Download Farma Medis App
Home Artikel Hidup Sehat

Kenali Tanda-Tanda Kamu Sudah Kebanyakan Makan Gula

Baca informasi kesehatan dengan tampilan yang lebih nyaman, terstruktur, dan mudah dipahami. Untuk kondisi medis pribadi, tetap konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Kenali Tanda-Tanda Kamu Sudah Kebanyakan Makan Gula Hidup Sehat
Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung. Bila keluhan berlanjut atau memburuk, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

 

Kadar gula darah yang tinggi dapat menimbulkan resiko penyakit diabetes. Sebelum hal itu terjadi, kenali tanda-tanda kamu sudah kebanyakan makan gula. Lakukan pencegahan sebelum kesehatanmu memburuk akibat glukosa yang meningkat.   

Sebelum membahas tanda-tanda kebanyakan makan gula, sebaiknya ketahui dulu kadar gula darah normal pada tubuh manusia. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kadar gula normal adalah pada level sebagai berikut: 

  • Gula Darah Sewaktu (GDS) / tanpa puasa adalah < 200 mg/dL 

  • Gula Darah Puasa (GDP) adalah < 126 mg/dL 

Gula Darah Sewaktu (GDS) adalah parameter pemeriksaan kadar gula darah yang diukur setiap saat, tanpa memperhatikan kapan pasien terakhir kali makan. Sedangkan Gula Darah Puasa (GDP) adalah parameter pemeriksaan kadar gula darah yang diukur setelah pasien berpuasa minimal selama 8 jam. 

Sebagai perbandingan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kadar gula darah normal adalah: 

  • GDP  antara 70 mg/dL hingga 100 mg/dL (3,9 mmol/L - 5,6 mmol/L) 

Anjuran WHO 

Jika saat puasa kadar gula darah mencapai 100 hingga 125 mg/dL maka dianjurkan oleh WHO agar kamu segera ubah gaya hidup,  dan memantau lebih lanjut. 

WHO merekomendasikan pengurangan jumlah asupan gula kurang dari 10 persen dari asupan energi harian, atau bahkan lebih baik jika kurang dari 5 persen. 

Batas asupan gula bagi orang dewasa yang disarankan adalah 50 gram atau setara dengan dua belas sendok teh gula per orang per hari. 

Sedangkan American Heart Association (AHA) merekomendasikan anak usia 2 sampai 18 tahun untuk tidak mengonsumsi lebih dari enam sendok teh gula dalam menu makanannya sehari-hari. Itu tidak mencakup gula yang secara alami terdapat pada susu, buah atau sayuran.

Saat Anda mengonsumsi gula: Tubuh akan mendapatkan zat glukosa yang berasal dari gula. Zat glukosa kemudian disimpan di dalam tubuh sebagai energi cadangan. Tetapi jika kelebihan gula pada tubuh maka dapat berdampak buruk bagi kesehatan. 

Tanda kebanyakan makan gula

Tanpa melakukan tes gula darah, berikut ini adalah tanda-tanda tubuh telah kebanyakan makan gula. 

  1. Sering cepat merasa lapar 

Orang yang kadar glukosa di dalam darahnya rendah biasanya nafsu makannya meningkat. Tetapi orang dengtan kadar gula darah yang tinggi juga demikian. Jadi, salah satu tanda kebanyakan makan gula adalah ketika seseorang sulit merasakan kenyang. 

Kelebihan fruktosa pada tubuh yang mengacaukan sistem metabolisme tubuh, dengan mematikan sistem pengendali nafsu makan. Kondisi itu merangsang produksi hormon insulin, meningkatkan produksi hormon ghrelin yang berperan dalam menimbulkan rasa lapar, namun menurunkan produksi hormon leptin yang berperan dalam menimbulkan rasa kenyang. 

  1. Gerak tubuh jadi lambat

Tanda kebanyakan makan gula berikutnya adalah  ketika gerakan tubuh jadi lebih lambat dari biasanya. Sebab, gula darah yang tinggi dapat menimbulkan lonjakan insulin yang menimbulkan berbagai masalah pada tubuh. Tubuh yang terlalu banyak mengonsumsi gula mengakibatkan energi yang ada di dalam tubuh menjadi tidak stabil. Inilah yang membuat gerakan tubuh menjadi lebih lambat.   

  1. Masalah kulit

Masalah pada kulit, seperti kulit menjadi kering dan kusam, juga merupakan tanda bahwa kamu kebanyakan makan gula. Kadar gula darah yang tinggi biasanya menyebabkan sederet masalah kulit. Pada sebagian orang, lonjakan insulin akan memicu hormon lainnya yang bisa menimbulkan masalah kulit, seperti misalnya, tumbuhnya banyak jerawat.

