Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Kebanyakan Makanan Berlemak Selama Liburan, Akibatnya Ini !

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Kebanyakan Makanan Berlemak Selama Liburan, Akibatnya Ini ! Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 

Sebetulnya lemak dapat membantu tubuh menyerap vitamin A, vitamin D dan vitamin E. Vitamin tersebut larut dalam lemak, yang berarti hanya dapat diserap dengan bantuan lemak. Namun,  jangan berlebihan mengonsumsi lemak. 

Mengapa tubuh membutuhkan lemak? Sebab, sejumlah kecil lemak adalah bagian penting dari diet yang sehat dan seimbang. Lemak merupakan sumber asam lemak esensial, yang tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh. 

Dilansir dari NHS, lemak membantu tubuh menyerap vitamin A, vitamin D dan vitamin E. Vitamin ini larut dalam lemak, yang berarti hanya dapat diserap dengan bantuan lemak. Setiap lemak yang tidak digunakan oleh sel-sel tubuh atau diubah menjadi energi diubah menjadi lemak tubuh. Demikian pula, karbohidrat dan protein yang tidak terpakai juga diubah menjadi lemak tubuh.

Semua jenis lemak mengandung energi yang tinggi. Satu gram lemak, apakah itu jenuh atau tidak jenuh, menyediakan 9 kkal (37 kJ) energi dibandingkan dengan 4 kkal (17 kJ) untuk karbohidrat dan protein.

Akibat kebanyakan makanan berlemak 

Apapun yang berlebihan pasti tidak baik. Demikian halnya bila kebanyakan mengonsumsi makanan berlemak selama liburan, akibatnya bisa fatal. Berikut ini dampak makanan berlemak tinggi bagi kesehatan.  

  1. Kondisi awal penyakit jantung dan stroke  

Terlalu banyak lemak dalam makanan, terutama lemak jenuh, dapat meningkatkan kolesterol, yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Konsumsi makanan berlemak secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh. Inilah kondisi awal mula terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Baca Juga: Pantangan Makanan Penyebab Serangan Jantung Mendadak

  1. Gangguan kesehatan otak

Konsumsi makanan berlemak secara berlebihan dapat dengan cepat menyebabkan kenaikan berat badan. Sebuah studi menemukan bahwa peningkatan berat badan akibat konsumsi makanan berlemak dapat merusak sel-sel otak sehingga akan mempengaruhi fungsi kognitif seseorang. Konsumsi makanan berlemak dalam jumlah besar akan merusak sinaps-sinaps di dalam otak, terutama di daerah hipokampus. Akibatnya, adalah terjadinya penurunan daya ingat dan kemampuan belajar.

Selain itu, dari studi yang sama juga dikatakan bahwa kadar lemak berlebih di dalam tubuh bisa menyebabkan peradangan kronis di bagian mikroglia otak. Mikroglia berfungsi melindungi otak dari kerusakan. Jadi, kadar lemak yang tinggi akan mengakibatkan fungsi mikroglia terganggu atau berhenti sama sekali. Mikroglia bahkan akan melahap komponen sinaps di otak sehingga dapat menyebabkan penurunan kemampuan fungsi otak.

Serangkaian proses di atas dapat terjadi, khususnya jika Anda mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jahat.

Baca Juga: Hindari Ini! 9 Jenis Minuman dan Makanan Penyebab Tumor Otak

  1. Obesitas

Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak selama liburan juga dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan. Jadi, berhati-hatilah dalam memilih makanan sehari-hari pada masa liburan.

  1. Diabetes

Obesitas atau kegemukan dapat menyebabkan terjadinya diabetes. Karena itu pula maka makanan berlemak juga dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes. Hal ini karena jenis makanan tersebut dapat menyebabkan peradangan di dalam tubuh serta mengganggu pengendalian gula darah (glukosa).

Baca Juga: Inilah Pantangan Makanan dan Minuman Untuk Diabetes

  1. Gangguan pencernaan

Makanan yang berlemak merupakan jenis nutrisi yang paling lambat dicerna di dalam tubuh.  Hal ini membuat makanan berlemak akan menghabiskan waktu lebih banyak pada saluran pencernaan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya perut kembung, mual, dan sakit perut.

