menganalisis faktor risiko secara Individual contohnya seperti diet khusus atau program olahraga.
3. Diagnosis yang Tepat Sasaran
Melalui cara mempertimbangkan faktor unik yang mungkin mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang, personalisasi dapat membantu dalam tindakan diagnosis yang lebih akurat.
4. Penggunaan Sumber Daya yang Lebih Efisien
Kesehatan personalisasi dapat mengarah pada penggunaan sumber daya kesehatan yang lebih efisien dengan cara berfokus pada kebutuhan spesifik setiap personal, contohnya dengan pengujian laboratorium dan intervensi medis.
5. Peningkatan Kepatuhan
Kesehatan personalisasi sering kali mendapat perawatan yang lebih dapat diterima oleh pasien, meningkatkan kepatuhan terhadap rencana pengobatan dan perawatan.
6. Mengurangi Efek Samping
Dengan memahami bagaimana individu bereaksi terhadap obat-obatan dan perawatan tertentu, personalisasi kesehatan dapat membantu mengurangi risiko efek samping yang tidak diinginkan.
Tantangan Kesehatan Personalisasi
Berikut ini merupakan beberapa tantangan yang harus dihadapi pada kesehatan kolaborasi multisektoral juga sangat diperlukan. yaitu meliputi:
1. Infrastruktur Data
Penciptaan infrastruktur data merupakan tantangan pertama yang harus dihadapi. Dukungan dan kebijakan berbagi data haruslah terintegrasi dalam penciptaan infrastruktur data kesehatan. Maka dari itu, sistem kesehatan memberikan pelayanan kesehatan berkualitas berbasis data harus dilakukan. Dan hal ini tentu saja tidak mudah.
Pengalokasian sumber daya yang ada dengan tujuan mendapatkan intervensi berdampak tinggi, sambil meminimalisir pengeluaran yang kurang efisien, akan mudah untuk dihindari oleh sistem dengan adanya infrastruktur data ini. Oleh karena itu, setiap orang akan bisa mendapatkan manfaat dari kemajuan yang ada dalam layanan kesehatan.
2. Kolaborasi Multisektoral
Kolaborasi multisektoral juga merupakan hal yang sangat diperlukan selain infrastruktur data. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyatuan berbagai macam bidang tidaklah mudah. Akan menghadapi banyak tantangan yang ditimbulkan dalam pengkolaborasian berbagai macam bidang tersebut.
Namun, hasil dari pengkolaborasian ini tentunya sangat menguntungkan dan membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Tingkat kesembuhan akan berbagai macam penyakit yang diderita pasien akan meningkat. Kepuasan pasien pun jelas akan berbanding lurus.
Kekurangan Kesehatan Personalisasi
Meskipun kesehatan personalisasi menawarkan banyak potensi dan manfaat, terdapat juga beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan, seperti :
-
Biaya
Implementasi teknologi personalisasi kesehatan, seperti analisis genomik atau penggunaan perangkat medis canggih, tentunya akan menguras biaya. Biaya tersebut dapat menjadi hambatan untuk akses yang luas terhadap perawatan personalisasi.
-
Kesulitan Teknis
Diperlukan keahlian teknis yang tinggi untuk dapat menganalisis data yang mendalam dan kompleks untuk personalisasi kesehatan. Hal tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri bagi tim kesehatan yang membutuhkan pelatihan khusus.
-
Masalah Privasi dan Etika
Pengumpulan dan penggunaan data pribadi untuk personalisasi kesehatan menghadirkan masalah privasi dan etika yang kompleks. Perlindungan data yang tepat diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan informasi pribadi.
-
Keterbatasan Pengetahuan
Walaupun teknologi personalisasi berkembang dengan sangat pesat, namun masih ada banyak hal yang tidak diketahui tentang interaksi genetik dan lingkungan dalam pengaruh terhadap kesehatan. Hal ini tentu saja dapat membatasi kemampuan untuk memberikan rekomendasi yang sepenuhnya dipersonalisasi.
-
Keterbatasan Infrastruktur
Di beberapa daerah, infrastruktur kesehatan mungkin tidak siap untuk mendukung implementasi kesehatan personalisasi, terutama di wilayah yang kurang berkembang.
-
Kesulitan dalam Pengambilan Keputusan
Menginterpretasikan data personalisasi kesehatan yang kompleks dan menerjemahkannya menjadi keputusan perawatan yang tepat dapat menjadi tantangan, khususnya bagilah ada panduan atau pedoman yang jelas.
-
Kesenjangan Akses
Teknologi personalisasi kesehatan kemungkinan tidak tersedia secara merata di semua tempat atau untuk semua kelompok populasi, yang dapat mempengaruhi tingkat kesenjangan akses terhadap perawatan kesehatan yang optimal.
-
Penyimpangan atau Ketidaktepatan Data
Kemungkinan dapat terjadi pada kesehatan personalisasi dalam hal penggunaan data yang tidak akurat atau lengkap sehingga dapat mempengaruhi keakuratan rekomendasi atau hasil perawatan.
__________________________________
Referensi :
lifestyle.okezone.com (2006), Cara Personalisasi Perawatan Kesehatan.
trustmedis.com (2022), Personalisasi Layanan Kesehatan.
CDC,Health and Economic Cost of Chronic Disease.
Duke Center for Personalized Healthcare. Personalized Healthcare.
PMC and GenomeWeb. Public Perspectives on Personalized Medicine: A Survey of U.S. Public Opinion.
U.S. Equal Employment Opportunity Commission. Genetic Information Discrimination.