  1. Ngidam makanan manis

Gula dapat menyebabkan ketagihan. Dalam buku The Sugar Detox: Lose Weight, Feel Great and Look Years Younger dikatakan bahwa semakin banyak gula yang dikonsumsi akan membuat semakin bertambah pula keinginan untuk mengonsumsinya.  Ketagihan tersebut bukan disebabkan karena kurangnya gula darah atau selera seseorang. Namun, makanan manis bisa membuat seseorang ketagihan karena kandungan yang terdapat di dalamnya.

  1. Muncul timbunan lemak di perut

Tanda kebanyakan makan gula juga dapat terlihat di bagian perut, dimana muncul timbunan lemak pada lingkar pinggang dan perut. Ini bisa meningkatkan risiko terjadinya kegemukan atau obesitas.  

  1. Terjadinya karies gigi

Tanda kebanyakan makan gula yang berikutnya dapat terlihat pada gigi. Yakni terjadinya karies gigi atau kondisi rusaknya struktur dan lapisan gigi yang terjadi secara bertahap. Pada mulanya berupa terkikisnya enamel atau lapisan terluar gigi. Lalu kemudian menggerogoti dentin atau lapisan tengah gigi, dan pada akhirnya mencapai sementum alias akar gigi.

Karies gigi terjadi ketika bakteri yang hidup di mulut mencerna sisa karbohidrat dari makanan yang Anda konsumsi, entah itu merupakan sisa dari gula pada donat yang Anda konsumsi atau lainnya. Bakteri tersebut akan membusuk dan memproduksi asam yang dapat menghancurkan enamel dan dentin gigi.

Gejala dan efek yang lainnya

Selain keenam tanda-tanda yang terlihat dan terasa di atas, kondisi lainnya yang merupakan efek dari tingginya kadar gula darah Anda, adalah sebagai berikut: 

  • Mudah merasa lelah dan mengantuk

  • Sering merasa haus

  • Berat badan turun

  • Penglihatan menjadi buram

  • Frekuensi buang air kecil meningkat, terutama pada malam hari

  • Berat badan turun, tapi nafsu makan bertambah

  • Sulit berkonsentrasi

  • Sakit kepala

Sebagian orang merasakan kenaikan glukosa dengan gejala seperti : 

  • Infeksi kulit dan vagina

  • Kerusakan saraf yang menyebabkan sensitivitas kulit meningkat, terutama di bagian kaki

  • Gangguan pencernaan dan perut, seperti diare atau sembelit kronik

  • Luka sulit sembuh atau lama

Bisa menimbulkan kerusakan hati

Gula masuk ke aliran darah melalui saluran pencernaan lalu dipecah menjadi glukosa dan fruktosa. Fruktosa tidak diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang signifikan, karena tidak terlalu dibutuhkan tubuh. Nah, jika kebanyakan mengonsumsi gula maka akan dapat membuat tubuh kelebihan fruktosa. Akibatnya, hal ini membebani hati dan menyebabkan perlemakan hati, yang pada akhirnya dapat memicu terjadinya komplikasi kesehatan.

Studi yang dipublikasikan oleh Journal of American Heart Association (2013) menyebutkan bahwa konsumsi gula berlebih dapat membuat terganggunya cara kerja organ jantung dalam memompa darah. 

Studi lainnya menemukan bahwa konsumsi minuman manis berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan merangsang hati untuk membuang lemak ke aliran darah. Kedua hal tersebutlah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Disfungsi metabolik

Konsumsi gula yang berlebihan juga dapat menyebabkan sindrom metabolik klasik, seperti berat badan, obesitas abdominal, penurunan HDL, peningkatan LDL, gula darah tinggi, peningkatan trigliserida, dan tekanan darah tinggi.

Selain itu, konsumsi gula berlebihan juga dapat membuat semakin banyak produksi hormon insulin pada tubuh Anda. Hormon insulin berperan dalam membantu mengkonversi makanan menjadi energi. Namun, ketika kadar insulin tubuh dan kadar gula tinggi, maka akan membuat sensitivitas produksi hormon berkurang dan membuat glukosa menumpuk dalam darah. Gejala yang dialami oleh kondisi ini, yang disebut dengan resistensi insulin, adalah kelelahan, kelaparan, kabut otak, dan tekanan darah tinggi. 

Manisnya gula ternyata tidak semanis manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Sebaiknya, kurangi konsumsi gula agar kamu tetap sehat. 

 

 
Farma AI
Farma AI
Tanya Obat 24/7
Farma AI
Farma AI 24/7
Asisten Apoteker FarmaMedis
Halo! πŸ‘‹ Saya Farma AI. Ada yang bisa saya bantu terkait informasi obat, dosis, atau keluhan kesehatan Anda?