Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Kelenjar Getah Bening: Yang Wajib Dikonsumsi dan Pantangannya

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Kelenjar Getah Bening: Yang Wajib Dikonsumsi dan Pantangannya Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Makanan adalah salah satu faktor yang memiliki banyak pengaruh untuk kesehatan tubuh. Beberapa jenis makanan bahkan dapat memperbaiki kondisi kesehatan seseorang, karena mampu membantu menaikkan imunitas, memperbaiki fungsi organ tubuh, hingga menurunkan risiko seseorang terserang penyakit. Salah satu jenis penyakit yang dapat dialami semua orang adalah limfadenitis yakni peradangan atau pembengkakan pada kelenjar limfa atau kelenjar getah bening yang diakibatkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau virus. 

Limfadenitis terjadi karena respon kelenjar getah bening terhadap infeksi jamur, bakteri, virus, atau parasit, yang kemudian menyebarkan infeksi tersebut ke seluruh sistem limfatik dalam waktu yang cepat hanya dalam hitungan beberapa jam. Adapun beberapa jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan limfadenitis adalah:

  • Bakteri, seperti streptococcus, staphylococcus aureus, bartonella henselae, mycrobacterium tuberculosis, yersinia enterocolitica, yersinia pestis, dan salmonella.

  • Virus, seperti cytomegalovirus, Epstein barr, parvovirus, dan rubella.

  • Jamur, misalnya histoplasma capsulatum.

  • Parasit, misalnya toksoplasma.

Gejala yang ditimbulkan akibat limfadenitis dapat berbeda-beda pada setiap penderitanya tergantung penyebab dan area terjadinya infeksi. Namun beberapa gejala yang umum dirasakan penderita antara lain adalah:

  • Bengkak pada kelenjar getah bening di salah satu bagian tubuh seperti di leher, ketiak, atau selangkangan

  • Kelenjar getah bening akan terasa nyeri jika disentuh dan diraba

  • Kemerahan pada kulit di daerah kelenjar getah bening

  • Adanya kumpulan nanah atau abses pada kelenjar limfa yang membengkak

  • Keluar cairan dari kelenjar getah bening yang membengkak

  • Demam tinggi yang biasanya dirasakan pada malam hari

Baca Juga: Asam Urat? Hindari Pantangan Makanan Berikut Ini

Selain gejala yang dapat berbeda-beda tergantung beberapa faktor yang dialami penderita, pengobatan limfadenitis juga akan berbeda tergantung pada usia, riwayat kesehatan, tingkat keparahan penderita, serta dari penyebab limfadenitis itu sendiri. 

Adapun beberapa penanganan limfadenitis dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

  • Obat-obatan

Penderita limfadenitis biasanya akan diberikan obat-obatan jenis tertentu untuk mengatasi infeksi serta meredam rasa nyeri, demam, dan pembengkakan. Beberapa jenis obat yang sering diberikan kepada pasien limfadenitis adalah antibiotik, antivirus, antijamur, antiparasit, dan ibuprofen.

  • Operasi

Penanganan limfadenitis dapat dilakukan juga dengan cara operasi untuk mengatasi limfadenitis yang sudah berkembang menjadi abses. Pada proses ini, dokter akan membius pasien di daerah sekitar kelenjar getah bening yang membengkak kemudian membuat sayatan kecil di kelenjar tersebut unuk mengeluarkan nanah. Setelah nanah berhasil dikeluarkan maka bekas sayatan akan ditutup dengan perban yag steril.

  • Pengobatan kanker

Limfadenitis yang disebabkan oleh tumor atau kanker pada kelenjar getah bening, dokter akan menjalankan kemoterapi, radiologi, atau pengangkatkan tumor kepada pasien. Namun untuk membantu penderita meringankan gejala, dokter biasanya akan memberi saran kepada pasien untuk melakukan beberapa hal seperti beristirahat yang cukup, mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol, naproxen, atau ibuprofen, serta melakukan kompres hangat untuk meredam nyeri dan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan.

Selain ketiga cara di atas penanganan limfadenitis juga dapat dilakukan dengan melakukan pola hidup sehat seperti megonsumsi makanan yang sesuai dengan anjuran penyakit ini. Secara umum makanan yang dianjurkan untuk penderita limfadenitis adalah jenis makanan yang kaya akan antioksidan karena dapat melindungi sistem imun dari kerusakan akibat radikal bebas atau faktor lainnya. 

