Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Kenali 6 Benjolan di Dubur Tapi Bukan Wasir

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Kenali 6 Benjolan di Dubur Tapi Bukan Wasir Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Umumnya kita mengenal benjolan di dubur sebagai wasir atau ambeien. Namun, ada juga benjolan yang bukan disebabkan pembesaran pembuluh darah di anus seperti wasir. Apa saja benjolan di dubur tapi bukan wasir?

Wasir atau ambeien atau disebut juga hemoroid, terdiri dari dua jenis yaitu ambeien dalam dan ambeien luar. Ambeien dalam terjadi saat benjolan muncul di dalam anus, tepatnya di liang rektum. Biasanya ambeien dalam tidak menimbulkan keluhan nyeri karena tidak banyak terdapat saraf di liang rektum.

Berbeda halnya dengan ambeien luar yang berada di luar rektum atau di sekitar lubang anus. Selain benjolan, ambeien luar yang disebabkan oleh pembengkakan atau pembesaran pembuluh darah di sekitar anus ditandai dengan nyeri, gatal pada anus dan BAB berdarah.

Penyebab wasir yakni sembelit kronis sehingga terlalu sering atau keras mengejan. Bisa juga terjadi pada ibu hamil saat tekanan rahim menekan pembuluh darah yang ada di usus besar hingga memicu munculnya benjolan di daerah anus. Mengangkat beban berat, duduk terlalu lama dan faktor usia juga bisa menyebabkan wasir.

Ambeien atau wasir diatasi mulai dari pemberian krim, suntikan sampai tindakan operasi pada kasus yang parah. Tindakan seperti koagulasi dengan inframerah, laser, atau bipolar juga bisa dilakukan untuk membakar jaringan ambeien.

Selain wasir,  ada lagi beberapa jenis benjolan yang berada di dubur atau anus. Apa saja jenis benjolan di dubur tapi bukan wasir?

  1. Perianal Hematoma

Sebuah benjolan kecil berwarna keunguan atau hitam di bagian luar anus merupakan salah satu tanda dari perianal hematoma. Penyebab perianal hematoma adalah pecahnya pembuluh darah di anus yang bisa terjadi karena mengejan saat BAB atau mengangkat beban berat.

Ukuran perianal hematoma bisa kecil sampai besar yaitu seukuran bola bisbol. Benjolan ini disertai rasa nyeri dan bengkak di anus.

Perianal hematoma biasanya bisa sembuh dengan sendirinya. Untuk rasa tidak nyaman bisa dilakukan beberapa langkah seperti mengompres dengan air dingin, mengonsumsi paracetamol bila merasakan nyeri atau menggunakan bantal berbentuk donat saat duduk sebagai alas kursi, untuk mengurangi tekanan

Baca Juga: Kenali Gejala Anemia Sedari Dini

  1. Kutil Anus

Benjolan di dubur juga bisa timbul sebagai kutil anus. Kutil di daerah anus dan kelamin ada dua yaitu, pertama kondiloma akuminata, terjadi akibat infeksi virus human papilloma. Kedua, kondiloma lata yang terjadi akibat infeksi treponema pallidum, merupakan manifestasi dari sifilis sekunder.

Kutil anus kondiloma akuminata yang disebabkan infeksi human papillomavirus (HPV) adalah infeksi virus karena adanya kontak antara kulit penderita melalui hubungan seksual. Sering berganti pasangan, hubungan seksual yang tidak sehat atau tertular dari alat bantu seks yang terpapar virus menjadi faktor penyebabnya.

Ada kalanya kutil anus yang terkadang berbentuk seperti jengger ayam ini tidak menimbulkan nyeri saat ukurannya masih kecil. Penderitanya sering kali tidak menyadari jika ada benjolan di anus. Saat ukurannya membesar, kutil anus menimbulkan rasa gatal dan mengeluarkan lendir atau darah.

Setelah melakukan pemeriksaan, pengobatan kutil anus bisa dengan pemberian salep atau obat tetes dengan menggunakan kauterisasi, dilanjutkan dengan antibiotik. Namun, virus ini masih menetap dan bisa saja suatu kali kambuh.  Selain metode tadi, kutil  anus dapat diatasi dengan cryosurgery atau perawatan menggunakan nitrogen cair, maupun operasi.

  1. Abses Anus

Abses anus atau abses anal adalah rongga berisi nanah yang terinfeksi, yang muncul di dekat anus atau pantat. Nanah ini muncul karena tekanan di bawah kulit sehingga menimbulkan nyeri dan bengkak.

