Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Keluhan Ibu Hamil 4 Bulan dan Cara Mengatasinya

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Keluhan Ibu Hamil 4 Bulan dan Cara Mengatasinya Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Kehamilan adalah hal yang sangat diidamkan oleh hampir semua perempuan di dunia. Masa-masa kehamilan adalah kondisi yang dapat membuat ibu bahagia, karena pada masa inilah seorang ibu akan merasa sangat istimewa, sebab ada janin yang dikandungnya. Kehamilan yang dirasakan akan berbeda-beda tergantung usia, kondisi kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya. Memasuki trimester kedua, kebanyakan ibu hamil akan merasakan beberapa keluhan karena perkembangan saraf dan fisik janin semakin kompleks. 

Saat kehamilan berada di usia 4 bulan, perut ibu hamil akan semakin membesar dan menunjukkan baby bump, selain itu berbagai perubahan fisik juga mulai dirasakan dan dapat terlihat oleh orang lain. Kebanyakan ibu hamil akan lebih merasa nyaman pada trimester kedua kehamilan karena rasa mual sudah lebih berkurang dibanding saat kehamilan trimester pertama. Kendati demikian, biasanya akan muncul keluhan lain seperti perubahan hormon yang berlanjut dan janin yang semakin membesar sehingga seringkali membuat ibu hamil mulai kesulitan dan merasa kurang nyaman dalam beraktivitas. 

Berikut adalah beberapa keluhan ibu hamil yang kebanyakan dirasakan saat kehamilan usia 4 bulan:

  1. Heartburn

Melansir dari Healthline, hampir sebanyak 45 persen ibu hamil akan merasakan heartburn. Heartburn adalah kondisi dimana ibu hamil merasakan seperti terbakar di dada atau tenggorokan. Heartburn dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti perubahan hormon, melambatnya sistem pencernaan, serta pertumbuhan janin. Kondisi heartburn akan lebih besar dialami oleh perempuan yang sebelum hamil memiliki catatan kelebihan berat badan, jika dibanding dengan mereka yang memiliki berat badan ideal sebelum kehamilan. 

Meski tidak berbahaya namun heartburn dapat membuat ibu hamil merasa tidak nyaman, sehingga ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi heartburn pada ibu hamil seperti menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan reaksi pada lambung, mengurangi untuk mengonsumsi minuman atau makanan yang mengandung kopi dan cokelat, menerapkan pola makan sedikit tapi sering daripada tiga kali makan dengan porsi besar, tidak mengonsumsi permen karet, lebih banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, menggunakan pakaian yang longgar, dan memilih posisi tidur yang nyaman.

Baca Juga: Penyebab Ibu Hamil Mengalami Tekanan Darah Rendah

  1. Sakit pinggang

Sakit pinggang adalah hal yang wajar dan umum dirasakan oleh ibu hamil pada masa kehamilan 4 bulan. Sakit pinggang yang dialami ibu hamil kebanyakan dirasakan pada bagian sebelah kiri, dan biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti perubahan hormon, peregangan otot karena janin yang tumbuh semakin besar, bertambahnya berat badan karena harus menopang beban yang lebih berat, perubahan postur tubuh yang lebih sering membungkuk pada masa kehamilan.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meringkan rasa sakit pinggang pada ibu hamil antara lain adalah tidur dengan posisi miring dengan menambahkan bantal atau guling di belakang pinggang, mengompres air hangat ke bagian yang terasa sakit unuk meringankan rasa sakit pinggang, serta melakukan olahraga ringan secara teratur seperti jalan kaki, renang, dan yoga.   

  1. Warna kulit menjadi lebih gelap

Pada beberapa kasus, ibu hamil akan merasakan perubahan warna kulit yang menjadi lebih gelap di beberapa bagian tubuh pada masa kehamilan diusia 4 bulan. Warna kulit yang menggelap saat kehamilan adalah hal yang wajar dan disebut dengan istilah hiperpigmentasi atau melasma, yang merupakan area kulit tertentu menjadi lebih gelap akibat produksi melanin yang berlebih. Melasma dapat disebabkan oleh beberapa hal salah satunya adalah perubahan hormon yang merangsang produksi melanin. 