Lemak jenuh dan tak jenuh 

Jenis utama lemak yang ditemukan dalam makanan adalah lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Sebagian besar lemak dan minyak mengandung lemak jenuh dan tak jenuh dalam proporsi yang berbeda.

Dalam memilih makanan berlemak selama liburan, atau sebagai bagian dari diet sehat, sebaiknya kurangi makanan dan minuman yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans dan menggantinya dengan lemak tak jenuh.

Lemak jenuh

Lemak jenuh dapat ditemukan dalam makanan yang manis maupun yang gurih. Sebagian besar berasal dari sumber hewani, termasuk daging dan produk susu, serta beberapa makanan nabati, seperti minyak kelapa sawit dan minyak kelapa.

Makanan yang mengandung lemak jenuh yang tinggi adalah potongan daging berlemak, produk daging termasuk sosis dan pai, mentega, ghee, lemak babi, keju terutama keju keras seperti cheddar, krim, krim asam,  es krim, beberapa camilan gurih seperti biskuit keju dan popcorn, permen coklat, biskuit, kue  kue kering, minyak kelapa sawit, minyak kelapa dan krim kelapa. 

Lemak tak jenuh

Untuk mengurangi risiko penyakit jantung, salah satu cara terbaiknya  adalah dengan mengurangi asupan lemak secara keseluruhan dan menukar lemak jenuh dengan lemak tak jenuh.

Mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. 

Sebagian besar ditemukan dalam minyak dari tumbuhan dan ikan, lemak tak jenuh dapat berupa lemak tak jenuh tunggal atau tak jenuh ganda.

  • Lemak tak jenuh tunggal

Lemak tak jenuh tunggal membantu melindungi jantung dengan mempertahankan kadar kolesterol HDL "baik" sekaligus mengurangi kadar kolesterol LDL "jahat" dalam darah. 

Lemak tak jenuh tunggal ditemukan pada  minyak zaitun, minyak lobak dan olesan yang terbuat dari minyak ini, alpukat, beberapa jenis kacang  seperti almond, brazil, dan kacang tanah

  • Lemak tak jenuh ganda

Lemak tak jenuh ganda dapat membantu menurunkan tingkat kolesterol LDL "jahat" dalam darah. 

Terdapat dua jenis utama lemak tak jenuh ganda, yaitu : omega-3 dan omega-6.

Beberapa jenis lemak omega-3 dan omega-6 tidak dapat dibuat oleh tubuh. Sehingga penting untuk memasukkannya dalam jumlah kecil ke dalam menu makanan. 

Lemak omega-6 ditemukan dalam minyak nabati, seperti biji lobak, jagung, bunga matahari, dan beberapa jenis kacang. 

Lemak omega-3 ditemukan pada ikan berminyak, seperti ikan asap, ikan haring, ikan trout, ikan sarden, ikan salmon, ikan kembung.  

Dianjurkan untuk memiliki lebih banyak omega-3 dengan makan setidaknya 2 porsi ikan setiap minggu, dengan 1 porsi ikan berminyak.

Sumber nabati dari lemak omega-3 tidak dianggap memiliki manfaat yang sama untuk kesehatan jantung seperti yang ditemukan pada ikan. 

Lemak trans

Lemak trans dapat ditemukan secara alami pada tingkat rendah di beberapa makanan, seperti daging dan produk susu. Selain itu, juga dapat ditemukan dalam minyak sayur terhidrogenasi parsial. 

Seperti lemak jenuh, lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. 

Konsumsi lemak trans di Inggris 

Sebagai gambaran, menurut NHS, pemerintah Inggris merekomendasikan agar orang dewasa tidak boleh memiliki lebih dari sekitar 5g lemak trans sehari. Tapi kebanyakan orang di Inggris tidak makan banyak lemak trans. Rata-rata, mereka makan sekitar setengah dari jumlah maksimum yang direkomendasikan. Orang-orang di Inggris cenderung makan lebih banyak lemak jenuh daripada lemak trans. 

Demikianlah informasi  yang perlu diketahui mengenai lemak. Menghindari banyak makanan berlemak selama liburan akan menjaga kesehatan tubuh kamu. 

 

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?