Abses anal bisa menyebabkan fistula anal. Fistula merupakan istilah medis untuk menjelaskan terowongan atau saluran abnormal yang muncul di bawah kulit dan menghubungkan infeksi abses sebelumnya antara kulit pada pantat di luar anus dengan kanal  yang ada di dalam.

Abses anus sering menimbulkan gejala nyeri dan bengkak di sekitar anus. Demam, menggigil, dan kelelahan bisa juga timbul. Fistula anal juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit dan iritasi di sekitar anus, begitu juga keluarnya nanah (yang seringkali menghilangkan rasa sakit untuk sementara waktu). Ini biasanya mengenai orang dewasa aktif, di kelompok usia 30 sampai 50 tahun.

Perawatan untuk abses anus adalah dengan tindakan bedah pengeringan, yaitu proses pengeluaran cairan abses. Luka setelah pembedahan  mungkin membutuhkan sampai dengan 4 minggu untuk sembuh total. 

Baca Juga: Kenali Kenapa Badan Terasa Panas Padahal Suhu Tubuh Normal

  1. Moluskum Kontagiosum

Benjolan di dubur juga bisa terjadi pada infeksi kulit yang disebabkan oleh virus moluskum kontagiosum. Virus dapat menyebar ke anus melalui kontak seksual, bersentuhan dengan kulit yang terinfeksi, atau memakai barang bersama dengan penderita lain misalnya handuk atau sprei. 

Benjolannya kecil berwarna merah muda atau putih dengan lubang atau cekungan kecil di tengahnya. Meski tidak berbahaya dan terkadang tidak menimbulkan gejala, benjolan ini bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk hilang.

Moluskum kontagiosum diatasi dengan pemberian krim yang mengandung imiquimod. Obat ini tidak secara langsung menghancurkan virus tetapi bekerja dengan cara menguatkan sistem imun agar virus dapat dilawan oleh sistem kekebalan tubuh.

  1. Kanker Anus

Kanker anus terjadi ketika sel-sel abnormal yang bersifat ganas terbentuk di jaringan anus yang kebanyakan disebabkan oleh infeksi HPV. Namun, pemicu kanker anus bisa disebabkan gaya hidup seperti seperti kebiasaan merokok, bergonta-ganti pasangan, melakukan seks anal, menderita penyakit gangguan imun seperti HIV, atau pernah menderita kanker di area vagina.

Selain adanya benjolan di dubur, gejala lain dari kanker anus adalah pendarahan dari anus, nyeri, gatal, dan perubahan pola BAB.

Perawatan utama untuk kanker anus adalah melalui kemoradiasi dan operasi. Jika kanker sudah meluas dan sulit disembuhkan, kemoterapi dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala. 

  1. Perianal Hidradenitis Suppurativa

Perianal hidradenitis suppurativa disebabkan peradangan yang menyerang kelenjar rambut dan keringat di anus. Benjolan ini berada di bawah kulit  dan di dalamnya terdapat nanah yang dapat berbau saat keluar.

Saluran nanah dapat terbentuk di bawah kulit pada kasus yang parah, disebut pilonidal sinus. Saluran ini terhubung dengan banyak benjolan, sehingga infeksi dan peradangan dapat meluas ke area lain.

Penyebab kondisi ini beragam, bisa karena gesekan antara kulit dengan pakaian, respon imun yang menyimpang terhadap bakteri baik atau peradangan yang menyebabkan dinding folikel pecah, serta merusak kelenjar dan saluran apokrin. 

Bisa juga disebabkan infeksi bakteri sekunder, yaitu infeksi yang terjadi saat atau setelah penanganan infeksi lain atau karena obat-obatan tertentu.

Baca Juga: Kenali Penyebab Asam Urat dan Cara Menghindarinya

Benjolan dapat hilang dalam 10–30 hari atau bisa bertambah parah dan menjadi abses yang terasa nyeri dan mengeluarkan nanah berbau bila pecah. Benjolan lebih parah saat berwarna hitam seperti komedo. Setelah ditangani benjolan dapat timbul kembali dan meninggalkan bekas luka atau jaringan parut permanen.

Perianal hidradenitis suppurativa diatasi dengan pemberian antibiotik untuk meredakan peradangan dan infeksi yang terjadi. Obat kortison juga digunakan untuk mengatasi pembengkakan dan iritasi.

 
Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?