Beberapa jenis makanan yang disarankan, bahkan wajib dikonsumsi penderita limfadenitis, antara lain adalah:

  1. Kunyit

Kunyit merupakan rempah yang mudah ditemui sehari-hari karena banyak digunakan sebagai rempah untuk bahan masakan Indonesia, sebagai pewarna alami makanan seperti untuk kari. Kunyit memiliki kandungan kurkumin yang efektif untuk mencegah pertumbuhan sel kanker dan mampu meredakan risiko inflamasi atau peradangan pada penderita limfadenitis. 

Selain dapat mencegah perangan, kunyit juga mampu mengurangi pembengkakan, mengurangi rasa nyeri, dan melawan infeksi karena kandungan antioksidan dan bersifat analgesik. Selain dikonsumsi, penggunaan kunyit juga dapat dijadikan sebagai masker untuk area yang mengalami pembengkakan. 

Siapkan satu sendok makan kunyit dan madu, aduk kedua bahan tersebut hingga merata seperti pasta. Oleskan campuran tersebut ke area yang mengalami pembengkakan, lalu diamkan sampai 10 menit hingga campuran meresep. Setelah itu bilas dan bersihkan menggunakan air hangat. Untuk hasil yang efektif, lakukan perawatan ini dengan rutin setiap dua kali sehari.

Baca Juga: 8 Makanan dan Minuman Penyebab Kelenjar Getah Bening Membengkak

  1. Sayuran hijau

Sayuran hijau baik untuk dikonsumsi tubuh karena dapat memenuhi vitamin dan mineral harian. Sayuran hijau bagus bagi para penderita kelenjar getah bening karena sayuran mengandung klorofil, yang mampu menjaga kesehatan darah serta cairan kelenjar getah bening, serta klorofil juga memiliki kemampuan untuk mendetoks tubuh. Untuk itulah sangat disarankan bagi penderita limfadenitis selalu mengonsumsi sayuran hijau setiap harinya, yang bisa didapatkan dari sumber sayuran hijau seperti bayam, kale, daun bit, selada, kol, pakcoy, brokoli, kangkong, dan lobak hijau.

  1. Bawang putih

Aroma khas pada bawang putih menyebabkan banyak orang tidak menyukai jenis rempah ini. Namun begitu banyak pula orang justru menyukai bawang putih karena aromanya yang khas. Bukan hanya berfungsi untuk menyedapkan makanan, namun bawang putih memiliki sifat antioksidan tinggi yang mampu meningkatkan fungsi sistem daya tahan tubuh. 

Kandungan yang terdapat pada bawang putih dapat melawan mikroba berbahaya bagi tubuh, serta memperlancar sirkulasi darah. Tak hanya itu saja bawang putih juga mampu menjadi penolong untuk mengeluarkan toksin atau racun dalam tubuh. 

  1. Sumber lemak sehat

Pengidap limfadenitis atau yang terkena limfoma sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat. Lemak sehat atau lemak tak jenuh tunggal merupakan kandungan paling baik sebagai asupan harian demi memelihata sel-sel tubuh dan juga pengembangannya. Bukan hanya untuk mencukupi nutrisi harian, asam lemak omega 3 dalam lemak sehat juga mampu mengatur sistem kardiovaskular. Adapun sumber lemak sehat bisa didapati dari mengonsumsi beberapa makanan seperti ikan salmon, biji rami, minyak zaitun, ikan tuna, kacang macadamia, ikan herring, almond, dan ikan sarden atau walnut.

Selain memperhatikan apa yang sebaiknya dikonsumsi, para penderita kelenjar getah bening juga harus memilah milih makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya menjadi pantangan saat mengalami pembengkakan kelenjar getah bening:

  • Protein hewani dari segala jenis daging, telur, dan susu

  • Makanan cepat saji atau fast food

  • Makanan mengandung MSG

  • Makanan olahan seperti makanan beku dan makanan kaleng

  • Alkohol, kafein, dan nikotin

  • Makanan yang dibakar karena bersifat karsinogen

  • Buah anggur, demila, blackberry

Baca Juga: Pahami 10 Gejala Awal Kanker Kelenjar Getah Bening

Jika pengidap kelenjar getah bening sudah melakukan upaya dengan mengonsumsi makanan yang disarankan dan menghindari pantangan makanan, namun tetap diperlukan untuk berkonsultasi dengan dokter guna perkembangan kondisi kesehatannya. Lakukan telekonsultasi melalui website atau aplikasi android farmamedisk, yang dapat menghubungkan pasien dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan. 

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?