Bagian kulit yang rentang mengalami melasma adalah wajah, ketiak, selangkangan, payudara, dan leher. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah hiperpigmentasi saat kehamilan seperti menghindari paparan sinar UV matahari langsung, mencegah terjadinya luka pada kulit karena jaringan yang muncul akibat luka dapat memicu terjadinya melasma, serta menghindari penggunaan produk kecantikan yang berlebihan.

  1. Konstipasi

Pada trimester kedua kehamilan, biasanya sistem pencernaan ibu hamil akan melambat. Kebiasaan pola makan yang kurang baik akan mengakibatkan ibu hamil merasakan konstipasi. Konstipasi merupakan gangguan pencernaan yang membuat ibu hamil sulit untuk Buang Air Besar (BAB), hingga BAB hanya terjadi kurang dari tiga kali dalam satu minggu. Bahkan pada beberapa kasus, ibu hamil akan mengalami wasir selama masa kehamilan. 

Selain itu konstipasi pada ibu hamil juga dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti rahim yang semakin membesar, tidak mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh, kurang mengonsumsi makanan yang berserat, dan tingkat stress. 

Baca Juga: Makanan dan Minuman Yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

  1. Napas pendek

Ukuran janin yang semakin membesar dalam kandungan ibu hamil, akan menekan beberapa organ di perut salah satunya paru-paru. Hal inilah yang kemudian menjadikan ibu hamil sering merasa napasnya menjadi lebih pendek dibanding sebelum kehamilan. Selain itu peningkatan aliran darah juga akan membuat ibu hamil merasakan hidung tersumbat yang mengganggu pernapasannya.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan ibu hamil untuk mengatasi napas pendek selama masa kehamilan, yaitu dengan istirahat dan relaksasi, olahraga ringan dengan rutin dan teratur, mengonsumsi makanan sehat, tidak mengonsumsi minuman bersoda dan kafein, hingga mengatur posisi saat tidur. 

  1. Keputihan

Keputihan akan sering dirasakan ibu hamil pada kehamilan trimester kedua. Menurut salah satu pendiri Fit to Deliver International dan penasihat Fit Pregnancy yang berbasis di Vancouver, British Columbia, beberapa ibu hamil akan mengalami peningkatkan keputihan saat hamil trimester kedua, namun juga ada beberapa ibu hamil yang tidak mengalaminya sama sekali.

Keputihaan saat hamil trimester kedua disebabkan oleh fluktuasi kadar hormon, produksi hormone estrogen yang bertambah, sehingga mengakibatkan aliran darah ke area panggul meningkat. Hal ini kemudian akan merangsang selaput lendir di area organ intim hingga menimbulkan keputihan. 

Meski keputihan saat kehamilan trimester kedua adalah hal yang normal, namun ibu hamil perlu memperhatikan tanda-tanda keputihan yang normal dan tidak normal selama masa kehamilan. Tanda keputihan yang normal akan berbentuk encer, berwarna putih susu, dan tidak berbau. Sedangkan keputihan yang tidak normal saat masa kehamilan yaitu seperti keputihan yang dialami saat menjelang menstruasi, hanya saja lebih pekat, berwarna kecoklatan, dan berbau tidak enak. 

  1. Gusi berdarah

Gusi berdarah yang dialami ibu hamil pada usia kehamilan 4 bulan disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh, perubahan pola makan, dan berkurangnya produksi air liur selama masa kehamilan. 

Baca Juga: Posisi Tidur Yang Baik Untuk Ibu Hamil

Menikmati proses kehamilan dapat menjadi solusi untuk berbagai macam kondisi yang dirasakan. Namun ibu hamil perlu memeriksakan diri jika merasakan gejala yang tidak nyaman terus-terusan dirasakan. Lakukan telekonsultasi melalui website atau aplikasi android farmamedisk, yang dapat menghubungkan pasien dengan dokter atau rekanan penyedia jasa layanan medis, yang semua sudah terlisensi medis di masing-masing bidangnya. farmamedisk dapat diakses kapan dan dimana saja, karena It’s Oke, farmamedisk is Here.

Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?